
...HALO GUYS!...
...WELCOME TO MY NEW STORY!...
..."TOPAN & CAHAYA"...
...~~~...
#TOPAN&CAHAYA EPS. 244
...•...
...•...
Topan sedikit sedih karena ia tak diperbolehkan ikut makan malam bersama Cahaya dan Hendra, ia pun keluar kamar untuk menghibur diri sekaligus mencari udara segar di depan rumahnya. Topan memang ingin sekali makan dengan Cahaya serta papanya di restoran, namun kali ini ia harus lebih bersabar karena Hendra masih ingin berduaan lebih dulu dengan Cahaya alias putrinya itu.
Disaat Topan menuruni tangga, ia melihat papanya pulang ke rumah juga dengan perasaan lesu. Topan yang penasaran akhirnya menghampiri sang papa untuk bertanya langsung apa penyebab Sergie bisa sampai lesu begitu, walau ia sedikit yakin kalau pasti papanya itu masih memikirkan masalah Wulan alias anak selingkuhannya dengan seorang wanita malam ketika Sergie sedang bosan dengan Eun-Kyung.
"Papa!" sapa Topan menghampiri papanya.
Sergie langsung menoleh ke arah Topan begitu ia mendengar suara yang muncul, Sergie menghela nafas sejenak sembari mengusap wajahnya sebelum ia berdiri menghadap putranya itu.
"Papa kenapa?" tanya Topan singkat.
"Ya biasalah Topan, ini perihal mama kamu. Papa masih belum bisa bujuk mama kamu untuk mau maafin papa, padahal papa udah berusaha keras buat dapat maaf dari mama kamu! Menurut kamu, apa yang papa harus lakuin supaya mama kamu itu bisa maafin papa, Topan?" jelas Sergie.
"Waduh, papa salah kalo minta saran dari aku! Orang aku juga belum pernah ngerasain nikah, ya masih otewe sih pah walau agak lama!" ujar Topan.
"Loh loh, memangnya kamu udah punya calon? Kok papa gak tahu sih?" tanya Sergie heran.
__ADS_1
"Ya jelas papa gak tahu, kan yang papa pikirin itu cuma Wulan! Mana pernah papa mau tau tentang kehidupan aku, iya kan? Yang ada di benak papa itu hanya Wulan, gak ada aku! Makanya mama bisa marah sama papa," ucap Topan agak kesal.
"Topan, kamu kenapa bilang begitu sih? Kamu kan tahu sendiri kalau papa ini sayang sama kamu dan juga mama kamu, tapi papa tetap harus perduli sama Wulan dan urus dia! Biar gimanapun, Wulan masih tanggung jawab papa karena dia cuma punya papa disini Topan!" ujar Sergie.
"Tuh kan, papa masih terus aja belain si Wulan! Apa sih istimewanya dia di mata papa? Maaf ya pah, tapi kali ini aku mendukung keputusan mama seratus persen buat benci sama papa!" ucap Topan tegas.
Topan yang terpancing emosi, memilih pergi menjauh dari sang papa karena tak ingin sesuatu hal buruk terjadi disana. Topan pun melangkah ke luar rumah seperti rencana awalnya meninggalkan Sergie yang masih berdiri di tempatnya saat ini.
"Topan segitu marahnya sama aku, padahal aku ini gak tahu kalau Topan udah punya calon karena ya memang dia gak pernah bilang ke aku! Ini pasti karena pengaruh Eun-Kyung, dia sengaja pengen Topan anaknya ikut benci sama aku supaya dia pikir tindakan dia itu benar! Awas aja kamu Eun, aku harus kasih hukuman ke kamu!" gumam Sergie kesal.
Sementara Topan juga merenung sambil duduk di bangku yang tersedia depan rumahnya.
"Haish, apa tindakan gue tadi ke papa salah ya? Gue jadi ngerasa gak enak udah ngomong gitu ke papa, harusnya sebagai anak gue bersikap netral dan gak membela satu pihak aja! Gue kan juga belum tahu, mana yang benar dan salah?" gumam Topan.
Topan yang sedikit menyesal mulai mengusap wajah serta mengacak-acak rambutnya sendiri disana, ia kini menatap langit dan melihat bintang yang tampak cerah menghiasi langit malam.
...•••...
Disisi lain, Cahaya masih ketakutan karena pria bernama Galih itu belum berhenti menatapnya dari jarak jauh. Cahaya pun jadi tidak bisa fokus makan saat ini, ia khawatir pria itu memiliki niat buruk padanya dan juga papanya disana. Namun, keramaian disana membuat Cahaya sedikit merasa tenang walau jantungnya masih dag dig dug ser.
Hendra menyadari jika putrinya itu sedang panik, ia pun coba bertanya pada Cahaya tentang apa yang membuatnya sampai cemas begitu. Hendra meraih satu tangan putrinya dan merasakan kedinginan yang amat sangat disana, ia juga menatap wajah Cahaya sembari mengusap punggung tangan gadis itu dengan lembut menenangkan Cahaya saat ini.
"Cahaya sayang, kamu lagi kenapa sih? Kok daritadi papa perhatiin kamu kayak ketakutan gitu dan gak fokus makannya? Itu spaghetti kamu sampai ngembang loh, nanti gak enak!" ujar Hendra.
"Eee a-aku gapapa kok, pah. Cuma itu cowok tadi masih ngeliatin aku aja daritadi, aku kan ngeri pah! Gak bisa apa kalau dia dilaporin ke security gitu, pah? Supaya aku gak ketakutan lagi, kalau dia terus begitu kan aku risih pah!" ujar Cahaya.
"Iya juga ya, kurang aja emang tuh cowok! Didiemin malah ngelunjak!" ucap Hendra emosi.
"Sabar pah! Papa jangan tegur dia langsung, kita laporin aja dia ke satpam disini ya, pah? Biar gak ada keributan gitu!" ucap Cahaya memberi usul.
__ADS_1
"Umm, ya kamu benar! Yaudah, kamu tunggu disini ya! Papa mau ke depan dulu temuin security, kamu hati-hati!" ucap Hendra.
"Iya iya, pah!" ucap Cahaya mengangguk cepat.
Hendra beranjak dari kursinya, ia menatap tajam sekilas ke arah Galih seperti orang yang tak suka. Lalu, barulah Hendra melangkah menuju depan restoran untuk menemui security.
Sementara Cahaya tetap duduk disana memakan makanan yang ia pesan, sesekali ia juga menoleh ke belakang melihat apakah Galih masih menatapnya atau tidak, dan ternyata memang benar kalau pria itu masih saja memperhatikan dirinya.
"Ah sialan tuh cowok! Kalo gak ada papa disini, gue pasti udah samperin dan tampar itu orang! Berani banget dia ngeliatin gue begitu, belum tahu dia gue ini siapa?!" gumam Cahaya dalam hati.
Tak lama kemudian, Hendra kembali kesana bersama dua orang security yang ikut dengannya.
"Syukur deh! Papa balik juga, semoga tuh cowok bisa kapok deh terus gak kayak gitu lagi sama gue atau cewek-cewek lainnya!" ujar Cahaya kesal.
Cahaya hanya memperhatikan dari tempatnya duduk sekarang, ia melihat papanya coba menjelaskan pada kedua security tentang perilaku Galih yang memang kurang ajar padanya. Cahaya pun tersenyum saat security itu coba menangkap Galih dan membawanya pergi dari sana.
"Ayo mas, ikut kami dan pergi dari sini! Mengganggu kenyamanan pelanggan disini itu melanggar aturan, sebaiknya mas pergi supaya tidak terjadi keributan disini!" ucap salah seorang security.
"Loh loh pak, ini ada apaan sih? Saya gak ngapa-ngapain loh, kenapa disuruh pergi?" tanya Galih mencoba berontak.
"Halah! Kamu itu daritadi terus aja tatap putri saya, sampai dia jadi ketakutan dan gak nyaman buat makan disini! Udah pak security, tangkap aja dia dan bawa dia pergi!" ujar Hendra emosi.
"Tapi pak, saya gak salah pak!"
Sekeras apapun Galih berontak, kedua security itu tetap saja membawa pria itu pergi ke luar.
...~Bersambung~...
...JANGAN LUPA LIKE+KOMEN YA GES YA!!!...
__ADS_1