
"Irgi Mahesha anak tunggal dari pasangan Ibu Dela dan Bapak Bakri Mahesha. Sekarang dia sedang menjalin hubungan dengan Putri bungsu Keluarga Wijaya, Pricillia Raeka Alleandra. Kabarnya mereka sudah berpacaran sejak kelas 1 SMA. Berarti sudah sepuluh tahunan mereka pacaran. Lama juga. Mereka berdua tampak serasi seperti pasangan artis. Visualnya sangat sempurna, cantik dan tampan."
Alex membacakan data yang semalam bosnya minta. Walaupun matanya tampak hitam karena begadang dengan tugas dadakan bosnya, memandang foto Irgi dan Raeka bisa menyegarkan matanya. Dia tidak menyangka kalau ada orang yang bukan dari kalangan selebritis tapi penampilannya sangat keren melebihi artis di televisi.
"Bacakan informasi lainnya!" perintah Bayu. Ia ingin mendengar seputar perjalanan karir Irgi tapi Alex malah fokus membahas kisah cinta pemuda songong itu. Bayu jadi sedikit kesal.
"Kedua orangtua Irgi sudah lama menetap di Singapura, sekitar sepuluh tahunan. Bisnis keluarganya situs belanja online MyShoppa yang baru dirintis beberapa tahun prospeknya sedang bagus-bagusnya di bawah pimpinan CEO kepercayaannya, Ayash Hartadi. Sementara dirinya di Indonesia menjadi Presdir PT Prayoga Jaya dan CEO Greenland Paradise. Menurut desas -desus yang beredar, dia akan segera menikah dalam beberapa bulan ini."
"Bagaimana dengan pendidikannya?"
"Dia sudah menyelesaikan pendidikan S2 di Singapura jurusan administrasi bisnis meskipun dalam waktu yang cukup lama. Kalau dari informasi sepertinya dia tidak terlalu pintar. Berbeda dengan Ayash yang menyelesaikan S1 dan S2 selama 5 tahun jurusan manajemen bisnis. Saya rasa keduanya memang kombinasi yang hebat. Terbukti perusahaan mereka sangat stabil walaupun dikelola dari tempat yang berbeda."
"Apa ada perubahan kebijakan setelah dia menjadi CEO di Greenland Paradise?"
"Sebelumnya memang hotel itu sudah terkenal. Jadi, tidak terlalu terlihat perbedaannya. Tapi, ada beberapa perubahan yang dilakukan mulai dari seragam karyawan, tampilan interior kamar hotel yang lebih modern dan minimalis, serta penggantian jenis kunci digital hotel dari yang menggunakan sistem pin menjadi sistem bluetooth melalui smart phone."
"Apa kira-kira dia mau melanjutkan kerjasama dengan klub malam milikku?"
"Secara prospek bisnis, seharusnya mereka tidak bisa menolak kerjasama Anda, Bos. Karena dengan kehadiran Skylight Bar di sana akan lebih meningkatkan prestise hotel dan klub Anda sendiri. Ini benar-benar kerjasama yang sangat menguntungkan dan tak bisa ditolak."
"Kalau aku juga ingin memasukkan Lazis Restoran di sana?"
"Emm.... kalau itu agak sulit. Mengingat hotel itu juga memiliki restorannya sendiri yang sudah diakui kelezatannya. Kalau restoran milik Bos kan menurutku masih jauh lah jika dibandingkan. Pihak hotel juga pasti akan pikir-pikir."
"Oke, Alex. Terima kasih atas analisanya. Siapkan tim yang nanti akan berangkat ke Greenland Paradise."
__ADS_1
"Baik, Bos."
*****
Rapat dengan pejabat di Greenland Paradise berjalan cukup alot. Bayu dan timnya harus bekerja keras menampilkan presentasi yang menarik serta argumen-argumen yang memuaskan agar dapat memperoleh dukungan dari para petinggi hotel.
Bayu merasa sejak awal Irgi sudah mengincarnya. Pandangan matanya tak pernah lepas darinya. Anak muda itu tampak angkuh di mata Bayu. Berani-beraninya dia terus menatap seorang Bayu dengan pandangan meremehkan selama rapat berlangsung. Irgi juga seringkali melontarkan statement yang membuat peserta rapat lainnya menjadi goyah. Sepertinya dia tidak setuju dengan kehadiran klub malam milik Bayu di hotelnya.
Irgi tak memiliki karisma sebagai seorang CEO. Sikap santainya seperti seorang mahasiswa magang yang belum tahu menahu masalah bisnis tapi sok tahu. Bayu tak habis pikir kenapa Tuan Rudi Wijaya bisa memberikan posisi CEO kepadanya.
Untung saja dengan segenap kemampuan tim yanh Bayu bawa, akhirnya mayoritas peserta rapat tetap mentetujui perjanjian kerjasama yang sebelumnya disepakati. Skylight Bar akan segera pindah ke hotel itu. Dan seperti prediksi Alex, mereka tak menyetujui kehadiran Lazis Restaurant di sana. Hanya Skylight Bar yang mereka anggap pantas berada di sana.
Setidaknya Bayu merasa lega karena hasil rapat sesuai harapannya. Saat semua peserta rapat satu persatu meninggalkan ruangan rapat, Bayu dan Irgi masih tenang duduk di kursi masing-masing. Mata mereka saling melemparkan taatpan tak suka. Keduanya seperti akan menunggu situasi sepi kemudian siap saling membunuh.
"Halo, Om... lama tak bertemu." ucap Irgi saat ruang rapat telah sepi. Kedua tangannya dilipat di dada.
"Sepertinya usaha Anda semakin banyak. Apa bisnis jual beli narkoba kurang begitu menguntungkan?"
"Apa maksudnya bertanya seperti itu? Kamu kira semua pengusaha hiburan malam juga akan berjualan narkoba?"
"Kenyataannya seperti itu, kan? Saya sudah tahu siapa Anda. Tidak perlu main rahasia saat kita hanya berdua."
"Kamu masih muda, tapi kelakuanmu sungguh sangat tidak sopan kepada orang yang jauh lebih tua."
"Saya tidak perlu sopan kepada orang yang tidak patit diperlakukan sopan. Apalagi orang itu seperti Anda, yang telah merusak kehidupan sahabat saya Prita."
__ADS_1
Irgi tahu betul kehidupan Prita begitu berat gara-gara lelaki itu. Sejak awal Irgi sudah sangat geram melihat kehadiran Bayu. Kalau saja ia tak perlu menjaga sikap demi keluarga Wijaya, mungkin ia sudah mengusir seorang Bayu dari ruang rapat.
"Kelihatannya kamu peduli sekali dengan Prita. Apa kamu juga menyukainya? Ah, Pritaku yang manis, siapa saja pasti menyukainya."
"Prita sudah seperti adikku sendiri. Jika ada yang membuatnya menderita, maka aku tidak bisa bersikap baik dengan orang itu."
"Seberapa gigihpun kamu berusaha melindunginya, dia akan tetap menjalani takdir yang sudah digariskan untuknya. Saranku kamu tidak perlu ikut campur terhadap kehidupan orang lain. Lebih baik kami fokus pada kehidupanmu sendiri. Bukankah kamu sedang kesulitan untuk mendapatkan restu menikah? Kamu terlalu fokus pada orang lain. Hahaha.... ?"
"Ingat, ya. Kamu juga baru calon menantu, belum menjadi menantu keluarga Wijaya. Jangan sok jumawa dengan pekerjaanmu. Mafia sepertiku juga bisa menghancurkanmu jika aku mau. Jaga sikapmu denganku."
Bayu bangkit dari kursinya hendak berdiri dan meninggalkan ruangan rapat.
"Sekali aku lihat jika sampai kamu mengganggu kehidupan Prita lagi, aku akan mengerahkan semua kemampuanku untuk memusuhi mafia sepertimu." ancam Irgi.
"Kamu masih terlalu dini untuk menjadi musuhku. Urusi saja hidupmu."
"Kamu pikir Prita tak membuatku menderita di sini? Dia melahirkan anakku tanpa memberitahuku. Apa aku juga tidak berhak jika ingin memiliki darah dagingku sendiri."
Irgi membulatkan mata karena ternyata Bayu sudah mengetahui keberadaan Daniel. "Bagaimana kamu bisa tahu.... "
Bayu tersenyum sinis, "Kamu kira Singapura bisa selamanya menyembunyikan kebenaran? Jikalau kalian tetap menyembunyikannya sekalipun, mungkin Daniel sendiri yang akan menemukan ayahnya. Siapa yang tahu dengan takdir di masa depan? So, jangan campuri masalahku dengan Prita."
Irgi menahan tangan Bayu, "Jangan macam-macam dengan Daniel!"
Bayu menghempaskan tangan itu, "He's my son. Dia akan kembali pada ayah kandungnya."
__ADS_1
Bayu melenggang keluar dari ruang rapat tanpa diganggu Irgi lagi.