Topan & Cahaya

Topan & Cahaya
Bab 100. Kabur dari rumah


__ADS_3

...HALO GUYS!...


...WELCOME TO MY NEW STORY!...


..."TOPAN & CAHAYA"...


...~~~...


#TOPAN&CAHAYA EPS. 99


...•...


...•...


"Pah, aku tuh gak punya pacar! Papa salah informasi kali, orang sampe sekarang aku masih single kok!" ucap Cahaya membantah semua perkataan papanya mengenai hubungan ia dengan seorang lelaki.


"Halah, masih aja ngeles kamu! Papa tau kok, kamu udah dua kali kan pulang diantar sama cowok itu? Mungkin aja bisa lebih, udah jujur aja sama papa sekarang dan kasih tau papa kenapa bisa kamu deket sama laki-laki model begitu!" bentak Hendra.


"Apaan sih, pah? Oke iya aku emang pernah pulang ke rumah diantar cowok, tapi dia bukan pacarku pah! Dia tuh cuma temenku dan waktu itu kebetulan aja aku ketemu sama dia, papa jangan suudzon gitu dong!" ucap Cahaya.


"Temen? Mana mungkin ada temen sampe semesra itu, Cahaya!" ujar Hendra tak percaya.


"Mana ada sih aku mesra sama dia, pah? Papa itu udah salah kaprah, aku gak pernah tuh mesra-mesraan sama Topan disini atau dimana-mana!" ucap Cahaya.


Akhirnya Cahaya malah keceplosan menyebut nama Topan di hadapan papanya itu, ekspresi Hendra pun langsung berubah jadi bertambah marah dan kecewa pada Cahaya setelah tahu nama lelaki yang sedang dekat dengan putrinya tersebut.


Sementara Calissa kembali senyum-senyum sekaligus sedih juga karena ternyata benar lelaki yang dilihatnya malam itu tengah bersama Cahaya adalah Topan, ia berharap suaminya mampu membuat Cahaya & Topan berpisah.


"Topan? Ohh, jadi nama laki-laki begajulan itu Topan? Pantes aja dari namanya juga udah gak bener, harusnya kamu tuh pilih-pilih dong kalo mau deket sama laki-laki sayang!" ujar Hendra.


"Apa sih, pah? Aku udah bilang kalo aku sama Topan tuh gak ada hubungan apa-apa, masa papa gak percaya sama aku yang anak kandung papa sendiri? Dia tuh cuma temen aku, gak lebih dan aku juga gak mungkin mau pacaran sama dia!" ucap Cahaya.


"Oke, papa percaya! Sekarang papa minta kamu jauh-jauh dari Topan, kalo enggak papa akan pindahin kamu ke sekolah luar negeri!" ujar Hendra.


"Apa? Papa mau pindahin sekolah aku ke luar negeri? Papa ini udah gak bener apa gimana sih? Aku tuh sekarang udah kelas 2 SMA, pah! Masa papa masih mau suruh aku pindah sekolah?" ujar Cahaya.


"Ya emang kenapa? Kamu akan papa sekolahkan ke USA, kalau kamu masih dekat dengan laki-laki bernama Topan itu!" ucap Hendra.

__ADS_1


Cahaya pun menatap kecewa pada wajah papanya sembari menggeleng-gelengkan kepala, ia beralih menatap Calissa dengan bengis seperti sangat emosi pada wanita itu karena ia yakin betul Calissa lah yang sudah mengadu dan menghasut papanya.


"Aku gak mau pindah ke Amerika, pah!" ucap Cahaya.


"Papa gak peduli, kalau kamu masih dekat dengan Topan terpaksa papa akan pindahin kamu kesana! Supaya kamu bisa jauh dari dia dan tentunya akhlak kamu juga bisa bener kembali!" bentak Hendra.


"Gak, aku gak mau! Aku benci sama papa...!!" ucap Cahaya emosi.


Akhirnya gadis itu memilih berbalik badan lalu pergi meninggalkan papanya disana dengan emosi yang terus meletup-letup, sedangkan Hendra berusaha memanggil putrinya mencegah Cahaya pergi dari sana karena ia tak ingin itu terjadi.


"Cahaya, Aya mau kemana kamu...??" teriak Hendra.


Namun, Cahaya tak memperdulikan perkataan papanya dan memilih untuk terus pergi menuju motornya lalu meninggalkan rumah itu dengan sangat terpaksa karena ia sudah tidak tahan dengan semuanya termasuk sikap papanya yang berubah.


"Mas, jangan dikejar!" ucap Calissa mencekal lengan suaminya dengan erat.


"Apa maksud kamu, Lisa?" tanya Hendra.


"Biarin Cahaya sendiri dulu untuk tenangin dirinya!" ucap Calissa menjelaskan.


"Ayo mas, kita masuk ke dalam!" ucap Calissa.


"Iya..."


Calissa pun memapah tubuh suaminya yang sedikit goyah lantaran tak menyangka kalau Cahaya akan pergi dari rumah, ia benar-benar terhasut oleh perkataan istrinya sehingga ia berpikir kalau yang dilakukan Cahaya salah dan istrinya benar.


...•••...


Disisi lain, Eun-Kyung bersama Wulan masih dalam perjalanan menuju rumah dan gadis itu tampak memacu mobilnya dengan kecepatan penuh sesuai permintaan Eun-Kyung yang sudah tidak sabar untuk menemui putranya dan memastikan bahwa Topan baik-baik saja alias tak terjadi sesuatu padanya.


"Wulan, lebih cepat lagi dong sayang!" ucap Eun-Kyung terus saja mendesak Wulan.


"Iya iya tante, ini aku udah cepet kok! Cuma jalanan nya rame jadi kalo aku tambah cepet lagi, nanti malah nabrak!" ucap Wulan.


"Aduh Topan...."


Wulan tampak kasihan melihat Eun-Kyung yang sampai seperti itu karena memikirkan putranya, ia pun menambah sedikit kecepatan mobilnya agar bisa lebih cepat juga sampai ke rumah Eun-Kyung dan bertemu dengan Topan disana.

__ADS_1


Tiiinnnn....


Bruuukkk...


Naas sekali bagi Wulan serta Eun-Kyung yang berada di dalam mobil itu, mereka malah bertabrakan dengan sebuah motor yang melaju kencang dari arah belokan sebelah kiri dan membuat mereka berdua syok sekaligus panik.


"Tante, tante gapapa?" tanya Wulan masih sempat menanyakan Eun-Kyung padahal ia sendiri terluka.


"Gapapa kok, kamu gimana?" ucap Eun-Kyung bertanya juga pada Wulan. "Ya ampun, itu jidat kamu sampe luka loh sayang!" sambungnya syok saat melihat kening Wulan yang terluka.


"A-aku gapapa tante, maaf ya gara-gara aku kita jadi kecelakaan gini..." ucap Wulan.


"Gak, ini bukan salah kamu sayang!" ucap Eun-Kyung.


Eun-Kyung pun melirik ke arah depan kemudian melihat pemotor yang terjatuh di aspal dan terpisah dengan motornya yang tergeletak jauh, ia merasa kesal serta emosi pada pemotor tersebut lalu hendak turun dari mobil menemuinya.


"Loh, tante mau kemana?" tanya Wulan penasaran.


"Tante harus kasih tau dia!" jawab Eun-Kyung.


wanita itu pun keluar dari mobilnya lalu berjalan cepat ke arah pemotor yang sedang kesakitan itu, sedangkan Wulan berusaha menahan sakitnya untuk ikut turun mengejar Eun-Kyung dan mencegah apapun yang hendak dilakukannya.


"Heh, kamu itu gimana sih? Bisa bawa motor apa enggak? Kalo mau belok tuh jangan kenceng-kenceng!" bentak Eun-Kyung emosi.


Pemotor itu bangkit secara perlahan sembari membuka helmnya lalu menatap sosok wanita yang kini berdiri di hadapannya, ia terlihat cemas serta ketakutan karena sudah menjadi penyebab tabrakan ini sekaligus membuat orang terluka.


Sementara Eun-Kyung tampak syok saat mengetahui bahwa pemotor itu adalah seorang perempuan cantik berambut panjang, sebelumnya ia memang mengira pemotor itu adalah laki-laki karena melihat jenis motor yang digunakannya.


"Kamu perempuan?" tanya Eun-Kyung heran.


...~Bersambung~...


...JANGAN LUPA LIKE+KOMEN YA GES YA!!!...


...•...


...🤗Spesial nih guys🤗...

__ADS_1


__ADS_2