ANTARA CEO DAN MAFIA 2

ANTARA CEO DAN MAFIA 2
Jangan Pulang!


__ADS_3

"Kamu sudah gila apa bodoh!?"


Irgi tampak marah-marah dengan seseorang yang sedang ia telepon.


"Tapi ini juga keputusan Prita. Dia maunya begitu."


Suara dari seberang telepon adalah Ayash.


"Kamu tahu Bayu, kan? Dia sekarang sudah menetap dan membuka bisnis di sini. Kalau kalian kembali ke Indonesia, sudah siap kamu bertemu dia lagi?"


"Apa lelaki seperti itu masih berani mendekati wanita yang sudah bersuami dan memiliki tiga anak?"


"Oh, come on! Kita sama-sama lelaki. Kalau tertarik sesuatu, mana peduli dengan status wanita. Mau punya suami atau anak sekalipun, kalau suka ya tetap suka. Kamu mau kejadian dulu terulang lagi?"


"Lagian kenapa ingin kembali lagi kesini? Apa uang yang kamu dapatkan dari perusahaan kurang banyak? Kamu nggak suka mengurus perusahaanku?"


"Kenapa pembahasannya sampai di situ? Aku tidak masalah dengan pekerjaan. Ini murni keinginan Prita. Aku juga sudah menjelaskan kemungkinan yang terjadi jika kami kembali. Dia bilang tidak apa-apa."


Irgi menghela nafas. Ia bahkan sudah bertemu dengan Bayu dan akan lebih sering bertemu dengannya karena adanya kerjasama antara hotel dan Skylight Bar.


"Bayu sudah tahu tentang Daniel. Dia tahu kalau Daniel anaknya."


"Apa!?" Ayash tampak terkejut dengan perkataan Irgi.


"Apa Daniel sudah pernah bertemu Bayu? Apa orang itu sampai datang ke Singapura untuk menemui Daniel?"


"Aku rasa tidak pernah. Prita maupun Daniel tak pernah mengatakan apapun. Aku rasa hari-hari kami berjalan seperti biasa."


"Aku katakan sejujurnya saja, ya. Greenland Paradise Hotel akan bekerjasama dengan Skylight Bar milik Bayu. Itu klub malam terkenal di Kota S saat ini. Minggu lalu kami pernah bertemu dalam rapat. Dia mengatakan padaku akan mengambil Daniel anaknya."


"Aku tak akan membiarkan hal itu terjadi."


"Karena itu aku harap hiduplah dengan tenang di Singapura, tak perlu kembali kesini. Aku khawatir dengan Prita dan Daniel."


"Aku juga maunya seperti itu. Tapi, Prita terkadang masih terlihat tertekan terutama saat mama datang."


"Tante Maya masih curiga tentang Daniel, ya?"


"Yah, seperti yang kamu tahu. Sejak dulu Mama masih begitu."


"Aku sudah memperingatkanmu jauh sebelum kalian menikah. Seharusnya kamu ceritakan yang sebenarnya kepada Tante Maya. Akhirnya hidup kalian tetap rumit, kan?"


Ayash terdiam. Irgi memang sudah pernah memprediksi kejadian seperti ini akan terjadi. Dia terlalu menyepelekan hal itu. Dia kira, ibunya akan menerima semua hal yang terjadi setelah mereka menikah. Ternyata dia salah. Mama Maya masih belum menerima Daniel dengan sepenuh hati.

__ADS_1


"Dulu aku bilang, berikan Daniel padaku, aku akan mengasuhnya dengan baik dan kalian bisa menjalani hidup berumah tangga dengan damai. Kamu menolak, katanya bisa menjadi ayah yang baik untuk Daniel."


"Apa aku kurang baik menjadi ayah Daniel?"


"Perlakuanmu mungkin baik kepada Daniel. Tapi sikap ibumu yang seperti itu, sama saja membuat kehidupan Daniel tidak baik."


"Mama bilang akan merubah sikapnya jika kami mau kembali ke mansion. Dia tidak akan menanyakan lagi tentang Daniel."


Irgi memutar malas bola matanya, "Terserah padamu sajalah! Kapan rencananya kalian akan pulang?"


"Dalam waktu dekat ini."


"Kamu sudah menyampaikan rencanamu kepada ayahku?"


"Ya, kami sudah membahas tentang siapa yang akan menggantikanku menjadi CEO nanti. Apa kamu berniat untuk mengurusi bisnismu di sini?"


"Itu terserah Raeka. Jika nanti dia mau aku bawa ke Singapura, aku akan kembali mengirusi MyShoppa. Tapi, kalau dia tetap ingin di Indonesia, aku akan tetap bertahan menjadi presdir di PT Prayoga Jaya. Kamu tidak berniat menggulingkan posisiku, kan?"


"Tidak, tidak... kamu sudah tepat menduduki jabatan itu di sana. Mungkin aku akan melamar di perusahaanku sebagai GM kembali. Harap Pak Presdir nanti menerimaku."


"Hahaha... nggak masalah jadi bawahanku? Orang cerdas sepertimu tidak cocok bekerja di bawahku."


"Anakku ada tiga, kerja apa saja akan aku lakukan asal anak dan istriku bisa makan."


"Hahaha... bahasamu seperti bapak-bapak yang sedang putus asa. Ya sudah, aku tutup dulu teleponnya. Sampaikan salamku pada Prita."


Irgi mengakhiri teleponnya. Ia merebahkan tunuhnya di sofa. Ia kembali mengingat peristiwa di hari pernikahan Ayash dan Prita.


Flashback On


Malam itu, Irgi menerima telepon dari Ayash tak lama berselang setelah Ayash dan Prita hendak pergi ke hotel tempat bulan madu dengan mobil pengantin. Ayash meminta Irgi menjemputnya di area pinggiran kota tanpa memberi tahu siapapun. Ia akhirnya pergi ke sana dengan perasaan yang kurang baik.


Setibanya di sana, Irgi terkejut melihat mobil pengantin yang terhenti di tepi jalan dalam kondisi kaca pecah. Di dekatnya ada sopir yang tergeletak meninggal serta Ayash yang lengannya mengeluarkan darah karen tertembak.


"Apa yang terjadi?" Irgi sangat khawatir. "Mana Prita?" Ia tambah panik saat menyadafi Prita tidak ada di sana.


"Mario. Dia membawa Prita pergi."


"Ah, ****!" Irgi tidak menyangka kalau kali ini juga ulah Mario.


Irgi segera menghubungi polisi untuk datang ke lokasi kejadian. Ia memaksa Ayash untuk pergi ke rumah sakit terdekat meskipun awalnya dia menolak. Ayash ingin segera mencari Prita. Irgi meyakinkan Ayash akan menemukan Prita, sedangkan Ayash harus menjalani operasi pengangkatan peluru yang bersarang di lengannya.


Malam semakin larut, Irgi masih setia menunggu Ayash yang masih berada di ruang operasi. Tanpa ia sangka, Irgi melihat Prita digelandang ke salah satu ruang perawatan dalam keadaan pingsan. Lelaki yang membawa Prita ke rumah sakit adalah Bayu. Kondisinya terluka parah, namun tetap menggendong Prita sampai ruang IGD. Bayu sendiri akhirnya ikut pingsan karena kondisinya.

__ADS_1


Irgi beralih menemani Prita. Setelah dua jam mendapatkan asupan infus dan obat penguat kandungan, Prita tersadar dari pingsannya. Kata dokter Prita hampir keguguran, tapi janinnya masih bisa diselamatkan.


Saat itu Irgi seperti orang gila. Dia harus menunggui dua temannya yang terluka tepat di hari pernikahannya. Ia tak bisa menghubungi siapapun karena Ayash melarangnya.


"Ir... kok kamu bisa ada di sini?"


"Aku menemani Ayash di sini."


"Apa dia baik-baik saja?" Prita terlihat khawatir. Ia tahun Ayash sempat terkena tembakan.


"Kamu tenang saja, dia sudah menjalani operasi pengangkatan peluru di lengannya. Dia sudah baik-baik saja, hanya masih pingsan karena pengaruh obat penenang."


"Ah! Aku sempat pendarahan. Apa dokter sudah memeriksa kandunganku?"


"Anakmu baik-baik saja. Kamu hanya perlu istirahat agar kondisimu pulih dan bayimu semakin kuat."


"Ah, syukurlah." Prita mengelus perutnya. Ia merasa sedikit tenang.


"Tadi aku melihat Bayu yang mengantarmu kemari."


"Dimana dia sekarang?"


"Dia sepertinya dirawat di salah satu tuangan. Dia pingsan dan kondisinya terluka cukup parah."


Prita menggigit bibirnya. Meskipun ia takut kepada Bayu, Tapi Bayu juga orang yang telah menyelamatkannya dari Mario. Jika bukan karena Bayu, mungkin dia sudah diperkosa oleh Mario dan anaknya tak bisa diselamatkan.


"Sebenarnya apa yang terjadi?"


"Mario menghadang mobil kami. Dia membawaku pergi bersamanya setelah membunuh sopir dan menembak Ayash. Dia membawaku ke rumah tepi laut. Dia hampir memperkosaku di sana. Tapi entah bagaimana, Bayu yang datang menyelamatkanku. Dia hendak membawaku ke rumah sakit tapi aku pingsan jadi aku tidak ingat apa-apa lagi."


Irgi terdiam.


"Ir.... "


"Hm?"


"Pindahkan kami ke rumah sakit lain. Kamu harus melakukannya malam ini juga sebelum Bayu kembali mencariku."


"Kondisimu belum pulih, Ta... lebih baik kamu tetap dirawat di sini. Kamu tidak perlu khawatir tentang Bayu. Aku akan menjagamu di sini 24 jam. Kalau kamu merasa masih kurang, akan aku tambah personil pengaman di sini."


"Pkease, aku tidak akan tenang jika berada di rumah sakit yang sama dengannya. Kamu harus memindahkan kami ke rumah sakit yang tak bisa ia temukan. Aku tak mau Bayu menemukanku."


"Ta... "

__ADS_1


"Please.... lakukan saja dan jangan bertanya lagi."


Karena melihat mata Prita memelas, ia menjadi tidak tega. Akhirnya ia mengurus kepindahan Prita dan Ayash ke rumah sakit lain malam itu juga.


__ADS_2