ANTARA CEO DAN MAFIA 2

ANTARA CEO DAN MAFIA 2
Memutuskan Berkencan


__ADS_3

"Aku tidak mau menikah denganmu."


Bayu memasang wajah keheranan. "Kamu mau punya anak dariku tapi tidak mau menikah denganku? Hahaha.... "


"Konyol sekali."


Bayu mengangkat dagu Prita dan menahannya agar tatapan mereka saling bertemu. Sorot mata Bayu tajam, ia tidak menyukai apa yang baru saja didengarnya.


"Apa kamu sadar, dengan bicara seperti itu sama artinya kamu mau menciptakan Daniel kedua."


"Kamu mau seperti itu? Melahirkan anak dari hubungan yang tidak kamu inginkan?"


"Kamu lebih jahat dari yang aku bayangkan. Kamu menginginkan anak hanya untuk kesembuhan Daniel? Dia hanya akan dijadikan obat? Lalu setelah itu akan kamu biarkan dia tumbuh besar tanpa memiliki seorang ayah?"


"Mungkin bagimu mereka cukup hidup bersamamu. Tapi kamu tidak tau kacamata dari seorang anak. Dia membutuhkan keduanya, ayah dan ibunya. Tidak ada anak yang menikmati hidup dengan dibesarkan oleh orangtua tunggal."


"Aku tidak akan mengikuti kemauanmu. Aku rasa kamu sudah gila."


Bayu berjalan meninggalkan Prita. Ia mendekati arah lemari dan mengambil beberapa pakaian yang hendak ia kenakan ke kantor.


"Aku juga tak bisa menikah denganmu karena aku tak mencintaimu."


Bayu tak menggubris ucapan Prita. Dia fokus mengenakan pakaiannya.


"Kalau begitu kamu tak perlu melakukannya." jawab Bayu dengan santai.


"Jadi kamu tidak peduli dengan Daniel?"


"Justru aku kasihan padanya memiliki ibu sepertimu. Apalagi kalau sampai dia punya adik lagi, aku juga akan kasian dengan anak itu. Kamu jadikan anak-anak sebagai korban keegoisanmu sendiri."


"Lalu apa yang harus aku lakukan untuk anakku? Apa kamu punya cara lain untuk menyembuhkannya?"


"Bagaimana kalau aku punya cara itu? Bagaimana kalau aku bisa membuat Daniel sembuh?"


"Aku akan bersedia menikah denganmu."


Bayu menghentikan tangannya ketika sedang memasang dari di lehernya. "Kamu serius?"


"Aku serius."


Bayu menyeriangai. Setelah merasa dandanannya rapi, ia berjalan kembali ke arah ranjang. Ia mendekatkan wajahnya ke wajah Prita.


"Kamu harus memegang janjimu. Ini membuatku lebih bersemangat."


Prita mengangguk.


"Oke. Jadi mulai hari ini aku anggap kita sedang berkencan. Aku tidak ingin kamu dekat dengan siapapun selain aku. Dan setelah Daniel sembuh, kita akan menikah."


Cup

__ADS_1


Bayu mendaratkan satu kecupan di bibir Prita.


"Mandi dan ganti pakaianmu nanti akan aku antar ke rumah sakit. Kamu bisa memilih pakaian yang ada di walk in closet. Aku ke bawah dulu."


Prita berjalan menuju kamar mandi. Dilewatinya walk in closet yang tertata rapi. Ada jajaran pakaian, sepatu, tas, dan perlengkapan lainnya yang dulu pernah ia pakai masih tersusun di sana. Sepertinya koleksinya juga sudah bertambah.


Entahlah. Prita merasakan hidupnya selalu berusaha untuk menghindari Bayu. Tapi takdir justru berusaha terus mendekatkan mereka.


Prita menyelesaikan mandinya dalam waktu singkat. Setelah itu, ia memilih satu pakaian yang ia anggap paling sopan untuk dikenakan. Sudah tau selera pakaian Bayu untuk wanitanya kebanyakan pakaian terbuka atau menerawang.


Setelah berganti pakaian dan berdandan sekedarnya, ia turun ke bawah. Bayu sudah menunggunya di ruang tamu. Ketika ditawari sarapan, ia memilih membeli sarapan di jalan saja daripada lebih lama meninggalkan Daniel bersama Leta saja.


*****


"Kenapa tidak membeli sarapan untuk Daniel juga?"


"Dia hanya makan yang diberikan dari rumah sakit."


"Ah, kasihan dia. Seharusnya sesekali ijinkan dia makan yang dia suka. Pasti dia bosan dengan menu makanan di rumah sakit."


"Daniel tidak boleh makan sembarangan kamu lupa?"


Klek


Prita membuka pintu kamar Daniel. Ia menghentikan langkah. Wajahnya langsung berubah masam ketika melihat Ayash ada di sana.


"Dari mana? Katanya semalam tidak pulang?" tanyanya.


"Ada apa?" Bayu yang ada di belakangnya justru mendorong pintu hingga terbuka lebih lebar lagi.


"Ooh.... " gumam Bayu.


Ternyata ada sosok mantan suami yang membuat pacarnya ragu untuk masuk. Ia menggandeng tangan Prita dan membawanya untuk masuk.


"Pagi sekali sudah ada di sini."


"Dari semalam aku menelepon Prita tapi tidak ada jawaban. Aku tanya Leta katanya semalam dia tidak pulang. Aku hanya khawatir saja."


Bayu menampilkan senyuman, "Kamu tidak perlu khawatir. Semalam dia menginap di rumahku. Aku juga sudah memberi tahu Leta kalau Prita tidak bisa pulang semalam."


"Dimana Leta dan Daniel?" tanya Prita.


"Mereka sedang ada di taman. Daniel ingin disuapi di sana."


"Aku ke kantor dulu. Nanti siang aku datang lagi kesini."


Bayu menarik Prita dalam pelukannya. Dikecupnya pipi kanan dan kiri secara bergantian. Ia melihat ada yang wajahnya berubah jadi muram di sana. Bayu hanya melemparkan senyum sembari melenggang keluar pintu.


Ayash mencoba mengalihkan pandangannya. Bisa-bisanya mereka berdua secepat itu bisa langsung akrab. Sampai berani bermesraan di depannya. Hatinya jadi terasa sedikit terbakar. Panas.

__ADS_1


"Kamu.... tidak pergi ke kantor juga?"


"Ya, nanti aku akan pergi setelah Daniel kembali."


"Kamu mau sarapan? Ada nasi padang dan gado-gado yang aku beli sebelum pulang." Prita meletakkan kantong berisi makanan di area pantry.


"Atau kamu mau minum teh?"


"Tidak perlu. Aku sudah sarapan di rumah."


"Semalam kemana saja?"


Pertanyaan Ayash seperti masih menunjukkan kepedulian pada dirinya. Apa dia sedang cemburu? Apalagi tadi Bayu sengaja memeluknya.


"Aku hanya pergi club dan menginap di rumahnya." Prita menjawab dengan santai. Ia meneguk segelas air putih yang diambil dari dalam kulkas.


"Club? Kamu pergi ke club?"


Ayash heran mendengar Prita bisa datang ke tempat seperti itu.


"Memangnya kenapa? Kamu yang bilang sendiri aku harus mempertimbangkan untuk menikah dengan Bayu. Dia orang yang seperti itu. Usaha miliknya club malam. Bukankah aku harus terbiasa dengan hal semacam itu?"


"Iya, tapi kamu tetap bisa kan jadi wanita yang baik. Tidak harus bergaul dengan dunia semacam itu."


"Pakai acara menginap segala. Apa kamu lupa masih ada Daniel?" gumam Ayash.


"Kamu cemburu?"


"Apa!?"


"Iya, apa kamu sedang cemburu? Ini saranmu sendiri, lho."


"Maksudku bukan begitu. Kalian kan belum menikah.... "


"Kami akan menikah."


"Nanti kami akan menikah. Kamu tenang saja."


"Kamu jangan terlalu mencampuri urusan pribadiku, ya. Kita sudah memiliki kehidupan masing-masing. Aku sudah cukup dewasa untuk menentukan kehidupanku sendiri."


"Mari kita fokus pada pasangan kita masing-masing. Dan tentunya anak-anak juga." Prita menyunggingkan senyum.


Ayash melihat ada perubahan dalam diri Prita. Dia jadi lebih keras kepala dan semaunya sendiri. Biasanya Prita tidak seperti ini. Dia kaku.


"Ah, mereka sudah kembali." ucap Prita ketika melihat pintu terbuka dan Leta membawa Daniel masuk.


"Sebaiknya kamu pergi sekarang saja. Aku dan Leta juga mau sarapan."


Prita mengusir halus Ayash. Mau tak mau lelaki itu pergi setelah berpamitan pada Daniel.

__ADS_1


__ADS_2