Topan & Cahaya

Topan & Cahaya
Bab 246. Baikan kembali


__ADS_3

...HALO GUYS!...


...WELCOME TO MY NEW STORY!...


..."TOPAN & CAHAYA"...


...~~~...


#TOPAN&CAHAYA EPS. 245


...•...


...•...


TOK TOK TOK...


Sergie mengetuk pintu kamar istrinya dengan pelan, ia bermaksud menemui Eun-Kyung disana dan berbicara pada istrinya itu agar masalah mereka bisa selesai kali ini. Sergie tentu tak mau jika masalah itu terlalu lama berlarut-larut dan hubungan mereka belum juga damai, Sergie juga ingin sekali agar istrinya mau memaafkan dirinya dan berbaikan lagi.


Saat ini memang Eun-Kyung berada di dalam kamar Topan alias putranya, ya wanita itu belum ingin satu kamar dengan suaminya karena ia masih kesal pada sang suami yang lebih membela Wulan. Eun-Kyung juga belum mau menemui Sergie apalagi berbicara dengan pria itu, karena menurutnya Sergie itu sudah sangat bersalah pada dirinya selama ini.


Ceklek...


Eun-Kyung membuka pintu untuk mengecek siapa yang datang ke kamarnya, dan ia pun terkejut sekali begitu mengetahui yang ada di depan sana adalah Sergie alias suaminya itu.


"Mama, syukurlah mama mau buka pintunya! Papa senang sekali bisa lihat mama lagi, aku kangen sama kamu Eun! Kita bicara sebentar yuk di depan, atau kalau kamu mau di dalam juga gapapa kok!" ucap Sergie tersenyum manis.


"Papa ini mau bicara apa lagi sih? Mama rasa gak ada yang perlu kita bicarakan lagi, pah! Sebaiknya papa pergi sekarang, mama ngantuk dan mama mau tidur!" ujar Eun-Kyung menolak.


Eun-Kyung yang emosi, hendak masuk ke dalam kamar lagi meninggalkan suaminya.


"Tunggu mah!" ucap Sergie menahan Eun-Kyung.

__ADS_1


Ya Sergie mencekal lengan Eun-Kyung dari belakang dan mencegah istrinya itu agar tidak masuk lagi ke dalam kamar.


"Mama jangan pergi dong! Kita bicara sebentar ya mama cantik, aku janji deh gak akan maksa kamu buat bicara lagi sama aku nanti! Mau ya sayang?" bujuk Sergie dengan wajah memelas.


Akhirnya Eun-Kyung tak memiliki pilihan lain selain mengikuti kemauan suaminya itu.


"Huft, yaudah oke aku mau! Lepasin tangan aku!" ucap Eun-Kyung tegas meminta Sergie melepas tangannya. "Lepasin, papa!" sambungnya sedikit lebih keras karena Sergie tak kunjung juga mau melepaskan tangannya.


"Iya iya mah, tapi mama janji ya mau bicara sama papa? Jangan malah nanti mama masuk ke kamar!" ucap Sergie mengingatkan istrinya.


"Haish, iya iya aku janji! Udah cepetan lepasin, sakit tau tangan aku papa gituin terus!" ujar Eun-Kyung.


Sergie tersenyum kemudian melepas tangan sang istri dari genggamannya, sedangkan Eun-Kyung tampak menutup pintu lalu pergi lebih dulu menuju ruang tamu diikuti oleh Sergie di belakangnya.


Sepasang suami-istri itu duduk di sofa untuk berbincang sejenak mengenai permasalahan diantara mereka, Sergie terlihat gugup dan gemetar sebelum ia bisa berbicara pada Eun-Kyung disana, karena ia khawatir Eun-Kyung masih marah.


"Udah cepet, papa mau bicara apa?! Jangan kelamaan diem gitu, nanti mama berubah pikiran dan masuk kamar lagi loh!" ucap Eun-Kyung tegas.


Eun-Kyung terkejut dan menoleh ke arah suaminya dengan tatapan penasaran.


"Papa serius? Papa gak lagi bohong atau bercanda kan sama mama? Beneran papa udah suruh Wulan buat pergi jauh dari sini?" tanya Eun-Kyung girang.


"Iya mama, barusan papa abis bicara sama Wulan. Sekarang mama jangan marah lagi ya sama papa, papa gak pengen kita rebut terus begini!" jawab Sergie.


"Iya sih pah, jujur mama juga bosen ribut terus sama papa. Maafin mama ya pah!" ucap Eun-Kyung.


Tanpa diduga, Eun-Kyung justru mendekat ke arah Sergie dan memeluk suaminya disana. Pelukan sang istri tentunya dibalas oleh Sergie dengan sebuah pelukan hangat juga serta kecupan lembut pada puncak kepala Eun-Kyung.


"Maafin papa juga ya mama sayang! Papa harusnya gak bohongin mama selama ini, papa nyesel sekali udah bohongin mama!" ucap Sergie.


"Gapapa pah, itu gak perlu dibahas lagi! Yang penting sekarang Wulan udah pergi dan papa jangan pernah urusin dia lagi! Karena mama itu gak suka sama yang berbau perselingkuhan!" ucap Eun-Kyung.

__ADS_1


Sergie mengangguk pelan dan memperdalam pelukannya, tak disangka Topan mengintip dari luar.


...•••...


Disisi lain, Calissa tampak emosi dan marah-marah sendiri begitu sampai di dalam rumah mamanya. Gadis itu berteriak kencang sekali sembari mengusap wajahnya kasar, seluruh tubuhnya juga acak-acakan seperti orang yang sedang ada masalah besar atau mungkin lebih mirip orang gila yang suka ngejar orang-orang yang lewat di dekatnya.


Mendengar suara teriakan Calissa yang begitu nyaring di telinga, Santi sang mama pun keluar kamar dan menemui Calissa di ruang tamu untuk bertanya langsung apa yang terjadi.


"Calissa! Kamu ini kenapa sih?" tanya Santi heran.


"Mama, mah aku sebel banget mah! Aku pengen rasanya bunuh si Cahaya itu, dia tuh nyebelin banget dan aku benci sama dia!" ujar Calissa emosi.


"Hey, sabar dulu Calissa! Cerita coba sama mama, kenapa lagi tuh sama si Cahaya? Bukannya kalian udah gak ada hubungan lagi sekarang, kok masih sebel begitu?" ujar Santi.


"Aku kesel mah, Cahaya itu bisa-bisanya pamer kemesraan dia sama Topan di sosial media! Aku kan ngerasa patah hati, mah!" ujar Calissa.


"Ya ampun, jadi cuma karena itu? Calissa, harus berapa kali sih mama bilang ke kamu? Lupain Topan dan jangan pernah lagi mikirin dia, apalagi ngarep buat balikan sama dia! Ingat Calissa, kehidupan kamu itu masih panjang dan banyak lelaki di luar sana yang bisa kamu miliki!" ucap Santi.


Calissa terdiam menunduk. Ia semakin merasa jengkel dengan perkataan mamanya itu.


"Yaudah, duduk dulu yuk sayang! Kamu harus minum supaya lebih tenang, ini kondisi kamu kacau banget loh sayang! Mama gak ngerti apa yang baru kamu lakuin sampai bisa begini, yuk kita duduk di sofa dan lanjut bicara!" ucap Santi membujuk putrinya.


"Iya mah," ucap Calissa pelan tak berenergi.


Santi membawa Calissa dengan perlahan ke arah sofa, mereka pun duduk berdampingan disana dan tak lupa juga Santi menuangkan air putih pada gelas kosong lalu memberikannya pada Calissa.


"Ini sayang, diminum dulu! Supaya kamu bisa lebih tenang dan gak gelisah lagi, mama gak pengen kamu terus-terusan begini sayang!" ucap Santi.


Calissa mengangguk pelan tanpa berbicara sepatah katapun pada mamanya, ia meneguk air di dalam gelas itu dengan cepat sampai habis tak bersisa seperti orang yang kehausan.


...~Bersambung~...

__ADS_1


JANGAN LUPA LIKE+KOMEN YA GES YA!!!


__ADS_2