
Eh.... Covernya sudah diganti sama NT 😁
Terima kasih yang masih setia menunggu update cerita. 🥰
------------------------------------xx---------------------------------------------
"Daddy..... " Daniel berlari menyongsong daddy-nya yang baru saja memasuki ruang besuk tahanan diantarkan oleh dua orang petugas lapas.
Bayu merendahkan tubuhnya, menyambut anak lelakinya dengan pelukan. Sejenak mereka berdua menikmati momen saling berpelukan setelah sekian lama tidak pernah bertemu.
Bayu tidak menyangka hari ini ia akan mendapat kunjungan dari Daniel dan juga.... Ayash.
"Daddy.... Daddy kenapa ada di sini?" tanya Daniel.
Bayu menatap mata anaknya sembari tersenyum, "Daddy berbuat salah, Sayang. Makanya daddy harus berada di sini." Ia mengusap kepala anaknya yang kian hari terlihat semakin besar dan semakin mirip dengannya.
"Ini kan tempat orang-orang jahat. Memangnya Daddy juga jahat, ya?"
Bukannya marah tapi pertanyaan itu terdengar lucu di telinga Bayu. "Iya, Daniel. Daddy sudah berbuat jahat. Makanya daddy harus bertanggung jawab."
"Kalau kamu sudah besar, kamu harus menjadi orang yang baik supaya tidak seperti daddy."
"Mama ada di rumah sakit. Dia belum mau bangun, Daddy."
Bayu tersenyum getir. Prita menjadi seperti itu juga karena dirinya. Seandainya saja dia tidak membawa serta Prita ke Kota J, seandainya Prita tetap berada di rumah, seandainya dia tidak perlu menampakkan diri di depannya.... semua ini tidak akan terjadi.
"Bantu daddy menjaga mama, ya. Daddy belum bisa menemui mama."
Daniel mengangguk.
Bayu menggendong Daniel seraya berjalan ke arah Ayash. "Aku tidak tahu kalau kamu yang datang mengunjungiku. Tapi.... terima kasih."
"Duduk dulu."
Bayu mempersilahkan Ayash untuk duduk di bangku yang telah tersedia di sana. Mereka saling duduk berhadapan. Sementara Daniel duduk di pangkuan Bayu.
"Daniel, kamu ikut pak sopir dulu ya, main di depan." pinta Ayash.
Daniel mengangguk dan turun dari pangkuan Bayu dan berjalan ke arah sopir yang masih berdiri di muka pintu.
Setelah melihat Daniel pergi, barulah keduanya mulai berbicara.
"Apa benar kamu yang sudah melaporkan ayahmu sendiri?"
Bayu mengangguk. Kali inipun ia merasa sedang diinterogasi, seperti hari-harinya di dalam lapas.
"Kenapa?"
__ADS_1
"Mungkin karena sudah waktunya."
"Kamu tidak melihat imbas dari hal itu."
Tentu saja Bayu sudah tahu resiko yang harus dihadapi jika dia membongkar semuanya. Dia akan jauh dengan anak dan istrinya.
"Apa perlu aku carikan pengacara untuk membebaskanmu?"
Bayu mengangkat kepalanya dan menatap dalam-dalam lawan bicaranya. Ayash.... Orang yang selama ini selalu mengganggu pikirannya, membuatnya khawatir akan kehilangan istrinya, hari ini datang menawarkan bantuan kepadanya. Hubungan mereka tidak pernah dekat untuk sekedar saling menyapa apalagi memberi bantuan.
"Kenapa kamu menginginkan kebebasanku?"
Kalau Bayu tidak berani berhadapan dengan hukum, dia hanya perlu diam dan membiarkan perbuatan ayahnya. Kekuasaan yang ayahnya miliki, relasinya dengan pejabat-pejabat penting, sebesar apapun kejahatan yang akan dilakukan keluarganya bisa dengan mudah ditutupi. Bayu nekad membongkar semua itu karena ia sudah tahu apa yang sekiranya akan terjadi padanya. Dan dia sudah siap menghadapi semua kemungkinannya.
"Bukankah seharusnya kamu senang aku ada di sini? Kamu akan lebih senang jika aku tidak bisa keluar dari sini seumur hidupku."
"Ya, seharusnya aku senang. Tapi, kenyataannya aku tetap tidak merasa senang."
"Aku sangat membencimu kalau kamu ingin tahu."
Bayu juga tahu lelaki itu membencinya sejak dulu. Entah kenapa di kehidupan ini posisi mereka saling membenci.
"Lalu kenapa kamu menawarkan bantuan?"
Ayash terdiam sejenak, "Aku tidak ingin anak-anak terutama Daniel tidak menghormatimu di masa depan karena memiliki seorang ayah yang pernah dipenjara."
"Pada kenyataannya aku memang orang yang seperti itu. Jika mereka membenciku, aku memang patut untuk mereka benci."
"Aku tidak bisa mengubah masa laluku. Kamu tidak perlu bersusah payah untuk membelaku."
"Bukankah hal wajar bagi sebuah keluarga untuk membela anggota keluarganya, sesalah apapun dia? Aku rasa jika Prita ada di sini, dia akan melakukan hal yang sama denganku."
Ayash benar. Bayu juga seperti itu. Berharap ayahnya bisa berubah dan kembali menjalani kehidupan yang normal. Tapi, ayahnya terlalu takut untuk memulai hal yang baru. Dia lebih baik menghabisi keluarganya daripada meninggalkan ambisinya.
"Entah kamu akan senang mendengarnya atau tidak, aku ingin mengatakan sesuatu padamu."
Bayu memperhatikan dengan saksama apa yang hendak Ayash ucapakan.
"Aku ingin memindahkan Prita ke Kota S."
Bayu masih terdiam tak memberikan respon.
"Jangan salah paham, ya. Aku melakukan ini untuk anak-anak."
"Aku punya banyak pekerjaan di sana, tidak bisa setiap waktu datang ke sini membawa anak-anak."
"Kali inipun aku harus meninggalkan Dean dan Livy di rumah."
__ADS_1
Bayu tertawa kecil, "Kalaupun kamu membawanya saat aku masih ada di sini, tanpa ijinku, akupun tak akan tahu apa yang akan kamu lakukan padanya."
"Seandainya kamu mau kembali lagi padanya, aku juga tidak akan tahu."
"Aku bukan orang yang seperti itu meskipun bisa saja aku melakukannya."
"Prioritasku adalah anak-anakku."
Ayash benar-benar orang yang luar biasa. Mungkin di dunia ini hanya ada satu dari sekian juta manusia yang berhati malaikat seperti itu. Bisa bersama Prita setelah bersaingan dengan orang seperti dia adalah keajaiban dari hal yang hampir mustahil terjadi. Jika dia tidak memiliki kelemahan, tidak mungkin Prita mau meninggalkan lelaki seperti itu.
"Bawalah dia kembali ke sana." ucap Bayu. Memang Prita lebih baik berada di Kota S. Kehidupan Kota J sangat berat, apalagi jika orang-orang mengenalinya sebagai bagian dari keluarga Bagaskara yang mungkin saat ini menjadi keluarga paling di benci oleh banyak orang.
"Maaf, Pak. Waktu kunjungannya sudah berakhir." kata salah seorang sipir penjara yang baru saja menghampiri mereka.
Mau tidak mau keduanya harus mengakhiri pertemuan mereka yang sangat singkat.
"Ah, iya, Pak. Tolong tunggu sebentar lagi. Saya akan panggilkan anak saya untuk bertemu ayahnya dulu sebelum pulang. Sebentar saja."
Ayash buru-buru berlari ke luar untuk mencari Daniel. Bayu hanya bisa terpaku melihat kelakuan orang itu di tempatnya.
"Siapa yang kali ini menemui Anda, Pak?" tanya sipir penjara itu. Bayu memang lumayan akrab dengan para petugas di sana. Apalagi banyak orang penting yang datang untuk mengunjunginya.
"Dia.... temanku." ucapnya lirih.
"Anda punya teman yang sangat banyak dan perhatian. Biasanya kalau mendengar kabar ada orang yang masuk penjara, seketika teman-temannya menghilang. Berbeda dengan cerita Anda."
Bayu hanya tersenyum. Dia tidak akan perlakuan sebaik ini jika tidak mengenal Prita. Wanita itu yang membawanya dalam kehidupan yang dikelilingi penuh dengan orang-orang baik.
"Daddy.... " Daniel kembali berlari ke arah ayahnya.
Bayu dan Daniel berpelukan. Bayu hampir menangis, sebentar lagi dia tidak lagi bisa melihat anaknya. Ia puas-puaskan momen itu untuk memeluk dan menciumi putranya. Dia berharap Daniel bisa tumbuh dengan penuh curahan kasih sayang dari banyak orang, tidak seperti masa kecilnya yang tidak menyenangkan.
"Jadi anak baik, ya. Dan jaga mama." ucap Bayu sebelum melepas pelukannya dan mengikuti pak sipir masuk kembali ke dalam tahanan.
"Aku akan mengirimkan pengacaraku untuk membantumu." seru Ayash.
Bayu membalasnya dengan senyuman.
"Daddy....!" seru Daniel.
Anak itu tampak menitihkan air mata ketika melihat ayahnya harus kembali masuk ke dalam tahanan. Bayu hanya bisa tersenyum kepadanya.
Sementara, Daniel semakin menangis saat ia tidak bisa lagi melihat ayahnya yang sudah masuk ke dalam. Ayash memeluknya, mencoba menenangkan Daniel agar tidak menangis.
"Papa akan bantu daddy-mu agar segera bisa pulang lagi, ya. Jangan menangis lagi."
Daniel masih menangis sesenggukan, menjadi bahan perhatian dari beberapa orang yang juga ada di sana melakukan kunjungan. Sangat menyedihkan melihat keluarga yang terpisah oleh jeruji besi. Namun, pelanggaran hukum tetap harus diproses secara hukum.
__ADS_1
NB: jangan ngarep lelaki seperti Ayash, kayaknya sih nggak ada. Cuma ada dalam cerita. Nanti kalau nunggu-nunggu tipe yang seperti itu, bisa jadi jomlo seumur hidup 😅