
Akhir tahun, saat liburan natal dan tahun baru tiba, Bayu mengajak keluarganya liburan ke Jepang. Setelah dua tahun pernikahan, akhirnya impian untuk mengajak keluarganya ke luar negeri bisa terwujud. Bukan hanya anak istri yang diajak, tetapi juga pengasuh, beberapa pelayan, dan tentu saja asisten kesayangannya, Alex, juga turut serta.
Ia sampai menyewa satu business class pesawat untuk menampung anggota keluarga yang dibawa. Tidak ada yang ia bedakan, pelayan rumah juga sudah dianggap sebagai bagian dari keluarga. Semua keperluan sebelum keberangkatan sudah dipersiapkan, termasuk baju-baju hangat karena di Jepang sedang musim dingin. Bahkan, mereka juga diberikan uang saku untuk membeli apa yang mereka suka saat di Jepang. Siapa yang tidak senang memiliki majikan seperti Bayu? Sepertinya orang-orang akan berlomba-lomba untuk bisa menjadi pegawainya.
Liburan yang direncanakan selama sepuluh hari itu dimulai dengan mengunjungi Disneyland, tempat yang memang sangat diimpikan oleh anak-anak. Satu hari pertama di Jepang dihabiskan di sana untuk menyenangkan anak-anak. Ada banyak tokoh kartun yang biasa mereka lihat di TV bisa mereka temui di sana.
Daniel, Dean, dan Livy tampak kegirangan ketika diajak memasuki satu per satu wahana yang semakin meningkatkan daya imajinasi mereka. Seperri ketika memasuki wahana Pirates of Carribian yang membuat mereka seolah menjadi seorang bajak laut, atau Pooh's Hunny Hunt untuk mencari lebah, dan Star Tour untuk ikut bergabung dengan pasukan dari film Star War.
Tentu saja hari yang dilewati di Disneyland bukanlah sesuatu yang menyenangkan untuk Bayu. Tapi dia senang melihat orang-orang yang diajaknya terlihat senang. Hanya dua hari mereka berada di Tokyo, selanjutnya pindah ke Hokkaido, tempat liburan sebenarnya.
Menikmati musim dingin memang lebih asyik di Hokkaido. Bisa melihat salju, bermain ski, merupakan hal yang tidak bisa dilakukan di tanah air. Betapa takjubnya bagi mereka karena pertama kali bisa melihat salju dan merasakannya secara nyata dengan tangan sendiri. Termasuk juga Prita. Meskipun pernah tinggal di Singapura selama lima tahun, tapi ini pertama kalinya ia berkunjung ke negara empat musim itu.
"Apa kamu menyukainya?"
Bayu tiba-tiba datang dari arah belakang dan memeluknya ketika Prita sedang mengagumi salju yang turun dengan intensitas ringan.
"Hey, ada banyak orang di sini.... " Prita mencoba melepaskan pelukan suaminya, namun yang ada Bayu malah semakin mengeratkannya.
"Memangnya kenapa? Mereka tidak akan peduli dengan kita. Bahkan di sebelah sana ada yang sedang ciuman di tempat umum. Kamu mau coba?"
Bayu menunjuk ke salah satu sudut dimana ada pasangan yang sedang berciuman. Reflek Prita menutup matanya.
"Oh, Ya Tuhan!"
"Udaranya kan memang dingin, Sayang. Cocok untuk bermesraan."
"Tapi tidak di sini juga, malu ada orang rumah yang lihat."
"Mereka tahu kalau kita pasangan suami istri. Hanya seperti ini ya hal wajar. Kecuali aku memeluk wanita lain, baru itu jadi masalah."
Akhirnya Prita membiarkan suaminya berbuat apa yang ia suka. "Ini pertama kalinya aku melihat salju secara langsung. Ternyata bentuknya tidak bulat-bulat seperti yang aku kira. Bentuknya pipih dengan enam ujung runcing di tepinya. Indah sekali." ucapnya sembari memperhatikan salju yang turun dan menempel pada sarung tangannya.
"Seharusnya aku membawamu lebih awal ke sini. Melihatmu bahagia hanya karena salju membuatku merasa sangat bahagia."
"Apa aku terlihat kampungan hanya karena salju?"
"Tidak.... Aku justru menyukai ekspresimu saat ini. Mungkin nanti setiap tahun aku akan mengajakmu ke sini untuk melihat salju."
"Apa kamu punya tempat impian lain yang ingin dikunjungi?"
__ADS_1
Prita terdiam sejenak, "Terus terang aku tidak pernah lagi punya mimpi bisa berkunjung ke negara lain seperti sekarang."
"Menurutku, hanya bisa menjalani hidup dengan tenang saja itu sudah cukup."
"Kamu harus punya mimpi yang tinggi.... Aku kerja keras juga untuk membahagiakanmu. Uang memang tidak bisa membeli kebahagiaan, kalau jumlahnya sedikit, kan.... Tapi sekarang uang kita kan sudah banyak. Kamu mau kemana tinggal sebut saja, biar aku yang memikirkannya."
"Hahaha.... Memangnya kamu jin?"
"Bisa jadi....! Memangnya kamu mau kemana lagi selain bermain salju di Hokkaido? Apa mau ke Cappadocia? Venesia? Maldives? Machu Picchu? Atau.... Raja Ampat?"
Prita tertawa ketika Bayu menyebutkan tempat destinasi wisata yang terakhir, "Bukannya Raja Ampat masih ada di Indonesia?"
"Iya, tapi tempatnya juga sangat bagus, tidak kalah dengan tempat-tempat wisata di luar negeri. Kamu pernah ke sana?"
"Belum.... Memangnya kamu sudah pernah ke semua tempat yang tadi disebutkan?"
"Sudah.... "
"Pasti dengan Karla, ya?"
"Kenapa tiba-tiba membahas tentangnya? Apa kamu cemburu kalau aku pergi dengannya?"
Bayu tersenyum. Meskipun Prita berkata tidak, tapi raut wajahnya yang masam tidak bisa bohong kalau memang dia tidak menyukai Karla.
"Kalau kamu mau tau, aku pergi ke semua tempat itu dengan Ben. Kamu tahu Ben, kan? Sejak dulu kami memang sering menghabiskan waktu bersama. Terutama karena tugas dari ayahku."
"Apa kamu masih cemburu?"
"Aku bilang kan tidak pernah cemburu.... "
"Kalau cemburu bilang saja cemburu. Kenapa harus malu?"
"Aku tidak cemburu, Mas.... "
"Oke, oke.... Jadi, kamu mau kita kemana selanjutnya?"
"Aku mau ke Valle Verzasca."
Bayu mengernyitkan keningnya. Baru pertama kali ia mendengar nama tempat itu. "Apa tadi namanya?"
__ADS_1
"Valle Verzasca."
"Valle Verzasca? Apa itu dan ada dimana?"
"Kamu belum pernah ke sana?"
Bayu menggeleng, "Mendengar namanya saja baru sekarang. Katanya kamu tidak pernah ke mana-mana, tapi bisa tahu nama tempat yang aku tidak tahu?"
"Andin pernah bercerita tentang tempat itu. Katanya di sana ada sebuah desa yang masih asri dan sangat indah pemandangan alamnya. Di drama yang pernah aku tonton juga ada yang menggambarkan keindahan tempat itu. Judulnya Crash Landing on You. Tempat pertemuan pertama Yoon Se Ri dengan Ri Jung Hyuk."
"Kamu pasti tidak tahu, kan?"
Bayu mengeratkan kembali pelukannya, "Hm, aku memang tidak paham dengan apa yang baru saja kamu ceritakan. Tapi, suatu hari aku pasti akan mengajakmu ke sana."
"Daddy.... "
Terdengar suara Daniel memanggilnya. Ia melepaskan pelukannya lalu berbalik ke arh suara.
Plak!
Satu lemparan salju dari Daniel tepat mengenai wajah Bayu. Anak itu tertawa bahagia. Begitu pula dengan Dean dan Livy yang juga sedang bermain lempar salju di sana. Prita ikut menertawakan suaminya yang diam terpaku terkena lemparan salju yang tidak sempat ia hindari.
"Mama.... "
Plak!
Giliran Dean yang melemparkan salju tepat ke wajah Prita. Kali ini Bayu yang menertawakan Prita.
Sementara, anak-anak yang antusias itu, kembali membuat bola-bola dari salju lalu melemparkannya kembali ke arah orang tua mereka. Livy yang kecil juga ikut-ikutan meskipun lemparannya tidak bisa mengenai sasaran. Karena kesal, anak itu melemparkan bola saljunya kepada Leta yang sedari tadi menjaganya bermain. Ketika bola salju itu mengenai wajah Leta, Livy tertawa kegirangan.
"Awas ya, kalian.... "
Bayu ikut-ikutan membuat bola salju lalu dilemparkan ke arah Daniel dan Dean. Kedua anak itu sibuk berlari mengindari kejaran dari ayahnya. Mereka bersembunyi meminta perlindungan kepada para bodyguard yang menjaga mereka. Karena disuruh tuan-tuan kecil itu, mereka jadi berani melempari Bayu dengan bola-bola salju secara bertubu-tubi.
"Heh! Berani kalian melempariku!" seru Bayu yang kewalahan dilempari salju oleh anak buahnya.
"Maaf, Tuan. Saya hanya menjalankan tugas dari bos kecil kami."
Sementara Daniel dan Dean kegirangan karena bisa mengalahkan ayah mereka.
__ADS_1
Permainan lempar bola salju masih berlanjut. Mereka saling lempar satu sama lain tidak peduli siapa sasarannya. Bahkan, ada pengunjung lain yang jadi ikut-ikutan dengan apa yang mereka lakukan. Permainan yang awalnya hanya dilakukan oleh rombongan Bayu, jadi semakin merembet menjadi permainan banyak orang.