ANTARA CEO DAN MAFIA 2

ANTARA CEO DAN MAFIA 2
ISTRI ANTAGONIS JADI KESAYANGAN


__ADS_3

Sybil kembali mengembangkan senyumnya, "Ayah, siapa pria yang akan menikah denganku?"


Melihat putrinya tersenyum dengan rencana pernikahan yang dibahasnya, raut wajah Osbert kembali ceria. Meskipun tadi sempat emosi karena Ivan.


"Dia putra kebanggan keluarga Leiden, Charles Leiden. Ayah yakin kamu akan menyukainya."


"Apa!?"


Ivan murka menggebrak meja. Sybil sampai ikut kaget karenanya.


"Tidak, Ayah! Aku tidak setuju!" serunya.


"Aku tidak meminta pendapatmu." Osbert melirik malas Ivan.


"Reputasinya sangat buruk! Dia terkenal kasar dengan wanita! Sudah berapa kali dia bercerai karena istrinya tidak tahan dengan kelakuannya!"

__ADS_1


"Ayah tidak sedang berbicara padamu."


"Ayah pasti gila tega menikahkan Sybil dengan pria semacam itu!"


"Sybil.... " tiba-tiba Xavier berbisik di telinganya.


Apaan sih orang ini. Jadi merinding.


Tangan Xavier diletakkan di bahu Sybil. Tanpa ia harus mengatakan apapun, Sybil sudah mengerti bahwa ia sedang mengintimidasinya agar mengiyakan rencana ayahnya. Apalagi Lana dan Osbert memasang wajah ceria tersenyum penuh harap kepadanya. Hanya Ivan yang kesal dengan rencana itu.


Ayah dan ibunya tampak bahagia mendengar jawaban darinya. Begitu juga dengan Xavier. Ia meraih kepala Ruby lalu mencium keningnya dengan lembut.


Dia anggap aku adik apa pacarnya sih? Main cium-cium sembarangan.


"Adikku Sybil memang yang terbaik." pujinya.

__ADS_1


Wila, tahan Wila.... Ini hanya mimpi.


Xavier di dalam novel yang begitu menyayangi Sybil, pernah begitu murka ketika Sybil diam-diam keluar dari rumah lalu berjalan-jalan di keramaian pasar. Di sana ia mendapatkan seorang teman bermain, anak laki-laki seusianya. Mereka bermain berdua sampai lupa waktu kalau hari telah menjelang sore.


Xavier mengetahuinya. Anak laki-laki yang bermain dengan Sybil dipukuli habis-habisan sampai hampir mati. Sementara Sybil diseret paksa kembali ke kediamannya. Xavier membawanya ke kandang kuda. Ia ambil cambuk yang biasa digunakan untuk mencambuk kuda.


Cambuk itu diarahkan ke punggung Sybil berkali-kali hingga punggungnya berdarah. Ia sampai harus memohon agar kakaknya mau berhenti mencambuknya. Luka di punggung yang ia miliki berasal dari peristiwa itu, buah karya amarah Xavier kepadanya.


Sejak saat itu, Sybil menjadi trauma. Dia yang awalnya ceria berubah pendiam.


Segala kemauan kakaknya akan ia turuti asalkan bisa terhindar dari hukumannya. Apapun yang kakaknya lakukan ia tetap diam seperti boneka yang bisa dimainkan semaunya.



Bantu like dan favorit untuk karya baru author, ya. Terima kasih 🙏🏻

__ADS_1


__ADS_2