Topan & Cahaya

Topan & Cahaya
Bab 187. Rebutan


__ADS_3

...HALO GUYS!...


...WELCOME TO MY NEW STORY!...


..."TOPAN & CAHAYA"...


...~~~...


#TOPAN&CAHAYA EPS. 186


...•...


...•...


Calissa yang kini tinggal sendirian di rumah besar bekas milik suaminya itu, tampak sangat menikmati dan bahkan ia terus saja melakukan berbagai macam hal yang tak bisa ia lakukan sebelumnya saat masih ada Hendra dan Cahaya disana. Seperti salah satunya adalah ngedugem sendirian sambil joget-joget dan nyanyi-nyanyi tidak jelas, ia menjadi lebih liar saat ini dari sebelumnya karena merasa sudah menang setelah mampu mengusir Hendra.


Ya suara musik itu menggelegar terdengar sampai ke luar rumah bahkan sampai jalanan di depan, Calissa tak perduli akan hal itu karena yang penting baginya adalah berjoget ria saat ini. Biarpun Calissa masih belum bisa mendapatkan seluruh harta suaminya saat ini, namun ia sudah cukup senang karena berhasil membuat hidup Hendra serta Cahaya sengsara dengan mengusir mereka berdua dari rumah besar tersebut.


"Ahaha, sekarang gue adalah nyonya besar di rumah ini dan semua yang ada disini adalah milik gue! Gak ada siapapun yang bisa halangin gue lagi, hahaha..." teriak Calissa disela-sela jogetan nya.


Disaat sedang asyik berjoget ria diiringi musik yang kencang itu, tiba-tiba saja pak Ahmad selaku satpam di rumah tersebut datang menemuinya dan membuat Calissa harus berhenti sejenak. Tentu saja Calissa tampak kesal karena kedatangan Ahmad membuat kesenangannya terganggu, dan ia juga terpaksa mematikan sejenak musik tersebut.


"Permisi Bu..." ucap pak Ahmad terlihat gugup.


"Haish, ada apa sih pak? Ganggu aja orang lagi seneng-seneng juga!" bentak Calissa.


"Maaf Bu, tapi itu loh anu eee..." ucap Ahmad.


"Aduh! Itu anu itu anu, apaan sih yang jelas dong?!" bentak Calissa semakin kesal.

__ADS_1


"Anu Bu, non Cahaya datang lagi." jelas Ahmad.


"Hah? Apa?? Cahaya datang lagi kesini? Kok bisa? Ngapain dia kesini?" tanya Calissa terkejut.


"Gak tahu Bu, katanya mau ketemu ibu." jawab Ahmad masih tampak gugup.


"Haish, mau apa sih tuh anak?" ujarnya geram.


Akhirnya Calissa pergi dari sana melewati Ahmad begitu saja dan menuju ke luar, Calissa penasaran apa yang hendak dibicarakan oleh Cahaya sampai rela datang ke rumah itu lagi. Sekalian juga sebenarnya Calissa ingin membuat Cahaya makin menderita di kesempatan ini, ia pun sudah memiliki rencana untuk melakukan itu semua.


Saat sampai di depan halaman rumahnya, ia melihat Cahaya memang berada disana dan tengah bersama Topan berdiri di dekat pagar menunggu kehadirannya disana. Calissa pun tampak geram lantaran Cahaya datang ke rumah itu bersama dengan Topan alias mantannya, ia amat sangat merasa cemburu dan suasana hatinya juga panas.


"Heh!" ucap Calissa memanggil Cahaya dan berjalan ke arah gadis tersebut dengan ekspresi kesal.


Sontak Cahaya serta Topan menoleh secara bersamaan ke arah Calissa, Cahaya langsung saja berjalan menghampiri Calissa karena ia sudah tidak sabar untuk berdebat dengannya. Topan pun juga menyusul gadisnya untuk mencegah keributan yang kemungkinan terjadi, ia tahu betul sifat Cahaya dan tidak ingin Cahaya terbawa emosi pada Calissa.


"Akhirnya keluar juga lu, gue pikir lu takut dan gak mau keluar temuin gue!" ucap Cahaya menatap bengis ke arah Calissa sembari menyibakkan rambutnya dengan penuh emosi.


"Gue kesini mau ambil apa yang jadi hak milik gue, kebetulan gue lupa kemarin!" ujar Cahaya.


"Hah? Maksud lu apa?" tanya Calissa.


"Motor gue, itu yang mau gue ambil!" ucap Cahaya.


Setelahnya, Cahaya langsung pergi melewati Calissa begitu saja tanpa mengatakan apapun. Cahaya menuju ke garasi tempat motornya diletakkan sebelum ia pindah dari sana, ia berharap motornya itu masih ada disana dan Calissa belum melakukan sesuatu pada motor tersebut atau menjualnya seperti yang ia pikirkan sedari tadi.


"Heh, kurang ajar lu! Seenaknya aja main pergi masuk ke rumah orang, tunggu lu heh!" teriak Calissa kesal lalu mengejar Cahaya dengan cepat.


Topan hanya bisa terdiam bengong sambil geleng-geleng kepala dan mengusap hidungnya, ia pun bergerak kembali mengejar Cahaya juga Calissa yang sedang kejar-kejaran disana. Topan sungguh heran dengan tingkah kedua wanita itu karena selalu saja bertengkar seperti itu, padahal keduanya sempat menjadi ibu dan anak beberapa waktu lalu.

__ADS_1


"Heh, berhenti lu!" ujar Calissa sembari menarik tangan Cahaya dari belakang.


Cahaya pun terhenti langkahnya karena tarikan dari Calissa dan terpaksa menoleh ke belakang, walau sebenarnya Cahaya malas sekali meladeni Calissa dan ingin segera melihat motornya. Namun, ia tak ada pilihan lain saat ini selain terpaksa meladeni Calissa lebih dulu agar bisa memangkas waktu untuk mengecek motornya nanti.


"Apaan sih lu? Gue mau cek motor gue, lepasin!" bentak Cahaya kesal.


"Gak! Lu gak boleh kemana-mana! Sekarang ini udah jadi rumah gue, jadi gue berhak ngelarang lu buat masuk kesini! Lagian tuh motor kan ada di rumah gue, jadi sekarang udah resmi dong jadi hak milik gue dan bukan punya lu lagi!" ucap Calissa.


"Hah? Lu gak waras apa gimana sih? Itu motor gue yang dikasih sama bokap gue, lu gak bisa milikin begitu aja motor gue! Sekarang lepasin gue dan jangan bikin gue marah!" bentak Cahaya.


"Hahaha, kenapa gak bisa? Semua surat-surat motor lu kan masih ada disini, gue bisa ngelakuin apapun ke motor lu sesuka hati gue dan gue juga gak akan biarin lu buat bawa tuh motor keluar dari sini! Mending lu pulang aja deh, jangan berharap untuk bisa bawa motor lu!" ucap Calissa.


Cahaya terdiam dan tatapannya mengisyaratkan kalau ia sangat marah dan emosi, ingin sekali Cahaya menghantam wajah Calissa saat ini juga jika tidak ada yang namanya hukum.


"Cahaya, Calissa, berhenti!" teriak Topan cukup keras dan berhenti di dekat kedua wanita itu.


Keduanya pun menoleh ke arah Topan, hal itu dijadikan kesempatan bagi Cahaya untuk melepas genggaman Calissa pada tangannya itu. Setelah berhasil, tentu saja Cahaya kembali berlari menuju garasi untuk mengecek motornya dan meninggalkan Calissa serta Topan begitu saja disana dengan cepat tanpa perduli teriakan dari Calissa.


"Hey! Jangan kabur lu!" teriak Calissa.


Disaat Calissa kembali hendak mengejar Cahaya, dengan cepat Topan menahan tangan Calissa dan tak membiarkan wanita itu pergi.


"Mau kemana lu? Udah jangan kemana-mana, mending lu disini aja diem!" ucap Topan.


"Ish Topan! Kamu ini kenapa sih? Harusnya kamu belain aku dong, bukan dia! Emang kamu gak mau kalau kita balikan kayak dulu lagi?" ucap Calissa.


"Gak! Itu gak akan terjadi!" bentak Topan.


Calissa terdiam tak berkutik setelah dibentak oleh Topan yang juga tampak emosi.

__ADS_1


...~Bersambung~...


...JANGAN LUPA LIKE+KOMEN YA GES YA!!!...


__ADS_2