Topan & Cahaya

Topan & Cahaya
Bab 54. Jatuh ke jurang


__ADS_3

...HALO GUYS!...


...WELCOME TO MY NEW STORY!...


..."TOPAN & CAHAYA"...


...~~~...


#TOPAN&CAHAYA EPS. 53


...•...


...•...


Tliingg...


Ponsel milik Cahaya malah berbunyi disaat ia tengah ngumpet dari kejaran orang-orang tak dikenal itu, ia pun panik dan langsung mengubah pengaturan ponselnya menjadi diam agar tak ada lagi pengganggu yang malah akan membahayakan nyawanya saat ini. Ya Cahaya masih bersembunyi di balik semak-semak dalam hutan itu untuk menghindari para pria yang tadi mencegatnya, ia berusaha tetap tenang dan tak panik lalu berjalan ke arah lain mencari tempat persembunyian baru.


Sementara orang-orang itu mendengar suara ponsel yang tak jauh dari sana, mereka pun semakin yakin kalau Cahaya pasti ada di dekat sana dan mulai menyebar untuk menemukan lokasi Cahaya. Mereka malah tampak panik seperti ketakutan kalau tidak berhasil menemukan Cahaya disana, terutama seorang pria bertubuh tinggi besar yang kemungkinan adalah pemimpin mereka semua.


"Ayo cepat, cari Cahaya sampai dapat! Kita tidak boleh kehilangan jejak dia, pasti bos bakal marah besar kalau kita gagal mendapatkan Cahaya!" perintah orang itu pada yang lain.


Cahaya mendengar suara teriakan orang itu, ia pun makin dibuat penasaran sebenarnya siapa yang sudah menyuruh orang-orang itu untuk menangkapnya dan membawanya pergi dari sana. Namun, untuk saat ini Cahaya lebih memfokuskan diri untuk kabur dan bisa terbebas dari mereka semua dengan selamat.


"Gue harus bisa kabur!" batin Cahaya dengan nafas tersengal-sengal akibat lari kencangnya tadi.


Gadis itu terus mengendap-endap menjauh dari kejaran para pria yang hendak menangkapnya, namun naas sekali ia malah bertemu dengan seekor ular yang tengah berjalan santai disana.


Cahaya pun panik, ia spontan berteriak tapi dengan cepat telapak tangannya langsung menutup mulutnya agar tidak ketahuan oleh para pria itu dan juga supaya ular itu tak menyadari keberadaannya.

__ADS_1


"Gimana ini? Gue gak bisa lanjut jalan ke depan, bisa-bisa uler itu bakal patok gue! Duh tapi gak mungkin juga kalo gue balik ke depan sekarang, mereka pasti bakal mudah tangkap gue!" batin Cahaya kebingungan.


Tak disangka dan tak ia duga, ular itu secara tiba-tiba malah berjalan ke arahnya lalu mendekati kakinya seperti hendak mematok. Cahaya dengan sigap berdiri lalu berlari sekencang mungkin tak perduli apapun resikonya, beruntung ia berhasil menghindari patokan ular tersebut.


Akan tetapi, para pria tersebut mengetahui keberadaannya dan langsung berupaya mengejar Cahaya dengan cepat menuju kesana. Untungnya, salah seorang dari mereka terkena patokan ular tadi saat hendak melintas dan tak sengaja menginjak ekor ular tersebut.


"Awwhhh... dasar uler sialan!" umpatnya kesal.


"Lu aja yang payah, udah ayo lanjut kejar!" ujar temannya yang ada di sampingnya.


Akibatnya salah satu pria itu kini berjalan pincang karena kakinya terasa sangat sakit, namun tentu masih banyak lagi orang yang sehat dan larinya juga tak kalah kencang dari Cahaya.


Cahaya sangat cemas dan panik karena mereka semakin mendekat ke arahnya, ia menoleh ke belakang memastikan tapi tanpa disadari ia malah terperosok ke jurang yang curam karena tak melihat ke depan saat berlari. Kini Cahaya menggelantung di atas jurang, beruntung tangannya masih cekatan memegang erat akar pohon disana.


"Aaarrgghh! Gue gak boleh jatoh, tapi kalo gue ke atas juga sama aja pasti gue bakal ditangkap sama mereka!" batin Cahaya.


"Cahaya...!!"


...•••...


Disisi lain, Topan tengah dalam perjalanan pulang dengan mobilnya. Ia senyum-senyum sendiri membayangkan wajah Wulan sang artis cantik yang tadi ia temui disana, entah mengapa mendadak jiwa playboy di dalam dirinya muncul kembali begitu bertemu dengan gadis cantik seperti Wulan.


Padahal sebelumnya Topan sudah berniat untuk berubah dan tidak lagi memainkan perasaan seorang wanita seperti dulu, namun dengan mudahnya niat itu ia urungkan setelah bertemu Wulan selama beberapa menit di lokasi syuting mamanya tadi.


"Hahaha, kayaknya seru kalo gue pacarin si Wulan sekaligus juga deketin Senja! Jadi kita main cepet-cepetan aja ahahaha, selagi bumi berputar maka seorang Topan akan terus menjadi playboy sejati!" gumam Topan.


Setelah melupakan sejenak wajah Wulan, Topan baru teringat kalau tadi ia sempat mengirimi Senja pesan tapi sampai sekarang belum juga ada balasan dari wanita itu. Topan pun melipir sejenak untuk mengecek ponselnya siapa tahu sudah ada balasan tetapi notif di hp nya mati, namun rupanya harapan ia tak terwujud karena memang belum ada balasan apapun dari Senja bahkan wanita itu juga belum membaca pesan darinya.


"Hadeh Senja kemana sih? Kenapa coba pesan dari gue gak dibalas sama dia? Apa mungkin dia udah bosen chattingan sama gue, makanya dia gak bales pesan dari gue?" gumam Topan bertanya-tanya.

__ADS_1


Akhirnya Topan memilih menghubungi Wulan karena ia baru saja berhasil mendapatkan nomor milik gadis itu ketika mereka berbincang tadi, Topan memulai aksinya sebagai playboy sejati lalu mengetik pesan rayuan ala Topan ke nomor gadis tersebut.


Topan memang tertarik pada kecantikan wajah serta kemolekan tubuh Wulan, tapi ia tidak tahu apakah ia memiliki rasa cinta padanya atau tidak sama sekali dan hanya sekedar mengaguminya. Lagipun, Topan juga baru pertama kali bertemu dengan Wulan dan tentu yang namanya cinta butuh proses.


Setelah selesai mengirimi pesan untuk Wulan, Topan kembali melajukan mobilnya dengan kecepatan tinggi karena ia ingin memacu adrenalin serta melatih kemampuan balapnya karena waktu itu ia sampai bisa dikalahkan oleh Bram walau pria itu berbuat curang dengan menabrak gerobak bakso.


Tututut tututut...


Saat tengah dalam kecepatan 100 km per jam, tiba-tiba ponselnya malah berdering hingga Topan terpaksa mengurangi kecepatan mobilnya lalu berhenti sejenak untuk mengangkat telpon dari sebuah nomor tak bernama itu.


📞"Halo, kenapa sih lu telpon gue sekarang?" bentak Topan kesal karena ia tengah dalam kecepatan tinggi bersama mobilnya tadi.


📞"Sorry bos, gue cuma mau kasih tau kalau Cahaya jatuh ke jurang karena lari dari kejaran kita! Apa yang harus kita lakuin sekarang, bos?"


📞"Apa? Duh kalian gimana sih? Kan gue bilang jangan sampe Cahaya lecet sedikitpun, terus kenapa bisa dia malah jatuh ke jurang ha? Dasar anak buah bodoh, kerja begini aja gak becus!" ujar Topan.


📞"Maaf banget bos, tapi kan bos sendiri yang ngomong supaya kita jangan sebut nama bos ke Cahaya! Makanya Cahaya jadi takut sama kita terus lari deh, sampe akhirnya dia malah terperosok ke jurang!"


📞"Aargghh, bodoh kalian! Gua gak mau tau, sekarang kalian cari cara apapun itu untuk selamatin Cahaya! Jangan sampe cewek itu kenapa-napa apalagi meninggal!!" ujar Topan.


📞"Baik bos..."


Topan langsung memutus telponnya dan merasa cemas dengan kondisi Cahaya saat ini, ia mengusap wajahnya kasar karena malah melukai gadis itu.


"Gimana ini?"


...~Bersambung~...


...JANGAN LUPA LIKE+KOMEN YA GES YA!!!...

__ADS_1


__ADS_2