ANTARA CEO DAN MAFIA 2

ANTARA CEO DAN MAFIA 2
Saran dari Dokter


__ADS_3

Hari ini jadwal Prita memeriksakan kandungannya. Ia datang ke rumah sakit untuk periksa dengan Dokter Yessica ditemani suami tercintanya, Bayu Bagaskara.


Biasanya Prita memeriksakan kandungannya langsung di klinik pribadi Yessica. Namun, karena sang dokter masih praktik di rumah sakit, sehingga ia memutuskan untuk menyusulnya ke sana.


Dokter Yessica menyuruh Prita untuk berbaring di atas ranjang. Ia menyibakkan blouse hingga menunjukkan bagian perut yang akan diperiksanya. Gel bening yang terasa dingin dilumurkan secara merata ke atasnya. Lalu, ia mengambil sebuah alat yang terhubung dengan kabel, lalu menggerak-gerakkan alat tersebut di atas perut. Pada bagian layar monitor mulai terlihat gambaran bayi yang ada di dalam rahim Prita.


"Kandungannya sudah mencapai 34 minggu, ya. Sudah delapan bulan lebih, hampir sembilan bulan. Perkiraan lahir sekitar 4-6 minggu lagi, ya. Kalian sudah mulai harus mempersiapkan."


Dokter masih menggerakkan alatnya sembari memberikan informasi yang didapatkan. Bayu ikut berdiri, memperhatikan perut istrinya diperiksa, sesekali dia juga ikut melihat ke arah monitor.


"Panjang bayinya sudah mencapai 43 cm. Beratnya sekitar 2,2 kg. Kira-kira sudah sebesar buah melon. Mata janin juga telah berkembang baik, pupilnya bisa melebar dan mengecil sebagai respons terhadap cahaya. Paru-parunya juga sudah terbentuk dengan baik. Anak kalian positif laki-laki, ya. Buah zakarnya sudah turun ke skrotum."


"Hidungnya mancung banget ini. Aku yakin wajahnya bakal seperti bule juga. Tentunya akan lebih ganteng daripada ayahnya."


"Lapisan putih berlilin atau fernix yang menutupi kulit bayi juga semakin menebal, cairan ketubannya juga baik.... Semuanya baik.... Oke, aku rasa pemeriksaannya cukup."


Dokter Yessica meletakkan kembali alat yang digunakannya. Ia mengambil tisu, lalu mengelap sisa-sisa gel yang masih menempel di perut Prita hingga bersih. Setelah selesai, ia kembali merapikan pakaian Prita lalu menyuruhnya untuk duduk di sofa.


"Apa ada keluhan selama ini?"


Yessica tetap menanyakan hal-hal yang tidak bisa diketahui lewat pemeriksaan USG. Kondisi fisik dan psikis yang dirasakan ibu hamil juga penting untuk diketahui.


"Tidak ada, Dokter. Hanya saja, aku rasa gerakan janin ini semakin berkurang. Di awal-awal trisemester pertama dia kelihatannya sangat aktif sekali."


"Hem, aktif, ya.... Seperti ayahnya." ledek Yessica.


"Kamu tidak perlu khawatir, Prita. Itu hal yang wajar. Ukuran janin memang semakin membesar, sehingga ruang di dalam rahim juga semakin menyempit. Tapi, masih sangat cukup untuk janin melakukan gerakan."


"Jangan lupa untuk sesekali mengajak calon bayimu berbicara, ya. Supaya dia belajar mengenali suara dari ibunya. Telinganya sudah terbentuk sempurna, akan lebih baik jika kamu sering bernyanyi untuknya. Pastikan kamu yang bernyanyi, ya. Jangan Bayu, nanti malah bayimu bisa stress."


"Kenapa, Yes? Kamu kira aku tidak bisa bernyanyi?"


"Hahaha.... Membayangkanmu bernyanyi saja sudah membuatku ingin tertawa, apalagi kalau sampai mendengarmu bernyanyi sungguhan."

__ADS_1


Prita ikut senyum-senyum membayangkan jika Bayu bernyanyi. Sepertinya dia sangat tidak cocok.


"Kenapa, Sayang? Kamu juga meragukanku, ya? Suaraku lumayan, kok. Nanti di rumah aku nyanyi, ya."


Yessica dan Prita sama-sama menahan tawa.


"Penelitian menunjukkan kalau bayi bisa ditenangkan dengan lagu yang sering dinyanyikan. Jadi, kalau dia sudah lahir dan rewel, nantinya kamu bisa menyanyikan lagu yang biasa ia dengar saat masih dalam kandungan. Makanya, lagunya usahakan yang merdu dan jangan aneh-aneh."


"Oh, iya. Apa di trisemester tiga ini kalian sering berhubungan se*ks?"


Prita menoleh kepada Bayu, seakan meminta ijin untuk mengatakan yang sebenarnya.


"Tidak terlalu sering, Dokter. Tapi, kadang-kadang juga masih melakukan."


"Oh, tumben! Aku kira calon bapak yang satu ini tidak akan kuat puasa, ya. Soalnya dulu juga sampai sedikit pendarahan gara-gara dia yang terlalu bersemangat."


"Yes, kan kamu sendiri yang menyarankan agar menunggunya sampai selesai melahirkan." Protes Bayu. Dia merasa apa yang ia lakukan sudah benar sesuai anjuran dokter.


"Kapan kamu pernah mendengarkan kata-kata orang? Aku hanya bercanda waktu itu kok."


"Gara-gara pendarahan waktu itu dia jadi takut."


"Oh.... Padahal kalau hati-hati juga tidak apa-apa."


"Maksudku untuk mengurangi intensitas berhubungan saat trisemester pertama ya, Pak Bayu. Janin memang belum kuat, jadi tidak boleh sering-sering diajak olahraga."


"Untuk trisemester ketiga, justru harus lebih rajin menjenguk calon bayinya, ya. Ini saran dari dokter loh, Pak Bayu. Kamu pasti senang, kan?"


"Jangan bercanda lagi, Yes.... " Bayu melirikkan tajam matanya ke arah Yessica.


"Aku serius ini.... Se*ks mendekati tanggal persalinan memberikan manfaat yang sama seperti yang diberikannya selama masa kehamilan. Aktivitas sek*sual bisa membantu ibu hamil merasa lebih rileks, meningkatkan kualitas tidur, bahkan meredakan beberapa ketidaknyamanan akibat kehamilan untuk sementara waktu. Hubungan intim di trisemester ini juga tidak memiliki resiko, apalagi kondisi kehamilan Prita sangat sehat."


"Se*ks juga bisa menjadi cara yang menyenangkan bagi ibu hamil untuk beristirahat sejenak dari pikiran-pikiran yang mungkin membuat ibu khawatir menjelang persalinan. Jangan sampai istrimu stres loh!"

__ADS_1


Bayu merenungkan sejenak perkataan Yessica. Mungkin memang benar, karena dia seperti tidak tertarik lagi untuk berhubungan dengan istrinya, Prita jadi punya pikiran yang aneh-aneh. Dia kadang merasa jelek, tidak menarik lagi, padahal menurut Bayu saat hamil Prita jadi lebih cantik. Prita juga curiga kalau dia mencari wanita lain di luaran sana. Kalau dulu mungkin iya. Tapi sekarang, dia sudah cinta buta kepada istrinya. Seperti yang dia katakan, wanita lain hanya seperti makhluk astral baginya.


"Melakukan hubungan intim saat hamil khususnya pada bulan-bulan akhir seperti bulan kedelapan dan kesembilan dapat membantu membuka jalan bagi bayi, sehingga dapat memperlancar proses persalinan."


"Kalau mau persalinannya lancar dan tepat waktu, harus rajin ya, Pak Bayu." Yessica mengacungkan jempolnya kepada Bayu.


Bayu sangat ingin tertawa dengan kelakuan Yessica. Dokter itu memang kadang kocak meskipun lebih sering menyebalkan.


"Kok tidak berterima kasih.... Sudah diberi saran yang menguntungkan juga!"


"Aku masih ragu, takutnya kamu hanya bercanda."


"Aku benar-benar serius ini.... Kemarin aku memang bercanda, tapi aku kan juga mengatakannya pada Prita. Takutnya kamu kebablasan dan main kasar, memang di awal kehamilan kan bahaya. Kalau menjelang persalinan ya beda lagi. Adalkan tetap hati-hati loh ya.... "


"Cara lainnya juga ada lagi untuk memperlancar persalinan sekaligus untuk memperlancar asi."


"Yaitu dengan menstimulasi pu*ting susu ibu, ya. Prita, kamu bisa lakukan sendiri atau minta bantuan Bayu juga boleh."


"Sudah, Dok. Sarannya terlalu enak. Nanti takutnya suamiku malah khilaf tidak bisa berhenti."


"Hahaha.... Biar latihan menahan hawa naf*su. Kemarin-kemarin juga bisa kan?"


"Sepertinya terpaksa itu, Dok."


"Oh, iya. Kamu sudah menentukan mau melahirkan dimana?"


"Mau dimana, Mas?" Prita meminta pendapat Bayu. Dia sendiri belum tahu nantinya mau memutuskan melahirkan dimana. Ketiga anaknya yang dulu ia lahirkan di Singapura semua. Jadi, bayi keempat ini akan menjadi bayinya yang lahir di tanah air.


"Terserah kamu, Sayang. Cari yang menurutmu nyaman."


"Di rumah sakit ini saja, bagaimana? Dokter Yessica yang nanti membantu persalinannya."


"Baik-baik nanti membantu istriku ya, Yes. Kalau tidak, klinikmu akan aku tutup."

__ADS_1


"Siap, Pak Bayu. Asalkan bayarannya sesuai pokoknya."


__ADS_2