
...HALO GUYS!...
...WELCOME TO MY NEW STORY!...
..."TOPAN & CAHAYA"...
...~~~...
#TOPAN&CAHAYA EPS. 283
...•...
...•...
Beberapa bulan kemudian...
"Eh bro bro, pada tahu gak bala bala apa yang bisa dimakan?" ujar Ardan melontarkan pertanyaan teka-teki pada teman-temannya disana.
"Gak tahu tuh, bala apaan?" ujar Guntur bingung.
"Iya, aneh-aneh aja lu bala bisa dimakan!" sahut Mikel.
"Hahaha, bala bala bro!" ucap Ardan sambil terkekeh.
"Yeh jokes bapak-bapak dipake! Udah gitu ketawa sendiri lagi kayak orang gila, tapi gapapa untuk mengapresiasi lelucon lu itu maka kita bakal ketawa juga kok! Hahaha..." ujar Guntur.
"Ah payah lu! Gue tantang deh, lu punya gak lelucon yang bisa bikin gue ketawa?" ucap Ardan.
"Umm, sebentar! Eh ada nih ada!" ucap Guntur.
"Nah cakep, apa tuh?" Ardan penasaran.
"Bala, bala apa yang rame?" tanya Guntur.
Sontak Ardan serta teman-temannya disana pun kebingungan memikirkan jawaban dari teka-teki yang diberikan Guntur, mereka sama sekali tak mengerti karena baru kali ini mendengar guyon yang seperti itu keluar.
"Hah? Bala apaan yang rame emang? Nyerah dah gue, kagak tahu gue!" ujar Ardan.
"Iya sama, gue juga gak tahu!" sahut Mikel.
"Ah payah lu pada! Oke, berarti pada nyerah semua ya?" ucap Guntur.
Tiba-tiba ada satu orang yang menunjuk tangan.
"Tunggu Tur, gue tahu!" teriak Toni.
"Apaan Ton?" tanya Guntur.
"Balaraja, ya kan? Soalnya banyak pramugari disana! Hohoho...." ujar Toni.
"Betul! Hohoho...." ucap Guntur.
__ADS_1
Sontak kedua pria itu saling tertawa sampai terpingkal-pingkal, sedangkan yang lain hanya diam tak mengerti apa yang dimaksud oleh mereka.
"Apaan sih? Cringe banget jir!" ujar Ardan.
"Ah payah lu! Masa gituan aja gak tahu? Berarti tandanya lu kurang update bro!" ucap Guntur.
"Tau lu Dan!" ujar Toni masih tertawa.
Ardan hanya menaikkan kedua bahunya kemudian menyeruput kopi miliknya sambil menghisap rokok elektrik di tangan.
Tak lama kemudian, Bram muncul dengan mobilnya dan menghampiri mereka di markas geng spider yang tak lain adalah kumpulan teman-teman pecinta mobil balap milik Topan.
"Hai bro!" ucap Bram menyapa mereka semua sambil melakukan tos.
"Widih, kembaran gue udah dateng! Sendirian aja nih bro? Topan mana? Biasanya lu kalo kesini bareng tuh sama si Topan, kok ini tumben sendirian? Jangan bilang kalian berdua ribut lagi gara-gara masalah cewek?!" tanya Guntur heran.
"Yaelah, kagak lah bro! Yakali gue ribut sama Topan, gue baik-baik aja kok sama dia! Gue sendiri ya karena emang lagi gak bareng aja!" jawab Bram.
"Ohh, yaudah duduk gih! Lu bebas tuh mau pesen kopi atau apa! Yang penting bayarnya sendiri, karena disini gak ada sistim ditraktir atau bayar ngutang! Tongkrongan berkelas ni bos!" ujar Guntur.
"Ahaha, tongkrongan kami bukan tongkrongan pecundang...!!" sahut Ardan tertawa kecil.
"Pecundang, pecundang!" sahut yang lain.
"Bapak Lo pecundang!" ucap Bram sambil terkekeh.
"Yeh dasar anak anj!" umpat Ardan.
"Bram, lu ngapa dah? Tadi ketawa-ketawa, eh sekarang udah sedih lagi aja!" tanya Ardan heran.
"Tau nih, ada masalah apa sih bro?" sahut Guntur.
"Eee gue lagi bingung Dan, Tur. Masalahnya Bella itu minta kejelasan hubungan diantara gue dan dia, karena ini kan udah masuk bulan ketiga gue pacaran sama Bella. Tapi, gue juga bingung harus ngapain sekarang bro?" jelas Bram.
"Ohh, masalah cewek toh! Santai aja kali bro, kalo emang lu beneran cinta sama si Bella, yaudah gas lamar gausah pake basa-basi!" saran Guntur.
"Cakep tuh, gue setuju! Lu harus gerak cepet bro ngamanin si Bella, sat set sat set lah istilahnya! Supaya Bella juga ngerasa kalau lu serius dan gak main-main sama dia!" sahut Ardan.
"Iya sih, thanks sarannya guys! Mungkin gue bakal pikirin ini lagi nanti," ucap Bram lemas.
Setelahnya, mereka pun lanjut berbincang dan tidak ada lagi kesedihan diantara mereka termasuk Bram yang mulai ceria kembali.
...•••...
Disisi lain, Topan mengantar Cahaya ke sekolah seperti biasa. Saat ini gadis itu telah naik kelas dan menjadi yang paling tua disana, ya tentu saja Cahaya naik ke kelas dua belas dan sebentar lagi ia akan mengalami kelulusan.
Cahaya pun pamitan pada kekasihnya untuk segera masuk ke dalam, seperti biasa ia mencium tangan Topan sesuai kemauan dari pria itu agar mereka bisa berasa seperti sepasang suami-istri yang sudah menikah, padahal masih belum.
"Pacar, aku masuk dulu ya? Sampai ketemu lagi nanti pas aku pulang sekolah!" ucap Cahaya.
"Iya pacar, selamat belajar! Sekarang kamu udah kelas dua belas, itu artinya satu tahun lagi kita bisa menikah sayang!" ucap Topan tersenyum.
__ADS_1
"Hah? Dih, gak mau!" ujar Cahaya.
"Hahaha, bercanda sayang! Iya iya aku tahu, aku bakal tunggu sampe kamu siap kok! Yaudah, masuk gih! Nanti telat loh sekolahnya, kamu yang semangat ya belajarnya cantik!" ucap Topan.
"Oke pacar, bye!" ucap Cahaya tersenyum sambil melambaikan tangan.
Topan manggut-manggut dan ikut melambai ke arah Cahaya, sedangkan gadis itu langsung berbalik kemudian pergi meninggalkan Topan.
Saat berjalan di lobi sekolah, tiba-tiba saja Cahaya dicegat oleh seorang pria yang tengah berdiri disana.
"Tunggu, kak!" ucap pria itu menahan Cahaya.
Cahaya pun menghentikan langkahnya, ia menatap heran ke arah pria itu.
"Kenapa?" tanya Cahaya.
"Dilepas dulu kak jaketnya, kalau mau sekolah itu gak boleh pake jaket!" jelas si pria.
"Hah? Ohh, gitu ya?" ujar Cahaya.
"Iya kak, silahkan dilepas dulu!" ucap pria itu.
Cahaya mendengus kesal sembari memutar bola matanya melihat kelakuan pria itu, sedangkan para murid lain yang ikut berjaga disana langsung mendekat ke arah si pria dengan wajah cemas.
"Heh! Lu OSIS baru ya?" tanya Cahaya ketus.
"Eee iya kak, saya baru masuk tahun ini. Emang kenapa ya, kak?" ucap pria itu.
"Gak, gapapa. Biar temen-temen lu itu yang jelasin, gue sekarang mau ke kelas!" ujar Cahaya.
"Eh tapi kak, itu jaketnya..."
Cahaya pergi begitu saja melewati si pria, para OSIS lainnya yang ada disana pun menahan pria tersebut agar tidak mengejar Cahaya.
"Son, tunggu Son! Udah biarin aja, jangan dikejar!" ucap seorang pria.
"Loh kenapa sih, kak? Dia ngelanggar aturan loh, masa mau dibiarin gitu aja?" tanya pria bernama Soni terheran-heran.
"Yeh makanya dengerin, dia itu gak bisa dilarang-larang!" jelas pria yang lain.
"Hah? Kenapa? Apa karena dia cantik?" tanya Soni.
"Ya bukan lah! Dia itu pacarnya anak yang punya sekolah, lu mau kena hukuman cuma karena maksa dia lepas jaket?" jelas pria itu.
Sontak Soni pun terdiam merunduk, ia baru tahu di sekolah elite ternyata ada aturan yang tidak jelas seperti itu, dimana mereka harus patuh pada seorang pacar dari anak pemilik sekolah.
"Sekolah aneh!" umpatnya dalam hati.
...~Bersambung~...
...JANGAN LUPA LIKE+KOMEN YA GES YA!!!...
__ADS_1