Topan & Cahaya

Topan & Cahaya
Bab 204. Bareng Wulan


__ADS_3

...HALO GUYS!...


...WELCOME TO MY NEW STORY!...


..."TOPAN & CAHAYA"...


...~~~...


#TOPAN&CAHAYA EPS. 203


...•...


...•...


Cahaya kini tengah berjalan di lorong sekolah untuk menuju kelasnya, setelah sebelumnya ia habis berbicara berdua dengan Topan di taman sekolah dan Topan pun sudah pergi. Cahaya terus tersenyum sepanjang jalan membayangkan momen saat bersama Topan tadi, entah mengapa ia sulit untuk melupakan kejadian ketika berduaan dengan Topan.


Tak disangka tak diduga, Cahaya justru berpapasan dengan Mawar dan Melani yang juga berjalan dari arah yang berlawanan dengannya. Ya kedua gadis itu pun menegur Cahaya sembari menepuk pundak temannya itu, sontak Cahaya terkejut dan sadar dari lamunannya ketika ada suara yang muncul serta tepukan di pundaknya yang sekilas terasa.


"Cahaya!" ujar Mawar dan Melani bersamaan sembari menepuk pundak Cahaya.


"Haish, kalian ini!" geram Cahaya.


"Hehehe, sorry sorry! Abisnya lu ngapain sih ngelamun sambil jalan gitu? Kalo nanti lu nabrak tembok atau orang gimana?" ujar Mawar.


"Iya ih Cahaya, lu ngelamunin apa sih emang?" sahut Melani bertanya pada temannya.


"Eee...." Cahaya terlihat gugup dan tak tau harus menjelaskan apa pada teman-temannya itu, tentu ia akan sangat malu jika mengatakan yang sejujurnya kalau tadi ia sedang melamun kan Topan.


"Gak kok, bukan apa-apa!" ucap Cahaya.


"Yeh kalo bukan apa-apa, kenapa lu ngelamun? Ah gue tau nih, pasti lu abis ngelamunin Topan kan? Cie cie Cahaya cie..." ledek Mawar.


"Hah? Apaan sih? Mana ada gue ngelamunin dia? Gak penting banget keleus!" ujar Cahaya.

__ADS_1


"Ahaha, cie yang udah mulai jatuh cinta cie! Semoga langgeng terus deh ya hubungan lu sama kak Topan, jangan pernah berantem lagi!" ucap Mawar.


"Iya Cahaya, kalo nikah nanti juga undang kita ya!" sahut Melani.


"Hah? Kalian ini apa-apaan sih? Gue masih sekolah dan gue belum mau nikah sama Topan, stop ya bahas tentang pernikahan atau gue bakal ngambek sama kalian berdua!" ancam Cahaya kesal.


"Hahaha, iya Cahaya maaf! Gue tadi kan cuma bercanda, jangan marah-marah gitu atuh! Kita juga tau kok, gak mungkin lah lu nikah sama Topan sekarang!" ucap Melani nyengir.


"Huft, punya temen kok gini amat ya?" ujar Cahaya.


"Hehe sabar Cahaya! Kita gini-gini kan setia sama lu, mana pernah kita berkhianat dari lu?" ucap Mawar.


"Iya iya!" ucap Cahaya pasrah.


"Yaudah, kantin yuk! Gue yakin lu pasti lapar, kita berdua soalnya juga lapar banget nih!" ucap Mawar nyengir mengajak Cahaya ke kantin.


"Heleh! Bilang aja kalo kalian minta gue traktir, ya kan?" ucap Cahaya tahu maksud dari dua temannya tersebut karena memang mereka biasa minta traktiran darinya.


"Ah tau aja lu Cahaya, emang dah lu itu bestie kita yang paling terbaik!" puji Mawar.


"Udah deh gausah berlebihan gitu mujinya! Gue kan emang udah biasa traktir kalian, jadi kalian ya reaksinya biasa aja lah!" ucap Cahaya.


"Iya iya, tapi kan wajar kalo kita seneng!" ujar Mawar.


"Yaudah, ayo buruan ke kantin! Mumpung bel masih belum bunyi, ini paling beberapa menit lagi tuh bel masuk kedengaran nyaring deh si telinga!" ucap Cahaya meminta teman-temannya cepat pergi.


"Iya juga ya, yaudah ayo kita ke kantin sekarang!" ucap Mawar panik.


Akhirnya Cahaya beserta Mawar dan Melani pun pergi dengan langkah tergesa-gesa menuju kantin, mereka bertiga khawatir jika bel masuk akan segera berbunyi jika mereka tak pergi sekarang. Terlebih waktu sekarang memang sudah menunjukkan hampir pukul setengah tujuh pagi, sehingga mereka harus terburu-buru jika ingin makan lebih dulu.


...•••...


Disisi lain, Topan yang baru selesai mengantar Cahaya kini tengah berada di jalan raya dan menuju ke kampusnya seperti biasa. Ya Topan memang selalu datang pagi biarpun tidak ada kelas disana, karena ia ingin berkeliling saja sembari menunggu waktu plus bertemu dengan temannya, karena ia tahu pasti Ardan atau Guntur juga ada disana.

__ADS_1


Namun, naas bagi Topan lantaran ban mobilnya harus kempes disaat ia hendak melaju kencang menuju kampus. Ya Topan pun terpaksa berhenti sejenak ke pinggir untuk mengecek ban mobilnya tersebut, dan ternyata memang benar kalau ban mobilnya itu kempes sehingga ia tidak bisa melanjutkan perjalanan menuju kampus kali ini.


"Haish, kenapa lu bisa kempes sih? Gue kan sekarang jadi gak bisa pergi ke kampus, ah elah ada-ada aja lu mobil payah! Gue harus gimana dong sekarang nih?!" ujar Topan geram.


Topan yang kalut dan tak tahu harus bagaimana, kini hanya bisa mengusap wajahnya kasar sembari memukuli badan mobilnya dan sesekali juga berteriak geram karena ban mobilnya kempes. Ia bingung harus berbuat apa saat ini untuk bisa pergi ke kampus, jarang tentunya ada bengkel mobil yang buka di jam-jam pagi seperti ini.


"Aaarrgghh!! Emang sial banget dah gue hari ini, dasar mobil butut!" bentak Topan kesal.


"Topan?"


Tiba-tiba saja ada suara perempuan yang terdengar di telinga Topan memanggil namanya, sontak Topan terkejut dan reflek menoleh ke arah belakang untuk memastikan siapa yang memanggilnya. Topan cukup kaget lantaran ia melihat Wulan berdiri disana memandang ke arahnya, ya ia sama sekali tak mengira jika ia bisa bertemu dengan Wulan disana.


"Wulan? Kamu kok bisa ada disini?" tanya Topan terheran-heran sembari melangkah ke dekat gadis yang tengah berdiri sambil tersenyum disana.


"Iya, aku emang lewat sini kalo mau ke tempat syuting. Kamu sendiri ngapain malah diem disini kayak gitu? Mobil kamu kenapa emangnya?" ucap Wulan penasaran.


"Eee ini loh, ban mobil aku kempes! Sialan banget emang, padahal aku mau ke kampus!" ujar Topan.


"Ohh, yaudah kamu bareng aku aja! Kebetulan aku juga masih sekitar dua jam-an lagi mulai syutingnya, jadi aku bisa lah anterin kamu dulu!" ucap Wulan.


"Waduh, enggak deh takut ngerepotin!" ujar Topan.


"Enggak kok, gapapa! Udah ayo bareng aku aja, ini mumpung aku belum berubah pikiran lu! Lagian kalau kamu diem disini aja, nanti bisa telat ke kampusnya loh!" ucap Wulan.


"Iya juga sih, yaudah deh boleh aku bareng kamu aja! Tapi, bener gak ngerepotin kan?" ucap Topan.


"Iya, mana mungkin aku kerepotan kalau cuma anterin kamu ke kampus? Tapi, nanti kamu yang nyetir ya?" ucap Wulan.


"Ohh, iya iya santai!" ucap Topan tersenyum.


Akhirnya Topan mau diantar oleh Wulan menuju kampusnya, Topan pun meninggalkan mobilnya disana lalu melangkah menuju mobil milik Wulan dan masuk ke kursi kemudi. Sedangkan Wulan tampak tersenyum senang karena Topan mau menerima tawarannya dan kini ia duduk di samping pria itu, ya Wulan masih terus memandangi wajah Topan sambil tersenyum dari arah tempat duduknya sekarang.


...~Bersambung~...

__ADS_1


...JANGAN LUPA LIKE+KOMEN YA GES YA!!!...


__ADS_2