ANTARA CEO DAN MAFIA 2

ANTARA CEO DAN MAFIA 2
Peristiwa Malam


__ADS_3

Malam itu, seperti biasa, Bayu duduk bersandar pada tembok ruangan kamar berukuran 6 x 6 meter yang dihuni oleh sekitar dua puluh orang yang masih menunggu proses hukum kasus mereka oleh pengadilan. Hal yang bisa dilakukan hanya merenung, memikirkan langkah ke depan yang akan ditempuhnya.


Alas tidur berupa kasur tipis, ruangan pengap yang jika siang sangat panas dan saat malam menjadi sangat dingin sudah menjadi hal biasa baginya. Segala kenyamanan yang pernah ia rasakan seumur hidup baru bisa ia syukuri ketika tidak bisa menikmatinya lagi. Untuk orang yang belum pernah masuk ke dalam sana, sebaiknya jangan sampai masuk ke dalam sana. Karena, tinggal di dalam penjara benar-benar seperti siksaan. Tidak ada enaknya.


Kalau malam, banyak nyamuk yang berkeliaran dan suka menggigit. Sepertinya sekarang Bayu sudah kebal dengan gigitannya. Dia juga harus berbagi ruangan dengan banyak orang dari lintas usia dan profesi.


Bayu masih beruntung karena berasal dari keluarga yang cukup mampu. Ada anak buahnya yang setiap hari memberikan makanan dan uang untuk keperluannya selama di dalam lapas. Kebanyakan dari orang-orang yang satu ruangan dengannya berasal dari keluarga ekonomi menengah ke bawah. Kasus yang mereka hadapi juga kasus-kasus kecil seperti perjudian, maling hewan ternak, pencopetan, bahkan ada yang dipenjara gara-gara melawan begal sepeda motor sampai pembegalnya tewas.


Hukum di dunia memang seperti itu, tidak ada yang lebih adil daripada hukum Tuhan. Termasuk Bayu, bisa menghadapi hukuman yang mengancamnya dengan santai karena banyak privillage yang dimilikinya.


Kalau ada teman atau anak buahnya yang datang membawa makanan, Bayu akan membagikannya kepada teman-teman satu selnya. Tuan Saddam sudah ditempatkan di sel terpisah dengannya, entah di sebelah mana. Bayu juga sudah tidak pernah melihatnya lagi. Katanya, proses hukumnya sudah dimulai. Namun, dia yang ikut terlibat masih berada di sel sementara karena perkaranya belum juga diproses.


"Pak Bayu.... Siapa di sini yang bernama Bayu Bagaskara?" seru salah seorang sipir penjara.


Tampak ada sekitar lima orang lelaki berpakaian polisi menunggu di luar jeruji besi. Bayu mengangkat tangannya.


"Tolong kemari dan ikut kami." ucap sipir itu lagi.


Bayu mulai bangkit dari duduknya.


"Jangan mau, nanti kamu tidak akan kembali. Sepertinya mereka berusaha ingin menghabisimu diam-diam." bisik salah seorang napi yang ada di dekatnya.


Perkataan itu tidak didengarkan oleh Bayu. Dia sudah berdiri dari tempatnya semula duduk.


"Kami mengingatkanmu karena kamu sudah baik kepada kami. Kadang-kadang ada napi yang tidak kembali lagi setelah dibawa mereka."


"Iya, benar. Kamu harus hati-hati."


Beberapa napi lain ikut menasihatinya. Namun, Bayu tidak takut sama sekali dengan apa yang mereka katakan. Ia tetap berjalan menuju arah pintu yang sudah dibukakan oleh sipir tersebut.


"Berikan tanganmu."


Bayu menyerahkan kedua tangannya. Sipir itu memasangkan borgol di kedua pergelangan tangannya. Lalu, kepala Bayu ditutupi oleh kain hitam sehingga dia tidak bisa melihat apapun.


"Ikuti kami dan jangan melawan sedikitpun." bisik sang sipir saat penutup kain hitam itu sudah terpasang di kepala Bayu.


Bayu sudah seperti tahanan yang akan menjalani prosesi hukuman gantung. Meskipun sedikit ada rasa khawatir, ia tetap saja berusaha bersikap santai. Ia percaya, semuanya akan baik-baik saja.


"Wah, kasihan sekali bos kita. Padahal selama ini dia baik sekali." guman salah seorang napi.


"Iya, sepertinya malam ini dia akan mati." sahut napi yang lain.

__ADS_1


"Tidak ada lagi orang yang akan membagikan makanan enak kepada kita. Sepertinya dia orang kaya."


"Orang kaya yang tidak sombong. Mau saja dia ditempatkan di sel yang sama dengan orang miskin seperti kita."


"Benar, dia punya banyak uang untuk membeli makanan enak. Seharusnya dia juga membeli sel istimewa yang fasilitasnya bagus setara hotel."


"Maksudmu seperti Tuan Saddam yang sinis itu, ya?"


"Ya, dia orang yang sangat kaya. Suatu hal yang sangat remeh hanya untuk mendapatkan sel istimewa untuknya."


"Memangnya kamu yakin dia dipindahkan ke sel istimewa?"


"Rumor yang aku dengar begitu."


"Sepertinya tidak begitu."


"Lalu kemana Bapak itu?"


"Kasusnya sudah mulai diproses, aku rasa dia hanya dipindahkan sel saja."


"Sel istimewa pasti.... "


"Kalian jangan lupa tidur supaya besok bisa bangun pagi!" seru sipir sembari mengunci kembali pintu besi yang tadi ia buka.


"Iya, Pak.... " seru para napi kompak.


Bayu dibawa oleh orang-orang itu entah kemana. Bayu sama sekali tidak tahu arah dan tujuan mereka membawanya. Dia hanya bisa mengikuti gerakan kedua orang yang berjalan di sampingnya.


Hanya kegelapan dan kesunyian yang bisa Bayu rasakan. Suara-suara menjadi terdengar jelas ketika indera pengelihatannya tak berfungsi. Setiap kali mereka melewati pintu pagar besi, suara petugas yang membukakan kunci sangat jelas terdengar olehnya. Entah berapa gerbang yang sudah ia lewati. Mungkin mereka akan membawanya keluar dari bangunan penjara itu saking lamanya ia rasa dibawa berjalan.


Orang-orang yang membawanya itu juga tak mengeluarkan sepatah katapun. Mereka mendampinginya dalam diam. Hanya derap langkah kaki yang terdengar teratur mengimbangi langkahnya.


"Pak, kami sudah membawa orangnya."


Bayu hanya bisa mendengar suara yang baru saja seseorang ucapkan.


"Masukkan dia ke mobil."


"Baik, Pak."


Bayu dibimbing untuk menaiki sebuah kendaraan yang sepertinya agak tinggi. Seperti akan menaiki bagian belakang truk. Tubuh Bayu didorong agar bisa naik ke atas. Setelah Bayu naik ke atas, terdengar suara mesin kendaraan dinyalakan. Tubuhnya sedikit bergoyang karena kendaraan itu mulai berjalan. Bayu masih diam mengikuti kemauan mereka.

__ADS_1


Srek!


Akhirnya seseorang melepaskan kain penutup dari kepalanya. Bayu jadi tahu jika sekarang dia berada di atas truk polisi yang berjalan. Di dalam sana, ada tujuh orang bersenjata yang mengelilingnya. Dua orang dari merek bisa Bayu kenali, yaitu Bara dan ayahnya.


"Kamu pasti kaget dibawa kesini seperti ini." ucap Bara.


"Bayu, salam kenal. Saya Pak Inu, ayah Bara. Kedepannya kita akan sering bertemu." kata Pak Inu.


"Aku yakin pengacaramu sudah memberitahukan semua kesepakatan di antara kita."


"Apa kalian benar-benar akan membebaskanku?" Bayu tidak bertele-tele. Dia menanyakan pada pokok permasalahan yang ingin ia ketahui. Jika kesepakatannya cocok, dia tidak akan menolak untuk bekerjasama.


"Bayu.... "


Sebelum Bara menyelesaikan ucapannya, Pak Inu lebih dulu membungkam mulutnya. Seolah ia tak mengijinkan Bara untuk berbicara.


"Ya, tentu saja."


"Kalau begitu, lepaskan ini dulu." Bayu menunjukkan borgol yang melingkar di tangannya. "Kalau kalian mau bekerjasama denganku, seharusnya kalian percaya kalau aku tidak akan kabur."


Pak Inu memberi isyarat kepada anak buahnya untuk melepaskan borgol itu. Seketika tangan Bayu menjadi terasa bebas.


"Aku mau dibawa kemana?"


"Kami akan memindahkanmu ke penjara khusus, tentunya yang dekat dengan kantorku."


Bayu mengerutkan dahi, "Katanya aku akan dibebaskan? Kenapa malah dipindahkan sel?" kepalanya mulai dipenuhi oleh pikiran buruk.


"Jangan salah paham dulu, ini hanya formalitas. Kamu akan diperlakukan dengan khusus di tempat yang baru. Ini sekaligus untuk menyamarkan berita supaya tisak terlalu mencolok jika kasusmu tiba-tiba hilang. Setidaknya kamy tidak boleh tampil di depan publik selama beberapa waktu. Tapi, syaratnya, kamu harus membantu polisi semala waktu itu."


"Berapa lama?" tanya Baru penasaran.


"Satu tahun." Bayu harus tercengang dengan jawaban dari Pak Inu. Satu tahun itu waktu yang sangat lama. Itu artinya dia sama saja dipenjara.


"Kalau hasil kerjamu signifikan, aku akan memperingan lagi hukumanmu, mungkin kamu boleh sesekali pulang ke rumah. Aku yakin kamu ingin bertemu istri dan anakmu."


Kalau orang sudah menyebut tentang anak dan istri, Bayu sudah tidak bisa memungkirinya lagi. Mereka adalah kelemahannya.


------------------‐‐---‐---------"""""-------------------------------------------


Jangan lupa bantu vote ya, supaya author lebih semangat update-nya. Terima kasih. 🥰

__ADS_1


__ADS_2