Topan & Cahaya

Topan & Cahaya
Bab 163. Flashback


__ADS_3

...HALO GUYS!...


...WELCOME TO MY NEW STORY!...


..."TOPAN & CAHAYA"...


...~~~...


#TOPAN&CAHAYA EPS. 162


...•...


...•...


Topan yang kecewa dan kesal pada Cahaya langsung pergi ke taman belakang sekolah, lalu memukuli apapun tanaman yang ada disana sampai menendang rerumputan. Topan benar-benar tak menyangka jika selama ini Cahaya ternyata masih belum mencintainya, padahal ia sudah sangat berharap saat Cahaya mengatakan pada papanya kalau dia mencintai Topan.


"AAARRGGHH...!!"


Topan berteriak kencang meluapkan emosinya sembari menatap langit, rasakan saat ini hatinya seperti tersayat-sayat setelah mengetahui kalau Cahaya memang benar belum mencintainya. Ya sebelumnya Topan juga sudah bertemu dengan Lyodra dan teman-temannya, lalu mereka memberikan sebuah rekaman percakapan yang menyatakan kalau Cahaya tidak mencintainya.


"Awalnya gue kira rekaman itu bohong, tapi ternyata gue yang terlalu berharap sama Cahaya. Emang setiap cewek itu sama aja, omongan mereka gak pernah ada yang bisa dipercaya!" gumam Topan.


Flashback


Topan langsung pergi dari rumahnya mengenakan motor yang biasa ia gunakan, ya sekarang ini Topan masih lebih enak dan nyaman pergi menaiki motor karena ingin menyesuaikan diri dengan Cahaya, gadisnya yang sangat ia cintai itu.


Tujuan awal Topan memang ingin pergi ke kampus seperti yang ia katakan tadi kepada mamanya, akan tetapi saat di tengah jalan tiba-tiba Topan merubah pikirannya dan memilih untuk pergi sejenak ke sekolah Cahaya, menurutnya lebih baik kalau ia menemui Cahaya sekarang dan membahas soal Calissa kepadanya di sekolah nanti.


Akhirnya Topan pun sampai di sekolah Cahaya dan segera memarkir motornya pada tempat parkir disana, Topan langsung turun dari motor setelah melepas helmnya. Pria itu pun hendak menuju pintu depan dan menunggu gadisnya disana, namun tiba-tiba saja ada tiga gadis cantik menghadangnya.


"Hai, kak Topan!" ucap mereka menyapa Topan sembari melambaikan tangan.


"Eh iya, ada apa?" tanya Topan heran.


"Kak, kita mau bicara sebentar sama kakak. Kira-kira kakak bisa gak? Sebentar aja kok, janji deh gak nyampe sepuluh menit!" ucap salah seorang dari mereka yang tentu saja Lyodra.

__ADS_1


"Bicara apa emangnya?" Topan penasaran.


"Ini loh, kak. Soal Cahaya, pasti kakak mau tau kan?" ucap Lyodra membuat Topan makin penasaran.


"Umm, yaudah boleh. Kita bicara disana!" ucap Topan sambil menunjuk ke arah kursi di depan.


"Iya iya, kak."


Mereka pun pergi menuju tempat duduk yang terletak di dekat parkiran sekolah, lalu berbincang disana sesuai yang diinginkan oleh ketiga gadis itu.


"Nah, apa yang mau kalian bicarain tentang Cahaya?" tanya Topan penasaran.


"Eee.... jadi gini kak, kemarin kita tuh gak sengaja sempat denger ucapan Cahaya pas lagi sama temen-temennya. Dia bilang kalau dia sampai saat ini belum cinta sama kakak, karena menurut aku penting yaudah aku rekam aja deh percakapannya. Kakak mau denger gak?" ucap Lyodra.


"Boleh," ucap Topan singkat.


"Sebentar ya kak! Heh, mana hp nya?" ucap Lyodra meminta ponsel kepada Mahalini.


"Ini..." ucap Lini menyerahkan ponselnya itu.


"Gimana kak? Bener kan?" tanya Lyodra.


"Iya, yaudah itu aja kan? Kalo gitu sekarang aku mau ke depan, bye!" ucap Topan tersenyum tipis lalu bangkit dari duduknya dan pergi.


Topan meninggalkan ketiga gadis itu disana sembari memikirkan rekaman suara Cahaya tadi, Topan agak risau kalau memang itu semua benar dan selama ini Cahaya belum bisa mencintainya.


Ketika sampai di depan, lagi dan lagi Topan harus dihadapkan pada kenyataan pahit saat melihat Cahaya turun dari motor seorang pria asing.


Flashback end




Cahaya memandangi Topan dari jarak lumayan jauh, ia tak berani menghampiri pria tersebut saat ini. Cahaya merasa sangat bersalah dengan perkataannya tadi, ia tak menyangka Topan bisa sampai semarah dan sesedih itu mendengarnya.

__ADS_1


"Gue harus gimana ya buat minta maaf sama Topan?" batin Cahaya.


Tiba-tiba saja Lyodra, Mahalini serta Novia muncul dan menepuk pundak Cahaya dari belakang.


"Hahaha, kasihan yang lagi berantem. Pasti sedih banget ya karena mulai sekarang lu gak bakal bisa lagi jadi idola di sekolah ini? Status lu nanti juga cuma jadi siswi biasa, bukan spesial lagi!" ucap Lyodra meledek Cahaya.


"Bener banget tuh! Gak bisa semena-mena lagi deh di sekolah ini, setelah putus sama anak pemilik sekolah yang sering ngasih kebebasan itu." sahut Lini ikut meledek Cahaya.


Cahaya hanya bisa diam, bukan karena takut melainkan malas harus meladeni omongan tidak penting gadis-gadis tersebut. Yang ada di pikirannya saat ini hanyalah cara untuk meminta maaf pada Topan dan membuat pria tersebut mau memaafkannya, bagaimanapun Topan sudah banyak berjasa baginya dalam membantunya menyelidiki tentang Calissa serta yang lainnya.


Cahaya pun memilih pergi dari sana meninggalkan ketiga gadis yang tengah asyik mengoceh itu, ia tak perduli apa yang dikatakan oleh mereka karena baginya itu hanyalah sebuah hembusan angin. Cahaya langsung memasuki lorong sekolahnya dan tampak tengah berpikir sembari mengetuk-ngetuk jarinya satu sama lain.


Tiba-tiba saja muncul Mawar serta Melani yang mengagetkan Cahaya dari belakang.


"Cahaya!!" tegur Mawar dan Melani bersamaan menyapa Cahaya sembari menepuk pundak gadis itu lalu menghadap ke arahnya.


"Haish, kalian emang hobi banget bikin gue jantungan ya?" ujar Cahaya menahan emosi.


"Hehehe, jangan marah dong Aya! Kita minta maaf deh, abisnya tadi kita lihat dari jauh lu kayak orang yang lagi mikirin sesuatu gitu. Makanya kita sebagai sahabat sejati, mau coba bantuin lu! Siapa tau kan kita bisa saling membantu gitu?" ucap Mawar.


"Huft, ya bener sih. Gue emang lagi ada mikir gimana caranya buat minta maaf ke Topan?" ucap Cahaya.


"Hah? Emang lu ada salah apa ke kak Topan? Kok lu sampe harus minta maaf ke dia?" tanya Mawar terheran-heran penasaran.


"Tadi Topan marah sama gue, karena dia lihat gue dateng ke sekolah sama cowok lain. Terus gue juga gak sengaja bilang kalau sampai sekarang gue emang belum cinta sama dia dan status pacar ini cuma karena keinginan dia aja, abis itu dia langsung marah banget dan pergi ninggalin gue!" jelas Cahaya.


"Ya ampun, Cahaya! Lu kenapa bilang gitu sih sama kak Topan? Bukannya lu udah mulai cinta ya sama dia? Harusnya lu jangan begitu dong! Kalo dia sampe marah beneran dan mutusin lu gimana?" ujar Mawar.


"Tau ih, Aya! Harusnya lu bisa jaga perasaan kak Topan dong, jangan bilang gitu!" sahut Melani.


Cahaya merunduk dan semakin merasa bersalah setelah mendengar ucapan kedua temannya itu.


...~Bersambung~...


...JANGAN LUPA LIKE+KOMEN YA GES YA!!!...

__ADS_1


__ADS_2