Topan & Cahaya

Topan & Cahaya
Bab 257. Pulang malam


__ADS_3

...HALO GUYS!...


...WELCOME TO MY NEW STORY!...


..."TOPAN & CAHAYA"...


...~~~...


#TOPAN&CAHAYA EPS. 256


...•...


...•...


Saat dalam perjalanan menuju rumah Cahaya, Topan terus saja memandangi wajah Cahaya dari samping sambil senyum-senyum sendiri. Ya Topan sepertinya masih terpesona pada kecantikan wajah Cahaya dan penampilan menarik gadis itu, bahkan Topan sampai sulit fokus menyetir karena di dalam benaknya selalu terbayang wajah mulus nan Cantik dari Cahaya.


Cahaya yang sadar terus diperhatikan seperti itu oleh kekasihnya, pun langsung menoleh ke arah Topan dengan tatapan tak suka sembari menghela nafas panjang karena kelakuan pria itu. Cahaya pun menegur Topan untuk tidak melakukan itu lagi saat sedang menyetir, karena bisa saja terjadi sesuatu yang tak diinginkan jika Topan terus-terusan begitu.


"Pacar, kamu jangan tatap muka aku terus dong! Kamu tuh harus fokus ke depan, supaya kamu gak nabrak nantinya! Emang kamu mau apa bikin aku celaka?" tegur Cahaya kesal.


"Eh eee kamu kok sadar sih kalo aku perhatiin? Padahal aku udah diem-diem loh, abisnya wajah kamu itu bikin aku candu sayang! Aku gak bisa berpaling dari wajah kamu, walau cuma satu atau dua detik aja!" ucap Topan tersenyum.


"Haish, ya kamu boleh tatap wajah aku. Tapi, jangan sekarang juga pacar!" ucap Cahaya.


"Hahaha, iya maaf sayang! Terus aku harus gimana dong supaya bisa lupain wajah kamu? Daritadi tuh aku selalu terbayang wajah kamu tau!" ujar Topan.


"Umm, ya mana aku tau!" jawab Cahaya ketus.


"Aduh sayang, kamu kalo cemberut gitu malah makin gemesin! Aku jadi semakin gak bisa berpaling deh dari mandangin wajah kamu, mending kita berhenti dulu ya di depan tuh?!" ucap Topan.


"Hah? Mau ngapain?" tanya Cahaya cemas.


Topan pun menghentikan mobilnya ke pinggir, ia lalu kembali menatap wajah Cahaya dengan senyum seringai terpampang di wajahnya membuat Cahaya merasa tidak nyaman.


"Kamu mau ngapain sih pacar?" tanya Cahaya lagi.


Topan memajukan wajahnya tanpa menjawab pertanyaan Cahaya, ia memegang wajah gadis itu dengan tangannya lalu tersenyum.


"Kamu tenang aja sayang! Aku cuma pengen lihat wajah kamu lebih dekat kok, kan kata kamu gak boleh pandangin wajah kamu sambil nyetir. Nah makanya aku berhenti dulu deh!" ucap Topan.

__ADS_1


"Ish, yaudah jangan lama-lama! Ini udah hampir jam sepuluh loh, aku takut papa nyariin!" ujar Cahaya.


"Iya iya, gausah cemas gitu sayang! Kan ada aku disini, nanti aku bisa bantu jelasin ke papa kamu kok kayak waktu itu!" ucap Topan tersenyum sembari mengelus wajah gadisnya.


Cahaya menunduk saat Topan menatapnya dari jarak dekat karena merasa malu, Topan pun langsung bergerak menarik dagu Cahaya dengan telunjuknya.


Cupp!


Topan mencuri satu ciuman di bibir Cahaya, membuat mata gadis itu terbuka disertai mulut yang sedikit menganga. Sedangkan pria itu malah tersenyum senang, lalu mengusap bibir gadisnya dengan lembut menggunakan ibu jari.


"Manis sayang, padahal baru dikecup. Gimana ya kalau nanti aku makan?" ucap Topan jahil.


"Haish, pikiran kamu itu terus deh! Udah pacar, kita lanjut pulang ayo! Nanti kalau kelamaan disini kamu bisa khilaf loh, aku gak mau ya ada begituan sebelum menikah!" ucap Cahaya panik sendiri.


"Hahaha, cie yang panik! Tenang aja, aku juga tahu kok dan aku gak pengen rusak gadis yang aku cintai ini!" ucap Topan mengusap puncak kepala Cahaya.


"Bagus deh!" ucap Cahaya tersenyum manis.


Cupp!


Pria itu kembali mencuri kecupan pada bibir Cahaya untuk yang kedua kalinya, setelahnya ia pun langsung menjauh dari Cahaya sambil masih senyum-senyum sendiri dan sesekali melirik ke arah Cahaya yang tampak terkejut.


"Yuk kita lanjut!" ucap Topan tersenyum.


"Kamu kenapa?" goda Topan.


"Gak kok," jawab Cahaya.


Topan pun tersenyum puas, lalu kembali memacu mobilnya menuju rumah Cahaya.




Sesampainya di rumah Cahaya, keduanya pun turun dari mobil dan langsung berjalan menuju pintu depan rumah gadis itu, karena hari sudah terlalu larut dan Cahaya cemas papanya akan marah nanti. Sebagai lelaki yang baik dan perhatian, tentu saja Topan ingin menemani gadisnya itu sampai ke depan rumah menemui papanya, Topan juga tak mau jika Cahaya dimarahi papanya karena pulang terlalu malam.


Keduanya melangkah mendekat ke arah pintu sambil saling bergandengan tangan, jantung Cahaya masih tak karuan membayangkan bagaimana reaksi Hendra nanti. Cahaya sangat ketakutan karena ia sudah pernah diberitahu oleh Hendra kalau ia tak boleh pulang lewat dari jam sembilan malam, namun kali ini ia justru baru pulang pada pukul sepuluh.


"Pacar, kira-kira papa bakal marah gak, ya? Aku takut banget deh!" tanya Cahaya cemas.

__ADS_1


"Hey, tenang aja! Disini ada aku kan, nanti biar aku bantu jelasin ke papa kamu kenapa kamu baru pulang jam segini! Lagian ini kan emang tanggung jawab aku sebagai pacar kamu, gausah panik ya sayang!" jawab Topan menenangkan gadis itu.


Cahaya mengangguk pelan. Topan mendaratkan kecupan lembut pada puncak kepala gadisnya dengan mata tertutup, Cahaya pun merasa lebih tenang saat ini.


"Makasih ya pacar!" ucap Cahaya tersenyum.


"Iya sayang, yuk lanjut jalan!" ucap Topan.


Mereka pun kembali melangkah mendekati pintu rumah Cahaya, tampak keduanya saling pandang dan Cahaya juga menaruh wajahnya pada bahu sang kekasih untuk menenangkan diri. Sedangkan Topan mengusap puncak kepala gadisnya dengan lembut.


Saat sampai tepat di depan pintu, keduanya berhenti dan melepas genggaman tangan masing-masing.


"Pacar, aku ketuk pintu gak ya?" tanya Cahaya.


"Ya ketuk dong sayang! Aku temenin kok, jangan takut lagi ya!" ucap Topan.


"Oke!" ucap Cahaya singkat.


Disaat Cahaya hendak mengetuk pintunya, tiba-tiba pintu tersebut sudah terbuka lebih dulu dan membuat mereka terkejut bukan main.


Ceklek...


Ya seorang wanita dewasa berpenampilan sederhana muncul dari balik pintu itu, rupanya ia adalah bik Minah selaku asisten rumah tangga yang bekerja disana.


"Eh non Aya, mas Topan. Kenapa malah pada di luar aja gak masuk ke dalam?" ucap bik Minah.


"Eee iya bik, kita baru sampe. Oh ya, papa ada di dalam gak bik?" ucap Cahaya.


"Ohh, tuan mah belum pulang non. Bibik juga gak tahu kenapa, mungkin masih ada urusan penting kali di kantor!" jawab bik Minah.


"Hah? Tumben banget papa jam segini belum pulang, kira-kira ada urusan apa ya?" ucap Cahaya heran.


"Gapapa Cahaya, justru bagus kan buat kamu? Jadinya kamu gak perlu takut lagi dimarahin sama papa kamu, karena pulangnya terlambat!" ucap Topan memegang pundak gadisnya.


"Eh iya ya, kamu benar pacar!" ucap Cahaya tersenyum.


"Ehem ehem..."


Tiba-tiba muncul suara deheman dari arah belakang mereka, yang membuat keduanya terkejut lalu menoleh untuk memastikan siapa itu. Topan dan Cahaya makin syok saat melihat sosok pria dewasa tengah berdiri disana menatap mereka.

__ADS_1


...~Bersambung~...


...JANGAN LUPA LIKE+KOMEN YA GES YA!!!...


__ADS_2