ANTARA CEO DAN MAFIA 2

ANTARA CEO DAN MAFIA 2
Kembali ke Malam Itu


__ADS_3

Dalam kondisi terluka parah, Bayu tetap berusaha untuk bangkit. Beberapa bagian tubuhnya terasa terasa sakit akibat jatuh dari atas hingga ke kereng bukit. Tangannya memegangi bagian pinggangnya yang terkena tusukan. Darah segar masih mengucur.


Sayup-sayup terdengar suara gemuruh orang menuruni bukit. Sepertinya itu kelompok pemberontak yang hendak mencarinya lagi. Bayu menggunakan seluruh tenaganya yang tersisa untuk berjalan, sebisa mungkin melarikan diri agar tidak tertangkap oleh mereka.


Baru beberapa langkah berjalan, mulutnya dibekap dan tubuhnya diseret oleh seseorang. Ia tak kuasa melawan karena tubunnta sangat lemah. Orang itu menyeretnya masuk ke dalam lorong goa tak jauh dari tempatnya jatuh. Tubuhnya dijatuhkan ke tanah.


Bayu memerhatikan orang itu memakai seragam yang sama dengan orang-orang yang ia hadapi. Kelompok pemberontak. Mungkin nasibnya memang harus berakhir malam ini. Ia sudah tertangkap.


Lubang gua tempat mereka masuk ditutup dengan dedaunan. Membuat suasana di dalam gua lebih gelap meskipun cahaya bulan purnama masih bisa masuk ke dalam lewat celah-celah. Lalu, orang itu menghampirinya. Bayu masih kesakitan menahan luka tusukan di pinggangnya.


Orang itu mengeluarkan sebuah botol kecil entah apa isinya. Ia juga merobek selembar kain.


"Aku akan membantu mengobatimu, kamu harus menutup mulut agar orang-orang di luar sana tidak menemukan kita. Tahan sedikit, ini akan sakit."


Orang itu melihat luka di pinggang Bayu dengan senternya. Ia buka tutup botol yang di dalamny terdapat serbuk lalu menaburkan serbuk itu di atas luka Bayu. Bayu hampir menjerit, ia menutup mulutnya rapat-rapat dengan kedua tangannya.


Barang yang orang itu taburkan benar-benar membuat lukanya sangat perih hingga rasanya tak tertahankan. Setelah bubuk itu ditabur merata pada lukanya, orang itu membalutkan sobekan kain panjang mengelilingi pinggangnya lalu mengikatnya kencang.


Bayu mulai mengatur nafasnya. Rasa sakit yang ia rasakan kian mereda.


"Sstt.... " orang itu mematikan kembali senternya saat mendengar suara orang-orang di luar sana sedang mencari mereka.


"Tadi jatuhnya sepertinya di sekitar sini."


"Cari sampai ketemu, bodoh!"


"Pakai senternya, siapa tahu sembunyi di semak-semak."


"Kenapa juga kita harus mencari orang itu? Biarkan saja dia mati. Kalau bukan karena luka tusukan atau jatuh dari atas, masih ada hewa liar yang akan memangsanya."


"Sudahlah, apa susahnya menuruti perintah dari jendral."


"Memangnya siapa orang itu sampai harus menangkapnya?"


"Pasti orang penting. Dari penampilannya aku rasa dia punya jabatan yang bagus di Kota J."


"Carinya jangan ke sini terus, mungkin ada di sebelah sana atau jatuh ke sungai lalu hanyut."


"Oke, oke.... Aku cari di sebelah sana."


Suara langkah kaki mereka terdengar semakin menjauh. Suasana menjadi hening.

__ADS_1


"Sebaiknya kita bermalam di sini. Besok, pagi-pagi sekali baru kita keluar. Sepertinya mereka akan terus mencari kita semalaman."


"Kenapa kamu ikut bersembunyi di sini, bukankah kamu juga bagian dari mereka?" tanya Bayu penasaran.


"Ah, itu.... Sebenarnya aku bukan bagian dari mereka. Aku seorang intel yang ditugaskan di daerah sini."


Bayu menelan ludah, ternyata saat ini ia sedang berhadapan dengan polisi yang menyamar.


"Kamu menyamar sebagai bagian dari mereka, apa mereka tidak curiga."


"Tidak. Mereka suka merekrut pemuda desa untuk bergabung bersama mereka. Kebetulan aku punya darah keturunan tanah ini meskipun sejak lahir tinggal di Kota J. Aku ikut perekrutan mereka dan sudah setahun bergabung bersama mereka."


"Aku senang sekali bisa bertemu dengan orang dari Kota J di sini."


"Mereka memang paling anti dengan orang dari luar wilayahnya."


"Tujuannya sih katanya untuk menjaga kelestarian alam setempat serta mensejahterakan masyarakat setempat."


"Pada kenyataannya, mereka suka menyiksa warga. Termasuk juga dengan memaksa anak-anak mereka yang telah lulus SMA untuk bergabung. Jika menolak, satu keluarga akan dibantai."


"Mereka juga suka merampas paksa hewan ternak atau bahan pangan warga. Pokoknya, tujuan mereka yang katanya memberontak ingin merdeka demi rakyat, pada kenyataannya mereka sendiri yang menindas masyarakat."


"Rombonganmu juga sama, hampir jadi korban penjarahan. Pasti alasannya untuk menyelamatkan kelestarian alam, kan?"


Andai saja polisi di depannya tahu, Bayu pasti sudah akan dijebloskan ke penjara. Di dalam gelondongan kayu itu terdapat dua ton ganja yang ia sembunyikan. Ganja milik Tuan Saddam. Meskipun hanya perantara, perbuatan Bayu tetap bisa terkena pidana.


"Apa yang ingin kamu selidiki dari mereka sampai jauh-jauh datang dari Kota J?"


"Aku ditugaskan oleh satuan untuk menyelidiki orang-orang yang membiayai mereka selama ini serta memberika pasokan senjata kepada mereka."


"Menurut informasi, segala aktivitas mereka didukung oleh beberapa yang berasal dari Kota J."


Bayu kembali terdiam. Orang yang memasok senjata itu ayahnya sendiri, dan orang yang membiayai gerakan mereka pastilah orang-orang yang dekat dengan ayahhnya.


"Apa aktivitas mereka sangat membahayakan?"


"Tentu saja. Selain meresahkan warga, juga bisa menghancurkan keutuhan negara."


"Kalau mereka semakin banyak memiliki simpatisan, kekuatan mereka bisa semakin besar, lalu melakukan gerakan pemberontakan dan memecah belah persatuan negara kita."


"Aku harus bisa mencegahnya sebelum hal itu terjadi."

__ADS_1


"Oh, iya. Kenalkan, namaku Bara." orang itu mengulurkan tangannya untuk bersalaman.


"Namaku Bayu."


Bayu membalas jabatan tangannya.


"Besok, aku akan membawamu ke rumahku."


"Kamu punya rumah di sini."


"Ya, rumah orang tua angkatku. Sebatas identitas, agar mereka tidak curiga."


"Bagaimana dengan lukamu, apa sudah membaik?"


"Ya, rasa sakitnya sudah hilang."


"Obat apa yang kamu berikan padaku."


"Oh, maksudmu ini?" Bara menunjukkan botol kecil miliknya.


Bayu mengangguk.


"Ini bubuk ganja dan beberapa bahan lainnya."


Bayu baru paham, pantas saja lukanya sudah tidak terasa sakit. Ternyata ia diobati dengan ganja.


"Besok lukamu harus dirawat dengan benar. Aku akan membawamu ke klinik dokter kenalanku."


"Bagaimana kalau mereka masih mengincarku?"


"Kamu tidak perlu takut, mereka tinggalnya di lereng-lereng bukit. Mereka juga lebih banyak keluar saat malam."


"Kamu boleh tinggal di rumahku sampai sembuh. Setelah itu, kamu bisa kembali ke Kota J."


"Sekali lagi terima kasih."


"Tidak perlu berterima kasih. Sesama orang dari Kota J di daerah asing adalah saudara."


Mereka berdua melanjutkan perbincangan, membahas hal-hal yang bervariasi mulai dari yang sepele hingga serius. Lambat laun rasa kantuk menghampiri mereka. Diselimuti udara dingin malam serta kegelapan malam, keduanya akhirnya tertidur.


Dua orang dengan profesi yang sangat bertentangan itu bisa tidur di tempat yang sama secara berdampingan.

__ADS_1


Bara dan Bayu. Bara yang merupakan api dan Bayu yang merupakan angin. Apakah nanti bayu (angin) akan memadamkan bara (api), ataukah bara yang akan melenyapkan bayu.


__ADS_2