ANTARA CEO DAN MAFIA 2

ANTARA CEO DAN MAFIA 2
Permintaan Sahabat


__ADS_3

"Ta.... Ini nggak serius, kan?" ucap Andin.


Reaksi Andin tak kalah terkejut dengan Irgi dan Raeka saat menerima pesan mendadak dari Prita. Andin dan Raeka bahkan masih mengenakan pakaian olahraga karena buru-buru dari tempat panahan. Saat itu mereka hendak memulai latihan ketika menerima pesan dari Prita. Akhirnya mereka buru-buru pergi ke tempat Prita untuk memastikan temannya itu hanya bercanda.


Hari sebelumnya Prita sudah mereka ajak untuk pergi latihan bersama. Tapi Prita menolak karena katanya pada hari itu dia akan ada urusan penting. Ternyata urusan pentingnya itu adalah hari pernikahannya sendiri.


"Kamu gila, ya, Ta?" guman Raeka.


"Kalian kenapa sih, bukannya memberi selamat malah responnya seperti itu."


Andin dan Raeka masih ternganga tak percaya dengan kelakuan Prita.


"Kamu beneran niat nikah? Ngundang kami mendadak, sampai ke sini pakai outfit yang tidak sesuai tempat. Kamu mau mempermalukan kami apa gimana?" Raeka yang paling kesal sekarang. Tadi, di jalan menuju ruangan Prita, dia sudah melihat dekorasi pernikahan dan orang-orang yang berpakaian rapi. Sementara, dia memakai seragam untuk latihan memanah ke pernikahan? Baru kali ini Raeka merasa salah kostum.


"Kamu masih terlihat cantik kok, Ra. Jangan khawatir, acaraku tidak seserius itu. Ini hanya acara kecil saja." Prita menepuk-nepuk Raeka. Dia tahu sedang membuat temannya itu kesal.


Andin menarik tangan Prita, "Ta, batalin." ucapnya dengan tatapan mata penuh harap.


Sementara Prita memberikan tatapan heran, "Kenapa, Ndin?"


"Kamu masih cinta kan dengan Ayash?"


Lagi-lagi hal itu yang ditanyakan. Kali ini langsung oleh istrinya, bisa-bisanya dia bertanya seperti itu kepadanya yang saat ini telah menjadi mantan istri?


"Kok tanyanya gitu? Aku mau menikah lagi tandanya aku sudah move on, Ndin. Ayash sudah menemukan kehidupan barunya bersamamu dan sekarang giliranku menempuh kehidupanku yang baru bersama.... "


"Ayash masih mencintai kamu, Ta!" tegas Andin. Dia memotong ucapan Prita. Prita sendiri sampai membeku dibuatnya. Seorang istri kenapa mengatakan kalau suaminya masih mencintai mantan istrinya? Itu tidak etis.


"Kamu apa-apaan sih?"


Prita risih Andin membahas tentang Ayash di hadapannya. Dia sendiri tidak enak hati kepada Andin yang sekarang menjadi istri Ayash.


"Dia masih mencintai kamu, apa kamu sudah tidak mencintainya?"


"Kami bercerai bukan karena sudah tidak saling mencintai, Ndin!" Suara Prita terdengar cukup keras, "Tapi ada banyak masalah yang membuat kami memutuskan sepertinya perceraian adalah jalan yang terbaik."


"Jangan membahas tentang ini lagi, Ndin. Kamu istrinya, jagalah perasaanmu sendiri dan tentunya jaga perasaanku juga. Mengingatnya masih terasa menyakitkan untukku."


Andin terdiam, ia baru menyadari kalau pernikahannya dengan Ayash tanpa sengaja juga telah menyakiti perasaan Prita. Meskipun kelihatannya dia tidak masalah dengan itu, dia tetap bersikap baik dan menganggapnya sebagai sahabat, tapi tetap saja dalam relung hati terdalamnya pasti ia merasa sakit dan dikhianati. Bayangkan saja suami yang baru bercerai darinya tiba-tiba sudah menikahi sahabatnya sendiri.

__ADS_1


"Ta.... Sebenarnya pernikahanku dengan Ayash hanya untuk menyelamatkan harga diriku dan ayahku saja. Aku tahu mungkin ini telat mengatakannya padamu. Tapi, sungguh, kami tidak pernah saling menyukai."


Kondisi terasa canggung ketika Andin mengatakan yang sebenarnya. Irgi dan Raeka yang sudah tahu hanya bisa terdiam. Sementara, Prita bingung mau merespon apa.


"Kalau kamu masih mencintai Ayash, hentikan pernikahan ini dan kembalilah bersamanya."


Andin seperti orang yang sudah putus asa menjelaskan situasinya. Dia akan sangat merasa bersalah kepada Ayash jika sampai Prita tetap kukuh pada pendiriannya. Bagaimanapun, posisi mereka menjadi semakin sulit karena keberadaannya di antara keduanya. Meskipun niat Ayash hanya membantunya, konsekuensi yang harus ditanggung sangat besar.


"Ini.... Bahasan kita semakin aneh, ya." Prita tersenyum kaku. "Aku dan Ayash sudah bercerai, Ndin. Mau Ayash menikahimu karena alasan tertentu juga sudah bukan urusanku. Kamu tidak perlu sungkan padaku, kita tetap berteman. Jangan karena itu kamu mau melepaskan Ayash kembali padaku, kamu aneh, Ndin."


Andin menggenggam kedua tangan Prita dengan erat, "Aku serius, Ta. Jangan menikahi orang yang belum pasti kamu cintai."


Prita tersenyum, lalu memeluk Andin dengan sangat lembut. "Dulu aku menikah dengan Ayash membawa beban rasa bersalah karena menikah dalam kondisi hamil tanpa memberi tahu pihak keluarganya. Kali ini, aku menikah atas kemauan dan keputusanku sendiri, tidak ada beban apapun di hatiku karena aku yakin Bayu orang terbaik untukku."


"Kamu juga jaga pernikahanmu, meskipun saat ini mungkin kalian berdua tidak saling mencintai, mungkin suatu saat rasa itu akan tumbuh dengan sendirinya."


"Oh, teman-temanmu datang juga, ya?"


Tiba-tiba Bayu masuk ke dalam tanpa mereka sadari. Dia sudah berdandan sangat rapi memakai setelan celana dan jas putih yang serasi dengan pakaian milik Prita.


Prita melepas pelukannya ia melayangkan senyuman ke arah Bayu.


Bugh!


Irgi yang merasa masih geram, akhirnya tidak tahan untuk melampiaskan emosinya kepada Bayu. Tanpa aba-aba, dia melayangkan satu pukulan ke arah pipi kanan Bayu. Membuat orang-orang yang ada di sana menjadi kaget.


Belum puas sampai di situ, Irgi mere*mas kerah kemeja Bayu dan mendorongnya hingga punggungnya membentur tembok. Matanya menatap nyalang ke arah Bayu.


"Batalkan pernikahan ini! Kamu sudah melakukan sesuatu kepada Prita, kan!" tuduh Irgi.


Bayu yang tidak terima langsung menghempaskan tangan yang sedari tadi ada di lehernya dengan kasar. Dia pukul balik Irgi. Akhirnya keduanya bersitegang. Mereka saling tarik dan pukul satu sama lain. Suasana kacau.


Prita yang melihat itu berlari untuk melerai keduanya. Dia kewalahan mengangkat gaun pengantinnya yang berat dan panjang.


"Irgi, Bayu, hentikan!" seru Prita


"Dasar lelaki tua! Cara licik apa lagi yang kamu gunakan untuk mendapatkan prita kali ini, hah?"


"Bicara apa kamu, Songong!"

__ADS_1


"Prita tidak mungkin mau dengan orang sepertimu!"


"Apa urusanmu mengatur-atur orang yang dia sukai?"


"Kamu mau membuat hidup Prita hancur apa bagaimana? Dasar bandar narkoba!"


"Apa kamu bilang? Siapa yang kamu sebut bandar narkoba? Tukang fitnah!"


"Penipu!"


"Sialan! Dasar Songong!"


Susah untuk memisahkan dua orang yang sudah tersulut emosi. Antara Bayu dan Irgi sama-sama keras kepala. Keduanya terus saling memojokkan sembari mengeluarkan kata-kata umpatan. Meskipun Prita sudah turun tangan, mereka tetap tidak berhenti.


Brak!


"Aduh!" pekik Prita. Dia sampai terjungkal karena terdorong oleh Irgi dan Bayu. Barulah setelah itu keduanya berhenti saling mendebat.


"Kamu nggak apa-apa?" kata Irgi dan Bayu bersamaan.


Keduanya membantu memberdirikan Prita di sisi kanan dan kiri. Sebenarnya Prita ingin marah, tapi setidaknya itu bisa menghentikan mereka berkelahi.


"Berani-beraninya membuat ribut di tempatku." geram Bayu. Dia hendak maju lagi memukul Irgi, namun tangan Prita menghentikannya.


"Sekali lagi kamu lanjutkan, aku panggil keamanan untuk mengusirmu!" tegasnya.


"Hahaha.... Tua bangka pengecut! Beraninya keroyokan."


Perkataan Irgi hampir menyulut emosi Bayu kalau Prita tidak menyuruhnya bersabar.


"Irgi, hentikan. Aku sendiri yang akan mengusirmu jika ada keributan lagi." Prita melirik tajam ke arah Irgi.


Setelah meluluhkan Irgi, fokus Prita berlindah kepada Bayu. Pakaiannya tampak jadi sedikit kotor dan berantakan.


"Sebaiknya kamu kembali lagi ke ruanganmu, ini harus dirapikan lagi." ucap Prita sembari mengusap bagian pakaian yang kotor.


Bayu tersenyum. Direngkuhnya pinggang Prita dengan mesra, lalu mengecup pipinya di hadalan ketiga sahabat Prita itu. Ia menyunggingkan senyuman yang menyiratkan ejekan. Dia merasa menang Prita membelanya.


"Baiklah, aku akan kembali ke ruanganku. Kamu juga harus bersiap-siap. Sebentar lagi ayahku akan datang dan membawamu menuju altar pernikahan."

__ADS_1


Sekali lagi Bayu mencium kening Prita dan tersenyum pada mereka. Lalu, diapun keluar.


__ADS_2