ANTARA CEO DAN MAFIA 2

ANTARA CEO DAN MAFIA 2
Skandal Perselingkuhan


__ADS_3

Prita menggeliatkan tubuhnya di atas ranjang. Ia sedikit berguling sembari meregangkan kakinya. Pagi ini terasa berbeda. Ia merasa tidur dengan nyaman, badannya tidak pegal-pegal sama sekali. Biasanya setiap bangun tidur yang ia rasakan tubuhnya kaku karena harus tidur di ranjang pasien bersama Daniel.


"Ah!" pekiknya.


Prita langsung terduduk setelah menyadari sesuatu. Ia tengok sekelilingnya. Ternyata ia tidur di dalam kamar. Pantas saja badannya tidak pegal.


Ia kembali mengingat-ingat kejadian semalam. Daniel memintanya ditemani tidur dan dia ikut tertidur di sebelahnya. Seharusnya ia ada di sebelah Daniel. Ia heran, siapa yang memindahkannya?


Bayu!


Menyadari nama itu ia bergegas turun dari ranjang dan berjalan menuju kamar Daniel yang ada di sebelah. Ia buka pintu sekat yang memisahkan ruangan. Daniel masih tidur di tempatnya. Di sana tidak ada siapa-siapa. Sepi. Waktu baru menunjukkan jam lima pagi.


Srek!


Bayu keluar dari kamar mandi sudah menggunakan setelan pakaian rapi. Agaknya Prita terkejut melihat Bayu masih di sana. Semalam dia menginap?


"Oh, kamu sudah bangun?" katanya dengan santai.


"Apa kamu yang memindahkanku ke kamar?" tanya Prita.


"Ya, tentu saja. Siapa lagi kalau bukan aku." Bayu menjawab dengan santai sembari mengenakan sepatunya.


"Semalam kamu menginap di sini?"


"Ya, aku bilang kan mau menginap."


"Aku mau pergi ke kantor dulu. Nanti siang kalau ada waktu, aku mampir lagi kemari."


"Ini masih jam lima pagi. Kamu mau berangkat ke kantor?"


"Ya, memang masalahnya apa? Itu kantorku. Aku bebas datang jam berapapun semauku."

__ADS_1


"Ya, itu terserah kamu juga. Normalnya kan orang berangkat sekitar jam tujuh. Tapi ya wajar saja, memang kamu kan tidak normal." Prita bergumam sambil sedikit tertawa.


"Coba ulangi lagi kata-katamu?"


"Nggak, aku nggak bilang apa-apa. Pergilah!"


"Aku berangkat lebih pagi untuk menyelesaikan pekerjaan yang kemarin belum aku selesaikan."


"Jangan lupa makan. Semalam aku sudah membelikanmu makanan. Kamu tinggal memanaskannya di microwave. Aku pergi dulu."


Bayu menyambar tasnya dari atas meja kemudian segera pergi menuju kantornya.


*****


Sesampainya di kantor, Bayu sudah disambut oleh anak buahnya yang berdandan rapi mengenakan pakaian formal berwarna hitam. Karyawan kantor belum ada yang berangkat selain satpam. Bayu sengaja menyuruh mereka untuk berkumpul di kantornya untuk membahas tentang pengambil alihan Holly Hotel.


Mode penyayang yang biasa ia tampilkan di depan Daniel dan Prita kini berubah menjadi mode garang. Wajahnya tampak serius seakan-akan apapun yang nanti menghalanginya akan dilibas habis. Ambisi dalam dadanya membuncah. Ia paling tidak bisa merasa dikalahkan oleh musuh. Apa yang ia inginkan mutlak harus didapatkan. Baik itu dilakukan dengan cara yang benar atau cara yang licik sekalipun.


"Bagaimana menurut kalian, apa kira-kira banyak yang akan mendukungku?"


"Saya sudah menghubungi beberapa orang yang Anda rekomendasikan. Berdasarkan respon yang diberikan, sepertinya mereka masih ragu-ragu." ucap Fredi.


Bayu mengernyitkan dahi, "Kenapa mereka ragu? Mereka tidak takut pada kalian?"


"Mereka lebih takut mengalami kerugian jika menghianati Tuan Zetian. Menurut mereka, Tuan Zetian bisa melindungi mereka."


"Benar. Kondisi hotel yang sedang berkembang tidak mungkin membuat mereka mau mengubah apa yang sudah ada saat ini."


"Kalau begitu kacaukan seperti yang aku minta!" tegas Bayu.


"Bos, apa benar-benar harus memakai cara itu? Anda tidak kasihan dengan Nona Shuwan?" tanya Alex memastikan.

__ADS_1


Bayu menampilkan senyum smirk, sejak awal dia mendekati Shuwan memang untuk memanfaatkannya. Sekarang, mungkin waktu yang tepat untuk melakukan itu. Shuwan memang tidak tidak ada kaitannya dengan urusannya dengan Zetian. Tapi, kelakuannya yang berani tidur dengan lelaki lain juga tidak bisa ia maafkan.


"Lakukan saja apa yang aku minta, Alex. Kita tidak pernah punya rasa kasihan kepada orang lain. Yang kita pedulikan adalah keuntungan untuk diri sendiri."


"Baik, Bos."


"Aku yakin kabar ini akan heboh. Kalian harus kembali memengaruhi para VIP."


Bayu menyeringai. Ia tidak sabar untuk melihat reaksi Zetian dan Shuwan dengan apa yang akan dilakukannya.


Alex dan Fredi berkutat di depan layar monitor. Mereka melakukan sesuatu di internet sesuai permintaan Bayu. Mengunggah beberapa foto kencan Shuwan dengan Moreno. Mereka ingin menciptakan skandal perselingkuhan antara atlet nasional dengan seorang anak pengusaha hotel dan restoran.


Berita pelakor biasanya akan cepat terangkat dan viral. Apalagi memang Moreno seorang atlet nasional terkenal yang belum lama bercerai, pasti orang akan terpancing untuk mengusut penyebab perceraian itu. Tujuan Bayu tentunya bukan untuk mencemarkan nama baik Shuwan. Akan tetapi, untuk membuat kondisi Holly Hotel menjadi terguncang.


Menghadapi isu seperti itu tidak akan mudah. Perlu banyak uang untuk membungkam para wartawan dan untuk menghapus jejak digital yang sudah terlanjur beredar di internet. Jika Nama Shuwan terseret, orang akan mencari tahu tentang asal usul dan pekerjaannya. Holly Hotel akan ikut terbawa. Namanya memang akan terangkat, tapi dengan reputasi jelek karena dikelola oleh seorang pelakor.


Jika kondisi Holly Hotel sudah lemah, Bayu yakin para VIP akan ada di pihaknya. Jikapun belum berhasil, Alex masih punya senjata yang lain. Beberapa skandal perselingkuhan dari pemegang saham VIP ada di tangan Alex. Dia bisa mengunggahnya ke internet sewaktu-waktu, sesuai keinginan bosnya. Pasti reputasi Holly Hotel akan semakin hancur.


Alex dan Fredi masih berkutat pada layar, mengikuti perkembangan isu yang baru mereka unggah. Benar saja, baru beberapa menit diunggah, sudah banyak akun-akun yang membagikan kembali berita tersebut. Publik figure seperti Moreno memang tepat untuk membuat berita cepat viral.


Tidak lupa Alex mengamankan lokasi akses internetnya agar tidak bisa dilacak. Bayu akan mengamuk jika sampai polisi mendatangi kantornya karena sudah menyebarkan berita seperti itu. Pengunggah bisa dituntut dengan pasal pencemaran nama baik dan fitnah. Tapi Bayu tak perlu khawatir dengan Alex. Dia Si Jenius yang bisa menjalankan tugasnya dengan sangat baik.


"Bagaimana, Alex?" Bayu menanyakan progres pekerjaan yang dia lakukan.


"Sudah banyak respon yang masum, Bos. Dalam sehari ini saya yakin beritanya akan langsung booming. Apalagi saat ini Moreno masih mengikuti turnamen panahan di luar negeri. Dia sedang menjadi sorotan dan dengan berita ini dia akan lebih disorot oleh media."


"Apa kita perlu juga menambahkan kisah masa lalu mereka, Bos?" tanya Alex.


"Ya, kamu lakukan saja. Buat netizen berasumsi kalau mereka selingkuh sudah sejak lama. Itu akan semakin bagus."


"Kalian semua boleh pergi kecuali Alex dan Fredi. Standby di daerah yang sudah ditentukan."

__ADS_1


__ADS_2