ANTARA CEO DAN MAFIA 2

ANTARA CEO DAN MAFIA 2
Jalan Bersama Raeka


__ADS_3

"Sepertinya hari ini kamu sedang bahagia, ya, Ta?"


"Hah, apa?" Prita penasaran dengan pertanyaan dari Raeka. "Memangnya aku ada yang beda?"


"Iya, hari ini kamu terlihat lebih ceria. Berbeda dengan hari-hari sebelumnya."


"Apa suamimu sudah pulang?"


Pertanyaan dari Raeka membuatnya tersipu malu. Suaminya memang sudah pulang tapi dalam mimpinya. Semalam ia sudah bermimpi bercinta dengan suaminya. Pasti Raeka akan menggodanya jika ia menceritakan tentang mimpinya. Jadi, dia tidak akan mengatakannya karena hal itu cukup memalukan. Ia seperti seorang istri yang kurang belaian sampai bisa memimpikan hal yang vulgar.


"Belum, suamiku belum pulang." jawabnya.


"Lalu, apa yang membuat wajahmu berseri-seri seperti lampu 100 watt?"


"Tidak ada.... Aku hanya sedang bersyukur, semalam akhirnya aku bisa tidur nyenyak."


"Semua berkat saran dari Shuwan, aku meminum 2 gelas sloki wine sebelum tidur. Meskipun rasanya sangat aneh, tapi benar-benar bisa membuatku tidur pulas."


"Hah, bisa-bisanya kamu percaya dengan ucapan Shuwan? Mana ada orang minum wine jadi nyenyak tidur? Yang ada kamu jadi mabuk, Ta."


Shuwan memang ajarannya sesat. Jangan mau disuruh mabuk, kamu kan juga tidak pernah minum sebelumnya."


"Tapi benar kok, semalam aku membuktikannya sendiri."


"Ya sudahlah, terserah. Yang penting kalau mau mabuk di kamar saja, bahaya kalau kamu sampai mabuk di luar. Bisa diangkut lelaki hidung belang."


"Aku yakin kamu minum segelas wine saja langsung kliyengan. Apalagi dua gelas, sepertinya kamu bakal bertingkah gila."


Raeka sebagai anak yang sudah pernah menikmati kehidupan malam, sudah pernah mencicipi berbagai jenis minuman beralkohol. Ia sendiri kurang suka minum, karena efeknya bisa membuat orang bertingkah seperti orang gila.


Berbeda dengan ucapan Raeka, yang Prita rasakan setelah meminum wine, kepalanya menjadi pusing. Lalu, ia bawa untuk tidur dan bermimpi suaminya pulang. Sat bangun, badannya terasa segar dan lebih bersemangat. Itu efek wine yang ia rasakan.


"Ini kayaknya lucu untuk Livy." Raeka mengambil satu bando telinga kucing lalu memakaikan pada Livy yang ada di gendongan Prita.


"Uhhh.... Lucunya.... " Puji Raeka.


Namun sepertinya Livy tidak nyaman dengan benda yang menempel di kepalanya. Livy melepas paksa bando yang dipasangkan Raeka.


"Yah.... Kok dilepas.... " Raeka tampak kecewa.


"Anakku yang satu ini memang masih susah untuk didandani, Ra."


"Aku paling gemes kalau lihat anak cewek, pengin aku dandanin."


"Tunggu Livy lebih besar, Ra. Sepertinya nanti juga bakalan suka fashion sepertimu."


"Oh, tentu saja.... Livy, kalau sudah besar nanti harus sering jalan bareng Mama Raeka, okay."


Livy hanya nyengir kuda mendengar ucapan Raeka. Ia memang belum paham apa yang diucapkan orang dewasa.


"Kalau begitu aku belikan ini ya, untuk Livy."


"Lah, kok kamu jadi membelanjakan Livy? Tadi juga sudah kamu belikan baju, Ra. Masa ini juga...."

__ADS_1


"Halah, murah juga! Lagian aku senang kamu mau menemaniku jalan."


"Kebetulan aku juga tidak ada jadwal kegiatan jadi tidak masalah jalan denganmu juga menyenangkan."


"Memangnya Irgi sibuk, ya? Biasanya kan kalian sering belanja bersama."


"Kami sedang bertengkar."


Prita mengerutkan dahi. Pasangan yang selalu romantis seperti love birds itu bisa bertengkar juga?


"Kenapa, Ra?"


"Masih ingat waktu aku beli tas 2 miliyar?"


"Iya, aku masih ingat.... "


"Irgi marah gara-gara itu."


"Masa Irgi marah? Aku rasa uang segitu bukan masalah untuk Irgi. Dia bahkan bisa membelikanmu sepuluh tas yang sama."


Irgi itu banyak uang, kalau Raeka sesekali menghabiskan 2 miliyar untuk membeli tas, rasanya bukan perkara yang pelik untuk Irgi. Kecuali dia sudah bangkrut.


"Masalahnya bukan seperti itu, Ta."


"Dia marah karena aku memakai kartu kredit ayahku untuk membelinya. Dan dia tahu aku membeli tas baru dari cerita ayahku."


"Aku sempat bercerita kepada ayahku sudah membeli tas baru, tapi lupa cerita kepada Irgi."


"Dia juga marah karena aku masih memakai kartu kresit dari ayahku. Katanya kesannya dia tidak sanggup membahagiakan istrinya."


"Sudah beberapa hari kami tidur terpisah. Dia selalu tidur di ruang kerjanya."


Prita menggaruk kepalanya yang tidak gatal. Bagi kebanyakan orang mungkin masalah seperti itu adalah sesuatu yang sepele. Tapi, untuk orang seperti Irgi yang memiki harga diri terlalu tinggi, hal itu sudah melukai harga dirinya. Sementara, orang seperti Raeka tidak mungkin mau meminta maaf kalau dia tidak merasa bersalah. Bagi Raeka itu hanya masalah sepele.


"Ra, kamu mau akur lagi dengan Irgi?" tanya Prita.


"Tentu saja, Ta."


"Kamu harus minta maaf."


"Memangnya aku yang salah?" Raeka tercengang mendengar ia yang harus minta maaf.


"Tidak, kamu tidak salah. Masalahnya, Irgi orangnya seperti itu, kaku."


"Aku juga tidak mau minta maaf karena aku tidak salah."


Prita sudah menduga Raeka akan seperti itu. Susah memang dengan karakter mereka.


"Katanya mau baikan.... "


"Ya tidak dengan minta maaf juga. Aku kan tidak salah."


Prita menghela nafas, "Oke, kamu mau baikan tanpa harus minta maaf, kan?"

__ADS_1


Raeka mengangguk.


"Kalau begitu, berdandan seperti Asuna saat Irgi pulang kerja. Aku jamin Irgi langsung lupa dengan kekesalannya."


"Asuna? Siapa itu?" Raeka tidak tahu siapa yang sedang Prita katakan.


Prita menepuk jidat, masa Raeka tidak tahu anime kesukaan suaminya. Mereka sudah dekat sejak SMA, pacaran lama, tapi kesukaan dan sifat masing-masing saja mereka tidak bisa saling memahami. Sebenarnya ngapain aja selama ini mereka pacaran? Main gaple?


"Yuuki Asuna itu tokoh kesukaan Irgi dari anime Sword aart Online, Ra."


Raeka tidak suka anime. Dia tidak tahu apa-apa soal hal itu.


Prita mengambil ponselnya, mengetikkan nama tokoh anime tersebut, lalu memperlihatkan hasil gambar yang keluar kepada Raeka.


"Ini yang namanya Yuuki Asuna."


"Setiap lelaki pecinta anime, biasanya berharap tokoh anime idolanya bisa hidup di dunia nyata."


"Coba kamu cosplay jadi Asuna, aku yakin Irgi akan suka."


Raeka memegangi kepalanya dengan kedua tangannya, "Kenapa suamiku berbeda, ya.... Seleranya aneh.... "


Prita tertawa geli, "Irgi memang aneh, Ra. Kamu baru tahu?"


"Ini loh, Ra. Pakai model baju Asuna yang seperti ini."


Prita menunjukkan gambar Asuna yang memakai pakaian seperti bikini sek*si berwarna putih dan merah.


"Aku sudah trauma dulu pernah mencobanya tapi ketahuan Ayash. Dan dia menertawakanku selama beberapa bulan."


"Pakai kalau malam, diam-diam masuk ke ruang kerja Irgi. Aman."


"Kamu sedang mengajariku jadi wanita nakal ya, Ta?"


"Nakal di depan suami.... Halal." Prita mengerlingkan sebelah matanya.


"Dimana beli baju model seperti itu?"


Pada akhirnya, Raeka juga tertarik mengikuti ide Prita.


"Aku pernah lihat ada model seperti itu di toko pakaian dalam."


"Oke, aku akan membelinya setelah dari sini. Awas kalau nanti idemu membuatku malu."


"Aku jamin tidak akan membuatmu malu, tapi akan membuat Irgi semakin cinta mati padamu."


"Benar, ya.... "


"Kita bayar dulu belanjaan di sini, terus lanjut ke toko pakaian dalam."


"Mampir makan dulu.... Aku dan Livy lapar." protes Protes Prita.


"Oke, oke.... "

__ADS_1


__ADS_2