Topan & Cahaya

Topan & Cahaya
Bab 155. Pertanyaan Cahaya


__ADS_3

...HALO GUYS!...


...WELCOME TO MY NEW STORY!...


..."TOPAN & CAHAYA"...


...~~~...


#TOPAN&CAHAYA EPS. 154


...β€’...


...β€’...


"Sayang, kamu tenang dulu ya! Sabar, jangan diambil hati sikap Cahaya yang tadi ke kamu! Sekarang kamu istirahat di kamar, biar mas yang urus soal Cahaya!" ucap Hendra menenangkan Calissa sembari mengusap rambut istrinya itu dengan lembut.


"Iya mas, tapi ingat kamu gak boleh terlalu keras sama Cahaya ya! Biar bagaimanapun, Cahaya itu anak yang baik kok." ucap Calissa.


"Iya sayang, yaudah sekarang kamu ke kamar! Bik Minah, tolong antarkan istri saya ini ke kamarnya!" ucap Hendra memerintahkan bik Minah untuk membawa sang istri ke dalam kamar.


"Siap, pak!" ucap bik Minah. "Mari, nyonya!" sambungnya sembari menghampiri Calissa.


Setelah Calissa dan bik Minah pergi menuju kamar, kini Hendra juga meminta pada kedua bodyguardnya yang ada disana untuk keluar.


"Kalian juga keluar!" ucap Hendra singkat.


"Baik, tuan!" ucap Tio dan Jaber bersamaan.


Setelahnya, Hendra pun kembali menatap Cahaya dengan mata menyala tajam dan emosi. Hendra sangat emosi kepada putrinya itu, bahkan ia sampai ingin menghajar Cahaya saat ini juga.


"Aya, kamu ikut papa sekarang! Papa mau bicara empat mata sama kamu!" ucap Hendra tegas.


"Pah, papa dengerin dulu penjelasan dari aku! Aku kayak tadi juga ada alasannya, pah. Papa harus tau tentang itu supaya papa gak terus-terusan diperalat sama Calissa dan perlahan-lahan harta papa digerus sama cewek itu!" ucap Cahaya.


"Jaga bicara kamu, Cahaya! Papa tidak pernah sama sekali mengajarkan kamu seperti itu, pasti ini semua karena mendiang mama kamu yang selalu saja memanjakan kamu! Makanya sekarang ini kamu jadi keterlaluan dan berani bertindak kurang ajar pada Calissa!" ujar Hendra emosi.

__ADS_1


"Pah, papa kok jadi salahin mama?" ujar Cahaya kesal.


"Ya memang begitu, seharusnya kamu itu dididik dengan keras dan tegas supaya gedenya kamu gak kayak gini! Papa benar-benar emosi melihat kamu semakin berani kepada Calissa, sekarang ayo ikut papa!" bentak Hendra.


Hendra pun menarik tangan putrinya dengan paksa lalu membawanya ke atas. Mereka memasuki kamar Cahaya dan berbicara disana empat mata.


Hendra mendorong tubuh Cahaya dan menatapnya tajam sembari menutup pintu kamar, Hendra tampak sangat emosi kepada putrinya itu.


"Pah, papa kok kasar banget sih sama aku? Papa sampai rela nyakitin aku cuma gara-gara bela perempuan gak bener itu? Asal papa tau aja, Calissa itu gak sayang sama papa dan dia cuma mengincar harta papa!" ucap Cahaya yang kini duduk di pinggir ranjangnya.


Hendra pun mendekati Cahaya tanpa beralih dari tatapannya pada wajah Cahaya.


"Kamu jangan bicara begitu! Papa gak suka, papa bisa aja kirim kamu ke luar negeri sekarang juga walau kamu gak mau!" ujar Hendra sembari mencengkeram rahang putrinya keras.


"Awh, pah. Sakit!" rintih Cahaya.


"Papa gak perduli! Tindakan kamu itu sudah diluar batas, kamu keterlaluan Cahaya!" bentak Hendra.


"Aku begitu karena kelakuan Calissa sendiri, pah! Calissa itu mau hancurin keluarga kita, dia mau gerus harta papa dan bikin papa bangkrut! Ayo dong, papa percaya sama aku!" ucap Cahaya.


"Cukup Cahaya! Papa gak mau dengar kata-kata kamu lagi! Sekarang kamu diam disini dan jangan berani kemana-mana!" ujar Hendra.


"Ya, anggap aja ini hukuman buat kamu! Karena kamu sudah berani bertindak kasar pada Calissa, kamu akan tetap disini sampai kamu mau meminta maaf pada Calissa dan berlutut di hadapan Calissa!" jawab Hendra dengan tegas.


"Hah?" Cahaya terkejut mendengarnya.


Akhirnya Hendra berbalik badan lalu pergi keluar dari kamar Cahaya meninggalkan putrinya itu disana. Hendra mengunci pintu kamar Cahaya dari luar hingga membuat Cahaya terkurung disana.


β€’


β€’


Cahaya hanya bisa pasrah dikurung di kamar sendirian saat ini, padahal ia hanya ingin mencegah rencana jahat Calissa kepada keluarganya.


"Gue gak ngerti lagi deh sama papa, apa sih sebenarnya yang udah dilakuin sama Calissa sampe papa bisa segitunya bela dia? Jangan-jangan Calissa pake pelet lagi buat papa!" gumam Cahaya.

__ADS_1


Tiba-tiba ponselnya berdering membuatnya harus bangkit sejenak mengambil ponsel itu dari meja.


Cahaya melihat nama Topan terpampang di layar ponselnya itu, ia pun menjadikan kesempatan ini untuk bertanya langsung pada Topan apakah benar pria itu yang tadi bertemu dengan Calissa di jalan dan tampak berbincang-bincang akrab.


"Gue harus tanya sama Topan!" gumam Cahaya.


πŸ“ž"Halo, Topan!" ucap Cahaya.


πŸ“ž"Iya halo, sayang! Apa kabar kamu? Aku kangen nih pengen lihat muka kamu, kita video call yuk!" ujar Topan mengajak Cahaya video call-an.


πŸ“ž"Gausah! Gue mau tanya sesuatu dulu sama lu, gue harap lu bisa jawab jujur!" ucap Cahaya.


πŸ“ž"Kayaknya serius banget, emang mau tanya apa sih kamu sayang? Aku jadi penasaran nih, apa tentang hubungan kita atau kamu ada masalah lagi sama papa kamu?" ucap Topan penasaran.


πŸ“ž"Gak ada hubungannya sama hubungan kita! Lagian kan diantara kita juga gak ada hubungan apa-apa, ini soal yang lain!" ucap Cahaya.


πŸ“ž"Oh begitu, yaudah langsung aja kamu mau tanya apa ke aku? Pasti aku usahain buat jawab jujur kok, asal aku bisa jawabnya!" ucap Topan.


πŸ“ž"Lu tadi ada di pinggir jalan Mekarsari raya gak? Soalnya gue lihat orang yang mirip sama lu tadi pas gue pulang sekolah, tolong jawab jujur ya!" ucap Cahaya bertanya kepada Topan dengan nada serius menantikan jawaban pria tersebut.


πŸ“ž"Hmm... emangnya kenapa kalo aku ada disana?" ucap Topan justru bertanya balik pada Cahaya.


πŸ“ž"Ish, gue nanya tuh dijawab! Bukannya malah lu nanya balik sama gue! Ah nyebelin banget sih lu! Buruan jawab dong gue penasaran tau!" bentak Cahaya kesal dengan Topan.


πŸ“ž"Iya iya, cantik. Kamu galak banget sih kalo lagi penasaran begini! Aku jadi pengen lihat muka kamu sekarang, pasti lucu banget deh!" ucap Topan menggoda gadisnya sambil tersenyum sedikit.


πŸ“ž"Haish, gombal lu! Buruan jawab!" ujar Cahaya.


πŸ“ž"Iya, aku tadi emang ada disana kok. Aku tuh sempat clash sama mobil gara-gara ngebut, ya makanya aku duduk dulu disana sama pemilik mobil itu sekalian tenangin diri. Kan kamu tau sendiri kalo orang kecelakaan tuh pasti syok, paham kan? Emang kenapa sih kamu pake tanya begitu segala? Ohh, kamu cemburu ya...??" ujar Topan.


πŸ“ž"Hah? Idih, ngapain juga gue cemburu sama lu! Gue tuh cuma penasaran aja, tadinya gue kira lu kenal sama cewek yang duduk di samping lu itu! Eh ternyata kalian cuma tabrakan, yaudah kalo gitu makasih udah jawab!" ucap Cahaya.


πŸ“ž"Eh eh, bentar dulu! Ada yang mau aku sampein juga loh ke kamu, ingat kan sama dalang penyebar video kamu itu?" ucap Topan.


Cahaya terdiam dan terkejut mendengar ucapan Topan, ia memang sangat penasaran serta ingin tau siapakah dalang dibalik viral nya video ia dengan papanya beberapa waktu lalu.

__ADS_1


...~Bersambung~...


...JANGAN LUPA LIKE+KOMEN YA GES YA!!!...


__ADS_2