
...HALO GUYS!...
...WELCOME TO MY NEW STORY!...
..."TOPAN & CAHAYA"...
...~~~...
#TOPAN&CAHAYA EPS. 211
...•...
...•...
Wulan dan Sergie masih berduaan di cafe itu mengobrol sembari menikmati minuman, ya hingga kini memang Sergie masih belum berani berbicara pada Wulan. Hal itu membuat Wulan sedikit kesal dan merasa penasaran lantaran Sergie tak kunjung berbicara seperti janjinya tadi, padahal Wulan sudah harus kembali ke lokasi syuting beberapa menit lagi.
Sergie memang belum tahu harus memulai dari mana pembicaraan kali ini, ya karena Sergie juga tampak gugup untuk berbicara lantaran Wulan yang terus saja menatap wajahnya tajam. Sergie juga merasa sedikit tidak enak pada anak gadisnya itu karena ia telah banyak melakukan kesalahan pada Wulan dan juga almarhumah ibunya dahulu kala.
"Om, sebenarnya om ngajakin aku pergi kesini itu mau bincang-bincang apa cuma mau diem kayak gini sih om? Kenapa om daritadi malah diem aja, gak bicara sama sekali?" tanya Wulan kesal.
"Sabar Wulan! Om ini lagi mikir kalimat yang tepat untuk bicara sama kamu, karena om gak mau menyinggung perasaan kamu! Sebaiknya kamu sabar dulu dan habiskan minuman kamu itu, baru nanti saya akan bicara kalau sudah siap!" ujar Sergie.
"Ah om ini kelamaan tau gak! Saya sebentar lagi harus kembali ke lokasi syuting!" bentak Wulan.
"Tenang aja, saya akan transfer lagi uang ke manager kamu supaya saya bisa terus berduaan sama kamu tanpa terhitung waktu!" ucap Sergie santai.
"Apa? Emang om pikir saya ini wanita bayaran? Dengar ya om, saya—"
__ADS_1
"Iya iya saya tahu! Sudah kamu jangan terlalu banyak bicara dan cukup diam saja! Om akan berbicara sama kamu sekarang, dengarkan baik-baik ya Wulan!" potong Sergie dengan cepat.
"Iya om, silahkan aja!" ucap Wulan singkat.
Sergie tersenyum lalu duduk tegak dengan dua tangan ia taruh di meja, Sergie menatap tajam ke arah wajah Wulan sambil sesekali membenarkan kerah kemejanya. Sedangkan Wulan hanya duduk santai seperti sebelumnya sambil meminum minuman yang ia pesan, walau Wulan juga penasaran apa sebenarnya yang hendak dibicarakan Sergie padanya saat ini.
"Jadi begini, saya tuh cuma pengen tegasin sekali lagi ke kamu buat jauh-jauh dari istri saya alias Eun-Kyung teman artis kamu! Saya gak mau aja, dia tau semua tentang kamu dan kebohongan saya bisa terbongkar yang akan mengakibatkan rumah tangga saya hancur sehancur-hancurnya!" ucap Sergie.
"Ohh, kalo emang rumah tangga om hancur terus apa masalahnya sama aku? Toh aku juga gak ada urusan disana, aku ini cuma anak yang gak diakuin om!" ucap Wulan tersenyum tipis.
"Jelas itu ada urusannya dengan kamu, karena istri saya pasti akan marah sekali dengan saya setelah tau selama ini saya menyembunyikan kamu dari dia bukannya membuang kamu! Dan kamu juga bisa diburu oleh Eun-Kyung, karena dia itu sangat benci sama kamu Wulan! Itulah alasan saya minta kamu buat jauh-jauh dari Eun-Kyung!" ujar Sergie.
"Aku gak perduli om! Dari kecil om udah nyakitin aku dan mama aku, sekarang giliran aku yang akan bikin om sekeluarga menderita karena udah jahat ke aku dan mamaku! Om tunggu aja saatnya, pasti om juga akan merasakan hal itu!" ucap Wulan.
"Hey Wulan! Iya saya tau saya salah, tapi gimanapun juga saya masih peduli dengan kamu! Buktinya selama ini saya mengurus kamu dan kirim uang buat kamu, saya juga gak mau kamu sampai kenapa-napa Wulan! Karena saya sadar, kamu itu darah daging saya!" ucap Sergie tegas.
Wulan hanya memalingkan wajah dengan ekspresi tak suka saat Sergie mengatakan itu.
Tiba-tiba muncul suara seorang wanita dari arah depan pintu cafe yang membuat keduanya terkejut lalu menoleh kesana bersamaan.
...•••...
Disisi lain, Topan dan Cahaya serta Hendra sudah selesai makan siang disana. Mereka bertiga kini beralih ke sofa ruang tamu untuk lanjut berbincang mengenai hubungan Cahaya dan Topan, walau Cahaya sudah sangat malas untuk membahas hal seperti itu karena ia belum ingin cepat-cepat menikah dan masih harus mencapai cita-citanya.
Sementara Topan sendiri sangat senang karena ia juga sudah tidak sabar untuk menikah dengan Cahaya dan bisa bersama selamanya dengan gadis yang dicintainya itu. Namun, tentunya ia tak mungkin bisa cepat menikah dengan Cahaya lantaran gadis itu juga masih SMA dan ingin meneruskan kuliah serta meniti karir lebih dulu sebelum menikah.
"Pah, udah dong bahas yang lain aja! Kalau papa bahas tentang pernikahan terus, yang ada Topan bisa kepincut dan pengen cepet-cepet nikahin aku! Kan aku jadi takut pah, aku belum mau nikah dan masih pengen lanjut kuliah!" ucap Cahaya.
__ADS_1
"Iya sayang, papa juga gak maksa kalian buat cepat nikah kok! Kan papa cuma utarakan keinginan papa, emang salah ya?" ucap Hendra tersenyum.
"Enggak sih pah, tapi ini loh si Topan nya jadi salah sangka dan malah pengen beneran nikahin aku sekarang! Kan gawat pah kalo kayak gitu, masa iya aku nikah muda?" ucap Cahaya.
"Hahaha, takut banget kayaknya kamu!" ujar Hendra.
"Ya gimana gak takut pah? Orang si Topan daritadi ngeliatin aku sambil senyum-senyum begitu, pasti dia punya rencana tuh buat nikahin aku! Papa sih, udah dibilang jangan dibahas malah dibahas terus! Kan jadi gitu Topan nya," ucap Cahaya cemberut.
"Apa sih pacar? Aku gak mau nikahin kamu sekarang kok, aku juga tau kali kamu belum siap!" ucap Topan.
"Ah masa?" tanya Cahaya tak percaya.
"Iyalah pacar, kamu tenang aja! Aku siap nunggu sampai kamu lulus kuliah nanti, baru deh kita berdua bakal nikah!" ucap Topan tersenyum.
"Ya baguslah! Awas aja kalo kamu punya pikiran gak bener dan mau nikahin aku sekarang, pastinya aku bakal benci banget sama kamu Topan!" ucap Cahaya mengancam pria tersebut.
"Hahaha, iya pacar! Kamu ini kenapa takut banget kayak gitu sih?" ujar Topan nyengir.
"Ya takut lah! Kan aku belum mau nikah, kalo kamu paksa-paksa nanti aku jadi gak bisa lanjut kuliah terus gapai cita-cita aku!" ucap Cahaya tegas.
"Ohh, emang cita-cita kamu apa sih?" tanya Topan.
"Aku pengen jadi pembalap profesional yang terkenal di seluruh dunia, nah kamu harus temenin aku sampe aku bisa wujudin cita-cita aku itu! Baru deh nantinya aku mau nikah sama kamu, paham?" ucap Cahaya menjelaskan cita-citanya pada Topan.
"Hah? Waduh berat juga ya, tapi gapapa deh yang penting aku bisa nikah sama kamu! Kebetulan aku juga cita-citanya pengen jadi pembalap kok, jadi kita bisa gapai cita-cita itu bareng-bareng!" ucap Topan.
Cahaya tersenyum saja sambil memalingkan wajahnya yang mulai memerah itu.
__ADS_1
...~Bersambung~...
...JANGAN LUPA LIKE+KOMEN YA GES YA!!!...