ANTARA CEO DAN MAFIA 2

ANTARA CEO DAN MAFIA 2
Berita Kehamilan


__ADS_3

Double up!


Double up!


Jangan lupa vote, like, komen, dan hadiahnya ya 😁


...------------------------------xxx--------------------------...


Srek!


Dokter Yessica membuka tirai yang menjadi penyekat antara bed periksa dengan wali pasien. Dia sudah selesai melakukan observasi terhadap Prita.


Ia hanya menghela nafas ketika memandang wajah Bayu yang tampak datar menunggui istrinya. Pagi-pagi sekali mereka datang tanpa memberitahu, Bayu memaksanya untuk segera memeriksa Prita, padahal kliniknya juga belum buka.


"Prita, kamu sudah boleh turun." Dokter Yessica mempersilakan Prita untuk turun dari ranjang pemeriksaannya lalu duduk di sebelah suaminya di depan meja Yessica.


"Bayarannya sepuluh kali lipat, ya! Kamu transfer ke rekeningku. Pagi-pagi sudah ribut di klinik." gerutu Yessica.


"Ya, nanti aku transfer! Galak banget!" Bayu yang salah tapi ngotot tidak mau disalahkan.


"Jadi bagaimana, Dok? Apa aku baik-baik saja?" tanya Prita.


Yessica memasang senyum malaikat mendengar pertanyaan dari Prita. Wajahnya yang awalnya masam karena marah kepada Bayu kini sudah berubah menjadi manis.


"Tidak apa-apa, kamu baik-baik saja, Prita."


"Tapi sepertinya kamu harus menasihati suamimu agar tidak terlalu brutal ya, kalau di atas ranjang." Yessica menunjukkan senyum seringai kepada Bayu.


Prita dan Bayu saling berpandangan, sepertinya bu dokter tahu apa yang sudah mereka lakukan semalaman hingga pagi tadi.


"Biasanya tidak sampai seperti itu, kok.... " kilah Bayu yang merasa sudah terbiasa berhubungan dengan penuh semangat bersama istrinya. Ini pertama kali ia sampai melihat istrinya terluka karena ulahnya.


Yessica mendelik ke arah Bayu, "Ini kondisi tidak biasa, ya. Prita sedang hamil, loh.... "


"Apa!?" Prita dan Bayu berseru hampir bersamaan. Keduanya kembali berpandangan. Rasanya masih tidak percaya kalau Prita sedang hamil.


"Kalian baru tahu?"


Keduanya mengangguk.


Yessica menggeleng-gelengkan kepala, "Aku kira kalian datang ke sini karena sudah tahu kalau Prita sedang hamil."

__ADS_1


Bayu membawa Prita ke tempat Dokter Yessica karena dia kira ada apa-apa dengan organ reproduksi istrinya. Bukankah sudah benar dia datang ke seorang ginekolog seperti Yessica. Tapi, dia juga sangat bahagia mendengar berita kehamilan istrinya.


"Prita, kamu masih ingat, hari pertama haid terakhirmu?"


Prita berusaha mengingat-ingat. Dia sampai lupa dengan jadwal siklus bulanannya sendiri. Wajahnya tiba-tiba memerah, yang ia ingat justru terakhir kali berhubungan sek*sual dengan suaminya, sekitar tiga minggu yang lalu di Kota J, di rumah dinas kepala lapas. Dia tidak menyangka kalau aktivitas mereka saat itu akan membuahkan kehamilan.


"Lupa, Dok.... Mungkin sekitar enam atau tujuh minggu yang lalu." ucap Prita.


"Ya sudah. Usia kandunganmu memang sudah sekitar 6 mingguan. Apa kamu tidak merasakan gejala-gejala kehamilan seperti mual-mual?"


Prita menggeleng. Dia merasa biasa saja, tidak ada hal aneh pada dirinya.


"Bagaimana dengan bayinya? Apa dia baik-baik saja?" Prita jadi mulai mengkhawatirkan kondisi kehamilannya yang keempat. Ia tidak menyangka kalau dirinya sedang mengandung.


"Untungnya bayimu masih baik-baik saja. Kalau sampai terjadi apa-apa, ayahnya itu yang harus bertanggung jawab." Yessica kembali melemparkan lirikan tajam ke arah Bayu.


Bayu sudah menyadari kalau dirinya sepertinya memang bersalah. Dia tidak tahu istrinya sedang hamil saat melakukannya.


"Lain kali lakukan dengan hati-hati, ya.... Ingat di dalam perut ada bayinya, loh!"


"Memang di dalam ada sedikit luka sih. Aku curiga ayahnya ini mainnya kasar deh.... "


Prita tersenyum-senyum dengan tingkah Bayu yang meminta untuk membelanya, "Iya, Dok. Aku tidak merasakan sakit sama sekali. Sampai keluar darahpun aku tidak tahu."


Yessica memutar malas kedua bola matanya, "Aku tekankan sekali lagi, saat hamil, tekstur serviks akan mengalami perubahan dan menjadi lebih sensitif. Ketika berhubungan intim, pen*is yang berpenetrasi ke dalam va*gina dapat menyebabkan serviks yang sensitif itu terluka dan berdarah. Penyebab perdarahan itu akibat adanya perubahan tekstur serviks yang biasanya terjadi di awal kehamilan."


"Saat hamil juga banyak pembuluh darah halus yang terbentuk untuk suplai darah ke va*gina dan rahim untuk memenuhi kebutuhan oksigen yang tinggi pada ibu dan janin. Berhubungan intim saat hamil yang terlalu intens atau sering bisa menyebabkan pembuluh darah halus ini pecah, sehingga muncul bercak darah atau perdarahan yang ringan. Perdarahan ini umumnya tidak berbahaya dan Anda masih tetap bisa berhubungan intim di lain waktu."


Bayu menelan ludahnya sendiri. Semua kata-kata dari Dokter Yessica sepertinya memang ditujukan untuknya.


"Karena ditakutkan terjadi perdarahan ulang, aku harap sementara waktu kalian libur dulu ya, jangan melakukan hubungan intim dulu."


"Kira-kira sampai berapa hari?" tanya Bayu penasaran. Dia baru saja berkumpul bersama istrinya dan sudah harus kembali berpuasa? Bahkan mereka juga belum sempat merasakan indahny bulan madu karena terlalu banyak masalah yang harus dihadapi.


"Sampai bayinya lahir."


Bayu tercengang. Maksudnya, dia harus selama itu menahan hasratnya? Tujuh bulan? Sepertinya ia lebih baik kembali ke penjara karena rasanya sama saja. Masa dekat dengan istrinya tapi tidak boleh menyentuhnya.


"Itu keterlaluan namanya.... Aku tidak pernah dengar ada dokter berkata seperti itu kepada pasien. Aku sebagai ayahnya juga masih punya kebutuhan dari ibunya." protes Bayu.


"Ya, memangnya kamu tidak khawatir terjadi sesuatu kepada anakmu?"

__ADS_1


"Yang membuat Prita hamil juga kamu sendiri kok.... Terima konsekuensinya dong.... "


Bayu menggigit jarinya untuk menyembunyikan kegelisahannya. Dia senang akan kembali mendapatkan seorang anak dari Prita. Tapi, dia tidak senang jika dia tidak diijinkan untuk menyentuh istrinya sendiri.


"Ini resep obatnya ya, bisa diambil di apotek depan."


Yessica menyerahkan selembar kertas kepada Prita, namun disambar oleh Bayu.


"Ya sudahlah, ayo kita pulang!" Bayu lebih dulu bangkit dari kursinya lalu segera keluar dari ruangan Yessica dengan muka masam.


"Kami pamit dulu, Dok. Terima kasih untuk waktunya dan maaf kalau sudah mengganggu."


"Tidak apa-apa."


Prita menyalami Yessica sebelum pergi.


"Sepertinya suamimu ngambek, ya?"


"Sebab dokter bilangnya seperti itu jadi dia marah."


"Hahaha.... Padahal aku hanya bercanda. Lukamu paling satu mingguan sudah sembuh, kok."


"Dan sudah boleh berhubungan lagi."


"Tapi, tentunya harus sangat hati-hati karena usia kandunganmu masih sangat muda. Apalagi melihat watak suamimu yang seperti itu, sepertinya kalian tidak bisa santai kalau berhubungan."


"Menurutku lebih aman kalau dia tidak menyentuhmu sama sekali."


"Jadi, boleh kan kalau kami tetap berhubungan?"


Yessica tersenyum mendengar pertanyaan malu-malu dari Prita, "Boleh.... "


"Tapi, hati-hati, ya."


"Iya, Dokter. Terima kasih sarannya."


Prita keluar dari ruangan Yessica. Suaminya sudah berdiri tepat di depan pintu itu.


"Aku sudah menebus resep obatnya, sekarang kita langsung pulang saja, ya." Bayu menggandeng tangan Prita dan menuntunnya perlahan menuju mobil audy yang masih terparkir di halama klinik.


"Pak Ahmad, kita langsung pulang, ya!" perintahnya saat telah memasuki mobil bersama istrinya.

__ADS_1


__ADS_2