Sang Penakluk Yang Takluk

Sang Penakluk Yang Takluk
S2 - Hari pertama Kuliah


__ADS_3

Richi dengan perlahan menyantap makanannya. Dia masih saja tersenyum, apalagi dia sadar Hugo tengah menatapnya.


Lelaki itu sejak di mobil juga terus mencuri pandang. Dia tak sangka Richi memakai dress yang 'berani' dengan belahan hampir tak terucap lagi oleh Hugo. Dia juga tak berpikir Richi memakai dress karena siang tadi, Richi tampak senang saat Hugo menawarkannya untuk memakai celana sobek saja.


Namun lihatlah siapa yang ada di depannya. Gadis cantik nan memikat ini sudah berani menantangnya. Duduk dengan anggun dan tersenyum hemat seperti tengah menarik perhatiannya.


Hugo tak bisa fokus dengan makanannya. Dia sejak tadi hanya ingin menatap Richi, gadis yang tadi siang hanya memakai hoodie dan celana sobek panjang, kini berpakaian mini demi menyenangkan kekasihnya.


"Kau sudah mendapat izin memakai dress seperti ini?"


Richi tergelak. Dia juga baru membeli dress itu karena Hugo. Padahal dia belum pernah membeli sendiri. Ibunya juga biasanya membelikan yang pendek diatas lutut, karena Richi akan memberontak jika dress itu terlalu pendek. Juga bagian dada yang selalu tertutup, kini terbuka dengan tali tipis.


"Kau sebenarnya bidadari yang menyamar, kan?"


Richi lagi-lagi tegelak. "Hugo, habiskan makananmu."


Hugo masih memandangi kekasihnya. Dia menatap dengan menyelidik, kali aja perempuan di depannya ternyata bukan Richi, hanya seorang malaikat yang menyamar untuk membuatnya senang.


Pasalnya, dia masih tak percaya kenapa perempuan tomboi di depannya bisa sangat cantik dan anggun.


"Kau benar-benar Richi, kan? Richi kekasihku?"


"Hugo, apa kepalamu terhantam batu tadi?"


Hugo mengeser kursinya, dia kini duduk disebelah Richi. "Aku percaya kau kekasihku, karena kau luar biasa. Kadang kau menyebalkan, dan tak jarang membuatku terpana."


"Aku anggap itu pujian."


"Tapi saat ini.." Hugo sedikit memundurkan tubuhnya, menatap Richi dari atas sampai bawah. "it's beyond my expectation."


"Apa artinya buruk?"


"No, no. Kau sungguh ciptaan Tuhan yang sangat indah. Semua hal yang kau punya, adalah apa yang aku selalu suka."


Richi meletakkan sendoknya. Badannya mencondong ke arah Hugo yang tak lepas memandangnya.


"Kau kenapa, Hugo? Malam ini kau tampak aneh. Serius kau tidak apa-apa? Atau tadi kau sempat terserempet motor?"


Hugo menggelengkan kepalanya. "Chi.."


"Hm?"


"Mau kubawa pulang?"


Richi tergelak, lalu menangkup kedua pipi Hugo. "Sudahlah, aku malu kalau kau terus menatapku seperti ini."


"Kalau boleh aku jujur, aku sangat menyukai kau yang seperti ini. Gadis anggun dan mempesona ini, aku menyukainya dari manapun aku memandangmu."


Richi menatap kedua mata Hugo cukup lama, sampai membuat lelaki itu menyadari sesuatu.


"Ah, aku tidak memintamu untuk berpakaian feminim. Aku cuma bilang, kalau aku suka dengan penampilanmu malam ini. Aku-"


"Iya, aku paham. Aku sangat mengerti bagaimana seleramu, Hugo. Aku akan melakukannya untukmu."


Mata Hugo membulat. Apa dia tidak salah dengar?


"K-kau.. akan apa?" Tanya Hugo ulang, memastikan pendengarannya tidak salah.


"Aku akan mulai berpakaian feminim untukmu. Aku akan melakukannya untukmu. Kau sudah melakukan banyak hal untukku, juga untuk keluargaku. Aku menyadari keseriusanmu. Jadi, akupun akan mulai melakukan apa yang kau suka, sama seperti kau menuruti dan melakukan apa yang kusuka."

__ADS_1


Penuturan Richi membuat Hugo tertegun, lalu menatap Richi dengan senyuman lebar sampai gigi taringnya terlihat.


"Aku senang mendengarnya. Apa itu artinya kau serius ingin menikah denganku, kan, Chi? Kau sudah tidak ragu lagi, kan?"


Richi menggelengkan kepalanya. "Aku percaya seratus persen padamu."


Hugo tertawa riang. Dia memeluk Richi dengan erat. "Katakan padaku kapan kau siap untuk dilamar. Aku akan datang dan menikahimu secepat yang kau mau."


Richi tak bisa menahan tawanya. Baru berkata demikian saja sudah membuat Hugo langsung berceloteh tentang pernikahan. Padahal, Richi sama sekali belum memikirkan soal itu. Masih akan sangat jauh kedepannya.


Begitulah malam itu berlalu, membuat Hugo tak bisa melupakannya lantaran sejak malam itu, Richi benar-benar berpakaian girly. Walau sikapnya sulit untuk ia rubah. Setidaknya penampilan Richi benar-benar membuat Hugo semakin menyukainya.


...💫💫💫...


Setahun berlalu. Masa-masa SMA sudah terlewati dengan banyak rintangan, namun Richi dan Hugo menjalaninya dengan santai. Terlebih Richi, yang baru saja membuat murid-murid menganga lebar.


Waktu malam perpisahan Oberon, Richi membuat takjub satu sekolah. Dia memakai dress anggun dan berjalan penuh pesona bergandengan bersama Hugo.


Tak lupa, gadis itu memenangkan nominasi perempuan teranggun Oberon, juga memenangkan nominasi pasangan terfavorit bersama Hugo, membuat banyak orang iri pada keduanya.


Dan, hari ini adalah hari pertama mereka masuk perkuliahan.


Hugo sibuk meneleponnya. Sejak tadi ponsel Richi bergetar, tapi dia tidak menjawabnya. Hugo pula berkali-kali mengirim pesan tapi tak juga ia balas.


Padahal di hari pertama, tadi malam Hugo memintanya untuk pergi ke kampus bersama. Tapi gadis itu malah meninggalkannya.


Richi turun dari mobil. Dia menatap sekeliling, dimana laki-laki mendominasi di halaman itu.


Dengan santai, Richi membawa kopi dan tasnya, berjalan melewati banyak pasang mata yang menatapnya dengan takjub.


Saat berada di tengah, Richi berhenti. Dia menatap gedung tinggi yang kini akan menjadi tempatnya belajar.


"Apa dia seorang dewi? Lihatlah, dia sangat cantik."


"Gilaaa.. Cantik sekali. Apa dia mau menjadi kekasihku??"


"Apa dia tidak salah masuk gedung?"


"Apa dia tidak tahu ini gedung anak olahraga?"


"Kurasa dia ingin menjemput pacarnya."


"Wah, cantik sekali, ya."


Richi tergerak mendekati sekelompok laki-laki disana.


"Permisi, ini benar gedung jurusan olahraga, kan?"


"I-iya, benar. Apa kau mencari seseorang?" Tanya lelaki itu.


"Ah, tidak. Aku belajar disini."


"Hah? Kau tidak salah? Ini jurusan olahraga."


Mereka menatap Richi dari atas sampai bawah. Gadis dengan baju mini dan rok pendek. Memegang segelas kopi dan menenteng tas kecil. Tak lupa topi dan rambut panjang yang ia biarkan begitu saja.


"Tidak. Aku memang mengambil jurusan olahrga." Jawabnya sambil tersenyum manis, membuat semua yang mendengar tercengang sekaligus kegirangan, ternyata ada perempuan di jurusan mereka. Cantik pula. Tentu itu akan menambah semangat mereka.


"Hai, aku Andreas." Laki-laki itu mengulurkan tangannya.

__ADS_1


"Aku Dicky."


"Hei, perkenalkan, aku Will."



Para lelaki itu mulai mengerumuni Richi. Gadis itu dengan senyuman menyambut uluran tangan mereka satu persatu sebagai tanda perkenalan di hari pertama.


Tak jauh disudut lain, Hugo baru turun dari motornya. Wajahnya kesal lantaran Richi meninggalkannya padahal sudah berjanji akan pergi bersama.


Dia terus berjalan sampai tak sadar semua mata menuju padanya. Mereka saling berbisik tapi Hugo sama sekali tidak peduli sampai ia terhenti di sebuah lorong.


Hugo lupa, dia harus menuju ke gedung apa. Akhirnya dia memutuskan untuk bertanya.


"Permisi, ini gedung jurusan bisnis internasional?"


Perempuan itu menganga dengan senyuman lebar, menatap Hugo tanpa kedip.


"Halo, permisi.." Hugo menyapanya lagi. Gadis itu tersentak.


"I-iya. Ini.. gedungnya." Dia menepuk pipinya. Diajak bicara oleh Hugo, pasti mimpi. Pikirnya.


"A-apa kau Hugo Erhard, model terkenal majalah The Most?" Tanya perempuan yang ada disampingnya sambil menunjukkan sampul majalah yang ia pegang. Dimana sampul itu menampilkan full gambar Hugo.



"Aah, haha. Iya, aku Hugo Erhard. Salam kenal, ya?" Hugo tertawa ramah. Sementara yang lain langsung mendekat mengerumuni Hugo.


"Hugoooo, aku penggemarmu."


"Hugo, boleh aku minta fotomu?"


"Hugooo, aku sangat menyukaimuuu."


"Hugooo, mau aku antarkan ke dalam?"


"Tolong foto denganku sekali saja, Hugooo."


Hugo, dengan senyum yang dibikin-bikin akhirnya mau tak mau melayani penggemarnya satu persatu. Walau dia sendiri sebenarnya harus masuk kelas pertamanya di pagi itu juga.


...♡♡♡♡...


Halo. Kita hampir memasuki ending. Jangan lupa untuk follow aku d ige ya pen. Aku up Alternate Universe versi Richi dan Hugo😍






Then:



Nah kaaaan. Jangan lupa ya. @penaputih27


Thanks A LOT!

__ADS_1


__ADS_2