
...HALO GUYS!...
...WELCOME TO MY NEW STORY!...
..."TOPAN & CAHAYA"...
...~~~...
#TOPAN&CAHAYA EPS. 119
...•...
...•...
Di lokasi syuting, Eun-Kyung tampak khawatir pada putranya yang selalu bepergian tak ingat waktu padahal dia masih belum pulih, akibatnya Eun-Kyung pun sulit untuk fokus dengan naskah dan mengikuti alur ceritanya.
"Cut!!"
"Mbak Eun, ada apa sih??"
"Sorry, saya perlu istirahat dulu!"
Eun-Kyung yang kesulitan fokus terpaksa harus menerima omelan dari sutradaranya, ia pun beranjak menuju tempat istirahat untuk menenangkan diri sekaligus menayangkan kabar Topan pada bik Leni agar suasana hatinya bisa tenang kali ini.
Setelah menghubungi bik Leni, bukannya tenang justru Eun-Kyung semakin cemas lantaran bik Leni mengatakan padanya kalau Topan saat ini sedang pergi lagi, bahkan sejak pagi tadi Topan sudah keluar dari rumah dengan motornya entah kemana.
Sontak Eun-Kyung tak bisa mengendalikan kecemasan dalam dirinya, ia mencoba menghubungi ponsel Topan tetapi selalu gagal alias tidak bisa dihubungi, ia pun sangat panik dan khawatir saat ini pada Topan dan takut putranya itu kenapa-napa.
"Tante!"
Tak lama kemudian, Wulan datang menghampiri Eun-Kyung yang sedang cemas itu. Wulan duduk di samping Eun-Kyung lalu menatap wajah wanita itu dari samping dengan tatapan penasaran, ia heran mengapa Eun-Kyung berada di tempat istirahat selagi proses syuting masih berjalan.
"Tante kenapa ada disini?" tanya Wulan heran.
"Sayang, tante cemas banget sama Topan!" jawab Eun-Kyung dengan wajah cemasnya.
"Kenapa lagi sama Topan?" tanya Wulan.
"Dia pergi dari rumah, padahal kondisi lukanya itu belum sembuh benar! Tante udah bilang sama dia buat stay di rumah aja jangan kemana-mana, tapi dia ngeyel dan tetep keluar!" jelas Eun-Kyung.
"Tante yang sabar ya, anak laki-laki kan emang begitu! Susah nurut kalo dibilangin, sama kayak abangku..." ucap Wulan.
__ADS_1
"Iya Wulan, tapi kan tante khawatir dia kenapa-napa di luar sana! Apalagi banyak musuhnya berkeliaran dan bisa aja mereka pukulin Topan lagi, tante gak mau kejadian itu terulang lagi!" ujar Eun-Kyung.
"Tante jangan berpikir seperti itu, kita sama-sama berdoa aja untuk keselamatan Topan!" ucap Wulan.
Akhirnya Eun-Kyung mau tersenyum kembali dan memeluk gadis di sampingnya dengan erat, ia merasakan ketenangan disaat ia memeluk Wulan dan seperti tidak ingin melepaskannya.
"Kamu memang selalu bisa bikin tante tenang, andai aja Topan dan kamu bisa jadi pasangan!" batin Eun.
Setelah dirasa tenang, Eun-Kyung pun menghapus air mata yang sempat keluar membasahi pipinya. Ia juga kembali membaca naskah sebelum pergi keluar untuk melanjutkan syutingnya, karena ia tak mau dimarahi lagi nantinya oleh sutradara.
Wulan turut membantu Eun-Kyung membaca naskah sembari menenangkan wanita itu. Mereka pun tampak tersenyum ceria sambil memeragakan tokoh yang mereka perankan disana, melihat ekspresi Wulan membuat Eun-Kyung tertawa kencang.
...•••...
Topan mengajak Cahaya makan siang di sebuah restoran yang dekat dari apartemennya, Cahaya hanya bisa menurut mengikuti kemauan Topan karena ia juga akui kalau ia membutuhkan bantuan pria tersebut saat ini.
"Mau pesen apa?" tanya Topan.
"Steak,"
Terlihat Topan mengacungkan jarinya memanggil salah seorang pelayan disana, ia pun mengatakan pesanan mereka kepada pelayan itu.
Setelah pelayan itu pergi, Topan kembali menatap wajah Cahaya yang duduk di hadapannya sambil celingak-celinguk ke sekeliling restoran. Topan meraih satu tangan gadis itu lalu menggenggamnya.
"Tangan kamu mulus banget, aku jadi pengen ngelus terus nih!" ucap Topan.
"Gila!" umpat Cahaya.
"Biarin aku gila, orang yang bikin aku gila juga kamu kok!" ucap Topan tersenyum tipis.
Cahaya terdiam tak mau lanjut bicara karena takut akan digombalin lagi sama Topan, sepertinya ia selalu salah tingkah setiap kali Topan melontarkan gombalan mautnya itu, akibatnya Cahaya memilih diam walau Topan selalu menggodanya.
Senyum di wajah Topan membuat Cahaya sulit untuk hanya diam mematung, apalagi pria itu memang sengaja memancingnya untuk mau bicara dan menatapnya kembali. Namun, keteguhan Cahaya tidak semudah itu berhasil digoyahkan.
Akhirnya pesanan mereka pun datang, Cahaya tampak senang karena ada yang bisa membuatnya tak lagi terpengaruh pada Topan, sedangkan pria itu sedikit jengkel lantaran Cahaya melepas genggaman tangannya secara sepihak.
"Hey, kamu kenapa diem aja sih? Aku ada disini loh, ajak ngomong kek!" ucap Topan.
Cahaya tak memperdulikan itu, ia fokus memakan steak Wahyu yang ia pesan sambil menunduk tak mau menatap wajah Topan. Ya walau sebenarnya di dalam hatinya ia tertawa, karena ekspresi Topan sangat membuatnya sulit menahan tawa.
"Ohh, jadi kamu beneran mau ngacangin aku nih? Oke fine, dasar cewek aneh!" ujar Topan.
__ADS_1
"Heh, apa lu bilang barusan?" ujar Cahaya.
"Nah gitu dong, kan kalo kamu ngomong jadinya aku gak ngerasa kesepian! Jangan cuekin aku ya, berat tau dicuekin sama cewek cantik!" ucap Topan.
"Haish, kalo gitu lu jangan gombal mulu! Gue paling gak suka yang namanya digombalin begitu, bikin jijik tau gak!" ujar Cahaya kesal.
"Jijik apa demen? Gue yakin padahal di dalam hati lu pasti lagi senyum-senyum!" ucap Topan.
"Dih, kepedean banget! Yang ada gue mual pengen muntah, jadi gak selera makan lagi gue kalo denger gombalan dari lu!" ucap Cahaya.
"Yaudah iya, aku gak akan gombal lagi!" ucap Topan.
Topan pun terpaksa harus menuruti perkataan Cahaya dan tidak lagi menggombal saat ini, ya setidaknya sampai mereka selesai makan.
•
•
Sementara itu, Calissa serta Hendra sampai juga di depan restoran yang sama dengan Cahaya dan Topan. Mereka datang kesana untuk menikmati makan siang sebelum melanjutkan pencarian, karena saat ini memang sudah masuk waktu makan.
Mereka pun jalan bergandengan memasuki restoran itu sambil saling pandang dan tersenyum, namun pandangan Calissa tertuju pada sebuah mobil mewah yang terparkir disana, ia merasa tak asing dengan mobil tersebut.
"Itu kayak mobil Topan, ah masa iya dia disini?" batin Calissa.
"Sayang, kamu kenapa?" tanya Hendra heran saat melihat istrinya terbengong.
"Ah gapapa kok, mas!" jawab Calissa.
Calissa membuang pikiran itu jauh-jauh, menurutnya tak mungkin Topan ada disana karena restoran itu tidak terlalu mewah. Akhirnya mereka kembali melanjutkan perjalanan menuju ke dalam restoran tersebut.
Saat di dalam, mereka celingak-celinguk mencari meja yang masih kosong karena disana lumayan ramai dan hampir penuh. Untunglah ada satu meja yang masih bisa mereka tempati, tanpa basa-basi tentu saja mereka langsung menuju kesana.
"Yuk duduk!" ucap Hendra menarik kursi untuk istrinya.
"Makasih mas," Calissa tersenyum lalu duduk disana.
Akan tetapi, pandangan Calissa memang benar-benar tak bisa diragukan. Mata elangnya itu berhasil menemukan sosok Cahaya yang sedang makan disana juga bersama seorang lelaki.
"Itu kan si Cahaya, dia sama siapa tuh?" batinnya.
...~Bersambung~...
__ADS_1
...JANGAN LUPA LIKE+KOMEN YA GES YA!!!...