ANTARA CEO DAN MAFIA 2

ANTARA CEO DAN MAFIA 2
Gara-Gara Golongan Darah O-


__ADS_3

"Apa yang harus kita lakukan sekarang?"


Prita berjalan sambil menitihkan air mata. Meskipun Ayash telah menggenggam tangannya, rasa cemasnya pada Daniel tetap tak berkurang. Dia sangat khawatir dengan anak pertamanya. Anak sekecil itu baru saja jatuh dari tempat yang sangat tinggi, mengalami koma, sekarang ditambah vonis leukemia dari dokter. Katanya penyakit itu akan cepat berkembang dan kapan saja bisa mengambil nyawa Daniel. Orangtua mana yang sanggup mendengar hal seperti itu.


"Daniel akan baik-baik saja. Aku berjanji akan melakukan apapun demi kesembuhan Daniel." Ayash mengeratkan genggaman tangannya.


"Kalian sudah selesai? Apa kata dokter?" tanya Irgi yang masih berada di ruangan Daniel.


Prita dan Ayash tak langsung menjawab. Wajah mereka tampak muram. Prita berjalan lurus ke arah Daniel. Dia peluk Daniel yang masih tertidur sembari menangis tersedu-sedu. Pemandangan itu membuat Raeka dan Irgi bingung. Sepertinya ada berita yang kurang menyenangkan.


"Kenapa, Yash?" Irgi mendesak Ayash untuk bicara.


"Daniel mengidap leukemia limfoblastik akut." Ayash memegangi dahinya sendiri. Tiba-tiba dia merasa pusing.


Irgi dan Raeka bertatapan.


"Leukemia? Kanker darah?" Raeka memastikan apa yang baru saja ia dengar.


"Ya."


"Ada-ada saja. Mana mungkin anak sesehat Daniel terkena penyakit semacam itu!"


"Stadiumnya masih awal. Tapi akan segera menjadi parah jika tidak segera ditangani. Kecelakaan itu juga sepertinya membuat sel kanker Daniel menjadi aktif."


"Hah!" Irgi berseru sambil mengacak-acak rambutnya sendiri. Daniel sudah seperti anaknya sendiri. Dia sangat menyayangi Daniel. Karena itu, ia kesal dengan apa yang terjadi pada Daniel.


"Golongan darahmu apa, Ir?"


"Hah, apa? Golongan darahku A+, memangnya kenapa?"


"Kalau kamu, Ra?"


"O+."


"Kamu ngapain tanya tentang golongan darah segala?"


"Daniel butuh donor darah O-."


"Apa?" Terdengar sahutan dari arah pintu. Mama Maya sudah ada di sana.


"Coba diulangi lagi? Golongan darah Daniel O-?"


"Iya, Tante. Daniel sedang butuh pendonor." jawab Irgi.


Ayash terdiam. Apalagi sepasang mata mamanya menatap tajam ke arahnya. "Kalau mama tidak salah ingat, golongan darahmu AB, kan?"


Prita yang sedari tadi menangis langsung diam. Sepertinya masalah golongan darah juga tak akan luput dari pusat perhatian mama mertuanya. Sementara, Irgi dan Raeka jadi bingung karena situasi saat ini terasa canggung.


"Kalau golongan darahmu AB, tidak mungkin kan golongan darah Daniel O? Daniel benar-benar bukan anakmu, kan? Seperti yang sudah mama duga."

__ADS_1


Maya tampak kecewa. Selama ini dia sudah curiga kalau Daniel memang bukan anak dari anaknya. Tapi Ayash selalu mengelak. Hari ini, golongan darah membuktikan semuanya.


"Mama bicara apa sih! Daniel itu anakku. Sudah cukup jangan dibahas lagi."


"Hah! Bagaimana seorang ayah bergolongan darah AB bisa memiliki anak bergolongan darah O? Itu hanya bisa terjadi kalau istrimu hamil dengan lelaki lain. Kamu tidak sadar sudah dibohongi istrimu sendiri?"


"Ma!"


"Cukup!" teriak Prita.


Prita bangkit meninggalkan Daniel. Ia berjalan berhadapan dengan Maya yang masih tampak kesal hanya karena masalah golongan darah.


"Mama ingin dengar kebenarannya, kan? Tolong setelah ini keluar dari kamar Daniel. Aku tidak ingin Daniel merasa terganggu dengan keributan tidak berguna seperti ini."


Mata Prita mulai berkaca-kaca. Dia juga punya batas kesabaran. Kali ini ia sudah tidak tahan menghadapi mertua yang sudah ia anggap sebagai ibu sendiri.


"Prita!" Ayash memegangi lengan Prita.


"Aku sudah lelah menyembunyikannya. Biarkan Mama juga tahu yang sebenarnya."


"Mama, Daniel memang bukan anak Ayash. Semua yang Mama katakan selama ini benar, aku tak sebaik yang Mama kira. Karena itu aku bisa hamil dengan lelaki lain."


Setelah mengatakan hal itu, Prita langsung berlari ke luar ruangan. Ayash ikut keluar mengejarnya. Sementara, Maya masih mematung di tempat. Prita akhirnya mengakui perbuatannya. Menantunya itu berani memanfaatkan Ayash untuk menggantikan tanggung jawab lelaki lain yang sudah menghamilinya.


"Wanita murahan!" gumamnya.


"Kamu bohong, kan?" Raeka mulai bertanya.


"Bohong apanya?"


"Kamu juga sudah tahu, kan?"


"Tahu apa?" Irgi tetap berusaha membantah.


"Aku pernah bertanya, kenapa anak seganteng Daniel sama sekali tak mirip dengan si jelek Ayash. Kamu menutupi faktanya. Lalu Daniel anak siapa?"


"Ya anak mereka, lah!"


"Aku kamu anggap siapa, sih? Masa seperti ini saja tidak kamu katakan jujur padaku?"


"Raeka, kamu kan tipe orang yang tidak suka mengurusi masalah pribadi orang lain. Kenapa sekarang ingin tahu tentang masalah Prita?"


"Ya, kan.... dia termasuk orang yang aku anggap dekat."


"Tidak perlu ikut campur atau ingin tahu urusan mereka. Itu juga tidak ada gunannya untukmu."


"Apa Daniel anak Bayu Bagaskara?"


Irgi terdiam. Bisa-bisanya Raeka langsung menyimpulkan seperti itu. Kenapa tiba-tiba dia jadi sangat cerdas?

__ADS_1


"Aku kan sudah bilang, berhenti membahas tentang ini."


"Dulu kan Prita lama menghilang, katanya diculik Bayu. Apa mungkin mereka menjalin hubungan ya, sampai Prita hamil. Tapi kenapa malah menikah dengan Ayash?"


"Mana ada orang menjalin hubungan dengan orang yang menculiknya."


"Ada, banyak."


"Dimana?"


"Di film. Yang diculik jadi jatuh cinta sama penculiknya."


"Cerita yang mengada-ada."


"Kalau kamu tahu tentang Prita yang sebenarnya juga kamu pasti akan kasihan."


"Dia sudah diruda paksa berkali-kali selama diculik. Sampai akhirnya dia trauma, tidak berani bertemu dengan orang. Dia bahkan berniat untuk bunuh diri. Apalagi setelah dia tahu akibat perbuatan Bayu, dia hamil. Dia sudah tidak punya keluarga, hanya bisa memendamnya sendiri. Dia baru mau berterus terang juga karena terpaksa. Hanya aku dan Ayash yang tahu."


"Padahal Prita juga bisa bicara padaku. Aku orang yang sangat pandai menyimpan rahasia."


"Hah! Melihat Prita saja sudah benci bagaimana caranya kalian bisa akrab."


"Kalau aku tahu yang sebenarnya, aku tidak akan salah paham kepada kalian. Kamu sendiri kan yang tidak jujur. Itu termasuk salahmu aku jadi benci Prita."


"Lah, aku dan Prita kan memang tidak pernah ada apa-apa dari dulu. Kamu saja yang sudah terlanjur membenci Prita. Aku cerita apapun kamu tidak akan percaya."


"Eumh.... "


Pembicaraan Irgi dan Raeka terhenti. Mereka mendengar suara lengkuhan kecil dari arah Daniel.


"Heuh.... "


"Daniel.... " Irgi dan Raekan langsung mendekati ranjang Daniel. Anak itu sudah mulai membuka matanya perlahan. Dia sudah sadar.


"Papa.... Papa.... "


"Iya, Sayang, ini Papa Irgi di sini."


"Bukan. Aku mau Papa."


Irgi dan Raeka bertatapan.


"Dia ingin melihat Ayash." kata Irgi.


"Raeka, tolong kamu hubungi dokter dulu, bilang kalau Daniel sudah sadar." Raeka mengangguk. Ia segera berlari keluar mencari dokter.


"Papa.... aku mau pegang ikannya.... " rancu Daniel.


Anak itu terlihat membuka dan memejamkan mata sambil mengucapkan kata-kata yang membingungkan Irgi. Anehnya, orang pertama yang Daniel cari ketika sadar adalah Ayash, bukan Prita. Apa dia sedekat itu dengan Ayash? Irgi juga jadi iri.

__ADS_1


__ADS_2