ANTARA CEO DAN MAFIA 2

ANTARA CEO DAN MAFIA 2
Mobil Bergoyang


__ADS_3

Katanya Tim Bayu-Prita tapi kok nggak vote, bund....😁


Ayo dong dukung authornya biar kuat dan jarinya nggak keriting 😅


---------‐--------------------------------------------------------------------


"Lihat pakaianmu sekarang!"


"Kenapa kamu berpakaian seperti ini? Apa kamu sedang berusaha menggoda lelaki lain di belakangku?"


Prita tercengang. Seharusnya dia yang marah, tapi justru Bayu yang memarahinya.


"Aku punya alasan tersendiri untuk melakukan semua ini." Prita tetap ngotot merasa dirinya benar.


"Alasan apa?"


"Aku hanya ingin tahu apa yang kamu kerjakan di luar rumah. Apa kamu benar-benar bekerja atau malah sibuk bersenang-senang dengan wanita lain."


"Kamu bisa menanyakan itu langsung padaku. Aku tidak akan membohongimu."


"Oke, maaf. Aku mengakui kesalahanku telah menguntitmu." Prita mengakui kesalahannya.


"Tapi kelakuanmu bersama wanita-wanita itu tetap salah!" Prita kembali ngotot.


Bayu merapatkan tubuhnya pada Prita, "Sudah aku bilang, bukan aku yang membawa mereka. Dan aku sama sekali tidak tertarik dengan mereka."


Prita mendorong Bayu menjauh darinya.


"Kenapa kamu tidak mengusir mereka?"


"Aku lihat kamu tertawa-tawa bersama mereka.... Kelakuanmu seperti lelaki yang tidak punya anak istri di rumah."


"Aku.... Aku sangat kesal denganmu dan tidak mau melihatmu."


Prita sudah tidak bisa lagi berkata-kata. Dia terlalu marah dan sementara tidak ingin melihat wajah orang yang membuatnya emosi. Ia berniat pergi lagi, namun Bayu mencekal tangannya lalu mendorong tubuhnya sedikit kasar hingga punggungnya membentur tembok.


"Yang marah di sini bukan hanya kamu. Aku juga sangat marah!"


"Suami mana yang tidak marah melihat istrinya jatuh ke pelukan lelaki lain tepat di hadapannya?"


"Itu kan tidak sengaja!" bantahnya.


"Aku bahkan tidak menyentuh sedikitpun wanita-wanita yang menemaniku. Tapi kamu.... "


"Kamu berani memeluk lelaki lain di depanku?" Bayu mengeratkan giginya.


"Itu bukan pelukan, Bayu! Kami jatuh!"


"Tapi kamu menggandeng mesra tangannya lalu pergi berdua dan meninggalkanku. Aku harus mematahkan tangannya yang sudah berani menyambut uluran tanganmu."


Tatapan Bayu begitu intimidatif. Urat-urat di sekitar wajah dan lehernya tertarik. Prita menelan ludah, nyalinya menciut. Bayu benar-benar sedang marah saat ini.


"Apa saja yang kalian sudah lakukan sebelum aku menemukanmu?"


"Aku tidak melakukan apapun. Kami hanya duduk-duduk saja di tempat tadi."


"Bohong.... " Bayu semakin mengintimidasi.


"Aku serius." Kini posisi Prita bagaikan kelinci yang akan dimangsa singa.


"Katakan, dimana dia sekarang?" nada bicara Bayu terdengar halus, namun justru menakutkan.


"Hah?" Prita pura-pura tidak tahu.

__ADS_1


"Rafael Wijaya, dimana dia?"


Prita semakin gugup ketika Bayu sudah menentukan targetnya. "Kenapa kamu mencarinya? Dia tidak ada urusan denganmu."


"Bagaimana bisa aku melepaskan orang yang sudah berani membawa istriku pergi. Aku akan membuat perhitungan dengannya!"


Prita mencekal tangan Bayu yang hendak pergi mencari Rafa.


"Mas.... Dia tidak tahu apa-apa."


"Kalau begitu aku akan memberi tahunya, kalau dia sudah mengganggu istri orang."


"Aku yang salah, dia hanya membantuku."


Tapi, kemarahan Bayu sudah menumpuk. Ia tidak akan puas sebelum menghajar lelaki yang mendekati istrinya.


"Kalian berdua sama-sama salah! Aku akan menghukum semua orang yang bersalah."


"Kebetulan sekali aku masih ada dendam pada keluarga Wijaya yang pernah membatalkan kerjasama denganku."


Bayu mencoba melepaskan tangan Prita dari lengannya. Prita mengeratkan cekalannya.


"Please.... Jangan libatkan orang lain ke dalam masalah kita."


"Kamu sendiri yang sudah melibatkannya, Sayang. Kamu sudah menabur garam pada lukaku. Aku sangat marah sekarang!"


"Mas.... " Prita merajuk. "Kalau marah ya tinggal hukum aku saja. Memang aku yang salah."


"Aku sudah nakal dan tidak patuh padamu."


Tatapan puppy eyes lagi-lagi membuat Bayu serasa meleyot. Dia tidak kuat dengan keimutan yang terpancar dari wajah istrinya. Apalagi sejak tadi dia merajuk dengan panggilan sayang untunya.


"Hah! Baiklah, kalau begitu, aku memaafkanmu."


Prita berjinjit seraya mencium singkat bibir Bayu. Bayu sedikit kaget, tapi dia merasa senang.


Dilepaskannya kemeja putih yang ia kenakan. Kini tersisa kaos singlet putih yang mencetak jelas tubuh six pack-nya.


"Kenapa lepas baju?"


Prita yang sudah hafal dengan tabiat aneh Bayu merasa khawatir. Jangan-jangan Bayu ingin mengajaknya bercinta di sana, di tempat yang ramai dan banyak orang?


Ternyata tebakan Prita meleset. Bayu melepaskan pakaiannya untuk diikatkan pada area pinggang Prita untuk menutupi bagian pan*tatnya. Lalu, Bayu menggendong wanitanya ala bridal style karena Prita bertelanjang kaki setelah membuang high heels-nya.


Di tempat parkiran, Fredi dan yang lainnya sudah menunggu. Bayu memasukkan Prita ke dalam mobil Lexus bersamanya. Fredi ikut serta memasuki mobil yang sama, namun di bagian depan tempat kemudi.


"Fredi, tolong nanti berhentikan mobilnya di tempat yang sepi, lalu kamu keluar dulu sampai aku panggil lagi."


Sebuah request yang aneh dari bosnya. Namun, ia harus tetap mematuhinya. Kemungkinan bosnya ingin bercinta di dalam mobil. Ia tak berani berkomentar apapun.


"Baik, Tuan."


Sementara, Prita tercengang dengan keterbukaan Bayu kepada anak buahnya. Apa dia tidak malu mengucapkan hal itu?


Mobil mewah yang saat ini mereka naiki memang sangat nyaman. Dua tempat duduk eksekutif atau yang paling depan didesain dengan fasilitas lengkap. Mereka bisa menikmati layar monitor 26 inci yang sekaligus jadi sekat pemisah antara penumpang dan pengemudi di kokpit depan.


Sekatnya dilengkapi dengan kaca buka-tutup yang bisa disetel otomatis. Jadi, jika privasi ingin lebih terjaga, tinggal menghidupkan fungsi itu. Kacanya juga sudah mengadopsi teknologi double accoustic glass sehingga kedap terhadap suara. Selain itu, ada dua mode yang bisa dipilih, kaca buram atau transparan.


Saat terpasang dengan kaca buram, pengemudi tak dapat mendengar sekaligus melihat penumpang. Begitu juga sebaliknya.


Penumpang dapat mengatur posisi kursi, suhu ruangan, juga sunroof lewat layar sentuh dari pusat infotainment di antara jok.


Ruang kabin didesain lapang dengan mengandalkan langit-langit yang lebar dan tinggi untuk menciptakan ketenangan juga keleluasaan ruang gerak. Desainnya mirip kabin pesawat first class.

__ADS_1


Bayu menekan tombol untuk menutup sekat dengan dengan kaca buram. Seketika kaca di sekeliling mereka menjadi buram.


Sepertinya Bayu serius dengan ucapannya. Dia akan nekad mengajaknya bercinta di dalam mobil.


"Mas.... Tunggu sampai rumah dulu, masa kita mau melakukannya di mobil?"


"Tidak ada waktu, Sayang. Aku maunya sekarang."


Sementara, Fredi di depan mulai menjalankan mobilnya dengan dua penumpang di belakang yang sedang asyik dengan dunianya sendiri. Lelaki single sepertinya hanya bisa menghela nafas meratapi nasib tidak ada pasangan yang bisa diajak bermesra-mesraan.


Seperti yang Bayu minta, Fredi menghentikan mobilnya di tepi jalan dekat area hutan kota yang sepi. Ia segera turun dari mobil dengan tetap menyalakan mesin mobilnya.


Fredi duduk di rerumputan jarak lima meter dari mobilnya. Dia harus sabar menunggu sampai bosnya menyelesaikan kegiatannya di dalam. Entah akan makan waktu berapa lama. Mungkin seharusnya ia membawa tikar dan makanan agar tidak jenuh menunggu di luar.


Tak berapa lama kemudian, Alex datang dengan tiga orang lainnya. Mobil yang mereka pakai ikut diparkir di sana.


"Kenapa mobilnya, Kak?" tanya Alex yang baru turun dari mobil.


"Tidak kenapa-kenapa."


"Lalu kenapa berhenti di sini?" Alex kira mereka akan langsung pulang, tapi melihat mobil yang bosnya tumpangi berhenti, mereka juga ikut berhenti.


"Kenapa mobilnya goyang-goyang begitu, Kak?" Alex melihat keanehan pada mobil di depannya. Mobil itu seperti bergerak-gerak sendiri.


"Tuan Bayu dan Nona Prita ada di dalam."


"Hah, ngapain?"


"Bertengkar. Sepertinya pukul-pukulan."


"Lah, kenapa malah Kakak biarkan?"


"Aku bercanda, Alex.... "


"Masa kamu tidak tahu, apa yang biasa dilakukan suami istri kalau sedang berdua?"


Alex ternganga, lalu menutup mulutnya sendiri dengan tangannya, "Mereka sedang.... Begituan di dalam mobil?" tanya Alex dengan polosnya.


"Ya."


Alex sudah tidak bisa berkata-kata. Ia hanya bisa memandangi mobil yang guncangannya semakin kencang. Pikirannya jadi aneh-aneh mengira-ngira apa yang sedang terjadi di dalamnya.


"Kenapa mereka melakukannya di mobil, Kak? Kan bisa tunggu sampai rumah."


"Mana aku tahu, Alex. Memangnya aku harus mewawancarai mereka?"


"Sudahlah, kita tunggu saja di sini. Nanti juga selesai."


"Tapi, Bos Bayu biasanya lama."


"Biarin, itu mungkin cara mereka untuk saling memaafkan dan menghilangkan kecemburuan."


"Sebenarnya apa yang terjadi? Bos Bayu cemburu?"


"Dua-duanya cemburu."


"Tuan cemburu melihat Nona Prita bersama lelaki lain, sementara Nona Prita cemburu melihat Tuan Bayu ditemani wanita-wanita seksi."


"Oh, wanita yang pakai bikini di klab?"


"Iya."


Alex sudah tidak berani bertanya lagi. Kedua jomblo itu diam, menunggu mobil di depannya berhenti bergoyang.

__ADS_1


__ADS_2