ANTARA CEO DAN MAFIA 2

ANTARA CEO DAN MAFIA 2
Arga Ingin Menikah?


__ADS_3

Ayash membaca selembar surat di tangannya. Setelah mengetahui apa isi yang tertulis di sana, tanpa pikir panjang langsung ia robek-robek kertas itu hingga menjadi potongan kecil. Ia terduduk lemas dan tampak kecewa.


"Dia ingin kita memberikannya hak bertemu Daniel kapanpun dia mau."


"Jadi hari ini kamu bertemu Bayu?"


"Hah?" Prita tercengang karena Ayash membahas hal lain, bukan tentang Daniel. "Ya, tadi siang kami bertemu di sekolah."


Ayash menarik tangan Prita, menyuruhnya duduk di pangkuannya. Prita mengalungkan tangan ke lehernya. Entah mengapa tatapan mata wanita itu begitu polos dan lugu.


"Lalu apa jawabanmu untuknya?"


"Dia mengancam akan memberikan surat itu kepada Mama. Jadi aku mengijinkannya."


Ayash mencubit hidung Prita, "Dia hanya menjadikan Daniel sebagai alasan untuk bisa bertemu denganmu. Apa kamu tidak bisa membaca niat terselubungnya?"


Prita menggeleng, "Jadi, apa lebih baik membiarkannya memberitahu Mama?"


"Ini namanya buah simalakama. Apapun yang kamu pilih, tidak ada yang lebih baik. Semuanya pilihan buruk. Makanya Bayu mengajukan pilihan itu kepadamu."


"Apa kamu sedang marah?"


"Menurutmu?"


Ayash lebih menyeramkan ketika ekspresinya datar dan tutur katanya juga tenang.


"Aku rasa kamu sedang marah padaku."


Ayash menyunggingkan senyum. Diusapnya puncak kepala Prita, "Menurutmu, lelaki mana yang tidak marah jika ada lelaki lain yang mendekati istrinya? Apa aku harus bahagia melihatmu terus bertemu dengannya?"


"Aku juga tak pernah bermaksud untuk bertemu dengannya. Maafkan aku."


"Aku tidak sedang menyalahkanmu."


Prita menyadarkan kepalanya pada dada Ayash. Pikirannya memang sedang kacau. Ia mengambil keputusan tanpa bertanya lebih dulu kepada Ayash. Memang, Daniel adalah urusannya dengan Bayu. Tapi, saat ini Ayash adalah suaminya. Dia juga yang telah ikut merawat dan membesarkan Daniel dengan penuh cinta sampai saat ini. Ayash tetap berhak untuk dilibatkan dalam hal itu. Tapi Prita tak melakukannya. Ia mengambil keputusannya sendiri yang sepertinya membuat Ayash kecewa.


"Sudah, mulai besok biar aku yang menjemputnya. Biar aku yang bertemu dengan Bayu."


"Apa kalian akan berkelahi lagi seperti waktu itu?"


"Aku tidak bisa memastikannya."


"Aku harap tidak terjadi lagi. Kalau dia memang hanya ingin bertemu Daniel, biarkan saja. Aku juga lelah berurusan dengannya terus. Lebih baik kita fokus kepada keluarga kita saja."

__ADS_1


"Ah!"


Tiba-tiba Ayash berdiri dan mengangkat tubuh Prita.


"Anak-anak sudah tidur semua, kan?"


"Sudah."


"Kalau begitu sekarang waktunya kita yang tidur."


"Kamu yakin kita hanya akan tidur?"


"Kamu menginginkan sesuatu yang lain?"


*****


"Tumben kamu mengajak papa bertemu?"


Reonal sedang makan siang bersama anaknya, Arga, di sebuah restoran pusat Kota J. Kebetulan saat Reonal ada perjalanan bisnis di sana, Arga menghubunginya dan mengajak bertemu. Hubungan Arga dan Reonal sudah membaik sejak Reonal menceritakan kisah sebenarnya antara dia, Maya, dan ibu kandung Arga.


"Aku mau menikah, Pa."


"Uhuk uhuk. Ehm!"


"Siapa yang ingin kamu nikahi? Apa papa mengenalnya."


"Papa pasti kenal. Karena dia adalah temannya Ayash."


Reonal berpikir sejenak. Teman Ayash itu Prita, Irgi, Vino, dan Andin. Irgi juga sebentar lagi menjadi menantu keluarga Wijaya. Yang belum Reonal dengar beritanya hanya Vino dan Andin.


"Maksudmu yang mana? Andin atau Vino?"


Arga mengurungkan niat menyuapkan makanan di sendoknya. Pertanyaan ayahnya itu ambigu, ia harus mencernanya dulu.


"Papa pikir aku homo?" Arga tidak menyangka ayahnya bisa berpikir begitu.


"Eh, bukan, ya?"


Arga geleng-geleng kepala. Andai ayahnya tahu apa yang selama ini ia lakukan setiap malam, ayahnya pasti akan tercengang. Dibalik imej-nya sebagai anak baik-baik, sebenarnya pengalaman bercintanya dengan berbagai macam wanita sudah banyak. Ia sendiri sampai lupa berapa jumlah wanita yang pernah ia kencani.


Memang, Arga dulu tak pernah tertarik untuk menikah. Dia tidak mau kehidupan rumah tangga yang akan berakhir sama dengan yang dialami ibunya. Ia tak siap berkomitmen. Hubungan yang ia jalani selama ini dengan wanita hanya sebatas pelampiasan ***** semata.


Baru setelah ia kembali bertemu Andin di pernikahan Ayash, rasa tertarik kepada Andin kembali muncul. Ayash, Vino, dan Andin sudah berteman sejak SMP. Arga sering bertemu dengan Andin, si cewek tomboy itu saat main ke rumahnya. Dia wanita yang lucu, asyik diajak bercanda.Sejak dulu Arga sudah tertarik dengannya. Tapi, karena kesibukan kuliah dan kerja, ditambah konflik di rumah, Arga jarang pulang ke rumah dan putus komunikasi dengan Andin.

__ADS_1


Waktu bertemu Andin di pernikahan Ayash, Arga sampai terkesima. Wanita itu sekarang lebih feminim meskipun jiwa tomboynya tetap ada. Arga mulai kembali mendekati Andin. Dia sering mengagendakan pergi ke Perancis hanya untuk bertemu Andin. Sampai akhirnya mereka memutuskan untuk berpacaran, tentunya tanpa sepengetahuan keluarga.


"Jadi, Andin, ya. Anak Pak Suryo yang sekarang ada di Perancis menjadi desainer?"


"Iya, Pa. Apa Papa setuju."


"Asalkan kamu menikah dengan wanita, papa setuju-setuju saja."


"Hahaha.... Papa kira aku mau menikah dengan laki-laki? Lebih baik aku tidak menikah seumur hidup."


"Syukurlah kalau begitu. Papa ikut senang mendengarnya."


"Rencananya mau menikah kapan dan dimana? Pak Suruo sepertinya juga sudah pindah ke Kota J, ya?"


"Iya. Aku cukup sering bertemu beliau. Bahkan, beberapa proyek yang aku kerjakan juga bekerjasama dengan perusahaan miliknya."


"Apa Papa masih lama di sini? Rencananya aku ingin mengajak Papa bertemu dengan ayah Andin juga."


"Sayangnya Papa besok sudah akan kembali ke Kota S. Kamu aturkan jadwal saja, nanti aku dan Maya akan datang ke sini."


"Ajak juga Ayash, Prita, dan keponakan-keponakanku."


"Ya, kalau jadwal kita semua sesuai bisa diatur. Susahnya begini kalau keluarga pengusaha. Masing-masing ada urusannya sendiri."


"Bagaimana, apa Ayash mau meneruskan usaha Papa yang ada di luar kota itu?"


"Dia tidak mau. Dia bilang untuk kamu saja. Dia sudah cukup mengurus satu perusahaan."


"Ah, aku juga tidak bisa karena mengurus perusahaan sendiri saja sudah repot. Coba Papa tawarkan pada Egi, dia kan anak buah Papa yang setia."


"Egi juga tidak mau."


"Hah, apa?" seorang Egi menolak tawaran dari ayahnya, membuat Arga tercengang. Padahal posisinya akan bagus kalau dia mau menerima tawaran itu.


"Dia mau punya anak, tidak mau jauh dari anak dan istrinya katanya."


"Justru karena akan punya anak, seharusnya dia berpikir untuk memiliki finansial yang lebih baik. Bisa saja kan dia bawa anak dan istri bersamanya."


"Cara berpikir orang berbeda-beda, Arga. Kamu sendiri, apa setelah menikah Andin mau kembali ke Indonesia?"


"Tentu saja. Kami sudah membicarakan hal ini jauh-jauh hari. Dia tidak keberatan untuk menghentikan karirnya di sana dan mungkin akan memulai kembali di Indonesia."


"Baguslah. Papa hanya bisa mendukungmu saja dari belakang."

__ADS_1


Keduanya kembali melanjutkan makan siang sambil sesekali membahas permasalahan bisnis yang sedang mereka hadapi.


__ADS_2