ANTARA CEO DAN MAFIA 2

ANTARA CEO DAN MAFIA 2
Pertemuan Suami Istri


__ADS_3

"Sayang.... Kamu mau naik ke punggungku lagi? Ayo sini aku gendong."


Bayu berusaha menggoda istrinya yang masih terdiam di hadapannya. Sepertinya dia masih terkejut bertemu dengannya secara mendadak.


Air mata Prita mulai meleleh. Bukan karena sedih, tapi karena terlalu bahagia bisa bertemu dengan suaminya sampai bingung cara mengekspresikan kegembiraanya.


Bayu jadi bingung, kenapa istrinya justru menangis padahal ia sudah ada di hadapannya. Diraihnya tubuh istri kesayangannya itu kedalam pelukan. Membiarkannya menangis tersedu-sedu di dadanya.


"Sudah.... Aku kan sudah ada di sini. Jangan menangis." ucapnya sembari membelai rambut panjang sang istri yang tergerai.


Cukup lama mereka berpelukan hingga tangisan Prita mereda. Bayu mengusap sisa air mata yang masih membasahi pipinya.


"Kamu sudah tenang?"


Prita mengangguk. Matanya masih menatap sayu kepada Bayu. Dia belum bisa berkata-kata. Seolah jika mulutnya bersuara, ia akan kembali menangis.


"Apa yang mau kamu katakan pada suamimu yang baru pulang ini?Jangan diam terus.... "


Secara tiba-tiba Prita mengalungkan tangannya ke leher suaminya. Membuat Bayu membulatkan mata ketika merasakan bibir Prita menempel pada bibirnya. Bukan ciuman singkat, tapi merambah luma*tan pada bibir atas dan bawahnya.


Sambutan yang manis mengawali pertemuan mereka. Bayu meraih tengkuk Prita seraya membalas ciumannya.


Keduanya seakan tak peduli lagi di mana tempat mereka sekarang. Meski tak banyak orang, namun beberapa yang tak sengaja melintas malu sendiri melihat perbuatan mereka.


"Mas.... Jangan pergi lagi, ya."


Prita memeluk erat tubuh suaminya seakan tak ingin melepaskannya. Ia ingin mengikat suaminya sendiri agar tidak pergi lagi dari sisinya. Waktu sebulan perpisahan terasa begitu lama dan membuatnya sedih sekaligus kesepian. Bayu sudah membuatnya kecanduan, kecanduan tentang cinta dan kasih sayangnya yang hangat.


"Iya, Sayang. Pekerjaanku sudah selesai dan sekarang aku bisa bersamamu lagi."


Ucapan Bayu hanyalah sekedar kata-kata. Urusannya masih banyak, tapi ia tidak tega untuk membuat istrinya kecewa.


"Bagaimana kalau sekarang kita ke hotel dulu?"


Prita mengernyitkan dahi, "Kenapa harus ke hotel?"


"Kita jadi tontonan orang-orang yang lewat sejak tadi."


Prita melihat ke sekeliling, memang ada beberapa orang yang lewat memerhatikan mereka yang sedang berpelukan mesra. Untung Prita tidak mengenal mereka, jadi dia tidak terlalu malu.


"Tapi kan kita bisa pulang ke rumah, kenapa mampir hotel segala.... "


"Aku ingin menguasaimu hari ini." bisik Bayu.


Pada akhirnya mereka berdua benar-benar menyewa satu kamar hotel terdekat. Kamar tipe president suite yang memiliki kamar mandi luas dengan view pemandangan kota.


Setibanya di hotel, Bayu langsung mengajak istrinya untuk mandi, berendam bersama di dalam jacuzzi berair hangat.

__ADS_1


Bayu memeluk tubuh istrinya dari belakang. Ia rebahkan kepalanya di punggung istrinya sembari sesekali menciumi leher istrinya.


"Kamu benar-benar menculikku hari ini ya, Mas. Di rumah ada anak-anak loh.... "


"Tolong hari ini jangan memikirkan hal lain selain aku, Sayang.... Suamimu ini sangat merindukanmu."


"Termasuk benda ini juga.... Aku tak mau berebut dengan Livy." ujar Bayu sembari memegangi payu*dara Prita dengan kedua tangannya.


"Hari ini, ini milikku, semuanya milikku.... kamu milikku.... "


Prita serasa memiliki Bayi tua yang sedang bermanja padanya. Dia tak ada pilihan selain diam dan menuruti apa keinginan suami tercintanya.


"Mas.... "


"Hm?"


"Selama ini kamu dimana?"


"Di hatimu."


"Mas.... Aku tanya serius. Jangan dijawab dengan bercanda."


"Aku kerja, Sayang.... "


"Kerja apa?"


"Kata Irgi, kamu bisnis narkoba dan senjata ilegal."


Bayu langsung terdiam. Perkataan itu sedikit merusak mood-nya yang ingin bermesraan dengan istrinya.


"Kenapa kamu masih berteman dengan orang seperti dia, Sayang. Apa tidak bisa kamu menjauhinya?"


"Tapi dia yang sudah banyak membantuku selama kamu pergi. Walaupun mulutnya sadis, tapi hatinya baik."


"Sebenarnya aku tidak suka melihatmu dekat dengan lelaki lain."


Mengingat kejadian yang tadi membuat Bayu terbakar api cemburu. Meskipun ia tahu Ayash sengaja melakukannya untuk memancing dirinya keluar, rasanya tetap kesal melihat mereka berciuman.


"Kalau begitu jangan pergi-pergi lagi, supaya aku tidak memerlukan bantuan dari lelaki lain. Kamu harus berada di dekatku selama 24 jam."


"Hem, itu pasti."


"Jadi apa jawabanmu?"


"Jawaban apa?"


"Apa kamu melakukan bisnis penyelundupan ganja atau senjata ilegal seperti yang Irgi bilang?"

__ADS_1


Kenapa Prita harus menanyakan hal itu lagi, membuat Bayu jadi bingung untuk menjawabnya.


"Kalau aku memang melakukan hal itu, apa yang akan kamu lakukan?"


Prita terdiam sejenak, apakah mungkin Bayu masih terjebak di dunia lamanya? Apa selama ini dia hanya berpura-pura berubah?


"Aku.... Aku akan membuatmu berhenti."


Jawaban dari Prita di luar dugaan Bayu. Apa istrinya bisa memaafkannya?


"Aku akan mengurungmu di rumah, mengikatmu dengan tali supaya tidak bisa kemana-mana."


"Tolong tinggalkan hal seperti itu yang tidak ada faedahnya."


"Sayang.... Maafkan aku." Bayu mempererat pelukannya. Ia tidak menyangka istrinya akan sebaik itu, bersabar menunggunya untuk menjadi orang yang lebih baik.


Sementara, Prita mengatakan hal itu karena melihat luka baru yang ada di tubuh suaminya. Ia sudah sangat hafal luka-luka yang menghiasi tubuh suaminya. Saat ada luka baru di sana, Prita langsung bisa tahu.


Ia selalu sedih jika memandangi luka-luka yang pernah dialami suaminya. Hidupnya sejak dulu sudah sangat sulit, berjuang antara hidup dan mati bahkan untuk bertahan di jalan yang salah.


Mendapatkan pasangan hidup yang baik adalah anugerah. Tapi, orang yang pernah berbuat dosa besar sekalipun masih memiliki kesempatan untuk berubah selama ia masih hidup.


Menyuruh Bayu untuk buru-buru meninggalkan dunia gelapnya adalah sebuah hal yang klise. Bertahun-tahun ia hidup di dalamnya, untuk bisa terlepas tentu saja masih membutuhkan proses.


"Sebenarnya aku memang pergi untuk itu."


Sepertinya Bayu mulai ingin terbuka. Prita mempersiapkan diri agar tidak syok dengan apa yang akan didengarkannya.


"Aku menyelundupkan 2 ton ganja atas perintah ayahku. Ganja itu milik seseorang yang sudah berjasa menemukan donor untuk Daniel. Aku tak bisa menolaknya."


"Ayahku mengancam dengan keselamatanmu dan anak-anak."


"Apa.... Ayah orang yang seperti itu?" Prita terkejut mendengarkan fakta tentang ayah mertuanya. Dia terlihat baik dan ramah tidak seperti orang yang tega menyakiti keluaganya sendiri."


"Ya, ayahku orang yang seperti itu. Dia orang yang mampu mengorbankan keluarga demi dirinya sendiri."


"Saat perjalanan mengawal barang haram itu, aku ditusuk oleh kelompok radikal, dijatuhkan ke jurang, dan hampir mati."


"Untunglah ada seorang intel polisi yang menolongku."


"Lalu kenapa kamu tidak segera kembali? Apa butuh waktu yang begitu lama untuk melakukan perjalanan pulang?"


"Aku selalu ada di dekatmu!" Bayu lebih dulu memotong perkataan Prita.


"Setiap malam aku menatapmu dari jendela, bahkan tangisanmu juga membuat hatiku sakit. Melihatmu jalan bersama teman dan mantan suamimu, selalu membuatku sedih dan marah. Tidak ada yang bisa aku lakukan selain memandangimu dari kejauhan."


"Kenapa?"

__ADS_1


"Supaya ayahku menganggapku telah mati."


__ADS_2