
...HALO GUYS!...
...WELCOME TO MY NEW STORY!...
..."TOPAN & CAHAYA"...
...~~~...
#TOPAN&CAHAYA EPS. 93
...•...
...•...
Hendra selaku papa Cahaya dan juga suami dari Calissa alias wanita yang merebut hatinya sampai membuat istri pertamanya meninggal dunia itu kini sudah kembali ke rumahnya lebih cepat satu hari dari yang direncanakan olehnya.
Sontak semua pekerja di rumahnya cukup kaget melihat kepulangan tuan alias majikan mereka itu, termasuk juga bik Minah yang sedang membuang sampah di pelataran rumah dan tak sengaja melihat bosnya sudah pulang kesana.
"Walah, tuan Hendra ternyata udah pulang..." ujar bik Minah menganga terkejut.
Calissa yang tengah menanti kehadiran mamanya nampak terkejut dengan perkataan bik Minah barusan, ia pun menghampiri bik Minah untuk menanyakan apa maksud dari perkataan asisten rumah tangga itu.
"Bik, maksud bibi apa...??" tanya Calissa heran.
"Eh nyonya, itu loh tuan Hendra udah pulang dan baru sampe di depan!" jawab bik Minah seraya menunjuk ke arah Hendra dengan telunjuknya.
Sontak Calissa langsung melihat ke arah yang ditunjuk oleh bik Minah, ia pun bertambah syok karena ternyata benar suaminya memang sudah pulang menggunakan taksi dan saat ini tengah berjalan kemari menenteng kopernya.
"Aduh sialan, si tua bangka itu malah udah pulang! Duh, padahal kan mama baru aja pengen mampir kesini!" batin Calissa ketar-ketir.
Akhirnya Calissa memilih masuk kembali ke dalam rumah dengan perasaan jengkel sekaligus hendak memberi kabar pada mamanya kalau suaminya itu sudah pulang dan ia tak bisa membolehkan mamanya datang ke rumah.
Bik Minah pun tampak heran dengan tingkah Calissa yang malah masuk ke dalam bukannya menyambut kepulangan Hendra disana, namun ia hanya geleng-geleng kepala tak berani berbuat apa-apa karena itu memang bukan wewenangnya.
"Kok ada ya istri kayak Bu Calissa?" batin bik Minah.
Saat Hendra mendatangi dirinya, bik Minah pun langsung membungkuk sedikit memberi hormat pada majikannya yang baru datang dari luar kota menjalankan tugasnya itu.
__ADS_1
"Selamat datang kembali, tuan!" ucap bik Minah.
"Makasih, bik! Oh ya, Calissa ada di rumah kan?" ucap Hendra bertanya pada bik Minah.
"Eee... ada tuan, di dalam!" jawab bik Minah.
"Oke, terimakasih! Kalau gitu saya masuk dulu ke dalam, ya?" ucap Hendra.
"Iya pak, silahkan!" ucap bik Minah.
Hendra segera masuk ke dalam rumahnya sembari menyeret koper dengan tangannya melewati bik Minah yang sudah bergerak ke pinggir, tampak bik Minah menatap kasihan pada majikannya karena tidak dipedulikan oleh istrinya sendiri.
Kini Hendra telah berada di dalam rumahnya mencari kesana-kemari keberadaan istri mudanya yakni Calissa, ia celingak-celinguk sembari berteriak memanggil nama istrinya karena ia sudah tidak sabar untuk bisa bertemu lagi dengan Calissa.
"Sayang, sayang...!!" ucap Hendra.
Calissa yang mendengar suara suaminya muncul langsung cepat-cepat menutup telponnya setelah ia memberitahu mamanya untuk tidak datang ke rumahnya saat ini, ia pun berjalan keluar kamar menghampiri suaminya agar tak membuat pria tersebut kecewa atau kesal.
"Iya, masss...." ucap Calissa dengan nada lembut serta tersenyum manis ke arah suaminya.
"Akhirnya kamu muncul juga, aku kangen sekali loh sama kamu!" ucap Hendra.
"Iya gapapa, yaudah ini kamu mau diem-diem aja? Gak mau gitu peluk suami kamu yang baru pulang dari luar kota ini?" ucap Hendra.
"Eee... gini deh mas, kamu kan abis bepergian keluar kota! Ada baiknya kamu bersih-bersih dulu, mandi gitu supaya aku juga gak tertular kalau misal ada virus yang menempel di tubuh kamu! Nanti abis itu, baru deh kita pelukan sepuasnya!" ucap Calissa.
"Oh iya, benar juga kamu! Yaudah aku mandi dulu ya, tapi kamu temenin aku dong ke kamar!" ucap Hendra sedikit manja pada istrinya.
"Pasti dong, mas!" ucap Calissa tersenyum.
Akhirnya Calissa terpaksa harus menemani suaminya yang sudah ubanan tersebut ke kamar, biar bagaimanapun itu adalah tugasnya sebagai istri untuk menuruti perkataan suami.
"Cih, kalo bukan karena mama ogah banget sih gue harus nemenin tua bangka ini...!!" batin Calissa.
...•••...
Disisi lain, Topan kembali dihadang oleh sekumpulan orang di tengah jalan saat ia hendak melintas menuju kampusnya dengan mobil yang ia kenakan.
__ADS_1
Karena penasaran dan merasa kalau ia tidak ada masalah dengan siapapun, Topan pun keluar dari mobilnya turun menemui orang-orang tersebut untuk menanyakan langsung apa maksud mereka mencegatnya di jalan seperti ini.
"Heh, kalian siapa dan mau apa cegat gue?" teriak Topan bertanya dengan lantang.
Mereka semua saling pandang dengan bibir mengatup, sampai salah satu diantara mereka maju ke depan mendekati Topan sembari menatap Topan dengan tatapan tajam menyala.
"Ini kali kedua kita peringatin sama lu, jangan pernah lu deket-deket lagi sama cewek yang namanya Bella!" ucapnya.
Mendengar nama Bella disebut membuat Topan terheran-heran, ia tak mengerti apa maksud orang itu mengatakan itu karena selama ini saja bukan ia lah yang mendekati Bella melainkan gadis itu yang berusaha terus mendekatinya.
"Gue gak ngerti maksud kalian apa, sejak kapan emangnya gue deketin Bella? Justru Bella sendiri yang deketin gue dan bikin gue risih!" ujar Topan.
"Halah, basi lu...!!" bentaknya tampak emosi.
"Lah? Terserah kalo kalian gak percaya, intinya emang begitu bukan gue yang deketin Bella! Tapi, Bella tuh yang deket-deket mulu sama gue!" ujar Topan juga tak kalah emosi.
"Ya gampang, kalo gitu tiap kali Bella deketin lu.... lu harus menghindari dari dia, bukannya malah diem dan menikmati...!!" ujarnya.
"Gue juga selalu begitu selama ini, siapa lagian yang menikmati dideketin sama cewek kayak Bella? Justru gue risih banget, udah deh kalian gausah sok kasih tau gue harus apa...!!" bentak Topan.
"Oke, kita gak akan bicara lagi sekarang! Tapi, rasain pelajaran dari kita...!!" teriaknya.
Pria itu langsung coba menyerang Topan melalui pukulan tangannya, akan tetapi dengan mudah Topan mampu menangkisnya bahkan memberi pukulan berbalik pada tubuh pria itu hingga dia terjengkang ke belakang.
Tak terima kawan mereka dipukul seperti itu, orang-orang yang lain di belakang sana langsung maju bergerak memukul serta menghajar Topan bersamaan sampai Topan kewalahan karena jumlah mereka sangat banyak.
Bag big bugghhh...
Mereka terus saja menghajar Topan dengan membabi buta, akhirnya pertahanan Topan runtuh dan ia pun tersungkur ke aspal dengan kondisi cukup memprihatinkan, namun mereka tetap terus menghajar Topan hingga babak-belur.
"BERHENTI....!!!"
Suara teriakan keras seorang pria dari arah berlawanan membuat mereka berhenti menghajar Topan yang sudah kewalahan, ya mereka semua langsung menjauh dari tubuh Topan saat seorang pria yang berteriak tadi mendekat ke arahnya.
...~Bersambung~...
...JANGAN LUPA LIKE+KOMEN YA GES YA!!!...
__ADS_1
...|||...
...SELAMAT IMLEK🥳🥳🥳...