
...HALO GUYS!...
...WELCOME TO MY NEW STORY!...
..."TOPAN & CAHAYA"...
...~~~...
#TOPAN&CAHAYA EPS. 187
...•...
...•...
Topan masih menahan dan mencengkeram lengan Calissa yang berusaha untuk mengejar Cahaya, ia tak ingin terjadi keributan kembali disana dan berharap Cahaya juga berhasil mendapat motornya. Topan memang sangat heran sekali dengan sikap Calissa yang sekarang ini, ya ia tak mengira jika Calissa bisa berubah menjadi wanita matre begini dan selalu mengincar harta milik papanya Cahaya disana.
Calissa pun tak menyerah begitu saja untuk bisa mempertahankan motor itu disana, ia berusaha terus agar dapat lepas dari cengkraman tangan Topan dengan menghentakkan tangannya. Namun, ya itu dia usahanya selalu gagal dan tidak berhasil melepaskan diri dari cengkeraman Topan yang memang cukup kuat dan erat sehingga Calissa kesulitan untuk bergerak walau hanya sedikit.
"Ish, lepasin aku dong Topan! Kamu itu seharusnya bela aku bukan Cahaya, kan kita ini saling mencintai sejak dulu sampai sekarang!" ucap Calissa.
"Itu hanya terjadi dulu, Calissa. Sekarang wanita satu-satunya yang aku cintai cuma Cahaya, gak ada orang lain apalagi kamu yang sudah jelas-jelas berwatak tidak benar!" ujar Topan.
"Kamu kenapa bicara begitu sih? Aku tahu kamu pasti masih cinta sama aku, ya kan?" ucap Calissa.
"Cih! Itu hanya terjadi di dalam mimpi kamu Lisa, nyatanya aku gak akan pernah bisa jatuh cinta lagi sama wanita pembohong dan licik seperti kamu! Sudah berapa banyak kejahatan yang kamu perbuat itu ha? Lebih dari satu atau dua kali, karena kamu juga sudah merusak keharmonisan rumah tangga keluarga Cahaya!" bentak Topan.
__ADS_1
"Aku terpaksa Topan, aku gak bener-bener pengen ngelakuin ini semua. Kamu percaya kan sama aku? Mana mungkin aku tega berbuat seperti ini, kalau enggak karena paksaan?" ucap Calissa.
"Gausah drama deh! Kamu pikir aku bakal kasihan sama aku? Enggak, itu gak mungkin terjadi! Justru aku semakin muak sama wanita seperti kamu yang hidupnya penuh dengan drama, sebaiknya kamu berhenti lakuin ini dan kembalikan semua harta milik papa Cahaya yang sudah kamu rampas itu!" ucap Topan dengan tegas dan lantang.
"Aku gak bisa, semua itu udah aku serahkan ke mama ku. Kamu sekarang tahu kan Topan? Mama aku yang suruh aku buat lakuin ini semua, mama minta supaya aku bisa rebut harta mas Hendra dan serahin ke dia!" ucap Calissa.
"Terus kenapa kamu mau?" tanya Topan.
"Ya aku terpaksa! Aku gak mungkin tolak kemauan mama aku itu, karena mama mengancam akan menjual aku ke tempat terlarang dan rusak karir aku yang lagi naik daun ini." jelas Calissa.
"Halah! Apapun alasannya, tetap saja apa yang kamu lakuin itu salah dan kejam! Gara-gara kamu, mama Cahaya meninggal terkena serangan jantung. Gara-gara kamu juga hubungan Cahaya sama papanya sempat retak dan renggang, kamu ini emang bukan wanita baik-baik Lisa!" ujar Topan.
"Iya aku tau, aku bukan orang baik, aku tau itu! Tapi asalkan kamu bisa merasakan apa yang aku rasakan saat ini Topan, aku tertekan! Aku gak bisa berbuat apa-apa selain nurut sama mama aku, kamu enak bisa bicara begitu karena kamu gak jadi aku!" bentak Calissa disertai tangisan yang mulai meledak.
Topan pun terdiam menunduk begitu mendengar perkataan Calissa barusan, entah mengapa ia jadi merasa bersalah karena sudah menyalahkan Calissa atas perbuatannya selama ini pada Cahaya.
"Hahaha, sepertinya Topan sudah mulai terpedaya dengan kata-kata aku. Tinggal sedikit lagi pasti Topan bisa ada di pihak aku dan dia juga akan kembali ke pelukan ku seperti dulu lagi, welcome back Topan!" batin Calissa.
Tak lama kemudian, sebuah motor yang tak lain ialah milik Cahaya muncul dan berhenti tepat di samping kedua orang itu dengan Cahaya terduduk di atas jok motornya tersebut. Cahaya menatap ke arah Topan dan Calissa dan curiga dengan tangisan yang ada di wajah Calissa itu, ia pun turun dari motor lalu menghampiri keduanya disana dengan ekspresi heran sekaligus penasaran pada mereka.
"Kalian lagi ngapain?" tanya Cahaya heran.
"Cahaya? Enggak kok, aku sama Calissa gak lagi ngapa-ngapain. Kamu udah ambil semua surat motor kamu itu?" ucap Topan.
"Udah kok, sekarang kita pergi yuk! Gue males lama-lama ada disini, rumah ini sekarang hawanya udah beda sejak ada Calissa yang emang membawa hawa jahat ke rumah ini!" ucap Cahaya.
__ADS_1
"Heh! Sembarangan aja lu kalo ngomong!" bentak Calissa terlihat kesal.
"Udah, jangan ribut! Ayo Cahaya, aku antar kamu sampe ke apartemen!" ucap Topan melepas tangan Calissa lalu menghampiri Cahaya.
Cahaya manggut-manggut saja lalu memakai helmnya kembali, ia mundur untuk memberi ruang bagi Topan bisa naik ke motornya karena Topan yang akan mengendarai motor itu. Ya Topan pun langsung naik saja ke atas jok motor dan memakai helm milik Cahaya disana, ia tak perduli lagi pada tatapan Calissa yang berharap belas kasih darinya.
Setelah Cahaya dan Topan pergi, Calissa tampak emosi sekali dengan dua tangan terkepal dan tubuhnya mulai bergetar hebat menahan emosi yang hendak mencuat itu. Calissa terus saja menatap tajam ke arah punggung Cahaya yang mulai menjauh, entah mengapa ia memiliki ide untuk bisa menyingkirkan gadis itu dari Topan.
"Gue akan lakuin cara apapun untuk pisahin kalian, jangan harap kalian bisa bersama terus! Kalau gue gak bisa milikin Topan, itu artinya siapapun termasuk lu Aya juga gak boleh dapetin Topan!" gumamnya.
Calissa pun pergi menuju mobilnya dengan cepat dan masuk ke dalamnya, ia hendak mengikuti Topan serta Cahaya dengan mobilnya tersebut dan memiliki sebuah rencana jahat untuk mereka. Ya tanpa basa-basi lagi, Calissa langsung saja menancap gas keluar dari dalam rumahnya itu dan mengejar Topan serta Cahaya yang sudah lebih dulu pergi dari sana.
❤️
Sementara Cahaya sendiri saat ini merasa heran dengan Topan yang memilih pergi dengan motornya, padahal tadi Topan datang ke rumah Calissa itu dengan mobilnya dan sekarang dia malah meninggalkan mobil itu disana. Cahaya juga penasaran apa yang dibicarakan Topan dengan Calissa sebelumnya saat ia sedang mengambil motor dan surat-suratnya di dalam rumah itu.
"Topan!" ucap Cahaya memanggil Topan.
"Iya pacar, ada apa?" tanya Topan penasaran.
"Eee gak jadi deh, nanti aja gue ngobrolnya pas kita udah sampe di apartemen. Sekarang lu fokus aja bawa motornya, jangan sampe jatuh gara-gara lu nengok ke belakang mulu!" ucap Cahaya.
"Iya pacarku sayang!" ucap Topan.
Cahaya pun dibuat senyum-senyum sendiri dengan perkataan Topan barusan, bahkan wajahnya juga mulai memerah akibat itu.
__ADS_1
...~Bersambung~...
...JANGAN LUPA LIKE+KOMEN YA GES YA!!!...