ANTARA CEO DAN MAFIA 2

ANTARA CEO DAN MAFIA 2
Perbincangan di Ranjang


__ADS_3

"Buka matamu, perhatikan baik-baik siapa pemainnya." ucap Bayu dengan santai.


Prita membuka matanya perlahan. Ia ikut menyaksikan adegan tidak pantas yang ditampilkan pada layar tablet itu. Sungguh Prita sangat kaget, wanita mempraktikkan adegan itu adalah Shuwan Mei.... Dan, pria yang bersamanya itu Moreno, pemilik klab memanahnya. Itu sangat gila! Prita hampir tidak percaya dengan apa yang dilihatnya.


"Bagaimana kamu bisa mendapatkan rekaman seperti ini?"


"Aku rekam langsung."


Jawaban Bayu membuat Prita tercengang dan tidak percaya.


"Kaget?"


"Mereka bahkan masih santai dan tetap melanjutkan ini meskipun tahu aku ada di sana."


Kesan pertama saat berjumpa dengan Moreno juga Prita sudah bisa menilai Moreno orang seperti apa. Mungkin karena dia seorang altit nasional, memiliki paras yang tampan, serta punya banyak penggemar, ia jadi bertingkah sok kegantengan.


Prita masih ingat betapa risihnya saat Moreno melatihnya. Kalau dia orang yang tidak punya sopan santun, sudah pasti dia akan berteriak dan mempermalukannya di depan orang-orang. Memangnya hanya karena ganteng semua orang akan mau diperlakukan seperti itu?


Lebih anehnya lagi, Shuwan juga menjadi sinis padanya karena Moreno melatih dirinya. Padahal bukan maunya juga mendapat perlakuan seperti itu. Seharusnya dia tahu diri punya pacar yang sifatnya seperti itu, bukan malah menyalahkan orang lain.


"Isu yang dulu pernah beredar itu benar, Shuwan memang memiliki hubungan dengan Moreno. Aku hanya membantu Shuwan untuk meredam berita itu. Balasannya, aku bisa mendapatkan kembali hotel milik ayahmu."


"Jadi, kamu mendekati Shuwan hanya untuk hotel?"


"Ya.... "


"Kenapa sampai segitunya?"


"Karena menurutku itu salah satu tempat yang penting bagimu. Di sana ada kenangan-kenanganmu yang tertinggal saat masih bersama kedua orang tuamu."


"Apa untungnya kamu melakukan semua itu?"


"Tidak ada. Aku hanya suka melakukannya."

__ADS_1


"Kamu memang orang yang aneh."


Mana ada orang yang iseng menyelidiki seluk beluk wanita yang baru pertama kali ditemuinya lalu menghabiskan waktunya untuk mengembalikan harta-harta yang pernah wanita itu miliki? Sampai penyebab sebenarnya kematian orang tua Prita justru Bayu yang mengetahuinya. Sementara, dia, Ayash maupun Irgi, sahabat terdekatnya tidak pernah terpikirkan untuk hal itu.


"Aku menganggapmu sebagai orang yang sangat penting di hidupku. Karena itu, aku ingin melindungi apapun yang menjadi bagian darimu, baik itu dari masa lalu maupun di masa depan." Bayu menyibakkan helaian rambut yang menutupi wajah Prita.


"Apa sekarang kamu jadi terpesona denganku? Bukankah aku lelaki yang sangat baik?"


Kepedean Bayu membuat Prita ternganga. Ya, memang seperti itulah dia, bertindak tanpa diminta.


Bayu tersenyum. Ia mengusap puncak kepala dengan lembut. Pandangannya semaki turun ke bawah, ia hampir lupa kalau saat ini mereka sedang tela*njang. Tiba-tiba has*ratnya muncul melihat penampilan istrinya seperti itu.


Dia juga merasa heran sendiri. Entah karena pengaruh masa-masa pengantin baru atau memang karena dia sudah lama tidak melakukannya, kalau dekat istrinya rasanya ingin minta.


Prita yang menyadari tatapan suaminya mulai berubah langsung mengambil selimut untuk menutupi tubuhnya. Suaminya itu tipe yang tidak bisa menahan godaan apalagi setelah menikah. Kalau sedang berdua, sedikit-sedikit pasti minta jatah.


"Ini masih sore, lho. Aku harus menyiapkan makan malam untuk kita." ucap Prita sembari membangun pertahanan diri.


"Sudah ada pelayan yang menyiapkannya di dapur. Tugas istri kan menyenangkan suami." Bayu berjalan merangkak mendekati istrinya yang semakin memundurkan badan ke belakang.


"Aku kan baru pulang latihan, masa mau kamu ajak olahraga lagi?"


"Nggak apa-apa kan, biar istriku sehat."


Bayu berusaha menarik selimut yang menutupi tubuh istrinya. Namun, Prita tetap kukuh mempertahankan selimutnya. Mereka seperti dua anak kecil yang sedang berebut mainan.


"Aku juga baru mandi."


"Nanti bisa mandi lagi. Kalau tidak kuat mandi sendiri, aku yang akan membantu memandikanmu, Sayang."


Bayu menarik kuat selimut yang menghalangi mereka lalu membuangnya sembarang ke lantai. Prita sudah pasrah, dia tidak bisa lari lagi. Suaminya sedang dalam mode buas yang tak bisa diajak tawar menawar.


Bayu segera menempatkan dirinya di atas Prita, mengunci tubuh istrinya agar tidak bisa lari kemana-mana. Dipagutnya bibir manis istrinya dengan penuh kelembutan. Prita turut membalas ciuman itu dengan tempo yang sama, lambat namun nikmat. Sesapan demi sesapan bibir mengeluarkan bunyi yang ero*tis. Diselingi dengan hembusan nafas serta desa*han kenikmatan di antara keduanya.

__ADS_1


Bayu mulai mengalihkan ciuman sisi telinga, meniup-niup kecil di sana yang membuat tubuh Prita meremang. Kecupan-kecupan serta gigitan kecil menggoda memaksa Prita untuk mend*esah. Ada sensasi rasa geli bercampur rasa yang tak bisa dideskripsikan dengan kata-kata. Ciuman itu semakin turun ke arah leher hingga terhenti di kedua dadanya.


Bayu meny*usu pada dada kanannya sementara satu tangannya sibuk mer*emas-r*emas dada kirinya. Sesekali ia manarik-narik puncaknya. Tidak perlu ditanya lagi, sensasinya serasa membuat Prita menggila. Ia tak henti-hentinya melengkuh penuh kenikmatan hingga rasanya tak tahan.


"Masukin.... " Prita yang setengah sadar diliputi gairah mengucapkan kata yang terdengar memalukan itu. Dia sudah tidak tahan menerima rang*sangan yang Bayu berikan. Ia menginginkan sesuatu yang lebih, ia ingin dipuaskan.


Bayu yang mendengarnya melepaskan put*ing Prita dari mulutnya. Ia memandangi wajah istrinya yang telah bersemu merah menahan ga*irah. Tatapannya seakan memohon ingin dipuaskan.


Bayu tersenyum, "Kenapa, Sayang?" tanyanya pura-pura tidak tahu.


"Masukin.... " rengek Prita. Dia seperti seorang yang sudah tak punya rasa malu memohon seperti itu kepada Bayu yang pasti akan semakin menggodanya.


"Minta dengan sopan, Sayang.... Biar suamimu tahu apa yang sedang istrinya inginkan."


Sesuai perkiraan Prita, Bayu kini tengah menggodanya. Padahal dia sudah tidak tahan lagi, tapi masih dipermainkan.


"Masukin.... " rengeknya lagi.


"Kalau tidak bisa sopan, aku tidak mau." ucap Bayu dengan senyuman yang tak lepas dari bibirnya.


"Mas.... Tolong masukin punyamu."


Dengan segenap keberanian dan menyingkirkan rasa malu, Prita akhirnya mengatakannya.


Bayu tersenyum puas, "Baik, Sayang." bisiknya.


Bukannya langsung menuruti permintaan Prita, Bayu justru kembali menggoda istrinya. Ia kembali memainkan area dadanya sembari menurunkan tangannya ke bawah. Jemarinya dimasukkan ke tempat yang sudah sangat basah, membuat pemiliknya menge*rang. Pan*tatnya sampai terangkat merasakan rangsangan yang sungguh dasyat. Beberapa saat kemudian, Prita mendapatkan pelepasannya. Tubuhnya lemas dan nafasnya terengah-engah. Dalam kondisi tak berdaya, Bayu membuka kedua kakinya, memasukkan miliknya secara perlahan pada tempat yang masih berkedut.


Sisa-sisa pelepasan belum hilang dari Prita, kini dirinya sudah dirang*sang lagi. Gerakan yang pelan namun nikmat membuatnya kembali mende*sah. Bayu tak memberinya waktu istirahat. Ia dipaksa kembali menikmati sensasi dasyat yang membuatnya ingin kembali meledak.


Bayu mempercepat gerakannya, urat-urat di lehernya tampak mengencang pertanda ia akan mencapai klimaksnya. Hal yang sama juga dirasakan Prita, ia tak henti-hentinya menge*rang ingin segera mencapai pelepasannya. Akhirnya, keduanya bisa ******* bersama.


"I love you, Sayang."

__ADS_1


Bayu mencium sekilas bibir wanita yang sudah tidak berdaya di sampingnya. Sepertinya dia harus membantu wanita itu mandi lagi.


__ADS_2