ANTARA CEO DAN MAFIA 2

ANTARA CEO DAN MAFIA 2
Nasib Yana


__ADS_3

Yana termenung meratapi nasibnya yang berakhir di balik jeruji besi. Ia menyesal, sangat sangat menyesal. Tindakan yang ia lakukan hanya karena amarah sesaat menyebabkan hidupnya lebih hancur. Kesedihan terbesar adalah tidak bisa lagi bersama dengan putra kesayangannya yang sudah berusia tujuh tahun. Namanya Giovani, buah cintanya bersama Moreno.


Yana bersama Moreno menjalani biduk rumah tangga selama kurang lebih delapan tahun sebelum akhirnya memutuskan untuk pisah rumah dan bercerai. Pernikahan mereka memang diawali dengan perkenalan yang singkat antara dua keluarga karena perjodohan. Yana juga tahu awalnya Moreno terlihat tak begitu tertarik padanya. Dia menerima perjodohan itu hanya demi ibunya. Sementara, Yana sudah jatuh cinta saat pertama kali bertemu dengan Moreno.


Yana kira kehidupan rumah tangganya akan baik-baik saja. Cinta bisa tumbuh karena terbiasa. Awal-awal pernikahan Moreno terkesan cuek dan masa bodoh. Namun, dengan kegigihan Yana untuk mempertahankan pernikahannya, lambat laun Moreno bisa bersikap baik padanya. Apalagi saat ia mengandung anaknya, ia serasa menjadi wanita yang paling dicintai di dunia.


Dibalik sikap baik yang Moreno tunjukkan, suatu Yana mendapatkan sebuah fakta bahwa Moreno masih mencintai mantan pacarnya. Ia menemukan banyak sekali foto-foto dan benda-benda kenangan dari wanita bernama Shuwan yang tersimpan di balik ruang tersembunyi di ruang baca.


Saat itu Yana sangat syok dan merasa terkhianati. Tapi, ia lebih memilih diam. Tidak masalah suaminya masih mencintai mantan pacarnya asalkan Moreno masih tetap menjadi suaminya. Apalagi dia juga tahu kalau wanita yang bernama Shuwan Mey itu sedang tidak berada di Indonesia.


Moreno juga sudah mendapatkan seorang anak darinya. Dengan keberadaan buah cinta mereka Yana yakin Moreno akan berpikir seribu kali jika ingin meninggalkannya. Setiap pasangan pasti akan memilih bertahan dengan kehadiran anak di antara mereka.


Namun, sekali lagi, apa yang Yana perkirakan tak sesuai dengan kenyataannya. Ketika Shuwan kembali ke Indonesia, Moreno mulai mengabaikannya. Rasa kasih sayang dan perhatian yang pernah diberikan seketika hilang. Ia pulang ke rumah hanya untuk menemui anaknya, Gio. Moreno kembali jatuh cinta kepada mantan pacarnya.


Sampai suatu ketika, Moreno memintanya untuk mau bercerai dengannya. Tentu saja Yana menolak keras. Ia ingin tetap mempertahankan rumah tangganya demi Gio.


Hari-hari yang awalnya damai berubah menjadi neraka. Setiap hari mereka selalu berdebat, saling menyalahkan. Mungkin Gio sebagai anak juga tidak betah di rumah setiap kali melihat kedua orangtuanya bertengkar.


Yana meminta Moreno untuk berpikir ulang dengan perceraian, ada Gio yang harus mereka jaga perasaannya. Namun, Moreno tetap kukuh minta bercerai. Yana tak habis akal. Ia meminta rumah, apartemen, villa, hingga mobil sebagai syarat perceraian.


Tanpa disangka, Moreno mau mengabulkan sederet permintaannya. Dia rela melepaskan semua hartanya demi Shuwan. Sebegitu besar cintanya terhadap wanita itu sampai memilih meninggalkan keluarga yang baru dibangunnya.


Akhirnya Yana mengalah, menerima keputusan perceraian dari pengadilan. Ia menjanda dengan bekal harta yang cukup untuk hidup berdua dengan anaknya. Namun, itu tetap tidak cukup. Ia belum rela melepaskan Moreno yang sangat dicintainya. Hingga akhirnya tragedi penabrakan itupun terjadi dan diapun menyesalinya.


"Bu Yana.... ada yang mau bertemu."


Dua orang sipir wanita membukakan pintu sel seraya mempersilakan Yana keluar mengikuti mereka. Sebelum menemui orang yang datang berkunjung, tangan Yana diborgol agar tidak kabur.


"Mama.... "


Seorang anak lelaki berlari menghampirinya. Dia Gio, putranya. Yana langsung memeluk putranya dengan keadaan tangan masih diborgol. Ia menangis tersedu-sedu sembari memeluknya. Lagi-lagi dia menyesali perbuatan bodoh yang sudah dilakukannya sehingga harus berpisah dengan anaknya.


"Mama katanya menabrak orang ya, Ma? Jadi Mama harus dipenjara." ucap Gio.

__ADS_1


Yana kembali menangis tersedu-sedu menatap wajah anaknya, "Maafkan mama, Gio.... "


"Hua.... Mama.... Gio juga ingin ikut dengan Mama.... Hiks Hiks.... "


Gio ikut menangis keras. Ibu dan anak itu saling berpelukan sembari menangis bersama. Sudah dua minggu mereka harus berpisah, rasanya sangat menyakitkan.


"Gio.... Kamu harus sekolah, jadi anak baik dan pintar. Tunggu mama sampai keluar dari sini, nanti kita tinggal bersama lagi."


"Aku tidak mau, Ma.... Aku mau tinggal di sini menemani Mama. Huhuhu.... "


"Gio, dengarkan mama. Mama sudah berbuat salah, jadi harus dihukum. Gio sebagai anak yang baik, sementara tinggal dulu dengan papa, ya."


"Kalau kamu ikut mama di sini, nanti mama dimarahi pak polisi. Nanti mama jadi semakin lama tinggal di sini."


"Kamu tidak mau kan, mama lama-lama di sini?"


Gio menggeleng, "Tapi Gio bakalan kangen Mama.... "


Gio mengangguk.


"Anak pintar." ucap Yana.


Yana menuntun anaknya menuju kursi tempat duduk Moreno. Dia tidak mengira Moreno akan mengunjunginya siang itu.


"Bagaimana keadaanmu?" tanya Moreno.


"Baik." Yana menjawab dengan nada lesu.


"Ini dari ibuku. Dia menitipkan makanan kesukaanmu."


Moreno menyodorkan box bersusun berisi makanan ke hadapan Yana. Makanan yang khusus dimasakkan oleh ibunya untuk Yana. Memang, setelah mereka bercerai, ibu Moreno masih menyayangi Yana seperti anaknya sendiri.


"Terima kasih."

__ADS_1


Yana terharu. Mantan ibu mertuanya masih sebaik dulu, bahkan saat ia dalam kondisi terpuruk, dia masih menyempatkan diri memasakkan makanan kesukaannya.


"Kamu tidak perlu khawatir dengan kondisi Gio. Dia tinggal bersama orang tuaku. Kalau aku tidak sibuk, Gio juga tinggal di apartemenku."


"Iya. Terima kasih sudah merawat Gio."


Meskipun Moreno sangat kesal dengan Yana dan dia tidak bisa memaafkannya, namun Yana tetal ibu dari anaknya. Dia tak bisa sepenuhnya mengabaikan wanita yang telah melahirkan anaknya.


"Aku tidak akan membantumu dalam hal lain. Urusan kita sebatas Gio, tidak lebih. Kamu tetap harus mempertanggungjawabkan perbuatanmu."


"Iya, aku tahu. Sekali lagi maafkan aku." Yana menitihkan air mata saat mengucapkan kata maaf.


"Aku tidak akan memaafkanmu." tegas Moreno.


Yana berusaha menegarkan diri mendengarkan perkataan Moreno. "Aku sudah tau itu."


"Aku tidak akan lagi mengharapkan maaf darimu. Tapi, tolong antarkan Gio jika sesekali ingin menemuiku. Aku rasa itu sudah cukup."


"Akan aku lakukan."


"Kalau begitu, aku dan Gio akan pulang sekarang." Moreno bangkit dari kursinya, "Gio, ayo pulang." ajaknya.


"Papa, aku masih mau bersama Mama.... "


"Kalau kamu seperti itu, nanti pak polisi marah dan Gio jadi tidak bisa bertemu mama lagi."


Gio menatap mamanya. Mamanya tampak mengangguk, menandakan ia harus mematuhi perkataan papanya.


"Mama, Gio pulang dulu, ya.... Mama jaga kesehatan. Gio akan sangat merindukan Mama...."


"Iya, Sayang. Mama juga akan merindukan Gio. Jangan lupa rajin belajar, ya!"


Mereka berpelukan sebelum berpisah. Sipir wanita kembali membawanya ke dalam, sementara Gio dan Moreno pergi keluar dari ruang kunjungan tahanan.

__ADS_1


__ADS_2