
...HALO GUYS!...
...WELCOME TO MY NEW STORY!...
..."TOPAN & CAHAYA"...
...~~~...
#TOPAN&CAHAYA EPS. 46
...•...
...•...
Cahaya, Mawar serta Melani sampai di depan pintu ruang guru. Kedua gadis itu meminta Cahaya sendiri yang masuk ke dalam sana, karena memang hanya Cahaya lah yang diminta datang oleh pak Jumali. Namun, entah mengapa Cahaya merasa gugup sehingga ia tak berani masuk sendiri kesana.
"Guys, temenin gue lah! Gue gak biasa masuk ke ruang guru sendirian, ayolah temenin ya!" ucap Cahaya menarik-narik tangan Mawar.
Mawar & Melani saling memandang satu sama lain nampaknya meminta pendapat, mereka sepertinya juga takut kalau harus menemani Cahaya masuk ke dalam ruang guru karena wajah pak Jumali terlihat marah ketika menyuruh mereka tadi.
"Duh gak bisa, Cahaya! Yang diminta masuk ke dalam kan cuma lu, nanti yang ada kita diusir lagi kalo ikut kesana nemenin lu! Udah lu aja yang masuk, kita mah nunggu disini aja sampe lu keluar!" ucap Mawar tersenyum.
"Nah iya bener tuh, udah mending lu aja yang masuk kesana temuin pak Jumali! Nanti kalo misal ada apa-apa baru deh kita nyusul ke dalam, ya paling pak Jumali juga gak bakal ngapa-ngapain!" sahut Melani menyetujui perkataan Mawar.
"Huft, yaudah deh! Kalian berdua tunggu disini ya? Awas aja begitu gue keluar ternyata kalian gak ada, nanti bakal gue cari terus kalian gue abisin!" ujar Cahaya mengancam dua temannya.
"Hehehe, iya iya Cahaya! Tenang aja kita bakal nunggu disini kok, tepatnya di kursi sana!" ujar Mawar nyengir sembari menunjuk arah kursi disana.
__ADS_1
"Yaudah, gue masuk dulu ya!" ucap Cahaya kemudian diangguki kedua temannya itu.
Cahaya pun perlahan membuka gagang pintu ruang guru, lalu masuk ke dalam sembari mengambil nafas panjang karena ia cukup gugup jika masuk kesana. Cahaya melangkahkan kakinya mencari dimana meja pak Jumali berada, matanya tertuju pada sosok gemuk yang tengah makan disana. Ya itulah pak Jumali dan tentu Cahaya langsung menuju kesana untuk menemuinya, ia berharap-harap cemas semoga tidak terjadi apa-apa padanya.
Cahaya sampai di dekat meja pak Jumali, guru bahasa Inggris tersebut tengah asyik menikmati makan siangnya sampai tak menyadari keberadaan Cahaya di dekatnya. Gadis itu garuk-garuk kepala bingung harus mengatakan apa, ia melihat ke sekeliling dan para guru lainnya juga sibuk dengan urusan mereka masing-masing.
"Pak Mali, tuh Cahaya udah dateng!" ujar seorang guru di seberang meja pak Jumali memberitahu bahwa Cahaya yang ditunggunya sudah datang.
Sontak pak Jumali menghentikan makannya lalu menoleh ke depan, ia baru menyadari ada Cahaya disana tengah berdiri sembari melipat kedua tangannya di depan.
Cahaya yang gugup langsung menunduk karena tak berani menatap mata guru tersebut, ia sadar akan kesalahannya yang telah menipu pak Jumali saat pemeriksaan jawaban ujian tadi.
"Kamu sudah datang ternyata, kenapa malah diam? Saya kan jadi gak tahu kalau kamu sudah disini, harusnya kamu sapa saya atau minimal kasih kode gitu!" ucap pak Jumali sembari meletakkan kotak bekalnya di atas meja, ia merubah posisi duduknya menjadi agak tegap dan menatap wajah Cahaya dengan serius membuat gadis itu makin gugup.
"I-i-iya, maaf pak! Eee ada apa ya bapak minta saya datang kesini?" ucap Cahaya gemetar.
"Ini jawaban kamu kan?" tanya pak Jumali sambil menunjukkan kertas itu di hadapan Cahaya.
"Eee iya pak benar, terus kenapa?" ujar Cahaya.
"Bagaimana bisa jawaban salah semua seperti ini tiba-tiba mendapat nilai seratus begitu diperiksa, apa yang sudah kamu lakukan Aya?" ucap pak Jumali.
Sontak Cahaya makin dibuat gugup dan ketakutan, ia tak menyangka kalau pak Jumali bisa mengetahui semuanya secepat ini.
...•••...
Disisi lain, Calissa terpaksa mampir ke rumah mamanya karena sudah terlanjur berhenti di depan gerbang rumah tersebut. Ia turun dari mobil lalu masuk ke dalam untuk menemui mamanya, baru saja ia hendak memencet bel di depan pintu akan tetapi pintu itu sudah terbuka lebih dulu.
__ADS_1
Ceklek...
Rupanya itu adalah mamanya yang baru keluar dari dalam dan akan pergi keluar sepertinya, ia langsung terkejut begitu melihat Calissa berada di depan pintu dan reflek membuka mulutnya lebar karena syok sekaligus senang. Memang sudah cukup lama ia tak bertemu sang anak sejak Calissa menikah dengan Hendra dan tinggal bersamanya disana, sang mama langsung saja memeluk putrinya karena rindu.
Calissa pun juga sangat rindu pada mamanya, walau ia cukup kesal pada sang mama karena memaksa dirinya untuk menikah dengan Calissa demi kelanjutan karir serta kemakmuran hidupnya. Mereka berdua berpelukan erat di depan pintu, tangis kerinduan pecah di mata mereka saat itu juga.
"Calissa, kamu kok datang kesini gak bilang dulu sih sama mama? Kalau kamu bilang kan mama bisa siapin sambutan buat kamu, karena anak mama yang cantik ini sudah menjadi nyonya besar!" ujar mamanya gembira sembari memegang pipi Calissa dengan dua tangannya.
"Aku juga sebenarnya gak ada niatan buat kesini mah, tapi tadi kebetulan di jalan aku tiba-tiba keinget sama mama makanya aku putusin buat mampir deh sekalian jengukin mama! Oh ya aku juga ada buah-buahan nih buat mama, tadi aku beli di supermarket sekalian belanja!" ucap Calissa memberikan bungkusan berisi buah pada mamanya.
"Aduh pake repot-repot segala kamu, eh ya suami kamu mana kok gak ikut sih?" ujar mamanya menampani pemberian Calissa, ia celingak-celinguk mencari menantunya yang tak terlihat disana.
"Ohh mas Hendra lagi ngantor, mah! Aku juga belum bilang sih mau mampir ke rumah mama, soalnya kan dadakan belum direncanain! Oh ya mama kabarnya gimana, sehat-sehat aja kan sejak aku tinggal?" ucap Calissa mengusap tubuh mamanya.
"Iya, mama sehat kok! Umm, kamu mau masuk dulu apa enggak nih? Tapi kayaknya lebih enak kita ngobrol-ngobrol dulu di dalam sayang, kamu gak keberatan kan?" ucap mamanya menawarkan Calissa masuk ke dalam.
"Mau sih mah, tapi mama bukannya mau pergi keluar? Nanti kalo aku masuk ke dalam, mama malah telat pergi lagi!" ucap Calissa.
"Hahaha, enggak kok! Mama ini tadinya cuma mau refreshing jalan-jalan keliling kota aja, sekalian nikmatin mobil pemberian suami kamu! Tapi, karena kamu datang ya udah mama gak jadi perginya! Mending kita ngobrol berdua di dalam, udah lama juga mama gak ngobrol sama kamu!" ucap mamanya merangkul Calissa.
"Bener sih, yaudah yuk mah!" ucap Calissa mengangguk setuju.
Mereka berdua pun masuk ke dalam dan menutup pintu kembali, ya anak dan ibu itu memang hobi ghibah membicarakan orang lain berdua.
...~Bersambung~...
...JANGAN LUPA LIKE+KOMEN YA GES YA!!!...
__ADS_1