Topan & Cahaya

Topan & Cahaya
Bab 318. Cahaya dibawa lari


__ADS_3

...HALO GUYS!...


...WELCOME TO MY NEW STORY!...


..."TOPAN & CAHAYA"...


...~~~...


#TOPAN&CAHAYA EPS. 317


...•...


...•...


Setelah selesai makan malam bersama, kini Topan mengantar Cahaya pulang ke rumah karena terlihat sekali kalau gadis itu sudah nampak lelah dan terus menguap pertanda ia sangat mengantuk ingin segera tidur di ranjang empuknya.


Sebagai kekasih yang baik, Topan memacu mobilnya pergi meninggalkan restoran menuju rumah Cahaya dengan kecepatan lumayan agar gadisnya bisa segera sampai di rumah dan beristirahat disana.


"Pacar, ingat loh pesan papa jangan ngebut-ngebut santai aja!" ucap Cahaya lemas.


"Iya pacar, ini aku pelan-pelan kok. Tapi, kamu kan udah ngantuk banget gitu tuh! Aku kasihan aja sama kamu sayangku," ucap Topan.


"Gapapa pacar," ucap Cahaya tersenyum.


Cahaya berusaha menguatkan diri dari kantuk yang menyerangnya itu agar Topan mau memelankan mobilnya, tentu ia tak mau jika sesuatu terjadi akibat dari Topan yang ngebut membawa mobilnya di malam hari ini.


"Nih, aku udah seger lagi kan? Kamu pelan-pelan aja jangan ngebut ah!" ucap Cahaya.


"Iya iya pacar, aku gak ngebut kok! Kamu gak perlu sampe pura-pura kayak gitu kali, aku juga bisa tahu kok kalau kamu masih ngantuk! Kan kelihatan jelas tuh dari tatapan mata kamu!" ucap Topan.


"Masa sih? Sok tahu dasar!" cibir Cahaya.


"Hahaha seriusan sayang! Udah, kamu tiduran aja lagi! Kalau mau lebih nyaman, kamu rebahan aja di atas paha aku sini!" ucap Topan.


"Ih gak mau! Itu mah keenakan di kamu nanti, mending aku senderan aja!" ucap Cahaya.


"Yah parah kamu! Padahal aku cuma pengen supaya kamu nyaman loh sayang, kamu mah orangnya curigaan terus sama pacar sendiri juga! Kan daripada kamu nyender begitu kurang enak, mending di paha aku sini!" bujuk Topan.


"Gak mau pacar, mending begini aja lebih nyaman daripada harus di paha kamu! Lagian ini kita udah mau nyampe di rumah aku, ya kan?" ucap Cahaya menolak sambil tersenyum.


"Iya sih,"


Saat Topan tengah menghadap ke arah Cahaya dan tersenyum, tiba-tiba saja tanpa diduga seorang pria menyebrang jalan dan hampir tertabrak olehnya.


Ciiitttt....


Topan pun langsung menginjak rem secara mendadak begitu melihat seseorang menyebrang, namun terlihat kalau orang di depannya itu tersungkur ke jalan dan membuat Topan panik.


"Ya ampun, pacar kamu nabrak orang tuh!" ujar Cahaya cemas.


"Enggak kena kok sayang, kalo kena kan berasa!" ucap Topan.


"Terus kenapa dia bisa jatuh? Udah kamu turun gih tanggung jawab sana! Kasihan tau kalau dia kenapa-napa, emang kamu mau dituntut?" ujar Cahaya.


"Iya iya, kamu tunggu disini ya!" ucap Topan.


Cahaya mengangguk setuju, lalu Topan turun dari mobil dan menghampiri pria yang terjatuh tersebut untuk mengecek apakah dia baik-baik saja atau tidak.


"Pak, bapak gapapa?" tanya Topan sembari perlahan menyentuh tubuh pria yang tergeletak itu.


Tanpa diduga-duga, pria itu berbalik dan menggores lengan Topan menggunakan pisau sampai Topan meringis kesakitan dan darahnya berceceran ke jalan. Dari situ Topan tahu bahwa pria itu hanya berpura-pura tertabrak dan ia terkena jebakan nya.


"Sial! Dasar penipu! Mau apa sih lu, ha?!" ujar Topan masih sambil memegangi lengannya yang mengeluarkan darah.


"Hahaha serahin semua harta lu, termasuk mobil lu itu ke gue! Atau gue bakal bunuh lu pake pisau ini tanpa ampun, cepat!" ancam pria itu sambil menodongkan pisau ke arah Topan.


"Kurang ajar! Gak semudah itu dasar bodoh! Lu cuma sendirian, gue gak takut sama lu!" ujar Topan.


"Oh ya? Sendirian? Yakin lu?" ucap pria itu.


Lalu, si pria bertepuk tangan sambil bersiul seperti memanggil komplotan nya, dan benar saja tak lama muncullah cukup banyak orang-orang dengan senjata mereka masing-masing mengepung Topan.


❤️


Sementara Cahaya yang masih berada di dalam mobil merasa terkejut melihat banyaknya pria mengerikan yang datang mengelilingi Topan di depan sana.


"Aduh, pacar gue lagi dalam bahaya! Gue harus gimana ya? Apa gue turun aja dan selamatin Topan dari orang-orang itu?" gumam Cahaya bingung.


Akhirnya Cahaya memutuskan untuk turun dari mobilnya, namun tiba-tiba saja seseorang muncul dan menangkap Cahaya dari belakang. Gadis itu berupaya berontak dengan menginjak kaki si pria yang datang, akan tetapi ia justru kembali ditangkap oleh seorang wanita di belakangnya.


Sontak Cahaya terkejut saat ia melihat bahwa wanita itu adalah Calissa, ia pun semakin panik karena tahu Calissa memang memiliki rencana untuk menghabisi nyawanya, terlebih Topan juga tengah dikepung oleh banyak orang di depan sana.


"Hahaha, lu gak bisa kemana-mana Cahaya! Mending lu ikut gue sekarang!" ucap Calissa.

__ADS_1


"Lepasin gue!" ujar Cahaya berontak.


"Hah? Lepasin? Lu jangan ngayal deh Aya, mana mungkin gue bakal lepasin lu? Sekarang lu udah di tangan gue, dan gue sebentar lagi bakal habisin lu supaya gue bisa balikan sama Topan!" ucap Calissa.


"Dasar wanita gak tahu diri! Bokap gue udah ampunin lu dan gak jeblosin lu ke penjara, tapi ini balasan lu ha?!" bentak Cahaya.


"Oh iya iya, soal itu gue masih inget kok! Gue juga gak dendam sama bokap lu, tapi gue masih kesel sama lu karena lu udah bikin hidup gue jadi kayak gini Cahaya!" ujar Calissa.


Cahaya terdiam kebingungan, cengkraman Calissa pada tangannya benar-benar kuat dan sulit dilepas.


"Andre, ayo kita segera bawa dia pergi dari sini! Mumpung Topan lagi sibuk lawan mereka, cepat lu buka bagasi mobil!" perintah Calissa.


"Baik! Tapi, apa gak sebaiknya kita bikin dia pingsan dulu?" tanya Andre.


"Gak perlu! Gue pengen dia rasain betapa sakitnya siksaan dari kita, biarin aja dia sadar supaya gue bisa dengar suara jeritan kesakitan dari mulutnya ini!" ucap Calissa.


"Kurang ajar! Lu gak akan bisa singkirin gue!" ucap Cahaya.


"Hahaha, diam! Ayo Andre, kita bawa dia!" ucap Calissa.


"Siap sayang!" ucap Andre tersenyum.


Calissa dan Andre pun membawa Cahaya ke dalam mobil, mereka meletakkan gadis itu pada bagasi mobilnya. Cahaya terus berusaha melepaskan diri, namun ia gagal karena tenaganya kalah jauh dibanding Calissa dan Andre.


Topan pun tak mengetahui jika gadisnya telah dibawa pergi oleh Calissa, ia masih sibuk dengan orang-orang yang mengepungnya dan menghalangi pandangannya, Cahaya juga memilih tak berteriak karena khawatir akan membuat Topan cemas.


"Gimana? Masih pede buat lawan kita, ha?" ujar si pria yang tadi melukai tangan Topan.


"Sial! Gue bisa mampus kalo begini!" batin Topan.


"Hahaha, kenapa diam? Takut? Segitu doang keberanian lu?!" tegas pria itu.


"Kata siapa? Gue gak takut sama kalian! Ayo maju satu satu atau sekaligus juga gapapa!" tantang Topan.


Sebetulnya Topan juga tak yakin bisa menghadapi mereka, apalagi jumlah orang-orang itu cukup banyak sekitar sepuluh bahkan lebih. Namun, tak mungkin Topan mengalah karena pantang baginya untuk menyerah pada apapun.


"Wah nantangin! Serang!!"


Pria itu memerintahkan anak buahnya menyerang Topan, tentunya dengan sekuat tenaga Topan berusaha menghadapi mereka walau kondisi lengannya saat ini sedang terluka.




Keduanya tampak puas karena rencana untuk membawa kabur Cahaya telah berhasil, walau belum sepenuhnya rencana mereka akan berhasil karena bisa saja Cahaya kabur dari sana.


"Dre, aku mau setelah ini kita langsung siksa Cahaya di tempat yang udah aku siapin! Baru abis itu kita buang jasadnya ke jurang!" ucap Calissa.


"Kamu tenang aja! Rencana kita ini kan gak ada yang tau selain kita berdua, apalagi Robi taunya kita masih pakai rencana yang pertama! Aku yakin kita pasti bisa singkirin Cahaya dengan cepat, dan kamu bisa balikan dengan Topan!" ucap Andre tersenyum.


"Pasti dong Dre! Setelah Cahaya mati, gak ada yang bisa halangin keinginan gue lagi!" ucap Calissa.


"Tenang ya sayang!" ucap Andre.


Disaat Andre sedang asyik mengusap lembut wajah Calissa, tiba-tiba saja dari arah berlawanan muncul sebuah truk box yang membuat mereka terkejut, Andre reflek membanting setir ke kiri untuk menghindari truk tersebut.


"Andre awas!" teriak Calissa panik.


Ciiitttt....


Untungnya Andre berhasil mengendalikan mobilnya dengan baik tanpa menabrak apapun, namun ia tetap saja cemas dan coba menanyakan kondisi Calissa yang ada di sampingnya.


"Kamu gapapa kan sayang?" tanya Andre.


"Iya, aku baik-baik aja kok! Hampir aja kita nabrak tadi, kamu harus lebih fokus dong!" ucap Calissa.


"Iya sayang, maaf ya!" ucap Andre.


"Yaudah gapapa, kita lanjut aja!" ucap Calissa.


"Woi!" teriak Cahaya dari bagasi.


Sontak Andre dan Calissa terkejut mendengarnya, mereka kompak menoleh ke belakang untuk memastikan kondisi gadis itu.


"Bawa mobil yang bener dong, sakit nih jidat gue kepentok! Kalau gak bisa nyetir, ya jangan dipaksa buat nyetir lah! Emang lu mau tanggung jawab, semisal gue kenapa-napa?" teriak Cahaya.


"Heh! Lu diem deh, lu pikir lu siapa ha berani bentak-bentak kita?!" balas Calissa.


"Sabar sayang! Kita maklumi aja, dia kan sebentar lagi bakal mati! Anggap aja ini terakhir kalinya dia marah-marah begitu!" ucap Andre.


"Iya deh, udah yuk jalan!" ucap Calissa.


"Oke!"

__ADS_1


Disaat Andre hendak melajukan mobilnya kembali, tiba-tiba saja di depannya sudah berdiri sekumpulan pria bermotor yang membuat ia tidak bisa pergi kemana-mana dari sana.


"Waduh, sayang gimana nih? Kita gak bisa lewat, di depan ada geng motor deh kayaknya!" ujar Andre.


"Ah sialan! Malam-malam begini emang banyak banget gangster modelan begitu, kamu bisa gak lawan mereka?" ucap Calissa.


"Ya mana bisa sih sayang? Kalau satu atau dua orang sih aku masih berani, lah ini mereka banyak banget! Yang ada aku bisa modar! Gimana kalau kita putar balik aja atau telpon orang-orang yang tadi kita sewa buat bantu kita lagi!" ucap Andre.


"Boleh deh, cepat kamu telpon mereka!" ucap Calissa.


"Iya,"


Andre mengambil ponselnya, kemudian menelpon seseorang yang sebelumnya ia beri perintah untuk menghajar Topan.


📞"Halo! Kamu sekarang bantu saya, biarkan saja si Topan itu disana! Cepat kamu datang kesini dan bantu saya, saya akan kirim lokasinya ke kamu sekarang oke!" ucap Andre.


📞"Ya, siap pak bos!"


Andre terkejut bukan main mendengar suara di telpon itu, karena yang ia dengar bukanlah suara dari orang suruhannya.


📞"Hey, kamu siapa ha?" tanya Andre.


📞"Hahaha, kenapa? Lu kaget dengar yang angkat telpon ini bukan orang suruhan lu? Cepat serahkan Cahaya ke gue, sebelum gue bertindak lebih lanjut dan laporin tindakan ini ke polisi! Karena lu udah culik Cahaya!"


Tuuutttt...


Tanpa basa-basi, Andre langsung mematikan telpon dan terlihat panik disertai nafas tersengal-sengal.


"Kenapa?" tanya Calissa bingung.


"Eee ini bahaya sayang! Yang angkat telpon barusan bukan si Denis, tapi Topan! Sekarang aku bingung harus hadapin mereka gimana?" jawab Andre.


"Hah? Kok bisa Topan yang angkat? Emangnya dia bisa lawan orang-orang kamu itu?" ujar Calissa.


Andre menggeleng tidak mengerti, ia pun bingung bagaimana bisa Topan berhasil mengalahkan para pesuruhnya yang berjumlah lumayan banyak itu seorang diri.




Topan yang habis mengangkat telepon dari Andre, merasa geram karena ia gagal mendapatkan lokasi keberadaan pria itu.


"Aaarrgghh!! Sialan tuh orang! Calissa, awas aja ya kalau sampai lu berani sentuh Cahaya! Gue bakal bikin perhitungan buat lu, Calissa!" geram Topan sembari mengepalkan tangannya.


Pukkk...


"Bro!"


Ardan menghampiri Topan dan menepuk pundak pria itu dari belakang, ya kebetulan memang ia dan teman-temannya datang membantu Topan saat tengah diserang oleh orang-orang tadi.


"Eh bro, ya kenapa?" tanya Topan.


"Luka lu udah mendingan? Mau diobatin lagi apa enggak?" ujar Ardan.


"Santai! Ini baik-baik aja kok, gue sekarang harus temuin Cahaya dan selamatin dia!" ucap Topan.


"Iya iya, lu kalem ya bro! Oh ya, terus orang-orang itu mau kita apain nih?" ucap Ardan.


Topan beralih menatap Denis dan yang lainnya dengan sorotan tajam, ia berjalan menghampiri mereka. Ardan pun mengikuti dari belakang, ia tak mengerti apa yang hendak dilakukan oleh Topan.


"Heh! Kalian pasti tau kan, kemana mereka bawa pacar saya pergi?" bentak Topan.


"Gue gak tahu!" jawab Denis.


"Lu jangan bohong deh! Lu mau gue abisin, ha?" ancam Topan emosi.


"Bro sabar bro!" ucap Ardan menenangkan.


"Seriusan gue kagak tahu! Bos Andre cuma suruh kita buat cegat lu, dan alihin perhatian supaya bos bisa bawa cewek lu! Tapi, kita gak tahu kemana bos Andre bawa cewek lu itu! Kalau emang lu gak percaya, yaudah terserah!" ucap Denis.


Topan terdiam, ia masih amat bingung harus mencari Cahaya kemana.


"Sabar bro! Kita coba aja cari Cahaya dulu, siapa tahu dia masih ada di dekat-dekat sini! Gak ada salahnya kan kalo kita mencoba?" usul Ardan.


"Iya juga, tadi si Andre itu bilang dia lagi butuh bantuan! Mungkin aja dia masih kejebak di dekat sini, ayo Dan kita cepat pergi!" ucap Topan.


Topan langsung berlari menuju mobilnya.


"Eh bro, tunggu bro!" teriak Ardan.


Ardan serta teman-temannya yang lain pun mengikuti Topan, mereka masuk ke mobil masing-masing lalu pergi dari sana meninggalkan Denis dan rekannya.


...~Bersambung~...

__ADS_1


...JANGAN LUPA LIKE+KOMEN YA GES YA!!!...


__ADS_2