ANTARA CEO DAN MAFIA 2

ANTARA CEO DAN MAFIA 2
Pikirkalah Kembali


__ADS_3

"Irgi!"


Panggilan dari Prita mengalihkan perhatian Irgi terhadap orang yang berjaga di luar pintu. Ia balikkan badannya menatap Prita yang sedang tersenyum ke arahnya. Untuk kedua kalinya, ia melihat Prita tampil cantik dalam balutan busana pengantin.


"Ta, aku nggak tahu harus bilang apa. Sebenarnya kamu lagi main cosplay atau drama apa, please berhenti dan kembali ke jalan yang benar."


Prita memasang wajah heran, Irgi menganganggapnya tidak serius kalau sebentar lagi dia akan menikah.


"Aku serius mau menikah, Ir."


"Nggak, ini nggak benar.... Kalau kamu takut, aku akan menemanimu keluar dari tempat ini."


Irgi menarik tangan Prita, berniat membawanya keluar dari ruangan itu. Tapi, Prita justru menahan tarikan tangannya.


"Maksud kamu apa? Aku beneran mau menikah."


Irgi menghela nafas, ia pegang pundak Prita, matanya menatap serius ke arah mata Prita, "Ta, kamu terpaksa kan, untuk menjalani pernikahan ini? Dimana Si Brengsek itu menyembunyikan anak-anakmu? Dia mengancammu kan, kalau tidak mau menikah dengannya?"


Prita tertawa mendengar perkataan Irgi, "Ini kemauanku, Ir, tidak ada paksaan dari siapapun. Anak-anak ada di kamar sebelah, mereka juga sedang bersiap-siap."


"Lalu kenapa kamu memberitahuku secara mendadak seperti ini? Kenapa tidak membahasnya jauh-jauh hari? Bukankah kita sudah seperti keluarga?"


Prita menunduk, ia sedikit merasa bersalah untuk hal itu. "Aku hanya tidak mau merepotkan siapapun. Aku sudah sangat dewasa untuk mengambil keputusan sendiri. Kalau aku memberitahumu sebelumnya, kamu pasti akan menentang ini."


Irgi tercengang, dia benar-benar tidak habis pikir dengan keputusan temannya itu. "Ta, kamu tahu kan Bayu itu siapa? Dia orang yang pernah membuatmu depresi dan trauma. Dia juga bandar narkoba, penyelundup senjata ilegal dan masih banyak hal yang dia lakukan yang mungkin kita tidak tahu. Kamu mau menikah dengan orang seperti itu? Apa kamu sudah tidak waras?"


Irgi mencoba mengingatkan hal-hal yang berkaitan dengan Bayu. Lelaki itu tidak ada sisi baiknya, dia lebih banyak berkecimpung di dunia hitam yang sudah pasti melanggar hukum. Prita juga pasti tahu tentang hal itu. Tapi, kenapa dia masih mau menikah dengan lelaki seperti itu?


"Menurutku Bayu orang baik, Ir. Kamu jangan berbicara buruk tentangnya."


"Apa? Baik.... ? Hahaha.... " Irgi menertawakan penilaian Prita tentang Bayu. Baik dari segi apa? Dia sudah pernah punya pengalaman dengannya dan masih menganggapnya baik?


"Orang menilai orang lain tergantung dari sudut pandangnya, Ir. Dia sudah banyak memberikan bantuan untukku."

__ADS_1


"Masalah Daniel? Itu saja, kan?"


Prita menggeleng, "Jauh sebelum itu dia sudah banyak membantuku bahkan tanpa aku minta dan tanpa aku tahu, sebenarnya dia sangat peduli denganku."


"Kamu tahu tentang aset-aset milik ayahku yang sudah dijual oleh om ku? Sudah dia kembalikan semua atas namaku. Berkat dia juga aku tahu kalau kecelakaan yang menimpa kedua orang tuaku.... Ah, sudahlah!"


"Yang sudah menolong Dean sampai dia sendiri hampir mati, itu juga Bayu. Bagaimana aku tidak tersentuh dengan segala yang telah dia lakukan untukku?"


"Ta.... "


"Aku tidak mau kamu mempengaruhi keputusanku, Ir. Aku benar-benar ingin menikah dengan Bayu yang menurutku lelaki terbaik saat ini."


Prita buru-buru memotong perkataan Irgi. Dia tidak ingin Irgi mengacaukan pikirannya hingga menyesali keputusannya untuk menikah. Meskipun salah satu hal yang mendorongnya menikah dengan Bayu adalah janjinya, tapi selama bersama Bayu dia sudah mulai mencintainya. Dia rasa jika menikah, rasa cinta yang dirasakan kini akan semakin bersemi dan tumbuh subur.


"Kamu sudah melupakan Ayash?"


Satu nama itu rasanya langsung meluluhkan keyakinannya. Mana mungkin dia bisa melupakannya? Ayash tetap menjadi lelaki terbaik yang pernah ia temui seumur hidup. Dia yang tetap mau menerimanya dengan segala kekurangannya. Bahkan, dia bisa mencintai anak yang dilahirkannya meskipun bukan berasal dari benihnya. Tidak akan pernah lagi dia menemui lelaki sebaik Ayash, seorang sosok suami sekaligus ayah yang sempurna untuk sebuah keluarga. Tapi, setiap kesempurnaan di dunia ini pasti memiliki celahnya.


"Kamu benar-benar gila, Ta." guman Irgi tak menyangka.


"Aku berniat memberitahunya setelah acara."


"Hahaha.... Maksudmu sebenarnya kamu ingin menikah hanya dihadiri dari pihak keluarga dan tamu pengantin pria? Kamu tidak berniat mengundang satupun sahabat atau temanmu? Kamu menganggap kami apa, Ta?"


Mata Prita mulai berkaca-kaca. Ia berusaha menghela nafas dan menahan air matanya agar sampai keluar, "Memangnya kenapa aku tidak boleh melakukan pernikahan seperti ini? Aku memang menginginkannya."


"Bukankah sama saja dengan pernikahan Ayash dan Andin? Kalian semua tidak ada yang memberi tahuku, kan? Mereka mengatakannya setelah menikah. Kenapa kamu menyalahkanku?"


Perkataan Prita membuat Irgi terdiam. Sekarang dia menjadi seperti sahabat yang paling kejam. Dia tak mengatakan apapun tentang pernikahan Andin dan Ayash, padahal saat itu dia datang di sana dan menyaksikannya sendiri.


"Kamu kira saat tahu aku tidak sedih? Kamu kira hatiku tidak sakit? Rasanya sakit, Ir.... Sangat sakit. Padahal aku tahu aku tidak berhak untuk merasa seperti itu, karena kami sudah bercerai. Tapi tetap saja, itu menyakitkan."


"Sekarang, saat aku merasa menemukan orang yang tepat untuk menghapuskan kesedihanku, kamu memarahiku, seolah apa yang aku putuskan adalah hal yang salah, sementara apa yang Ayash lakukan adalah hal yang wajar?"

__ADS_1


"Aku sudah bercerai dengan Ayash, Ir. Jangan hubungan lagi kehidupanku dengannya. Meskipun selamanya aku tidak akan mungkin melupakannya, tapi aku tidak akan memasuki lagi kehidupannya. Dia sudah menikah dengan Andin, teman kita! Apa kamu lupa fakta itu?"


"Tapi Ta, pernikahan mereka sebenarnya.... "


Irgi tak bisa melanjutkan kalimatnya. Semua menjadi rumit sekarang. Ayash sendiri waktu itu berbuat tidak dipikir dulu. Padahal dia tahu mereka masih saling mencintai tapi keadaannya tidak memungkinkan lagi untuk bersama.


"Ah, sudahlah! Aku hanya berharap kamu akan memikirkan ulang hal ini."


"Please, Ta. Masih banyak lelaki lain yang lebih baik dari Bayu di luaran sana. Kamu pasti bisa mendapatkan yang lebih dari dia, jangan masuki kehidupan seorang Bayu, aku sungguh-sungguh memperingatkanmu. Dia lebih berbahaya dari yang kamu kira."


Prita menyunggingkan senyum, "Terima kasih nasihatnya, Ir. Aku akan mengingatnya. Tapi aku tetap tidak akan membatalkan niatku menikah dengannya."


Irgi menarik Prita ke dalam pelukannya. Hatinya sekarang sangat khawatir. Prita tetaplah menjadi salah satu orang terpenting dalam hatinya. Dia tidak bisa membayangkan nanti kehidupan Prita jika hidup bersama Bayu. Dia lebih rela Prita hidup dengan lelaki biasa saja yang bisa mencintainya daripada Bayu yang kehidupannya abu-abu.


"Ta, aku benar-benar tidak rela kamu menikah dengannya."


"Ir.... Bicaramu seperti orang yang menginginkan aku untukmu sendiri."


"Ya, kamu bisa bilang begitu. Lebih baik kamu jadi istri keduaku atau istri simpananku."


"Hahaha.... Kamu sudah gila."


"Aku serius. Lebih baik kamu aku sembunyikan daripada melihatmu hidup bersama Bayu."


"Kamu mau menciptakan perang dengan Raeka?"


Irgi melepaskan pelukannya, ia kembali menatap Prita dengan serius, "Sumpah, Ta.... Bayu itu orang yang sudah jelas tidak baik. Masih ada waktu untuk membatalkan pernikahan ini. Aku akan membantumu."


Prita menggeleng, "That's my final decision."


Klek!


Pintu terbuka. Tampak Andin dan Raeka yang datang bersamaan. Mereka juga tampak terkejut dengan apa yang mereka lihat di dalam. Prita tidak bercanda, dia benar-benar akan menikah.

__ADS_1


__ADS_2