
...HALO GUYS!...
...WELCOME TO MY NEW STORY!...
..."TOPAN & CAHAYA"...
...~~~...
#TOPAN&CAHAYA EPS. 39
...•...
...•...
Hendra menatap mata putrinya penuh penasaran, begitupun Calissa yang juga ikut-ikut memasang wajah seram ke arah Cahaya supaya gadis itu semakin merasa terpojok.
"Mau kemana kamu malam-malam begini?" tanya Hendra dengan nada dingin.
"Eee...."
Cahaya tampak gugup dan memainkan jari-jarinya sembari menggigit bibir bawahnya karena bingung harus mengatakan apa pada papanya, tentu sang papa pasti akan marah jika ia mengatakan kalau ia ingin menemui lelaki di sebuah cafe.
Hendra pun terlihat kesal karena putrinya tak kunjung menjawab pertanyaan darinya, ia maju menambah kedekatannya pada tubuh Cahaya lalu sedikit memiringkan kepalanya untuk dapat melihat wajah Cahaya yang sedari tadi menunduk.
"Kenapa diam? Tinggal jawab aja kamu mau kemana, gampang kan? Papa juga gak akan marah atau ngelarang kamu pergi kok, papa cuma mau tau aja kamu ini mau pergi kemana malam-malam begini!" ucap Hendra tepat di depan wajah Cahaya.
"Iya pah, aku mau ketemu temen!" jawab Cahaya yang akhirnya mendongak menatap wajah papanya masih dengan kondisi gugup.
"Temennya cowok atau cewek, Cahaya?" serobot Calissa sambil tersenyum.
Sontak Cahaya melirik sinis ke arah Calissa karena berani memancing amarahnya, terlihat Calissa malah senyum-senyum disana saat Cahaya tampak gugup.
"Ayo jawab! Teman yang mau kamu temui itu, laki-laki atau perempuan?" ujar papanya yang kini jadi ikut menanyakan hal itu pada Cahaya.
"Co-cowok, pah!" jawab Cahaya gugup, ia terpaksa jujur karena sedari kecil mamanya selalu mengajarkan padanya untuk berkata jujur apalagi terhadap kedua orang tuanya.
"Cowok? Malam-malam begini kamu mau ketemu laki-laki, Cahaya? Berdua aja atau bagaimana ha?" ujar Hendra mulai sedikit kesal.
__ADS_1
Cahaya semakin dibuat tak berkutik menghadapi amarah papanya yang mulai memuncak naik ke ubun-ubun begitu mendengar jawaban darinya, Cahaya pun jadi pesimis kalau ia bisa bertemu dengan sosok Badai malam hari ini.
"Berdua doang pah, ta-tapi..."
"Gak boleh!" potong papanya dengan cepat sebelum Cahaya menyelesaikan ucapannya.
Sontak Cahaya terbelalak lebar menatap wajah papanya karena ia tidak diizinkan pergi, padahal sebelumnya ia sudah sangat berharap untuk bertemu dengan Badai dan mengetahui bagaimana wajah atau rupa pria tersebut.
"Kenapa gak boleh, pah?" tanya Cahaya memelas.
"Pake nanya kenapa lagi, ya udah jelas karena kamu cuma berduaan aja disana! Jangan-jangan dia bukan teman kamu, tapi pacar kamu ya?" ujar Hendra mulai ngegas seperti biasanya.
"Duh apa sih, pah? Dia itu temen aku, mana ada sih aku punya pacar?? Ayolah pah, aku cuma mau ngobrol-ngobrol doang sama dia gak lebih!" ucap Cahaya terus berusaha memohon pada papanya untuk diizinkan pergi.
"Gak ada, pokoknya papa gak akan izinin kamu!" ucap Hendra tetap kekeuh tidak mau mengizinkan putrinya pergi menemui lelaki di luar.
Calissa yang masih berada di belakang suaminya kini maju sedikit mendekat Hendra lalu menautkan tangannya di sela-sela lengan sang suami sambil tersenyum licik ke arah Cahaya.
"Mas, Cahaya kayaknya gak bohong deh! Dia itu mau ketemu temannya, soalnya tadi tuh pas siang aku ngeliat Cahaya pulang diantar sama temen cowoknya sampe depan gerbang! Pasti kamu mau ketemu temen kamu yang itu juga, kan?" ucap Calissa.
"Apa? Kamu berani ajak laki-laki ke rumah ini, Cahaya??" ujar Hendra bertambah emosi.
"Oh, bukan dia? Waw banyak banget ya temen cowok kamu Cahaya, aku salut loh sama kamu!" ujar Calissa.
"Heh, lu diem deh! Gue lagi bicara sama bokap gue!" bentak Cahaya menatap tajam ke arah Calissa.
"Jaga bicara kamu, Cahaya! Sekarang masuk ke kamar atau papa akan sita motor kamu!" ujar Hendra menyuruh putrinya masuk ke kamar.
"Tapi, pah-"
"Gak ada tapi tapi! Sana cepat masuk dan langsung tidur! Papa gak mau lihat kamu keluar kamar lagi, ayo cepat masuk kamar!" ucap Hendra tegas.
Akhirnya Cahaya terpaksa berbalik badan dan kembali ke kamarnya setelah papanya tidak bisa dibujuk, wajahnya tampak kesal sekali karena ia sangat ingin bertemu Badai.
Tampak kali ini giliran Calissa yang meledek Cahaya dengan memasang wajah menyebalkan sembari menjulurkan lidahnya, Cahaya yang melihat itu makin geram dan akhirnya mempercepat langkahnya menuju kamar.
...•••...
__ADS_1
Disisi lain, sudah hampir 10 menit Topan menunggu kehadiran Senja di permata cafe sesuai janjinya untuk ketemuan disana. Pelayan di cafe tersebut sampai tiga kali bolak-balik untuk menawarkan pesanan ke Topan, ya akhirnya pria itu terpaksa memesan cappucino sembari menunggu Senja datang kesana.
"Senja mana ya? Udah mau jam 9 tapi dia belum dateng-dateng juga, apa kejebak macet?" gumam Topan sembari melirik jam di ponselnya serta celingak-celinguk ke sekeliling cafe itu.
Tliingg...
Baru saja diomongin oleh Topan, Senja langsung mengirim pesan ke ponselnya. Pria itu pun tersenyum tipis kemudian membuka pesan dari Senja dan membacanya, namun seketika wajahnya berubah begitu membaca isi pesan tersebut.
💌Senja : Badai, maaf banget ya aku gak bisa dateng temuin kamu malam ini! Tadi aku udah coba minta izin sama papa ku, tapi gak dibolehin dan aku malah dimarahin terus disuruh masuk kamar! Lain kali aja ya kita ketemuannya?
Suasana hati Topan mendadak sendu setelah membaca pesan dari Senja, padahal ia sangat senang ketika Senja mengajaknya ketemuan.
💌Badai : Oke gapapa kok, kan masih ada lain waktu! Tapi, kalau bisa sebelumnya kamu harus minta izin dulu sama papa kamu ya biar kejadian ini gak keulang lagi!
Topan langsung meletakkan hp nya dengan kasar ke atas meja sembari mengusap wajahnya kasar, keinginannya untuk melihat wajah Senja rupanya belum dikabulkan oleh authornya.
Pria itu pun menghabiskan cappucino pesanannya karena sayang kalau tidak dihabiskan, ia merogoh kantong celananya mengeluarkan dompet berwarna hitam lalu mengambil selembar uang dari dalam sana. Topan meletakkan uang itu di meja lalu hendak pergi dari cafe dengan segera, namun tiba-tiba saja ada seorang wanita yang menyapanya dari samping.
"Topan!"
Sontak Topan menoleh ke asal suara yang memanggil namanya, wajahnya lesu saat melihat ternyata Bella yang ada di sampingnya itu.
"Kamu disini juga?" tanya Bella nampak antusias karena bertemu mantan kekasihnya.
"Eee..." Topan tampak gugup berbicara pada Bella, apalagi disana juga ada Bram yang langsung melotot ke arahnya sebagai pengingat kalau ia sudah berjanji akan menjauhi Bella dan membiarkan gadis itu bersama Bram.
"Iya, aku emang suka kesini!" jawab Topan santai.
"Ohh, kalo gitu mau ikut gabung sama kita gak? Kebetulan Bram ajakin aku kesini buat minum-minum, dia mau traktir juga loh!" ujar Bella.
"Hah? Duh kayaknya gak bisa deh, aku masih ada urusan lain! Sorry banget ya, aku pergi duluan! Kalian have fun aja berdua, bye!" ucap Topan menepuk pundak Bella dan juga Bram lalu pergi melewati mereka dengan tergesa-gesa.
Bella terus memandangi punggung Topan yang semakin menjauh, entah mengapa ada rasa sedih yang muncul di dalam hatinya ketika melihat Topan pergi dari sana. Sedangkan Bram merasa cemburu karena gadisnya malah terus memperhatikan Topan dibanding dirinya, ia pun berencana untuk menghabisi Topan untuk membayar rasa kesalnya.
...~Bersambung~...
...JANGAN LUPA LIKE+KOMEN YA GES YA!!!...
__ADS_1
...|||...
...Yah gagal ketemu guys😁...