ANTARA CEO DAN MAFIA 2

ANTARA CEO DAN MAFIA 2
Permintaan Maaf Arga


__ADS_3

Sepi banget yang vote 🤔


Jangan pada marah-marah, author nggak akan bohong kalau novel ini bakal happy ending kok buat tokoh utamanya. Selamat menikmati konflik-konflik sebelum tamat ya.... Sabar, ini hanya cerita fiktif belaka 😅


------------------------------------xxx-------------------------------------


Arga membawa Arsya ke mansion milik ayahnya di Kota S. Dia mengabari agar keluarganya bisa berkumpul di mansion karena ia ingin mengumumkan sesuatu hal yang penting.


Oleh sebab itu, malam ini, Papa Reonal, Mama Maya, dan Ayash berkumpul di mansion. Ayash membawa serta kedua putranya, Daniel dan Dean. Ya, meskipun Maya tidak menyukai Daniel, Ayash tetap nekad membawa anaknya ke mansion memenuhi undangan kakaknya.


"Perkenalkan, dia adalah putriku, Arsya Shantika Hartadi."


Awalnya mereka penasaran melihat Arga yang tiba-tiba mau pulang. Lalu, melihat Arga datang bersama seorang anak perempuan kecil, membuat mereka semakin bertanya-tanya. Apakah gadis kecil itu alasan Arga meninggalkan Andin di hari pernikahannya?


Ketika Arga menyebutkan jika gadis kecil yang dibawanya adalah anaknya, tentu saja mereka sangat terkejut. Arga tak pernah dekat dengan satupun wanita, ia bahkan seperti tidak tertarik dengan perempuan sebelum bertemu Andin. Tiba-tiba ia datang, membawa anak yang sudah besar dan mengakuinya sebagai anak. Dimana selama ini ia menyembunyikan anak itu?


Reonal sebenarnya sudah sangat emosi. Melihat kedatangan anaknya saja rasanya ia ingin memukulinya. Namun, di situ ada cucu-cucunya. Ia tidak mungkin melampiaskan kekesalan di depan anak kecil. Dia hanya bisa diam. Terlambat jika Arga ingin meminta maaf. Ia sudah kecewa sejak Arga meninggalkan Andin di hari itu.


"Aku.... Pernah membuat kesalahan kepada sekertarisku, Meisya, sepuluh tahun yang lalu. Dia hamil, melahirkan, dan membesarkan Arsya seorang diri tanpa sepengetahuanku."


"Aku juga baru tahu belakangan, saat akan menikahi Andin."


"Saat itu Meisya sakit keras, tumor otak dan kondisinya kritis. Sementara, ia memiliki seorang anak yang harus perlu dijaga, jadi aku.... waktu itu.... membatalkan secara sepihak pernikahan dengan Andin."


"Aku tahu sudah membuat susah kalian semua. Permintaan maaf juga tidak akan cukup. Tapi aku tetap ingin meminta maaf."


"Maafkan aku yang sudah mempermalukan keluarga. Terutama kepada adikku, Ayash, maaf sudah membuatmu harus menggantikan tanggung jawabku."


Mereka hanya menyimak perkataan dari Arga. Tak ada yang menginterupsi ceritanya. Selain karena rasa kecewa, mereka juga masih kaget mengetahui Arga telah memiliki seorang anak.


"Kenapa memiliki dua anak lelaki tidak ada yang beres satupun. Semuanya melakukan hal-hal sekehendak hati tanpa mempertimbangkan orang tuanya. Apa anak muda jaman sekarang seperti ini?" gumam Maya.


Dia sudah sangat lelah mengetahui dua putranya bermasalah. Anak kandungnya menikahi wanita yang hamil dengan lelaki lain, sekarang anak tirinya juga sudah memiliki anak tanpa sepengetahuan keluarga.


"Lalu, dimana wanita itu?" tanya Reonal. "Dimana ibu dari anak itu?"


"Dia sudah meninggal beberapa bulan yang lalu."


Reonal dan Maya saling bertatapan.


"Kamu memang keterlaluan, Arga. Hal seperti ini bisa-bisanya tidak kamu ceritakan kepada keluarga." Reonal memegangi kepalanya. Tiba-tiba ia merasa pusing dengan kelakuan putranya sendiri.


"Sebenarnya aku ingin memendam semua ini sendiri. Tapi aku rasa kalian berhak tahu kalau aku sudah memiliki seorang anak. Maafkan aku."

__ADS_1


"Ya, lanjutkan saja perbincanganmu dengan Ayash atau mama. Sepertinya aku tidak bisa terus berada di sini. Aku akan kembali ke ruang kerjaku."


"Pa.... "


Reonal bangkit dari tempat duduknya, berjalan meninggalkan mereka. Maya ikut membuntuti suaminya dari belakang. Kini tersisa Arga dan Ayash beserta anak-anaknya.


"Maafkan aku." ucap Arga kepada Ayash.


"Untuk apa lagi minta maaf, semuanya juga sudah berlalu."


"Daniel, ajak kakak cantik ini dan adikmu ke kamar bermain, ya. Papa dan Uncle Arga mau bicara berdua dulu."


Daniel mengangguk. Ia mengajak Dean dan Arsya untuk pergi meninggalkan ornag tuanya. Mereka akan bermain bersama sementara kedua orang tuanya akan membicarakan hal yang tidak semestinya didengarkan anak-anak.


"Putrimu sangat cantik. Mata, hidung, dan bibirnya memang mirip denganmu."


"Ya, pendapat kita sepertinya sama. Sekilas memang dia terlihat mirip denganku."


"Jadi, sekarang dia tinggal bersamamu?"


"Iya. Meisya tidak punya keluarga, jadi Arsya sekarang tinggal bersamaku."


"Dimana Andin?"


"Apa dia sedang mengunjungi ayahnya? Kenapa kamu tidak ikut?"


Ayash menggeleng, "Kami sudah bercerai."


"Apa!?"


Meskipun tahu mereka menikah karena terpaksa demi keluarga, Arga tidak menyangka kalau keduanya akan bercerai secepat itu.


"Kenapa kaget begitu? Seharusnya Kak Arga sudah bisa menduganya."


"Aku tidak menyangka kalian akan bercerai secepat itu."


"Bukankah itu lebih bagus? Andin bisa segera mencari lelaki yang baik untuknya."


Arga menghela nafas. Saat ini Ayash sedang menyindirnya dengan halus.


"Bagaimana dengan dirimu sendiri? Apa hubunganmu dengan Prita sudah membaik?"


Ayash tersenyum getir, "Hubunganku dan Prita sejak dulu selalu baik, hanya hubungan pernikahan kami saja yang sudah putus."

__ADS_1


"Aku dengar kalau sebenarnya Daniel itu anak kandung Bayu."


Kakaknya mengatakan hal yang sudah sangat ketinggalan. Sudah banyak orang yang tahu kalau Daniel bukan anak kandungnya, tentu saja kabar seperti itu akan sampai juga ke kakaknya.


"Ya.... Kenyataannya memang seperti itu. Semua juga berkat dirimu, kami jadi berurusan dengan Bayu."


"Saat aku menikahi Prita, dia memang sedang hamil anaknya Bayu."


"Aku tidak menyuruh Bayu untuk melakukan hal itu terhadap kalian. Aku tidak tahu kalau dia akan bertindak semaunya sendiri."


"Aku kira justru Prita yang sudah mengkhianatimu karena melihatnya berada di hotel yang dipesan Bayu. Aku tidak tahu kalau Bayu dulu menyekapnya."


"Dua kali kamu membuat hidupku hancur, Kak. Terima kasih untuk pengalaman itu."


"Tidak ada yang bisa aku katakan selain maaf."


"Aku harap kamu benar-benar bertaubat, Kak. Tolong jangan membuat masalah lagi."


"Ya, aku juga sedang berusaha menjadi orang yang lebih baik."


"Lalu kenapa Prita bisa menikah dengan Bayu?"


"Jangan tanyakan hal seperti itu padaku. Itu sama saja menggarami lukaku."


"Sori, aku salah bicara."


"Kalau sudah tahu Daniel anak orang lain, kenapa kamu masih dekat dengannya? Bukankah seharusnya kamu sangat membencinya?"


"Yang aku benci adalah ayahnya, bukan Daniel. Meskipun Daniel bukan anak kandungku, tapi dia anak yang paling mengerti aku."


"Kamu tahu, dia lebih memilih tinggal denganku saat kedua orang tua kandungnya akhirnya menikah."


"Katanya, dia tidak mau papanya kesepian."


"Apa dia anak yang semanis itu?"


"Tentu, dia anak yang spesial. Dia tahu kapan papanya merasa senang dan kapan papanya merasa sedih. Bagaimana bisa aku mengabaikan anak baik seperti itu, yang bahkan sifatnya lebih mirip denganku meskipun wajahnya.... Selalu mengingatkanku pada orang yang sangat aku benci."


"Bagaimana dengan Mama? Sepertinya dia juga belum mau menerima Daniel."


"Tidak masalah. Daniel hanya perlu menjadi anakku, tak perlu menjadi cucunya Mama."


"Kalau mengingat persahabatanmu dengan Prita dulu, aku jadi tidak tega melihatmu seperti ini. Seharusnya kalian ditakdirkan bersama selamanya. Aku memang kakak yang tidak berguna."

__ADS_1


"Maafkan aku."


__ADS_2