
"Ihh... yang ini sepertinya lucu."
"Ini juga lucu.... "
"Ini juga.... uh, semuanya bagus-bagus."
"Ra, diborong aja sekalian sama tokonya. Semua kamu bilang lucu. Aku bilang kan pilih beberapa dan kita langsung pulang." keluh Irgi.
Malam ini mereka pergi ke mall. Seperti biasa, Raeka minta ditemani belanja dan jalan-jalan. Sebagai pacar yang bucin, tentu saja Irgi bersedia meluangkan waktu di sela-sela kesibukannya mengurus perusahaan untuk menemani tuan puteri belanja.
Raeka membeli banyak banyak. Bukan hanya untuk dirinya, tapi juga untuk anak-anak Prita. Ya, ketika melewati toko pakaian anak, Raeka langsung teringat pada ketiga anak yang baru kembali ke Indonesia. Dia ingin memberikan hadiah pakaian kepada mereka.
Saat memilihkan pakaian untuk si kecil Livy, Raeka terlihat sangat antusias. Semua model baju anak perempuan lucu-lucu. Ia tak bisa memilih. Ia sudah membayangkan Livy akan terlihat imut memakai baju yang akan ia belikan.
"Livy pasti cocok memakai ini. Ah... aku jadi tidak sabar memakaikan ini padanya. Dia bayi yang gemas."
"Kamu lebih menggemaskan untukku." Irgi mencubit pipi Raeka.
"Aduh.... "
"Cepat pilih beberapa saja. Aku sudah lelah mengikutimu seharian."
"Kamu tidak senang ya, kalau aku menyukai anak-anak Prita?"
"Ya senanglah, siapa yang tidak senang melihatmu bisa bersikap baik pada Prita. Daripada kamu balik memusuhinya seperti dulu, kan?"
"Makanya jangan mengganggu kesenanganku. Aku sedang berfikir memilih baju paling bagus untuk Livy."
"Kalau kelamaan begini mending aku borong satu toko ini saja."
"Nggak, nggak.... setelah ini selesai kok. Ini, aku pilih yang ini saja!"
Raeka mengambil beberapa potong pakaian yang telah dipilihnya. Irgi bagian membayar di kasir.
Selesai menyelesaikan pembayaran, Irgi masih harus membawakan belanjaan Raeka. Kedua tangannya penuh membawa tas belanja. Posisinya lebih seperti asisten daripada pacar. Atau dia bisa disebut sebagai pacar yang multifungsi. Tapi Irgi juga tidak pernah protes. Dia tidak masalah selalu seperti itu selama berpacaran dengan Raeka.
__ADS_1
"Kita sekalian makan di restoran saja, ya?" ajak Raeka.
"Terserah kamu saja."
Raeka menggandeng lengan Irgi dengan mesra. Dia senang setiap kali Irgi bisa meluangkan waktu untuk pergi bersamanya. Tujuan ia menggelayut manja pada lengan Irgi juga untuk menepis harapan para wanita yang matanya selalu mengikuti kemanapun Irgi berada. Dia ingin mengumumkan kepada setiap wanita yang melihat, jika lelaki tampan di sebelahnya adalah pacarnya.
Padahal kebanyakan wanita yang melihat mereka berdua itu lebih memperhatikan Raeka daripada Irgi. Mereka kagum melihat ada wanita secantik Raeka dengan style penampilan yang pas, cocok, dan menarik. Mereka melihat Raeka karena membayangkan bisa tampil secantik dia.
"Raeka?"
Langkah Raeka dan Irgi terhenti ketika ada yang menyapa mereka di restoran sushi.
"Shuwan?"
Raeka tidak menyangka akan bertemu Shuwan di sana. Irgi juga ikut kaget karena di sebelah wanita itu ada Bayu. Mereka pemasaran, kenapa Shuwan dan Bayu bisa bersama.
"Bayu, Raeka ini temanku dari klub memanah. Boleh kita ajak mereka makan bersama kita?"
Bayu membalas dengan anggukan.
"Raeka, Pak Irgi, silakan duduk di sini. Mari kita makan bersama. Kebetulan kami juga baru datang."
Irgi ikutan bingung. Wanita licik itu kenapa jadi ramah padanya dan Raeka.
"Terima kasih." ucap Irgi.
Irgi mengajak Raeka untuk duduk bersama mereka. Entah apa maksud Shuwan, yang jelas mereka tetap harus bersikap sopan dengan menerima permintaan makan bersama.
"Kalian mau memesan apa?"
"Samakan saja dengan pesanan kalian."
Shu mengangkat tangannya untuk memanggil pelayan. "Tolong pesanan kami ditambah dua porsi ya." pintanya.
Irgi melayangkan tatapan tajam ke arah Bayu. Tentu saja Bayu melakukan hal yang sama. Mereka berdua seperti sedang berkomunikasi menyampaikan rasa tidak suka lewat tatapan mata.
__ADS_1
"Mau minum wine?" Bayu mengangkat gelas winenya.
"Tidak, terima kasih." tolak Irgi halus.
"Kenapa kalian sepertinya canggung? Bukankah kalian akan bekerja sama untuk Skylight Bar dan Greenland Paradise Hotel?" tanya Shuwan.
"Kami tidak sedekat itu, Nona Shuwan. Soalnya saya juga CEO baru di perusahaan. Kontrak kerjasama hanya melanjutkan kesepakatan yang sudah dibuat oleh CEO sebelumnya."
"Ya, yang dikatakan Pak Irgi benar. Kami bahkan baru bertemu satu kali." Bayu meneguk winenya kembali.
Raeka sedang mencerna situasi. Yang ia tangkap, Bayu itu orang yang pernah dibahas Irgi dan kakaknya di apartemen. Katanya Irgi tidak terlalu setuju dengan rencana menaruh Skylight Bar di hotel. Raeka pernah datang ke klub malam itu. Tempatnya memang bagus. Ia baru tahu kalau pemiliknya adalah Bayu.
"Kalau tidak salah Nona ini putra Tuan Rudy Wijaya, kan?" tanya Bayu.
"Ya, benar. Dia pacarku." Irgi yang menjawab padahal Raeka yang ditanya.
"Ah.... makanya Tuan Rudy menempatkanmu di posisi CEO, ya, karena berpacaran dengan putrinya."
"Tidak. Ayahku memilih dia sebagai CEO bukan karena kami berpacaran, tapi karena memang dia berkompeten untuk menduduki jabatan itu." Raeka memberi pembelaan untuk Irgi.
"Ya, tentu saja. Aku lihat dia memang sangat berbakat dan pantas di posisinya. Dia juga sudah mengambil keputusan yang tepat untuk melanjutkan kerjasamaku dengan CEO sebelumnya."
Irgi mengepalkan tangannya. Ia rasanya sangat kesal dan ingin memukul lelaki itu.
Beberapa saat kemudian, makanan yang dipesan datang. Mereka menikmati makanan itu dengan tenang. Meskipun ada masalah yang terjadi di antara mereka, tapi semuanya bisa menyembunyikan rasa tidak suka masing-masing dengan baik. Orang akan menyangka jika mereka teman akrab yang sedang makan bersama.
"Kalau boleh tahu, apa hubungan Nona Shuwan dan Pak Bayu?" tanya Irgi. Pertanyaan itu juga yang sebenarnya ingin Raeka utarakan.
"Shuwan Mey adalah pacarku." Bayu menjawabnya denan sangat tegas dan mantap.
Merasa diakui oleh Bayu, hati Shuwan terasa berbunga-bunga. Kemarin Bayu tanpa ragu mengucurkan dana miliyaran untuknya tanpa banya tanya. Hari ini Bayu mengakui dirinya sebagai pacar di depan orang lain tanpa ragu.
"Ah, ternyata kalian pacaran."
Irgi merasa lega Bayu sudah punya pacar walaupun itu wanita licik seperti Shuwan dia rasa cocok untuk Bayu. Dengan begitu dia tidak akan lagi mengganggu Prita karena sudah punya pacar.
__ADS_1
Berbeda dengan Irgi, Raeka justru merasa aneh. Setahu dia lelaki yang Shuwan suka adalah Moreno, pelatihnya. Di tempat latihan panahan bahkan Shuwan memusuhinya karena cemburu ia dekat dengan pelatih. Tapi malam ini, yang membuatnya syok, ternyata dia pacar Pak Bayu? Lalu untuk apa dia selalu berusaha mendekati pelatih jika sudah punya pacar? Apa Shuwan benar-benar wanita yang suka mencari perhatian lelaki walaupun sudah punya pacar?