
...HALO GUYS!...
...WELCOME TO MY NEW STORY!...
..."TOPAN & CAHAYA"...
...~~~...
#TOPAN&CAHAYA EPS. 42
...•...
...•...
Cahaya sudah sampai di sekolah dan kini ia memasuki kelas dengan menahan rasa kantuk yang bergelora di dalam tubuhnya, ia terus menguap sembari berusaha menjaga matanya agar tetap terbuka. Gadis itu langsung duduk di kursinya, menaruh tas di atas meja kemudian membenamkan wajahnya pada tas tersebut lalu mulai memejamkan mata.
Teman-teman kelasnya hanya memperhatikan tingkah Cahaya yang tak biasa, ya mereka heran mengapa Cahaya jadi lemas seperti itu dan sampai tertidur di kelas padahal sebelumnya tidak pernah. Dalam sekejap, Cahaya sudah terlelap karena saking ngantuknya akibat semalaman susah tidur.
Kriiiinngggg.... Kriiiinngggg...
Bel masuk telah berbunyi dan Cahaya masih tertidur pulas disana, ia tak mendengar suara bel tersebut karena sedang asyik berkelana di dunia mimpi. Prita pun mencoba membangunkan gadis itu dengan cara menggoyang-goyangkan tubuhnya, namun Cahaya tetap tidak terbangun justru semakin lelap.
Prita yang bingung harus berbuat apa akhirnya pasrah dan berpura-pura tidak tahu, begitupun dengan semua teman sekelasnya yang kini tertib duduk di kursi masing-masing menunggu kedatangan guru mata pelajaran pertama mereka.
Tak lama kemudian, pak Jumali selaku guru bahasa Inggris masuk ke kelas itu sembari membawa tas berisi laptop. Perut buncitnya yang lumayan besar membuat ia sulit berjalan cepat, ia pun memasuki kelas dengan langkah pelan dan lambat.
"Morning class!" sapa pak Jumali pada seluruh muridnya di kelas itu sembari terus berjalan menuju meja guru yang ada di depan.
"Morning, sir!" ucap seluruh murid disana serentak menjawab salam dari pak Jumali, ya tentunya kecuali Cahaya yang masih ngorok.
__ADS_1
Setelah 5 menit akhirnya pak Jumali berhasil mencapai meja guru, ia duduk disana dengan nafas terengah-engah dan keringat mulai membasahi tubuhnya. Ia meletakkan laptopnya di atas meja kemudian melepas pecinya untuk digunakan sebagai kipas, padahal di ruang kelas itu sudah ada 1 AC dan 2 kipas angin.
"Hadir semuanya kan ini? Saya mau ambil nilai soalnya, jangan sampai ada yang susulan karena itu malah merepotkan saya!" ujar pak Jumali.
"Hadir semua kok, pak!" jawab Tata selalu sekretaris di kelasnya, seperti biasa sekretaris pasti wajahnya cantik dan senyumnya manis sama kayak kamu.
Sementara Prita terus menatap ke samping yang mana Cahaya masih saja tertidur pulas, sesekali Cahaya menggerakkan kepalanya mencari posisi enak tapi kembali tidur. Prita garuk-garuk kepala bingung sekaligus khawatir dengan nasib teman sebangkunya itu, ia takut nanti pak Jumali melihat Cahaya yang tengah tertidur dan memarahinya.
"Oke bagus, kalo gitu saya beri waktu 15 menit bagi kalian untuk memahami materi sebelumnya! Saya juga mau rekap nilai ujian kemarin dulu, silahkan dibuka buku pelajarannya!" ucap pak Jumali.
Prita coba membangunkan Cahaya lagi dengan berbicara di telinga gadis itu, namun Cahaya masih tetap tak merespon karena sangat mengantuk. Prita masih terus mencoba, kali ini ia dorong-dorong dengan kuat tubuh Cahaya sampai satu tangan gadis itu terjuntai ke bawah.
Ya tetapi mata Cahaya masih saja tertutup walau satu tangannya sudah terjatuh, Prita pun tidak tahu lagi cara apa yang harus ia lakukan karena Cahaya sangat sulit untuk dibangunkan dari tidurnya.
"Heh, itu temen lu tidur apa pingsan? Perasaan kagak bangun-bangun daritadi, coba cek deh siapa tau dia beneran pingsan!" ujar Alvin yang duduk tepat di depan Cahaya, ia menoleh ke belakang karena mendengar suara bising dari mulut Prita yang panik.
Alvin mendekatkan wajahnya agar bisa melihat mata Cahaya, ya benar saja memang gadis itu sekarang memiliki kantung mata berwarna hitam.
"Waduh, kira-kira gak tidur berapa hari ya dia? Tapi tetep cantik sih mukanya walau ada kantung mata gitu, beda banget sama lu Prit!" ujar Alvin malah membandingkan Cahaya dengan Prita sembari tertawa meledek.
"Ish, nyebelin lu!" ujar Prita kesal kemudian membuka bukunya untuk dibaca.
Sementara Alvin juga kembali menghadap ke depan lalu mengambil buku pelajarannya dari dalam tas, mereka kini fokus memahami materi dan melupakan Cahaya yang tertidur disana.
...•••...
Disisi lain, Topan yang dipaksa bangun oleh mamanya akhirnya terbangun dari tidurnya dan kini duduk terdiam sambil terus menguap padahal sudah mandi. Ia mengucek-ngucek matanya untuk menghilangkan rasa kantuk, namun yang ada sekarang matanya malah memerah akibat dikucek dengan kasar.
"Aaarrgghh, ini semua gara-gara Senja! Lagian ngapain sih dia ngajak gue ketemu kalau ujungnya gak jadi, apa mungkin dia mau kerjain gue?" ujar Topan geram sembari mengepalkan tangannya yang berada di atas paha.
__ADS_1
Topan pun bangkit memukul angin untuk melampiaskan kekesalannya, ia mengambil sebuah jaket yang tergantung lalu memakainya. Terlihat jam sudah menunjukkan pukul 8 yang artinya satu jam lagi kelasnya akan dimulai, Topan bersiap pergi ke kampus dan memasukkan barang-barang yang akan ia bawa ke dalam tasnya.
Memang ia masih belum bisa menghilangkan rasa kantuk itu, namun ia mencoba terus beraktivitas karena siapa tahu kantuknya bisa hilang dengan sendirinya nanti dibanding ia terus duduk disana.
"Haish, gua lupa belum fotocopy lagi! Ah elah gara-gara gagal ketemu Senja hidup gue jadi berantakan kayak gini, mana tadi gue cium-cium tangan mama dan bayangin itu tangan Senja lagi! Untung aja gamparan mama gak terlalu keras, ya tapi tetep sih gue malu banget!" ujarnya sambil mengingat kembali kejadian tadi saat ia membayangkan tangan mamanya adalah milik Senja.
Setelah semuanya disiapkan dan dimasukkan ke dalam tas miliknya, Topan langsung menggemblok tas tersebut di punggungnya kemudian menggenggam ponsel di tangannya lalu jalan keluar dari kamar dengan tergesa-gesa.
Ia tampak sangat terburu-buru, sampai panggilan bibinya juga tak didengar olehnya. Ya Topan baru ingat kalau ia belum fotocopy tugasnya, maka dari itu ia buru-buru pergi menuju tukang fotokopi terdekat.
Saat di dalam mobil, Topan masih saja mengantuk dan terus menguap dengan kondisi mata juga seperti sudah tak mampu terjaga. Berkali-kali Topan melebarkan matanya dengan bantuan jari agar bisa terus terbuka, namun tetap saja rasa kantuk itu masih menyerangnya.
"Aduh, kalo ngantuk begini terus gue bisa nabrak!" ucap Topan sembari menguap.
Ciitttt...
Seperti kata orang, ucapan itu adalah doa dan kita tidak boleh sembarangan mengucap sesuatu yang buruk. Ya Topan menyerempet seorang wanita di depan jalan hingga wanita itu terjatuh, tentu tepat kaget dan matanya terbelalak seakan rasa kantuknya hilang namun berganti menjadi rasa panik.
Topan langsung turun dari mobilnya menghampiri wanita yang masih tersungkur di jalan itu, ia berjongkok mendekatinya untuk memberi pertolongan sekaligus tanggung jawabnya.
"Mbak, gapapa?" tanya Topan sambil memegang pundak wanita itu.
Perlahan si wanita menoleh sambil memegangi sikunya yang berdarah, Topan kembali tercengang karena ia merasa mengenali wanita yang ditabraknya itu begitupun dengan si wanita.
"Calissa...??"
...~Bersambung~...
...JANGAN LUPA LIKE+KOMEN YA GES YA!!!...
__ADS_1