Sang Penakluk Yang Takluk

Sang Penakluk Yang Takluk
Anggota Lama Kembali


__ADS_3

** Halohaa. Terima Kasih, kalian masih membaca Sang Penakluk Takluk. Kali ini Akan ada Perkenalan VISUAL KARAKTER berdasarkan PENulis ya🤗🤗 **


♥︎♥︎♥︎


"Lama!"


Ricky melipat tangan di dada. Itu yang membuat para anggotanya yang baru saja pulang berlibur menjadi cemas. Baru saja tiba, mereka harus tertunduk lesu karena entah bagaimana tiba-tiba komander mereka sudah berada di tempat mereka berhenti.


"M-maaf, Komander." Ujar Clair yang menunduk.


"Disini, anggota lain tengah sibuk mengurus berbagai macam hal dan kalian malah bersenang-senang disana."


"Apa sih, kak. Kan, sudah mendapat izin. Jangan merepet, dong." Tukas Richi tak terima teman-temannya dimarahi.


"Kau juga. Kau bilang padaku satu hari. Nyatanya kalian dua hari disana. Sebagai pemimpin kelompok, seharusnya kau yang tegas dan malu telah berbohong."


Richi mendelik kesal. Kenapa malah dia yang dimarahi?


"Kami juga perlu refreshing, tahu. Memangnya urusan Valiant tidak membuat otak kami keriting?" Balas Richi lagi. "Kalau kakak kan, ketuanya. Wajar saja kan, mengurusi hal seperti itu. Sudah, ah. Baru saja pulang, sudah membuat suntuk saja."


Richi menyandang tasnya melewati kakaknya sambil terus mendumel. Namun Ricky masih tetap menatap anggota lainnya, termasuk Hugo.


"Kau, kelompok teratas." Liriknya pada Hugo.


Hugo membuang napas berat. "Baiklah, baik. Aku akan segera ke markas." Jawabnya dan langsung masuk ke mobilnya.


"Kami juga akan segera ke markas, Komander." Ucap Bella dan mereka pun bubar.


~


Clair melirik Bella berkali-kali yang terduduk lesu sambil melipat tangan di dada. Saat ini mereka tengah menunggu rapat Valiant dimulai. Saat menguap, Clair memasukkan sesuatu ke mulut Bella, membuat gadis itu membelalakkan mata dan langsung membuang permen pedas yang ada dimulutnya.


Melihat Bella yang cepat-cepat menggosok lidahnya, membuat Clair tertawa terbahak-bahak.


"Sialan, mau mati, ya!" Pekik Bella kesal lantaran ia paling tidak suka dengan permen pedas.


"Haha. Aku melihatmu menguap beberapa kali. Jadi, permen pedas akan membuat matamu tetap terbuka."


Olivia ikut tertawa, sedangkan Bella berdecak kesal. "Aku mengantuk karena empat jam membawa mobil! Memangnya kalian, bisa tidur saat perjalanan!" Sentaknya pada Olivia dan Clair.


"Silakan ke ruang sebelah kalau mau ribut." Tukas Richi yang baru datang dengan Hugo. Dia langsung duduk di belakang Bella sementara Hugo duduk di depan bersama anggota Elang lainnya.


"Woaa, halooo.."


Semua orang di dalam menoleh ke belakang. Tepat di depan pintu, berdiri 3 orang yang langsung masuk dan bersalaman santai dengan anggota lain. Suasana jadi bising, sebab anggota lama yang pergi kini telah kembali.


Termasuk Clair, matanya melirik pada seorang perempuan yang menyapa tadi. Perempuan riang yang dulunya menjalin kasih dengan Simon.

__ADS_1


"Hai, Darrel. Akhirnya aku bertemu denganmu. Mau kupeluk?" Sapa perempuan itu pada Richi.


"Big No. Sana pergi." Jawabnya santai.


"Aah, kau selalu begitu. Ngomong-ngomong, rambut baru? Tidak biasanya." Ucapnya pada Richi dan langsung duduk bersama jejeran anggota Jaguar dan berbaur riang disana.


Dia Edeline Burns. Yang lebih akrab sapa Eline. Dia gadis berambut coklat pendek, bertubuh tinggi dan suka memakai pakaian seksi. Gadis enerjik dan ramah itu sebenarnya sudah lama bergabung dengan Valiant. Hanya saja dia dan kedua saudara kembarnya harus ikut pindah bersama kedua orang tua mereka, yang merupakan direktur badan intelijen pusat. Dimana ayahnya juga seorang Angkatan Bersenjata.


Kembaran lainnya, Aderine Burns. Atau yang dipanggil Erine, lebih memilih menghitamkan dan memanjangkan rambut supaya berbeda dari Eline. Dia berjalan santai sambil melipat tangan di dada menuju kelompok Rajawali. Dia tak seramah saudari kembarnya. Bisa dibilang, sikapnya mirip Richi. Dia tak begitu akrab dengan yang lain termasuk di kelompoknya sendiri. Jika Eline lebih jago dibidang tembak menembak, kalau Erine, dia menyukai tantangan dan berkutat di bagian peledakan.


Satu lagi, kembaran mereka yang merupakan laki-laki. Dia Edshine Burns. Akrab di Valiant sebagai Eddy. Dia berada di kelompok yang sama dengan Edeline. Dia juga orang yang asyik dan yang paling hebat di Jaguar.


Ah, jangan lupakan ketertarikannya pada Richi. Dia sangat mengagumi gadis yang di matanya sangat hebat itu. Walau mereka kembar 3, wajah mereka tetap masih bisa dikenali dengan baik.


"Wah, ada anggota baru? Di tim Elang?"


Suara si kembar Eline membuat Bella, Olivia, dan Clair menoleh padanya. Kecuali Richi yang tengah asyik bermain game di ponselnya.


Eline berdiri dan langsung menemui Hugo yang tengah mengobrol dengan Jonathan.


"Hai, kau anggota baru?" Eline mengulurkan tangannya pada Hugo. "Aku Eline. Punya dua kembaran lain." Eline menunjuk Erine dan Eddy. "Kami anggota lama yang sempat pindah. Siapa namamu?"


Hugo menyambut tangan Eline. "Aku Hugo Erhard."


Eline duduk dibangku sebelah Hugo yang kosong. "Aku heran, kenapa anggota baru bisa langsung masuk ke Elang? Tapi itu menandakan kalau kau hebat."


"Eddy juga hebat, tapi dia tetap di Jaguar dan tidak pernah naik ke tim Elang. Padahal menurutku, Eddy dan Jonathan seimbang." Oceh Eline yang tak menyadari kerisihan Hugo.


"Disini tidak ada yang tak hebat, kau tahu." Sambung Jonathan.


"Ya, aku tahu. Tapi tetap saja aku bertanya-tanya."


"Kau bertanya-tanya karena dia tampan, kan? Kau bahkan tidak menyapaku." Celoteh Jonathan.


"Untuk apa aku menyapamu." Balas Eline sembari berjalan menuju bangkunya lagi.


"Kalian sudah datang?" Sapa Ricky yang baru saja masuk. Dia membawa selembar kertas karton yang langsung ia tempelkan di papan tulis depan mereka.


"Ya, aku sudah dengar sedikit tentang kasus kali ini. Apa hari ini kita akan beraksi, Keen??" Eddy tampak bersemangat dengan menggosok-gosokkan kedua telapak tangannya karena tak sabar.


"Kita akan bergerak siang ini untuk menangkap keluarga Draw. Mungkin kalian bingung kenapa tiba-tiba kasus ini dilempar lagi pada kita. Bukti yang kita kumpulkan masih kurang." Jelas Ricky.


'Waaah.. kenapa bisa begitu?'


'Padahal bukti sudah sangat banyak'


Suasana menjadi riuh seketika. Disamping bukti yang dikumpul ternyata kurang, sebagaian anggota pasti merasa lelah karena sudah terlalu sering beraksi belakangan ini.

__ADS_1


"Kasus kali ini sangat besar karena akan menyeret nama banyak menteri. Itu sebabnya kasus ini juga banyak menimbulkan kasus baru diantaranya percobaan pembunuhan pada Menteri Perang."


Semua menganga. Tak sangka mendengar ucapan Keen di depan.


"Kalian tahu, kan. Jika petinggi-petinggi negara sudah terlibat kasus ilegal, maka kekuasaan mereka terancam dan mereka akan melakukan segala cara demi menyelamatkan itu. Itulah kenapa kelompok kita yang ditunjuk untuk menuntaskannya, demi menghindari kejadian serupa."


Richi menatap kakaknya. Sejak di rumah ia tak melihat ayah dan ibunya. Apa ada sesuatu? Jika menteri perang bisa berimbas, maka ayah apalagi.


"Jadi.." tuk..tuk.. Ricky mengetuk kertas karton yang terbentang di papan tulis. "Ini denah lokasi terbaru yang kudapat dari tawanan kita. Ini adalah ruang bawah tanah di tengah hutan. Apa kalian siap?"


"SIAP, KOMANDER!!" Seru para anggota serentak. Mereka mulai bubar untuk mengganti seragam dan memulai peperangan yang entah keberapa.


TBC


Berikut Visual KARAKTER Sang Penakluk Takluk.



*Visual Hugo Erhard




~




~



~



~



INI VERSI PENulis, yaaa..


OH, YAA.. MARI KITA SALING SAPA DENGAN PANGGILAN BARU YAITU PEN (FRIEND/PENA) AKU JUGA AKAN MEMANGGIL KALIAN PEN UNTUK SAPAAN AKRAB🤗


BAIKLAH TERIMA KASIH~

__ADS_1


__ADS_2