ANTARA CEO DAN MAFIA 2

ANTARA CEO DAN MAFIA 2
Mimpi Indah


__ADS_3

Selamat malam.... Semoga mimpi indah.... 😊


Yang tidak nyaman harap skip part ini dulu 🤫


 


"Mas.... Aku kangen.... " Ucap Prita sembari memeluk tubuh suaminya.


Tubuh maskulin yang masih tertutup oleh kaos itu selalu membuatnya nyaman dan pelukannya terasa hangat. Seakan ia ingin terus tertidur di sana sampai terbangun nanti.


"Mas juga kangen kamu, Sayang."


Prita tersenyum mendengar balasan dari sosok tampan itu. Entah ia sedang mabuk atau karena sangat mengantuk, pengelihatannya jadi sedikit samar, meskipun tetap saja suaminya terlihat tampan di matanya.


Prita merasakan suaminya mulai memagut bibirnya dengan lembut. Ia turut membalas ciuman itu dengan lebih semangat. Seandainya yang ia rasakan sekarang hanya mimpi, maka ia ingin lebih lama mereguk cinta dari suaminya.


Ciuman yang awalnya lembut kian berubah menjadi agresif. Keduanya seperti orang yang kehausan, saling mencurahkan rasa cintanya lewat ciuman. Ketika lidah mereka mulai saling beradu, sesekali terdengar suara lengk*uhan yang membuat suasana kamar tak lagi sunyi.


Malam ini Prita sangat agresif, membuat Bayu yang sudah lama menahan diri menjadi sangat bernaf*su. Tangannya tak bisa tinggal diam untuk meraba setiap jengkal kemolekan tubuh istrinya dari ujung kaki hingga ke ujung kepala. Merasa baju tidur yang dikenakan istrinya sedikit mengganggu, ia berinisiatif untuk melepaskannya.


"Mas.... Aku juga mau bantu melepaskan pakaianmu."


Prita berucap dengan wajah yang memerah, terlihat sek*si dan nakal. Bayu biarkan istrinya melakukan hal yang ia inginkan. Dari melepaskan kaosnya, membuka sabuk, hingga meloloskan celana panjangnya.


Prita kembali tampak malu-malu menatap miliknya yang sudah tegak sempurna.


"Lakukan sesukamu, Sayang." bisik Bayu.


Bayu membiarkan istrinya menyentuh miliknya sesuka hati. Sensasi rabaan tangannya benar-benar membuatnya gila. Apalagi saat ia menggerakkan mulut dan lidahnya di sana, rasanya ingin melayang.


Biasanya Bayu yang memanjakan tubuh istrinya. Kali ini, gantian istrinya yang bersemangat memanjakannya. Rasanya sangat nikmat.


"Sayang, cukup, ya.... "

__ADS_1


Bayu menghentikan apa yang Prita lakukan saat merasa dirinya tidak akan kuat jika Prita terus melanjutkannya. Istrinya tampak merajuk seperti belum puas dengan apa yang dilakukannya. Bayu seperti sedang berhadapan dengan seorang anak kecil yang tidak mau dilepaskan dari lolipopnya.


Salahnya sendiri sudah meninggalkan lama istrinya padahal mereka masih pengantin baru. Bahkan, mereka juga belum sempat merasakan bulan madu dan terpaksa harus berpisah karena keadaan. Selama ini istrinya pasti sangat kesepian. Apalagi setiap malam, ia sering melihat istrinya melamun di balkon kamar. Belum lama ia juga melihat Prita menangis sambil memeluk Daniel.


Bayu kembali memagut bibir istrinya, menyecapinya dengan penuh cinta. Tangannya bermain-main pada puncak dada yang sangat sensitif. Membuat pemiliknya sampai mend*esah setiap kali ia memainkannya.


Salah satu tangannya perlahan ia pindahkan ke bawah, mengecek apakah milik istrinya sudah cukup siap menerimanya. Ternyata sudah sangat basah.


Bayu memainkan jemarinya di sana, membuat istrinya tak henti-hentinya meng*erang penuh kenikmatan.


Prita merasa sekujur tubuhnya dialiri sengatan-sengatan listrik yang begitu nyata meskipun apa yang ia rasakan hanya mimpi. Rasanya nikmat hingga membuatnya serasa melayang.


"Sayang, aku masukkan sekarang, ya."


Prita hanya mengangguk saat Bayu membisikkannya selepas ia mendapatkan pelepasan pertama.


"Ugh.... Sakit, Mas. Pelan-pelan."


"Sayang, kamu jangan tegang. Mas jadi kesusahan masuknya."


Prita mengangguk seakan paham. Bayu kembali mengajak istrinya berciuman serta menyentuh titik-titik sensitif agar istrinya lebih rilek.


Ia jadi teringat saat malam pertama mereka, hal yang sama juga terjadi. Ia kesusahan melakukan pene*trasi karena istrinya terlalu tegang. Mungkin juga karena efek terlalu lama ditinggal. Memang seharusnya setiap malam ia mengunjungi istrinya, agar ia tidak lupa dengan miliknya. Malam ini, ia seperti harus mengulang untuk kembali berkenalan.


Perlahan namun pasti, akhirnya Bayu bisa membenamkan miliknya ke tempat yang sangat ia rindukan. Kalau boleh lebih lama lagi, ia ingin lebih lama menahannya di dalam sama.


"Mas.... gerakin.... "


Istrinya protes saat ia diamkan miliknya begitu saja. Kenapa saat ini istrinya sangat manja, ia jadi ingin tetap bersamanya di dalam kamar.


"Iya, Sayang.... Kenapa kamu jadi tidak sabaran, hm?"


"Kangen.... Kangen kamu, Mas."

__ADS_1


Bayu mencium bibir istrinya sembari menggerakkan pinggulnya dengan tempo yang lambat. Istrinya sampai mende*sah dan memejamkan mata menerima setiap hujamannya. Ketika desa*han istrinya semakin teratur dan cengkraman yang ia rasakan semakin kencang, Bayu mempercepat gerakannya. Hingga akhirnya keduanya terkulai lemas menikmati pelepasan bersama.


Prita langsung kembali tertidur tak lama setelah mereka menyelesaikan sesi bercinta. Bayu tak henti-hentinya memandangi wajah wanita itu.


Sebelum pergi, Bayu menyeka tubuh istrinya dengan air hangat, membersihkan sisa-sisa percintaan mereka yang masih menempel. Lalu, ia mengenakan kembali baju tidur yang sebelumnya dikenakan istrinya.


Besok pagi, istrinya akan menganggap yang baru saja mereka lakukan hanyalah mimpi. Tugas Bayu selesai. Ia memang ingin memberikan mimpi yang indah untuk istrinya.


"Selamat tidur, sayang. Semoga mimpi indah."


Bayu mengecup sekilas bibir Prita lalu menarik selimut untuk menutupi tubuh istrinya.


Besok, ia akan pergi ke Kota J, mencari bukti untuk menjatuhkan kekuasaan Tuan Saddam terutama terhadap ayahnya.


*****


"Mas!"


Prita terbangun kaget secara tiba-tiba. Nafasnya terengah-engah seperti orang yang dikejar sesuatu.


Ia melayangkan pandangan ke sekelilingnya, tak ada siapapun selain dirinya. Ia kira suaminya sudah kembali. Ternyata semua itu hanya mimpi. Mimpi yang terasa sangat nyata hingga ia sendiri masih mengingat rasanya.


Semalam, ia bermimpi suaminya pulang. Mereka saling berpelukan dan berciuman mesra. Sentuhan mesra yang semalam suaminya berikan serasa masih membekas. Seakan tubuhnya mampu mrngingat dengan jelas seperti apa percintaan mereka semalam.


Prita memegangi area dadanya dan bagian bawahnya yang masih terasa sensitif. Ia tidak bisa membedakan antara mimpi dan kenyataan. Apakah semalam ia telah bercinta dengan suaminya atau tidak? Karena tubuhnya terasa lebih rileks dan segar, seperti yang biasa ia rasakan selepas bercinta dengan suaminya.


Ia menutup wajahnya sendiri karena malu sembari senyum-senyum. Saking rindunya pada suami semalam ia sampai bermimpi sangat indah, bercinta dengan suaminya sendiri.


Prita menoleh ke arah meja, dimana ia meletakkan botol wine yang tadi malam ia minum. Minuman yang rasanya aneh, sangat masam dan ada rasa-rasa pahit itu ia minum karena saran dari Shuwan.


Selama Bayu pergi, Prita jadi susah tidur. Perasaannya selalu gelisah terutama saat malam hari. Shuwan memberi saran kalau ingin tidur nyenyak, ia harus minum wine. Katanya ia pasti akan cepat tidur. Tapi memang hal itu terbukti benar. Meskipun awalnya kepalanya jadi terasa pening, lama kelamaan ia tertidur juga. Bahkan mendapatkan mimpi yang sangat indah berkat saran dari Shuwan. Mungkin lain waktu ia akan melakukannya lagi, meminum wine sebelum tidur.


Prita melirik ke arah jam dinding, sudah pukul delapan pagi. Berarti tidurnya semalam benar-benar nyenyak. Ia harus segera bersiap-siap karena hari ini ada janji dengan Raeka untuk pergi bersama.

__ADS_1


__ADS_2