
...HALO GUYS!...
...WELCOME TO MY NEW STORY!...
..."TOPAN & CAHAYA"...
...~~~...
#TOPAN&CAHAYA EPS. 204
...•...
...•...
Topan dan Wulan masih berduaan di dalam mobil menuju ke kampus, pria tersebut menyetir mobil Wulan dengan santai sambil sesekali juga menoleh ke arah Wulan dan tersenyum manis. Entah mengapa Topan begitu terpukau melihat wajah cantik wanita di sampingnya itu, walau Wulan belum didandani oleh perias artis seperti biasanya.
Wulan yang terus-terusan dipandang seperti itu oleh Topan, pun mulai merasa tersipu plus canggung lantaran mata Topan tak henti-hentinya melirik ke arahnya saat ini. Wulan yang tersipu malu memilih untuk menunduk dan tidak memandang balik Topan karena malu, walau sebenarnya ia juga senang dipandang oleh Topan seperti sekarang ini.
"Andai aja kamu bukan anak om Sergie, Topan. Mungkin aku bisa suka dan jatuh cinta sama kamu tanpa perlu khawatir, tapi kenyataannya sekarang kamu adalah anak om Sergie dan aku pun akan balas dendam melalui kamu Topan!" batin Wulan.
Ciiiitttt...
Tiba-tiba Topan menginjak rem secara mendadak dan membuat Wulan serta Topan sendiri hampir terpental ke depan, ya gadis itu bahkan sangat terkejut dengan pengereman mendadak dari Topan. Wulan langsung menoleh ke arah Topan sambil memegangi bagian dadanya, begitupun dengan Topan yang juga memandang wajah Wulan disana.
"Topan, kamu kenapa sih? Kamu mau bikin aku jantungan ya?" tanya Wulan kesal.
"Ma-maaf Wulan! Aku tadi hampir nabrak orang di depan yang mau nyebrang, untung aku masih bisa ngerem barusan!" jawab Topan gugup.
__ADS_1
"Hah? Ya ampun, makanya kamu tuh kalo nyetir fokus ke jalan bukan ke aku!" ucap Wulan.
Tak lama kemudian, orang yang tadi hampir saja ditabrak oleh Topan pun mendekat ke arah mobil Wulan dan mengetuk-ngetuk kaca mobil tersebut dengan raut wajah marah. Tentu saja Topan tampak panik melihat pria yang hampir ditabraknya itu sudah ada di sampingnya saat ini, namun ia mencoba gentle dan membuka kaca mobil untuk bicara.
"Mas, gimana sih bawa mobilnya? Hampir aja saya ketabrak tadi, kalau bawa mobil tuh yang bener! Bisa nyetir gak sih sebenarnya?!" bentak orang itu emosi memarahi Topan disana.
"Eee iya maaf ya bang, saya tadi agak gak fokus nyetirnya! Tapi, abangnya gapapa kan? Gak ada yang luka atau kenapa kan?" ucap Topan.
"Ya Alhamdulillah sih kagak, tapi kalau masnya nyetir begitu bisa-bisa lain kali bakal ada korban lagi yang mungkin juga bisa luka! Mas kalo nyetir tuh fokus dong, jangan ngelamun!" bentak orang itu mengingatkan Topan untuk tidak melamun.
"Iya bang, sekali lagi saya mohon maaf ya!" ucap Topan merasa sangat bersalah.
"Yaudah, kalo gitu saya pergi dulu!" ucap orang itu.
Topan hanya mengangguk membiarkan orang itu pergi dari sana, ia masih merasa tidak enak dan bersalah karena sudah hampir menabrak orang yang henda menyebrang jalan tadi. Ia masih beruntung saat ini karena orang itu tidak tertabrak olehnya, jika terjadi tabrakan mungkin saja ia bisa mendekam di penjara dan harus berpisah dengan Cahaya.
"Topan, makanya lain kali kamu hati-hati dong kalo nyetir mobil! Jangan sampe kejadian tadi tuh terulang lagi, itu bahaya banget loh!" ucap Wulan mengingatkan pria di sampingnya itu.
"Ish, malah gombal!" ujar Wulan kesal.
Topan justru tersenyum melihat reaksi Wulan yang tampak canggung saat ia melontarkan gombalan, sedangkan Wulan sendiri langsung memalingkan wajah dengan bibir mengerucut.
"Kamu emang cantik Wulan, tapi aku cintanya cuma sama Cahaya!" batin Topan.
...•••...
Disisi lain, Cahaya tengah asyik makan bersama kedua teman wanitanya di kantin dan saling berbincang satu sama lain mengenai berbagai macam hal termasuk gagalnya sekolah mereka mengikuti audisi abang-none. Ya sebelumnya memang Cahaya dipilih sebagai wakil sekolahnya, namun ia tidak mau karena menganggap dirinya tak pantas untuk ikut dalam ajang seperti itu.
__ADS_1
Namun, Cahaya cukup terkejut mendengar batalnya sekolah mengikuti ajang tersebut hanya karena ia tidak mau mewakili sekolahnya disana. Padahal menurut Cahaya masih banyak wanita di sekolah itu yang bisa dijadikan sebagai wakil sekolah bersama para pria lain yang ada disana, itulah sebabnya ia sangat terkejut mendengar kabar tersebut.
"Eh Aya, lu tahu gak? Kan sekolah kita gagal ikut di ajang abang-none tau," ujar Mawar.
"Hah? Masa sih? Emang kenapa bisa gagal?" tanya Cahaya terkejut terheran-heran mendengar ucapan Mawar barusan.
"Iya Aya, katanya sih gara-gara lu gak jadi ikut buat wakilin sekolah! Terus katanya pihak sekolah juga gak bisa temuin pengganti, makanya mereka mutusin buat gak ikut di ajang abang-none itu!" jawab Mawar menjelaskan pada Cahaya.
"Duh, gue jadi gak enak nih!" ujar Cahaya murung.
"Ya itu dia, lagian kenapa sih lu gak mau dijadiin wakil sekolah buat ajang itu? Padahal kan gue yakin banget kalo lu pasti bisa menang, apa karena lu gak mau dipasangin sama si Agung?" tanya Mawar.
"Gak gitu, gue cuma males aja ikut ajang begituan! Lagian gue juga gak ngerti apa-apa soal budaya Jakarta, tar yang ada gue cuma cengok disana gak bisa jawab pertanyaan dari juri!" ucap Cahaya.
"Ohh, ya kan lu bisa diajarin dulu sampe pinter sama pihak sekolah!" ucap Mawar.
"Udah lah, lagian kan udah terlambat juga! Mungkin emang belum rezekinya buat sekolah kita menang di ajang abang-none itu," ucap Cahaya.
"Ya iya sih," ucap Melani.
Tiba-tiba saja, Lyodra bersama Mahalini juga Novia muncul disana mendatangi meja Cahaya serta teman-temannya dengan wajah murka. Mereka bertiga mendekati Cahaya kemudian menatap wajah gadis itu dengan mata menyala, tentu Cahaya tak mengerti apa sebenarnya maksud dan tujuan dari Lyodra serta teman-temannya itu datang kesana.
"Kalian pada mau ngapain lagi sih? Belum puas udah bikin hubungan gue sama Topan hampir putus?" tanya Cahaya dengan raut kesal. "Gue udah tau ya, kalian bertiga kan yang bikin Topan waktu itu marah sama gue!" sambungnya.
"Eh buset, nih anak junior makin songong aja gayanya sama kita! Lu bisa gak hormat sedikit sama senior lu, ha? Dasar anak gak tahu malu, gara-gara lu sekarang reputasi sekolah ini anjlok tau gak?! Pake acaranya gak mau segala ikutan ajang abang-none, udah sok jadi artis lu?" ujar Lyodra.
Sontak Cahaya terdiam tak berkutik mendengar perkataan Lyodra, ia merasa bersalah lantaran sudah membuat nama sekolahnya jadi buruk di mata kota.
__ADS_1
...~Bersambung~...
...JANGAN LUPA LIKE+KOMEN YA GES YA!!!...