
...HALO GUYS!...
...WELCOME TO MY NEW STORY!...
..."TOPAN & CAHAYA"...
...~~~...
#TOPAN&CAHAYA EPS. 293
...•...
...•...
Keesokan harinya, Topan kembali mengantar Cahaya ke sekolah seperti biasa. Namun, ia merasa heran melihat gadisnya itu cemberut dari sewaktu ia menjemputnya di rumah tadi.
Topan pun coba bertanya pada Cahaya.
"Pacar, kamu kenapa sih? Kok aku lihat daritadi kamu cemberut terus kayak gitu? Ada masalah apa sih sayang? Coba cerita dong!" tanya Topan.
Cahaya menoleh sekilas tanpa berbicara, ia kembali membuang muka masih dengan wajah cemberut.
"Hey, kok malah buang muka lagi? Aku ini nanya loh sayangku cintaku, kamu harusnya jawab bukan malah diem aja kayak gitu! Emang kamu udah gak anggap aku sebagai pacar kamu atau gimana sih pacar?" ujar Topan kesal.
"Bukan gitu, aku cuma lagi bete aja! Aku gak mau cerita-cerita dulu sama kamu atau siapapun, tolong ya kamu ngertiin perasaan aku!" ucap Cahaya.
"Sebenarnya ada apa sama kamu sayangku? Jangan bikin aku penasaran dong! Udah, kamu cerita aja sama aku pacar! Aku pasti bakal dengerin kok, siapa tahu aku bisa bantu kamu kan?!" ucap Topan.
"Umm, nanti-nanti aja ya!" ucap Cahaya.
"Haish, yaudah deh terserah kamu!" ujar Topan.
Topan akhirnya terpaksa membiarkan Cahaya berdiam diri terlebih dulu, biarpun ia sedari tadi sangat penasaran apa yang membuat gadisnya itu sampai cemberut.
"Pacar, kamu tuh kenapa sih?" batinnya.
Singkat cerita, mereka telah sampai di sekolah. Cahaya langsung hendak turun dari mobil Topan untuk masuk ke sekolahnya.
Akan tetapi, Topan dengan cepat berhasil mencekal lengan gadisnya dan menarik Cahaya untuk tetap disana bersamanya.
"Tunggu dulu pacar!" ucap Topan.
"Kenapa lagi pacar?" tanya Cahaya.
Topan menyunggingkan senyum, lalu mendekat ke arah Cahaya tanpa melepas genggaman tangannya.
Cupp!
Pria itu mengecup bibir mungil Cahaya, kemudian menyesapnya lembut.
__ADS_1
"Jangan turun dulu!" ucap Topan.
"Kenapa?" tanya Cahaya singkat.
"Aku mau kamu cerita sama kamu, apa yang bikin kamu jadi dingin kayak gini ke aku? Apa aku ada salah sama kamu pacar? Kalau emang iya, tolong kamu kasih tau ke aku apa salah aku?!" ujar Topan.
"Gak ada kok, kamu gak punya salah sama aku. Udah ya, aku harus turun sekarang keburu bel!" ucap Cahaya.
Gadis itu melepaskan diri dari genggaman Topan, lalu kembali hendak turun dari mobil. Namun, lagi dan lagi Topan menghalanginya lalu juga mencengkeram lengan gadis itu cukup kuat dan menatapnya tajam.
"Kamu gak boleh pergi dari sini, sebelum kamu jelasin ke aku ada apa!" tegas Topan.
Cupp!
Cahaya gemetar sembari mengusap bibirnya dengan satu tangan yang masih lepas setelah Topan kembali mengecupnya, akan tetapi Topan bergegas menarik tangan itu dan ia cengkram juga dengan kuat.
"Ish, sakit pacar!" rintih Cahaya.
"Biarin, abisnya kamu gak mau nurut sama aku! Aku kan udah bilang, cerita sama aku!" tegas Topan.
"Haish, iya iya aku cerita!" ujar Cahaya.
"Yaudah, ada apa sayang?" tanya Topan penasaran.
"Se-sebenarnya ini gak ada sangkut pautnya sama kamu pacar, aku cuma lagi kepikiran aja sama papaku. Belakangan ini aku lihat papa tuh sering banget murung sendirian, aku curiga papa masih kepikiran kalau kita berdua nikah nanti!" jelas Cahaya.
"Ohh, kenapa daritadi kamu gak mau cerita sih? Bikin orang penasaran aja! Mungkin papa kamu begitu, karena kurang kasih sayang kali!" ucap Topan.
"Eee ya kalau itu sih terserah kamu dan papa kamu aja, aku mah gak ikut-ikutan!" ujar Topan nyengir.
"Ish, tadi aja maksa-maksa suruh cerita! Giliran udah cerita, malah gak punya saran!" cibir Cahaya.
"Hehe..."
Topan nyengir, saat ia tidak fokus Cahaya pun menarik tangannya secara paksa dari genggaman pria tersebut dan langsung berjalan keluar dari mobil meninggalkan Topan disana.
"Hey Cahaya, tunggu!" teriak Topan.
Topan pun ikut turun menyusul gadisnya.
•
•
Topan akhirnya berhasil mencekal lengan Cahaya dan membalikkan tubuh gadis itu lalu mencengkram dua bahu sang kekasih sembari menatapnya.
Cahaya pun tampak kesal karena lagi-lagi ia harus gagal masuk ke dalam sekolah, namun Cahaya tetap santai karena tak mau membuat kekasihnya marah atau kecewa padanya.
"Pacar, apa lagi sih? Aku kan udah bilang, aku mau masuk ke sekolah dulu!" tanya Cahaya kesal.
__ADS_1
"Iya, tapi aku mau kamu cium tangan aku dulu sebelum pergi. Itung-itung belajar jadi istri yang baik dan benar, yuk dicoba!" ucap Topan tersenyum.
"Hah??"
Topan mengangguk dan kemudian menyodorkan tangannya pada Cahaya.
"Ayo buruan!" ucap Topan.
"Haish, iya deh iya. Aku pamit sekolah dulu ya pacarku sayang, kamu jangan halangin aku lagi! Gausah kangen atau rindu, nanti kan aku juga bakal pulang ketemu kamu lagi!" ucap Cahaya tersenyum.
Gadis itu menurut dan mencium tangan Topan sesuai kemauan pria tersebut.
Topan merasa sangat senang dan puas karena Cahaya mau mencium tangannya.
"Hahaha, nah kalo kayak gini kan jadi seru! Oke sayangku, kamu belajar yang rajin ya supaya bisa cepat lulus!" ucap Topan.
"Aamiin!"
Setelahnya, Topan pun membiarkan Cahaya untuk pergi dari sana. Ya gadis itu berbalik badan lalu melangkah menuju ke dalam sekolah meninggalkan sang kekasih yang masih berada disana.
Cahaya menyempatkan diri untuk menoleh sejenak ke arah Topan dan tersenyum, gadis itu sebenarnya juga tidak ingin berjauhan dengan Topan dan masih ingin berduaan dengannya.
"Huh Topan itu selalu bikin gue susah deh buat jauh-jauh dari dia!" batin Cahaya.
Melihat gadisnya tersenyum, membuat Topan semakin tak bisa berpisah. Pria itu melangkah maju mendekati Cahaya dan kembali memeluknya.
"Pacar, kamu gak bisa jauh dari aku ya?" ujar Topan.
"Hah? Mana ada kayak gitu?" elak Cahaya.
"Hahaha, masih ngeles aja kamu! Padahal aku udah tahu perasaan kamu gimana," ucap Topan.
"Iya deh si paling tau!" cibir Cahaya.
Topan tertawa kecil kemudian mengeratkan pelukan sembari menautkan dagunya pada puncak kepala sang kekasih, ia juga menghirup aroma tubuh Cahaya yang berhasil memabukkannya itu.
"Aku ikut sekolah aja deh, buat ngobatin rasa rindu kamu pacar!" ucap Topan.
"Apa? Kamu gak waras, ya? Masa udah gede kayak gini masih mau sekolah lagi?" ujar Cahaya.
"Ya gapapa, yang penting kamu happy!" ujar Topan.
"Hadeh, bukan happy yang ada aku malah ngerasa malu kalo kamu ikut sekolah. Udah deh, mending kamu pulang aja!" ucap Cahaya.
"Yuk aku anterin ke kelas!" ujar Topan.
Cahaya manggut-manggut, lalu masuk ke dalam bersama sang kekasih.
...~Bersambung~...
__ADS_1
...JANGAN LUPA LIKE+KOMEN YA GES YA!!!...