Topan & Cahaya

Topan & Cahaya
Bab 115. Hampir tertabrak


__ADS_3

...HALO GUYS!...


...WELCOME TO MY NEW STORY!...


..."TOPAN & CAHAYA"...


...~~~...


#TOPAN&CAHAYA EPS. 114


...•...


...•...


Setelah selesai menikmati makan siang bersama, kini Topan mengajak Cahaya untuk keliling agar gadis itu bisa lebih ceria dan tidak lagi terpikirkan pada kejadian sebelumnya saat Cahaya dihujat oleh seluruh netizen di sosmed cukup kejam.


Cahaya tampak masih sedih bahkan terus merunduk mengingat bagaimana hujatan yang diberikan oleh netizen padanya, sepanjang perjalanan itu juga banyak orang-orang yang meliriknya sinis dan mengumpat kepadanya dari belakang dengan pelan.


Topan yang tau Cahaya masih belum bisa melupakan itu, langsung dengan cekatan merangkul dan menenangkan gadisnya sembari mengusap lembut puncak kepala Cahaya, ia juga mengecup pipi gadisnya yang membuat Cahaya salah tingkah.


"Kok lu cium gue?" tanya Cahaya menoleh.


"Kenapa? Kamu gak terima dicium sama orang ganteng dan keren kayak aku?" ucap Topan tersenyum tipis sembari menatap mata gadisnya.


"Ah nyebelin lu!" ujar Cahaya salting.


Ya Cahaya memalingkan wajahnya setelah sekitar beberapa detik saja mereka saling bertatapan disana, sepertinya Cahaya tidak kuat harus menatap mata Topan secara dekat begitu. Sedangkan Topan masih terus saja menatap gadisnya dari samping.


"Kamu kalo lagi salting, cantiknya nambah ya?" ucap Topan memuji kecantikan gadisnya.


"Lepasin ah!" bentak Cahaya.


Akhirnya Cahaya berhasil menyingkirkan tangan Topan dari tubuhnya dan ia terbebas dari rangkulan pria tersebut, walau nampaknya Topan masih belum terima karena ia ingin terus merangkul Cahaya lalu menenangkan gadis yang tengah sedih itu.

__ADS_1


"Kamu kenapa sih, cantik? Gausah malu dong, kita kan udah pacaran jadi gapapa!" ucap Topan.


"Apaan sih? Stop ya halunya, kita ini gak pacaran!" ujar Cahaya tegas lalu membuang muka.


"Oh ya? Terus kenapa waktu itu kamu pilih bunga, sayangku??" ucap Topan menggoda Cahaya.


Cahaya yang terus-terusan dicolek dagunya oleh Topan pun merasa risih, ia kesal lalu menginjak kaki pria itu dan pergi dari sana meninggalkan Topan walau sebenarnya ia menyukai tindakan Topan barusan yakni mencoleknya.


"Hey, jangan pergi dong!" teriak Topan memegangi kakinya yang sakit karena diinjak Cahaya.


"Aduh, sakit banget! Untung yang nginjek cewek cantik, jadi gak gitu berasa!" ucapnya lagi.


Topan pun langsung berlari mengejar Cahaya yang pergi meninggalkannya, tentu ia tidak mau jika Cahaya pergi tanpa pengawasan darinya karena itu sangat berbahaya. Apalagi sekarang ini banyak orang yang membenci gadis itu, sehingga mungkin saja bila mereka berniat menyakiti Cahaya.


Tampak Cahaya tengah menyeberang jalan dan tak melihat-lihat bahwa ada mobil yang sedang melintas dari arah kirinya, tentu Topan yang melihat itu langsung syok lalu coba berteriak memberitahu Cahaya sembari maju berlari untuk menyelamatkan gadis itu dari tertabrak mobil.


"Cahaya!!!" teriak Topan cukup keras, namun Cahaya tidak mendengar suaranya.


Akhirnya Topan berlari kencang lalu menarik lengan Cahaya yang tengah menyeberang jalan sambil melamun itu ke dekapannya, beruntunglah ia tepat waktu sehingga Cahaya tidak jadi tertabrak mobil dan bisa diselamatkan olehnya.


"Ma-maaf, gue gak fokus tadi! Makasih ya, lu udah selamatin nyawa gue!" ucap Cahaya tersenyum.


"Gak perlu makasih, aku emang udah wajib buat nolongin kamu! Sekarang kamu ikut sama aku dan jangan pergi-pergi lagi, aku gak mau kejadian kayak tadi terulang lagi!" ucap Topan tegas.


"Iya, gue minta maaf!" ucap Cahaya.


"Gapapa, yang penting sekarang kamu harus nurut sama aku! Aku kan udah janji akan bantu kamu semampu aku, jadi kamu ikut aja sama aku!" ucap Topan menatap serius ke wajah Cahaya.


"Iya iya, gue ikut deh sama lu!" ucap Cahaya.


"Bagus!"


Topan pun tak mau lagi kecolongan, ia terus merangkul dan menggandeng tangan Cahaya agar gadis itu tidak bisa kabur lagi seperti tadi yang ujungnya hanya menyusahkan dirinya karena hampir tertabrak mobil.

__ADS_1


...•••...


Disisi lain, Hendra bersama Calissa masih mencari Cahaya di sekeliling jalan dengan mobilnya. Mereka tampak celingak-celinguk mencari apakah Cahaya ada di sekitar sana atau tidak, namun sepanjang jalan ini mereka tak berhasil menemukan Cahaya.


Hendra amat sangat panik dan cemas karena belum berhasil menemukan Cahaya putrinya, ia terus menggigit jari menyesal karena sudah kasar pada Cahaya dan memaksa putrinya itu untuk memberi hormat pada Calissa.


Sementara Calissa sendiri justru senang karena suaminya tidak berhasil menemukan Cahaya, ia juga berharap kalau Cahaya tak akan kembali dan terus kabur untuk selamanya, karena dengan begitu ia bisa lebih leluasa menguasai harta suaminya.


Akan tetapi, tiba-tiba Calissa terpikirkan pada sosok Topan alias mantannya yang hingga kini masih ia sayangi dan cintai. Ya Calissa takut kalau Cahaya saat ini tengah bersama Topan di luar sana, ia sangat tidak rela jika Cahaya pergi dengan Topan.


"Mas, gimana kalau Cahaya sekarang lagi sama Topan? Bisa aja kan cowok itu pengaruhi Cahaya lagi supaya benci sama kamu!" ucap Calissa.


"Benar juga kamu, tapi apa mungkin Cahaya sekarang lagi sama dia? Bisa aja kan dia dateng lagi ke rumah Mawar kayak kemarin!" ucap Hendra.


"Gak ada yang gak mungkin, mas! Cahaya itu dekat banget sama Topan dan aku yakin mereka tuh pacaran bukan cuma temenan!" ucap Calissa.


"Oke, terus sekarang kita harus cari mereka kemana?" tanya Hendra.


"Aku juga gak tahu sih, mas! Mungkin aja sekarang mereka lagi di jalan atau taman gitu, siapa tahu Cahaya sedih terus telpon Topan minta dateng temuin dia ke tempat itu!" ucap Calissa.


"Taman? Apa di sekitar sini ada taman?" tanya Hendra.


"Oh ada-ada kok mas, tepatnya di depan sana! Aku waktu itu pernah lewat kok, siapa tahu mereka ada disana!" jawab Calissa sambil menunjuk ke depan.


"Yaudah, kita kesana ya? Semoga aja bener kalau Cahaya ada disana, jadi aku gak perlu khawatir lagi dan bisa bawa dia pulang!" ucap Hendra.


"Iya mas, semoga ya!" ucap Calissa tersenyum.


Hendra pun mengarahkan mobilnya ke depan dengan kecepatan sedang, ia sangat berharap kalau putrinya ada di taman sana sesuai yang dikatakan Calissa, namun ia tak berharap jika putrinya tengah bersama Topan disana.


Sementara Calissa terpaksa harus ikut mencari Cahaya dengan serius dan membantu suaminya, ia tak mau jika Cahaya memanfaatkan momen ini untuk dekat-dekat dengan Topan, karena ia sangat tidak menyukai hal itu.


"Huft, kalo kayak gini gue lebih mending Cahaya di rumah deh daripada kabur! Semoga aja dia gak lagi sama Topan disana, tapi kalo emang bener gapapa deh biar mas Hendra makin marah!" batinnya.

__ADS_1


...~Bersambung~...


...JANGAN LUPA LIKE+KOMEN YA GES YA!!!...


__ADS_2