Topan & Cahaya

Topan & Cahaya
Bab 190. Dikejar-kejar


__ADS_3

...HALO GUYS!...


...WELCOME TO MY NEW STORY!...


..."TOPAN & CAHAYA"...


...~~~...


#TOPAN&CAHAYA EPS. 189


...•...


...•...


Calissa tengah diambang kepuasan lantaran ia berhasil membuat Cahaya dan Topan terjatuh, ya walau Calissa sama sekali tidak ingin membuat Topan terluka karena yang ia ingin celakai adalah Cahaya alias anak tirinya itu. Calissa terus saja tertawa puas di dalam mobilnya itu sembari membayangkan apa yang terjadi pada Cahaya, ia bahkan berharap kalau Cahaya tidak dapat diselamatkan dan meninggal di tempat.


"Hahaha, moga moga aja deh si cewek ngeselin itu mati! Biar supaya dia gak bisa deketin Topan lagi, karena cuma gue yang berhak buat dekat-dekat sama Topan!" ucapnya sambil tertawa.


Tak lama kemudian, Calissa baru sadar kalau banyak kendaraan yang mengikutinya dari belakang dan ada beberapa juga yang berusaha untuk menghentikan mobilnya itu dari samping. Calissa pun heran tak mengerti mengapa mereka semua pada mengejar mobilnya sambil berteriak minta berhenti, ia berpikir mungkin saja orang-orang itu hendak merampoknya.


Namun, ia baru sadar kalau tadi ia menabrak motor Cahaya di tengah jalan yang ramai dan pastinya banyak orang yang melihat kejadian tersebut, sehingga Calissa pun mulai berpikir bisa saja orang-orang tersebut mengejarnya karena ingin meminta pertanggungjawaban darinya, terlebih Calissa memang langsung kabur saat setelah menabrak motor Cahaya tadi.


Calissa langsung berubah panik karena dikejar-kejar oleh banyak kendaraan seperti itu, terlebih lagi jumlah orang-orang yang mengejarnya sangat banyak bahkan tak terhingga dengan jelas. Calissa semakin tak tentu arah dan di luar kendali tubuhnya saat ini akibat kepanikan yang melanda, ia melajukan mobilnya dengan kecepatan tinggi tak perduli lagi ada apa di depannya saat ini karena yang ia pikirkan hanyalah keselamatan dirinya yang tidak boleh sampai tertangkap oleh para warga yang mengejarnya itu karena ia sangat takut.


"Duh, mampus gue! Kalo mereka berhasil tangkap gue, pasti mereka bakal minta uang sama gue! Kurang ajar tuh orang-orang, pasti Cahaya yang suruh mereka buat kejar gue!" umpatnya geram.


Sangking paniknya, Calissa sampai tak memperhatikan jalan di depannya. Ya mobil yang dikendarai Calissa itu akhirnya menabrak penutup jalan yang tengah diperbaiki dan mobilnya tersangkut pada lubang disana.


"Aaaaa..."


Calissa bertambah panik karena ia kesulitan untuk bisa keluar dari dalam mobilnya, apalagi banyak orang juga yang sudah berkerumun di dekatnya mungkin hendak memarahinya. Suasana jantung Calissa saat ini sedang tak karuan, ia juga terus menoleh ke kanan dan kiri secara bergantian memperhatikan sekitar yang cukup ramai.

__ADS_1


Tampak orang-orang disana termasuk para petugas yang sedang melakukan perbaikan disana, langsung bergerak membantu mobil Calissa yang terperosok sembari juga mengeluarkan Calissa. Mereka semua tampak berapi-api lantaran Calissa melakukan dua kesalahan sekaligus saat ini, ya yang pertama menabrak Cahaya dan yang kedua menabrak pembatas jalan tersebut.


"Nah ini dia orangnya nih,"


"Udah bawa aja ke kantor polisi!"


"Dasar gak bener, nabrak gak mau tanggung jawab!"


"Mabok ya?"


Calissa bertambah panik saat keluar dari mobil dan disambut oleh orang-orang itu.


"Enggak, enggak! Saya gak mabok dan saya gak mau dibawa ke kantor polisi! Tolong lepasin saya, oke saya akan tanggung jawab dengan semua kerusakan ini dan orang yang tadi saya tabrak! Tapi, tolong jangan bawa saya ke kantor polisi!" teriak Calissa.


"Ah dasar pengemudi gak beres!"


"Udah nabrak, gak mau dibawa ke polisi lagi!"


Orang-orang disana kompak menyoraki Calissa, bahkan bukan tidak mungkin jika mereka akan memukuli Calissa kalau saja ia bukanlah seorang wanita. Ya saat ini saja banyak orang sudah mulai berlaku anarkis dan memukul serta menendang mobil milik Calissa disana.


...•••...


Disisi lain, Topan baru sadar dari pingsannya dan ia tampak memegangi bagian dahinya sembari membuka mata secara perlahan, pandangan awalnya masih tampak kabur dan ia belum bisa melihat jelas dengan matanya tersebut, namun yang ia yakini saat ini ia tengah berada di sebuah ruangan rumah sakit dan kepalanya sedang diperban.


Tak lama kemudian, seorang dokter berkepala plontos muncul dari samping bersama seorang suster yang bertugas membantunya. Dokter itu senang karena Topan sudah sadar dan lukanya juga telah membaik dibanding sebelumnya, ya walau jumlahnya cukup banyak dan parah karena Topan masih sempat berlari-lari membawa Cahaya tadi.


"Syukurlah, anda sudah sadar!" ucap dokter itu.


Topan langsung menoleh ke arah seseorang yang bersuara di dekatnya itu, matanya menjurus menatap sosok dokter plontos yang tengah tersenyum ke arahnya itu. Topan tak mengerti apa yang terjadi pada dirinya saat ini, karena yang ia ingat tadi ia membawa Cahaya ke rumah sakit dan Cahaya tengah diperiksa oleh dokter disana.


"Dok, apa yang terjadi sama saya? Saya kenapa bisa ada disini, dok?" tanya Topan heran.

__ADS_1


"Tenang mas! Tadi anda pingsan di depan ruang UGD, makanya kami langsung membawa dan mengobati anda disini!" jawab dokter itu.


"Lalu, dimana pacar saya dok?" tanya Topan cemas.


"Ohh, pasien yang kakinya terluka itu kan? Tenang saja, dia sekarang tengah diobati lukanya dan kondisinya juga sudah semakin membaik! Dia ada di sebelah sana," jawab dokter itu sembari menunjuk ke arah kanan Topan.


Topan menoleh lalu terbesit dalam kepalanya untuk turun dan menemui Cahaya.


"Dok, saya harus temui pacar saya dok! Saya khawatir dia kenapa-napa, saya gak mau kalau itu sampai terjadi!" ucap Topan panik.


"Tahan dulu! Kondisi anda belum memungkinkan untuk melakukan itu, sebaiknya anda istirahat dulu dan jangan memaksa untuk berdiri! Itu semua juga akan membahayakan tubuh anda sendiri, pikirkan saja kondisi anda ini! Biar pacar anda, kami yang urus dan obati sekarang ini! Beliau juga masih dalam keadaan pingsan saat ini," ucap dokter itu.


"Apa? Pingsan dok?" tanya Topan kaget.


"Iya, sepertinya pacar anda itu tidak bisa lagi menahan rasa sakit pada bagian kakinya. Itulah sebabnya dia pingsan dan masih belum sadarkan diri, tapi mungkin sebentar lagi dia bisa sadar!" jawab dokter itu tersenyum.


"Baiklah dok, saya mohon selamatkan pacar saya dan jangan sampai dia kenapa-napa!" ujar Topan.


"Insyaallah, saya pasti akan berusaha sekuat tenaga dan semampu saya untuk mengobati beliau! Karena memang sudah tugas saya sebagai dokter untuk mengobati pasien-pasien disini," ucap dokter itu.


"Terimakasih dok!" ucap Topan tersenyum.


"Sama-sama. Yasudah, kalau begitu saya mohon izin permisi dulu!" ucap dokter itu pamit.


"Iya..."


Setelah dokter tersebut pergi, Topan kini menoleh ke arah kanan dan merasakan keberadaan Cahaya disana walau tertutupi gorden berwarna biru yang membuatnya tak bisa melihat tubuh Cahaya.


"Cahaya, kamu harus selamat! Aku sudah berjanji sama papa kamu untuk bawa kamu pulang dengan selamat, jadi kamu gak boleh kenapa-napa Cahaya!" gumam Topan dalam hati sembari meneteskan air mata kesedihan.


...~Bersambung~...

__ADS_1


...JANGAN LUPA LIKE+KOMEN YA GES YA!!!...


__ADS_2