
Prita berkeliling hotel bersama Livy selagi Bayu masih sibuk dengan rapatnya. Bangunan hotel itu sudah banyak mengalami perubahan, Prita sendiri sampai terkagum-kagum, Holly Hotel yang sekarang jauh lebih bagus dari yang dulu.
Dia juga sempat mengunjungi kamar yang khusus dibuatkan untuknya, tempat itu masih sama seperti dulu. Kalau diingat-ingat, ia jadi ingin tertawa. Dulu dia masih kecil, memimpikan kamar layaknya istana. Sekarang, ia sudah besar dan memiliki anak kecil. Tak terasa waktu memang bergulir begitu cepat.
Selesai berkeliling, ia kembali ke ruangan Bayu, menunggu suaminya di sana.
"Yash.... apa kamu sedang sibuk?"
"Tidak, kenapa?"
"Bisa bantu aku? Sepertinya ada yang tidak beres dengan perusahaan Minata Food."
Sebelumnya Prita telah menelepon Irgi untuk meminta bantuan, sekarang ia menelepon Ayash untuk hal yang sama. Sembari menunggu suaminya selesai rapat, ia menghubungi dua orang yang menurutnya bisa membantu permasalahannya.
"Kamu meneleponku seperti ini, lalu meminta bantuanku, apa nanti suamimu tidak akan marah?"
"Biasanya dia kelihatan selalu tidak suka kalau melihat kita bertemu."
Ternyata Ayash juga menyadari sikap Bayu padanya. Suaminya memang tidak suka melihatnya dekat dengan mantan suami. Tapi, mau bagaimana lagi? Mereka memang sedang membutuhkan bantuan.
"Aku sudah berdiskusi dengannya."
"Ini sedikit terdengar aneh."
"Aku rasa dia tidak mungkin menerima bantuan dariku."
"Anggap saja kamu membantuku, Yash. Perusahaan sedang tidak baik-baik saja dan aku butuh bantuanmu untuk mengeceknya."
"Aku rasa ada yang korupsi, tapi Bayu tidak mengetahuinya."
"Baiklah, nanti akan aku lihat."
"Jam makan siang ya, aku tunggu di perusahaan."
"Nanti aku yang menggantikan menjemput anak-anak."
"Tidak usah, nanti aku yang jemput dan mengajak mengajak mereka sekalian menemuimu. Siapa tahu kamu juga ingin bertemu mereka."
"Kalau begitu terima kasih, ya.... Sampai ketemu nanti siang."
"Iya, sampai ketemu."
__ADS_1
Prita mematikan teleponnya. Meminta bantuan Ayash lebih mudah daripada Irgi. Dia tidak perlu banyak tanya atau mengejeknya seperti Irgi. Entah seperti apa nanti jadinya kalau mereka bertemu.
Klek!
Prita tersenyum melihat kedatangan Bayu. Akhirnya rapat itu selesai juga. Dia sangat kebosanan hanya menunggu di sana, sama seperti Livy.
"Maaf, Sayang. Membuatmu menunggu sedikit lama."
"Apa semua sudah selesai?"
"Sudah."
"Aku juga sudah menghubungi Ayash dan Irgi. Nanti mereka akan datang ke perusahaan."
"Oke.... " Bayu menjawab dengan ekspresi datar. "Aku juga mengajak serta Jimmy dan Fazid. Kita berangkat sekarang saja."
"Sini biar Livy aku yang gendong."
Bayu mengambil Livy dari gendongan Prita. Livy yang terbiasa setiap hari bertemu Bayu, sekarang sudah mau digendong oleh ayah sambungnya.
Prita memeluk lengan Bayu seraya bergelayut menja di sana seperti seekor kucing. Ia melakukannya karena perasaannya sedang senang dan merasa sangat mencintai suaminya.
"Kalau kamu seperti ini rasanya aku ingin membawamu masuk kamar. Kebetulan kita ada di hotel, bisa pilih satu kamar untuk kita berdua." goda Bayu.
"Uh.... Ini namanya romantis. Kenapa pikirannya kesitu terus sih." Prita semakin mengeratkan pelukannya.
"Siapa yang tahan berlama-lama melihat istrinya yang manis ini, hm?"
"Sudah, ah! Kita pergi sekarang saja ke perusahaan."
"Baiklah."
Prita dan Bayu bergandengan tangan keluar dari ruangan. Di luar sudah menunggu Jimmy dan Fazid. Mereka kemudian bersama meninggalkan hotel menuju PT Minata Food.
Sesampainya di perusahaan, sudah ada Alex dan Fresi. Mereka bergabung, menjadikan pasang mata memandang heran dengan kedatangan mereka ke perusahaan. Tentu saja, mereka akan mengecek ketidakberesan yang terjadi di perusahaan.
Mereka langsung menuju ke ruangan Bayu, mengecek berkas-berkas yang ada di sana. Bayu juga menyuruh Fredi untuk membawakan berkas-berkas lama yang masih ada hubungannya. Ini pertama kalinya Bayu mengadakan pengecekan sendiri tanpa melibatkan para manager di sana. Bahkan ruangannya juga dijaga oleh security. Selain orang-orang yang ia tunjuk, karyawan manapun tidak diperkenankan masuk ruangannya.
"Sepertinya memang banyak yang tidak beres, Bay. Perusahaan harus kamu rombak besar-besaran." usul Jimmy setelah beberapa lama mengecek dokumen.
Beberapa saat kemudian, Ayash dan Irgi datang bergabung membawa serta Daniel dan Dean. Prita mengungsikan ketiga anaknya untuk bermain di dalam kamar agar tidak mengganggu pekerjaan orang dewasa. Tanpa banyak bicara, Bayu dan Irgi ikut serta membaca-baca dokumen perusahaan yang ada di sana.
__ADS_1
"Wah, gila ya! Ada perusahaan semacam ini?" seru Irgi. Dia memang orangnya sangat ekspresif jika mengungkapkan perasaannya.
Prita sudah khawatir saja akan terjadi perang kalau Irgi mulai membuka mulut. Temannya itu memang tidak bisa dikendalikan.
"Ini bosnya benar-benar tidak cari untung, tapi bakti sosial.... Sumpah ini parah!"
"Buang saja sudah perusahaan seperti ini, tidak ada gunanya dipertahankan."
"Irgi.... " Ayash berusaha menasihati Irgi. Temannya itu tidak bisa santai setelah melihat kebobrokan yang terjadi di perusahaan.
"Manager-manager di sini hampir semuanya melakukan manipulasi data dan juga penggelapan uang selama bertahun-tahun, dan kamu tidak tahu?" Irgi menunjuk pada Bayu dan menertawakannya. "Hahaha.... "
Seandainya Prita tidak sedang menggandeng lengannya, Bayu pasti sudah berlari ke arah Irgi lalu menghajarnya.
"Perusahaan ini sudah digerogoti dari dalam. Aku rasa satu atau dua tahun ke depan juga sudah colaps."
"Saranku jual saja selagi bisa, mumpung belum terlanjur lebih parah."
"Tidak, tidak.... " Ayash membantah ucapan Irgi. "Menurutku masih bisa dipertahankan. Aku yakin kalian memang ingin mempertahankannya."
"Tapi, pertama-tama harus dilakukan perombakkan besar-besaran terhadap jajaran pimpinan di perusahaan. Utamanya untuk para manager, benar yang dikatakan Irgi, hampir semuanya tidak beres. Mereka penyebab utama kebangkrutan yang dialami perusahaan."
"Memperbaiki keadaan perusahaan mungkin akan butuh waktu yang lama, tapi tetap patut di coba."
"Intinya cari orang-orang yang sekiranya kompeten dan bisa dipercaya untuk menduduki jabatan."
"Untuk pimpinan-pimpinan yang melakukan korupsi, kamu bisa menuntut mereka ke pengadilan. Mereka sudah melakukannya tiga tahun terakhir dan sangat parah yang mereka lakukan."
"Ini juga bisa dijadikan bukti-bukti yang kuat."
"Berikan saja data-data bawahanku yang perlu untuk diganti. Nanti aku sendiri yang akan mengurusnya sendiri."
"Ya, nanti akan aku berikan. Ini tidak akan selesai satu hari."
Hati Bayu sudah bergemuruh. Ia tidak sabar untuk mengetahui siapa saja yang sudah mengkhianatinya. Tentu saja dia tidak akan dengan mudah membawa mereka ke jalur hukum. Ia punya caranya sendiri untuk menghukum mereka.
Padahal, dia sudah berbaik hati mempertahankan mereka pada jabatan masing-masing setelah mengambil alih perusahaan dari pemilik sebelumnya. Ia kira mereka akan loyal padanya, ternyata diam-diam mengkhianatinya.
Pasti mereka sudah paham cara bekerja Bayu yang hanya seperti main-main di perusahaan. Dia tidak pernah memeriksa dokumen-dokumen dan mempercayakan pada para manager. Celah itulah yang mereka pakai untuk membodohinya.
Orang-orang seperti mereka yang membuat Bayu muak untuk mempercayai orang lain. Orang yang ia beri kebaikan juga belum tentu memberikan kebaikan yang sama.
__ADS_1