Topan & Cahaya

Topan & Cahaya
Bab 215. Mengakui papa


__ADS_3

...HALO GUYS!...


...WELCOME TO MY NEW STORY!...


..."TOPAN & CAHAYA"...


...~~~...


#TOPAN&CAHAYA EPS. 214


...•...


...•...


Calissa dan Topan sampai di sebuah tempat sepi yang cocok untuk bicara berdua, ya Calissa memang sengaja memilih tempat itu agar ia bisa lebih leluasa berbincang dengan Topan. Apalagi Calissa juga ingin berduaan dengan pria tersebut tanpa ada yang bisa mengganggu mereka, karena hingga kini pun Calissa masih saja berharap untuk bisa balikan sama Topan.


Keduanya kini turun dari dalam mobil Calissa dan berjalan menuju bangku yang tersedia, Topan sengaja menjauh karena ia memang tak mau terlalu dekat dengan Calissa. Tapi tentu saja Calissa tak semudah itu dapat dijauhi, ya wanita tersebut terus saja menggeser posisi duduknya mendekat ke arah Topan setiap kali pria itu menjauh darinya disana.


"Heh, kamu kenapa ikut-ikutan geser sih? Aku kan pengen menjauh dari kamu, eh kamunya malah geser juga jadi deketin aku! Udah sana geseran lagi, aku gak mau dekat-dekat kamu!" ucap Topan.


"Hah? Kenapa sih Topan?" tanya Calissa sok imut.


"Ya karena aku emang udah gak mau deketan sama kamu lagi Calissa, jadi sebaiknya kamu menjauh dan jangan bikin aku emosi!" ucap Topan tegas.


"Haish, kamu tuh terlalu lebay deh! Kalau cuma duduk deketan emang apa salahnya sih? Toh disini juga gak ada Cahaya atau siapapun yang bisa lihat kita, kamu gausah khawatir!" ucap Calissa mendekat dan merayu Topan dengan memegang dua tangan pria tersebut lalu mengelusnya lembut.


"Cukup Calissa! Kalau tujuan kamu ajak aku kesini cuma buat goda aku, lebih baik aku pergi sekarang! Karena aku pengen jaga perasaan Cahaya, paham kamu?" ucap Topan emosi.

__ADS_1


"Yaelah sok jaga perasaan, udah kayak pasangan suami-istri aja! Padahal kan belum tentu kamu sama Cahaya itu bakal nikah, ingat Topan sesuatu yang kamu inginkan belum tentu akan terjadi! Bisa aja kan kamu berpisah sama Cahaya, sebelum kamu sempat bersama dengan wanita itu!" ucap Calissa.


"Kamu ini bicara apa sih? Tadi ngomong katanya mau bahas soal Cahaya, terus kenapa omongan kamu jadi kemana-mana sekarang?" tanya Topan.


"Loh emang salah, ya? Ini kan daritadi aku bahas hubungan kamu sama Cahaya," ucap Calissa.


"Haish, bener-bener ya kamu! Jadi tadi kamu kerjain aku? Emang dasar cewek gak bener, buang-buang waktu aku aja tau gak?! Nyesel aku mau percaya sama kamu dan ikut kesini!" ujar Topan kesal.


"Siapa yang ngerjain kamu sih? Kan aku bilang aku mau bahas soal Cahaya, nah makanya tadi aku juga bahas Cahaya kan? Terus aku ngerjain kamu darimana Topan? Ada-ada aja kamu ah, orang aku bener kok gak ngerjain kamu!" ucap Calissa.


"Emang ya, kamu tuh paling pinter kalau soal bersilat lidah! Untung aja om Hendra bisa cepat sadar, kalau enggak pasti keluarganya bakal semakin hancur karena terus kehasut sama kamu!" ujar Topan.


"Ahaha, bisa aja kamu!" ucap Calissa tertawa.


Topan memandang heran ke arah Calissa dengan tatapan tak percaya, ia tak mengerti mengapa Calissa malah tertawa dan sepertinya senang saat dibilang seperti itu. Padahal Topan itu sedang menjelekkan Calissa bukannya memuji apalagi mengangumi wanita tersebut, namun ia hanya diam geleng-geleng kepala lalu memalingkan wajahnya.


"Yaudah, sekarang gak ada lagi yang mau kamu bahas kan?" tanya Topan bersiap pergi.


"Soal apa?" tanya Topan sedikit penasaran.


"Iya, aku cuma mau bilang aja sama kamu kalau aku sampai kapanpun gak akan pernah setuju dengan hubungan kamu dan Cahaya! Aku bisa melakukan apapun untuk memisahkan kalian, hati-hati aja ya!" ucap Calissa.


Sontak Topan terdiam kaget dengan apa yang barusan dikatakan oleh Calissa.


...•••...


Disisi lain, Sergie mengantar Wulan kembali ke lokasi syutingnya setelah mereka selesai berbincang sesuai dengan waktu yang sudah ditentukan sebelumnya oleh Sergie dan sang manajer Wulan. Sergie tampak gusar dan sedih mengingat kejadian di cafe tadi saat tanpa sengaja Eun-Kyung mendengar semua pembicaraan antara ia dengan Wulan.

__ADS_1


Wulan sendiri juga merasa tidak enak pada ayahnya dan terus saja memandang ke arah Sergie, entah mengapa Wulan juga ikut sedih melihat papanya sedih seperti itu. Apalagi ia juga menyaksikan sendiri bahwa Eun-Kyung yang selama ini menjadi temannya itu amat sangat marah begitu mengetahui kalau ia adalah anak hasil hubungan gelap Sergie dahulu.


"Papa, jangan sedih terus ya! Aku janji kok gak akan deketin keluarga papa lagi, setelah ini juga aku bakal ngundurin diri dari pihak manajemen aku yang sekarang supaya aku gak bisa ketemu lagi sama tante Eun! Aku ngelakuin ini semata-mata karena aku gak mau rumah tangga papa kandas!" ucap Wulan.


Sergie terkejut dan reflek menoleh ke arah Wulan saat gadis itu memanggilnya dengan sebutan papa, ya tak pernah selama ini ia mendengar hal itu terjadi karena ia juga tak mengajarkan itu. Namun, Sergie merasa senang sekali karena akhirnya ia dapat mendengar putri kandungnya itu memanggilnya dengan sebutan papa dan mengakuinya sebagai seorang papa dari gadis tersebut.


"Ka-kamu gak salah sebut saya kan Wulan? Tadi kamu panggil saya papa loh, apa kamu cuma ingin bikin saya senang sekarang?" tanya Sergie.


"Umm, emang salah ya kalau aku panggil papa aku dengan sebutan papa?" ucap Wulan tersenyum.


"Ya enggak lah! Saya cuma kaget aja dengarnya, selama ini kan kamu gak pernah panggil saya dengan sebutan seperti itu! Kamu lebih sering anggap saya orang asing, bahkan kamu panggil saya om kan?!" ucap Sergie terheran-heran.


"Iya sih benar, tapi mulai sekarang aku tau kalau papa ini sebenarnya gak jahat sama aku atau mama dulu! Papa ngelakuin semua itu karena desakan dari tante Eun, iya kan?" ucap Wulan tersenyum.


"Iya, itu benar!" ucap Sergie singkat.


"Nah karena itu aku mau akuin papa sebagai papa aku sekarang ini, lagian selama ini juga kan papa yang udah rawat dan besarin aku! Bahkan papa sampai rela bohong sama istri papa itu, makasih banyak ya pah!" ucap Wulan sembari menggenggam tangan Sergie dan tersenyum ke arahnya.


"Ka-kamu serius Wulan? Lalu, apa saya juga boleh peluk dan cium kamu?" tanya Sergie.


"Why not? Papa kan papa kandung aku, justru hal itu yang aku inginkan dari dulu! Cuma papa gak pernah lakuin itu buat aku," ucap Wulan.


Sergie tersenyum manis lalu memeluk Wulan dari samping dan sedikit menangis di dalam pelukan itu, Sergie sangat menyesali segala perbuatannya selama ini pada Wulan. Sedangkan Wulan juga tak kalah sedih dengan papanya, ia pun mengeluarkan air mata sembari mendekap erat tubuh sang papa yang belum pernah ia rasakan sebelumnya.


"Makasih sayang, makasih! Papa minta maaf sama kamu sayang, karena selama ini papa udah jahat dan bersikap gak adil ke kamu! Padahal kamu adalah darah daging papa sendiri, maaf banget sayang!" ucap Sergie terisak sambil menghirup aroma tubuh putrinya dan mengusap punggung Wulan.


"Makasih juga, pah! Aku udah maafin papa kok, ini semua bukan kesalahan papa!" ucap Wulan.

__ADS_1


...~Bersambung~...


...JANGAN LUPA LIKE+KOMEN YA GES YA!!!...


__ADS_2