
...HALO GUYS!...
...WELCOME TO MY NEW STORY!...
..."TOPAN & CAHAYA"...
...~~~...
#TOPAN&CAHAYA EPS. 284
...•...
...•...
Cahaya kini telah berada di kantin bersama Mawar dan Melani, ia menceritakan keluh kesahnya pada kedua gadis itu mengenai si OSIS baru yang tadi mencegatnya di depan.
"Guys, masa tadi ada anak baru yang songong banget ke gue! Dia berani-beraninya nyuruh gue buka jaket coba, bikin kesel aja tuh orang! Masih untung gue diemin tuh dia, gak gue laporin ke Topan!" ucap Cahaya dengan raut bete nya.
Mawar dan Melani saling lirik mendengarkan cerita dari Cahaya, mereka tak menyangka Cahaya kini telah berubah dan menjadi lebih angkuh.
"Eee wajarin aja, Aya! Dia kan juga anak baru, biar jadi pelajaran buat dia supaya gak macam-macam sama lu lagi nantinya!" ucap Mawar.
"Bener tuh! Eh btw, itu anak barunya laki apa cewek?" sahut Melani bertanya pada Cahaya.
"Cowok, emang kenapa?" Cahaya keheranan.
"Wah, ganteng gak?!" tanya Melani dengan mulut terbuka.
Cahaya menggeleng.
"Yah..." ujar Melani kecewa, ia mencibirkan bibirnya.
"Lagian lu kenapa sih? Gue lagi kesel loh ini sama dia, eh lu malah bahas dia ganteng apa enggak! Lu emang nyebelin deh Mel, harusnya lu tenangin gue atau apa kek!" ujar Cahaya emosi.
"Hehe, ya maaf Aya! Kan lu tahu sendiri gue jomblo akut, kalo dia ganteng siapa tahu bisa gue gebet terus gue jadiin pacar! Emang lu gak mau sohib lu ini bisa punya pacar kayak lu? Secara dari kita bertiga nih ya, cuma lu satu-satunya yang udah punya pacar! Sekelas kak Topan lagi!" ucap Melani.
"Yeh udah ah jangan bahas soal gituan lagi! Gue pengen makan dengan tenang, kalau mikirin dia yang ada gue emosi mulu!" ucap Cahaya.
Mawar dan Melani terkekeh saja dengan perkataan Cahaya barusan, mereka pun melanjutkan makan.
Tak lama kemudian, dua orang pria datang menemui Cahaya di kantin tersebut. Ya mereka adalah anggota OSIS yang tadi berjaga di kantin, salah satunya itu yang meminta Cahaya melepas jaket.
"Permisi kak," ucap pria itu.
Sontak Cahaya terkejut melihat kehadiran dua orang pria tersebut disana, ia menoleh dengan tatapan penasaran ke arah mereka disana.
__ADS_1
"Ngapain kalian kesini?" tanya Cahaya ketus.
"Eee iya kak, aku kesini mau minta maaf sama kak Cahaya!" jawab pria bernama Soni.
"Minta maaf, atas dasar apa?" tanya Cahaya.
"Eee soal kejadian di lobi tadi, kak. Aku gak tahu kalau kak Cahaya ini pacarnya anak pemilik sekolah dan aku seharusnya gak minta kak Cahaya buat lepas jaketnya tadi, maaf kak!" jelas Soni.
"Ohh, soal itu. Okelah, kali ini gue maafin lu karena gue maklumi lu itu kan orang baru disini! Tapi, lain kali lu begitu lagi ke gue, pasti lu gak akan bisa selamat lagi! Oh ya, omong-omong siapa nama lu?" ucap Cahaya.
"Eee aku Soni, kak!" jawab Soni.
"Oh Soni, yaudah Soni lu, gue maafin! Sekarang pergi sana, gue pengen makan!" ujar Cahaya.
"Iya kak, makasih!" ucap Soni.
Soni dan temannya pun pergi dari sana sesuai kemauan Cahaya, sedangkan gadis itu kembali lanjut makan bersama Mawar dan Melani.
"Aya, lu kenapa jadi jutek gitu sih? Terus lu kok kayak jadi manfaatin banget ya status lu pacaran sama kak Topan? Padahal dulu kan lu gak gini, apa yang bikin lu berubah Aya?" tanya Mawar heran.
"Hah? Dengar ya Mawar, gue ini kayak gini supaya gue gak ditindas lagi! Asal lu tau aja ya, kejadian kak Lyodra nipu gue itu udah bener-bener bikin gue trauma dan sampai sekarang belum bisa hilang sepenuhnya! Itu sebabnya gue gak pengen dianggap lemah lagi, paham lu?!" jelas Cahaya.
"Eee iya iya sekarang kita paham kok!" ucap Mawar sambil tersenyum.
•
•
Bel masuk telah berbunyi, kini Cahaya bersama Mawar dan Melani pun pergi dari kantin untuk pergi ke kelas mereka. Kebetulan makanan mereka semua telah habis tak bersisa, dan kebetulan juga Cahaya serta Mawar kini berada di kelas yang sama.
"Ih kalian tuh enak banget sih, bisa sekelas bareng! Gue jadi iri sama kalian, masa dari kelas sepuluh gue selalu kepisah sama kalian?" ujar Melani cemberut.
"Hahaha, itu sih derita lu Mel! Makanya sering-sering sedekah biar rejeki lu baik!" ujar Mawar.
"Dih, emang ngaruh gitu?" tanya Melani.
"Ya ngaruh lah! Udah, sana gih sedekah yang banyak! Kalau misal gak nemu orang yang butuh, sedekah aja ke gue sama Aya! Itu kan sama aja bersedekah, yuk kasih uang ke gue!" ucap Mawar nyengir.
"Hah? Gak mau, yakali gue kasih duit ke kalian berdua yang lebih kaya dari gue!" cibir Melani.
"Hahaha, gapapa dong Mel! Itung-itung sedekah sama orang yang mampu, lagian sesama sahabat kalo saling memberi kan bagus!" ucap Mawar.
"Ogah!" bentak Melani.
"Hey, udah lah jangan ribut terus! Ayo kita buruan ke kelas sebelum guru datang!" ujar Cahaya.
__ADS_1
"Iya iya..." ucap Mawar dan Melani bersamaan.
Setelahnya, mereka bertiga pun jalan berdampingan menuju kelas di lantai atas.
Disaat ketiganya hendak naik tangga, tiba-tiba saja ada seorang pria aneh yang mencegah mereka.
"Heh! Lu siapa sih? Ngapain berdiri disitu aja?" tanya Cahaya kesal.
Pria itu tak menjawab, ia hanya tersenyum tipis.
"Woi! Kalo ditanya itu jawab, bukan malah diem aja kayak orang bisu! Lagian lu siapa sih? Kok gue baru kali ini ngeliat lu di sekolah ini? Ohh, lu murid baru ya pasti?" ujar Cahaya.
"Iya, nama gue Syahrizal, biasa dipanggil Rizal. Kalo nama wanita secantik kamu, siapa ya?" ucap pria bernama Rizal mengenalkan diri.
"Hah??" Cahaya terkejut mendengarnya.
"Aya, keren lu! Tahun kemarin lu digodain kakel, eh sekarang diajak kenalan sama adek kelas!" bisik Mawar sambil terkekeh.
"Ish, resek lu!" ujar Cahaya.
Cahaya pun kembali menatap pria di hadapannya itu, ia melangkah maju mendekati Rizal sambil tersenyum. Sehingga pria itu tampak senang dan mengira kalau Cahaya ingin berkenalan dengannya.
"Eee jadi nama lu Rizal?" tanya Cahaya.
Rizal mengangguk sambil tersenyum. Cahaya mengulurkan tangannya ke arah Rizal.
"Gue Cahaya," ucap Cahaya.
"Waw nama yang bagus!" ucap Rizal terpesona dengan senyuman di wajah Cahaya, ia sampai gemetar saat bersalaman dengan gadis itu.
"Lu kelas berapa?" tanya Cahaya.
"Eee ips tiga, sepuluh ips tiga. Kamu sendiri kelas berapa?" ucap Rizal gugup.
"Dua belas mipa satu," ucap Cahaya.
Rizal tertegun saat Cahaya mengedipkan mata sambil tersenyum, apalagi mereka juga belum melepas genggaman tangan kali ini.
"Mel, si Aya ngapain sih ya?" bisik Mawar.
"Gak tahu tuh," bisik Melani.
...~Bersambung~...
...JANGAN LUPA LIKE+KOMEN YA GES YA!!!...
__ADS_1